Skip to main content

Graceful Family Ep 2 Part 3

Sebelumnya...


Tim TOP memulai rapat mereka.

Joo Young memberi laporan, bahwa investasi tambang Myanmar untuk dana properti apartemen Vietnam sudah disetujui bagian pembukuan.

Je Kook tanya, bagaimana soal pelelangan karya seni galeri MC.


"Barangnya berpindah tangan dan dikembalikan ke Israel kemarin." jawab Ketua Tim Kwon.

"Uangnya ditransfer ke badan perusahaan kita di Hong Kong." tambah Joo Young.

"Bagus. Kita mendapatkan uangnya seperti yang direncanakan. Mungkin kita harus menaikkan penawaran publik teknologi ramah lingkungan." ucap Je Kook.

"Ya. Kami sedang bersiap untuk itu." jawab Ketua Tim Yoon.


"Sebelum itu, bukankah seharusnya kita lebih mengekspos Direktur Mo ke media?" tanya Je Kook.

"Ya. Aku akan mengatur penampilan di TV." jawab Kyung A.

"Apa ada kemajuan dengan pemegang saham MC Distribution?" tanya Je Kook.

"Mereka memulai perusahaan bersama Pimpinan Senior dan bersikap keras kepala." jawab Joo Young.

"Kita mungkin harus memakai cara lain." ucap Je Kook ke Ketua Tim Kwon.

"Aku mengerti." jawab Ketua Tim Kwon.

"Sekutu Pimpinan Senior akan butuh uang tunai  untuk membeli saham dan menyisihkan untuk pajak hadiah Nona Seok Hee." ucap Ketua Tim Yoon.

"Mereka akan menjual properti Yongin dan Yangpyeong. Hentikan itu." jawab Je Kook.

Ketua Tim Kwon melihat layar laptopnya dan memberitahu bahwa Yoon Do sudah datang. Je Kook pun meminta mereka semua memperlakukan Yoon Do dengan baik.


Yoon Do sendiri bingung harus ngapain di mejanya. Alhasil, dia cuma bisa bengong ngeliatin para karyawan MC kerja.

Ketua Tim Yoon datang, memberinya setumpuk berkas.

"Kau bisa berbahasa Inggris? MC Distribution menandatangani kesepakatan dengan TGL New York. Periksalah kontraknya. Secepat mungkin, ya." ucap Ketua Tim Kwon, lalu pergi.

Yoon Do hanya bisa melongo tanpa diberi kesempatan bicara.


Di kamarnya, Seok Hee kaget mendengar bagaimana Ketua Tim Yoon memberi Yoon Do perintah.

Seok Hee : Dia dikucilkan di hari pertamanya bekerja.

Seok Hee kesal, lalu melepas earphone nya.


Seok Hee kemudian ingat kata2 Yoon Do soal orang yang mengiriminya pesan teks.

Yoon Do : Pesan teksnya dikirim dari Seongbuk-dong.

Seok Hee : Siapa yang ada di rumah ini?


Saat sedang memikirkan orang itu, Seok Hee melihat Soo Jin mengantar Wan Joon ke mobil. Sontak, Seok Hee langsung berdiri dan mendekat ke jendela. Melihat Soo Jin, Seok Hee memikirkan sesuatu.


Boo Ki sedang bicara dengan seseorang yang dipanggilnya 'hyung' di telepon.

Boo Ki : Jika kita membanjiri internet dengan akun media sosial pribadi, bahkan TOP tidak akan bisa menghentikan kita. Buatlah ke-100.000 anggotamu menjadi sibuk. Kita tidak bisa menyerah untuk dana rahasia Mo Wan Joon. Ya, percayalah kepadaku. Baiklah. Sampai jumpa.


Lalu Gwang Mi datang. Ia masuk sambil berteriak heboh memanggil Boo Ki.

Gwang Mi merangkul Boo Ki dan menunjukkan foto2 hasil kerjanya.

Gwang Mi : Lee Byung Soo meninggalkan rumah Choi Soo Jung di pagi hari. Aku mendapatkannya! Kami menangkap mereka. Ini akan mendominasi internet, kecuali Trump ditembak. Bukankah ini hebat? Aku sangat hebat. Ini luar biasa. Lakukanlah sedikit lagi. Bukankah itu mengagumkan?

Gwang Mi berucap heboh, sambil menekan leher Boo Ki.

Boo Ki : Bagus.

Melihat reaksi Boo Ki yang biasa aja, Gwang Mi pun kesal.


Boo Ki : Gwang Mi, kau tidak perlu mengikuti selebritas lagi.

Gwang Mi : Kau membuatku gugup lagi.

Boo Ki : Kita akan menulis soal dana rahasia  Mo Wan Joon dari MC Grup.

Gwang Mi : Apa kau mencoba membuat mereka marah dan membungkammu? Kenapa kau menargetkan mereka?

Boo Ki : Aku punya banyak masalah dengan mereka. Ada cerita sedih. Aku harus membuat mereka membayarnya secara perlahan.

Gwang Mi : Aku tidak peduli tentang cerita itu. Sebaiknya kau membayarku tepat waktu. Aku mendapatkan banyak tawaran.

Boo Ki : Gwang Mi-ya., berapa lama kau ingin menulis artikel murahan? Mari menyerang MC Grup dengan parah dan naik tingkat. Ke liga besar.

Gwang Mi kaget, Sunbae...

Boo Ki : Ayo....


Boo Ki membuka laptopnya dan memencet 'enter'.


Joo Young berlari ke atas dengan langkah tergesa, menuju ruangan Je Kook. Sampai disana, ia memberitahu Je Kook bahwa MC dalam masalah.

Joo Young : Kata kunci Mo Wan Joon, MC, dan dana rahasia muncul 70.000 kata per detik. Itu ada di seluruh akun media sosial pribadi.

Je Kook : Dari mana asalnya?

Joo Young : Kami sedang mencarinya.

Je Kook : Panggil semua orang.

Joo Young : Baik.


Cheol Hee yang sedang main golf langsung pergi saat diberitahu pegawainya mereka dalam masalah.


Wan Joon sendiri baru selesai diwawancarai di sebuah stasiun TV.

Begitu selesai, Kyung A yang mengawai jalannya wawancara, langsung mendekati Wan Joon.

Si pembawa acara memberikan kertas berisi nomor teleponnya ke Wan Joon.

Wan Joon hanya tersenyum pada si pembawa acara itu, lalu ia membereskan dokumennya dan menjatuhkan kertas itu dengan sengaja.

Setelah itu, giliran Kyung A yang menginjak kertas itu.

Si pembawa acara kesal dan langsung pergi.

Kyung A : Kau harus mewaspadai skandal. Aku akan melaporkan dia  kepada Kepala Han.


Kyung A lalu menerima telepon dan ia terkejut. Setelah itu, ia menyuruh Wan Joon bergegas kembali dan langsung pergi.


Cheol Hee ke TOP, membawa tongkat golf nya. Sampai sana, semua anggota TOP sudah berkumpul. Cheol Hee marah.

Cheol Hee : Aku membayar kalian upah yang besar, artinya kesalahan seperti ini seharusnya tidak pernah terjadi. Kau tahu kenapa aku membawa cambuk saat mengendarai kuda? Kuda bodoh ini sudah tua. Ia menjadi sangat malas. Tidak ada yang berfungsi lebih baik daripada cambuk melawan kemalasan. Kalian malas dan tidak kompeten, serta membuang uangku. Apa yang harus aku gunakan pada kalian!

Cheol Hee mau melayangkan tongkat golf nya ke arah Je Kook. Semua memicingkan mata, ngeri.

Je Kook : Agar harga saham tidak berfluktuasi, aku akan mengakhirinya dalam tiga hari.

Cheol Hee tidak jadi memukul Je Kook dan memberi Je Kook kesempatan.

Cheol Hee : Satu hari!

Je Kook : Ya, Pak.


Setelah itu, Cheol Hee langsung pergi.

Cheol Hee berjalan,, sambil memegangi dadanya yang terasa sakit.


Anggota TOP sedang menonton berita wawancara seorang pria terkait dana kotor Wan Joon. Tentu saja, wajah pria itu diblur dan suaranya disamarkan demi keamanan pria itu.

"Mo Wan Joon menyangkal mengetahui tentang perusahaan palsu, tapi apakah itu memang tidak benar?" tanya si pewawancara.

"Ya. Aku menginstruksikan kepada Direktur Mo untuk mendirikan perusahaan palsu." jawab pria itu.

"Bukankah itu Direktur Park? Dia tidak menginstruksikan siapa pun." ucap Kyung A.

"Dia menghilang dan tidak pulang." jawab Ketua Tim Kwon.

"Itu berasal dari NewsPatch milik Kim Boo Gi." ucap Joo Young.


"Kau mengenalnya?" tanya Je Kook ke Kyung A.

"Ya, sangat baik. Dia disebut Ular Beludak karena temperamennya yang buruk. Aku kira dia mengikuti selebritas setelah kehilangan pekerjaan. Orang tidak pernah berubah." jawab Kyung A.

"Mari kita cabut dari situs web." suruh Je Kook. Joo Young mengerti dan langsung mengerjakan perintah Je Kook.

"Dia di pratinjau VIP di Samseong-dong." ucap Joo Young.

"Kau mendengarnya. Buat dia mengurus situs web." suruh Je Kook ke Ketua Tim Kwon. Ketua Tim Kwon langsung bergerak.


Je Kook kemudian dihubungi Jaksa Joo.

Jaksa Joo : Jaksa penuntut akan menyelidiki.

Je Kook : Bagian khusus?

Jaksa Joo : Kepala Jaksa mereka terlalu kaku dan menyerah. Putraku di antara mereka. Mari kita tunggu dan lihat.


Usai bicara dengan Jaksa Joo, Je Kook memberitahu timnya bahwa Jaksa Lee Hyuk yang bertanggungjawab atas kasus dana gelap Wan Joon.

"Dia teman sekelasku." jawab Ketua Tim Yoon.

"Kita akan mengurus jaksa. Kau menangani media." suruh Je Kook pada Kyung A.

Je Kook lalu tanya apa yang sedang Yoon Do lakukan.

Ketua Tim Yoon : Belajar Bahasa Inggris.

Je Kook : Suruh dia menjemput Direktur Park dengan baik.

Ketua Tim Yoon : Kau akan memberinya tugas penting itu?

Je Kook : Mari kita lihat seberapa bagus dia.

Je Kook beranjak pergi. Anggotanya tidak percaya Je Kook memberi Yoon Do tugas penting macam itu.


Ketua Tim Yoon langsung menemui Yoon Do dan menunjukkan video wawancara Direktur Park.

Yoon Do : Jadi, orang ini... aku harus membawanya ke sini pada pukul sembilan malam?

Ketua Tim Yoon : Kenapa? Kau tidak bisa melakukannya?

Yoon Do : Bukan, hanya saja aku tidak punya nomor telepon Direktur Park.


"Ini dia." Joo Young tiba2 datang dan memberi Yoon Do nomor Direktur Park.

Yoon Do : Kau mengirimku karena kau tidak bisa menghubunginya.

Joo Young hanya tersenyum lalu pergi bersama Ketua Tim Yoon.


Kyung A pergi ke Penerbit Wugong Yisan.

Seorang pria yang melihat Kyung A, memberitahu ketuanya, seorang wanita bernama Lee.

"Bagaimana kau disini?" tanya Ketua Tim Lee.

"Ini darurat." jawab Kyung A.


Kyung A lalu memberikan Ketua Tim Lee beberapa artikel.

Kyung A : Satu jam dari sekarang, kita akan mengunggah banyak bacaan ringan seperti, "Direktur Mo Wan Joon, dengan tubuh seperti aktor." Tulislah komentar yang menarik bagi kaum muda. Berita malam akan menyebutkan dia menjadi relawan di sebuah rumah jompo dan mendukung pembersih jalan. Tulis tentang itu begitu ini disiarkan. Untuk beberapa hari ke depan mulai malam ini, kata kuncinya adalah "KKTA Mo Wan Joon, dan "KKTA MC Grup".

Ketua Tim Lee : Oh, "Kisah Kebajikan Tanpa Akhir Mo Wan-Joon"? Aku mengerti.

Kyung A lalu memberi Ketua Tim Lee sejumlah uang. Ketua Tim Lee semangat dan langsung bekerja.


 Ketua Tim Kwon menemui seorang pria di dalam bioskop.

"Artikel di halaman utama dan kata kunci sewaktu harus turun." ucap Ketua Tim Kwon.

"MC Grup sekarang pemegang saham mayoritas Karmile. Mereka merilis permainan dengan versi yang sama seperti yang kami rilis. Bagaimana bisa kau membeli saham saingan kami?" tanya pria itu.

"Lalu bagaimana jika merilis bersama permainannya dengan Karmile?"

"Kau punya perintah Kepala Han?"

"Kau tahu kita tidak bisa melakukan apa pun tanpa izinnya."

Pria itu mengangguk2, lalu menghubungi seseorang bernama 'Pak Kim' dan memberinya pekerjaan.


Di mejanya, Yoon Do melihat video wawancara Direktur Park berulang kali. Tak lama kemudian, ia menemukan lokasi Direktur Park dan langsung pergi.


Joo Young ke meja Yoon Do. Ia heran tidak melihat Yoon Do. Ia kemudian memeriksa komputer Yoon Do.

"Lumayan." ucapnya, memuji pekerjaan Yoon Do.


 Yoon Do langsung bergerak lokasi yang menjadi background lokasi Direktur Park sebenarnya. Sampai disana, ia mencari2 lokasi Direktur Park dan tak lama ia menemukannya.


Yoon Do teringat lagi wawancara Direktur Park, lalu setelahnya ia menghubungi seseorang.

Yoon Do : Bisakah kau memberiku daftar tamu hotel?


Sekarang, Yoon Do menyamar sebagai pramusaji hotel. Ia bergerak menuju kamar Direktur Park.

Direktur Park mengintip dari celah pintu. Melihat pelayan yang datang, ia langsung membuka pintu dan menyuruh pelayan masuk.

"Direktur Park Young Chul?" ucap Yoon Do.

Sontak, Direktur Park kaget.

"Siapa kau?"

"Aku dari MC Grup."

Bersambung ke part 4....

Comments

Popular posts from this blog

I Have a Lover Ep 50

Sebelumnya.... “Aku rasa aku jatuh cinta lagi padamu.” Ucap Jin Eon begitu Hae Gang menghampirinya. “Aku sudah tahu.” jawab Hae Gang. “Berikan tasmu.” Pinta Jin Eon. “Tidak mau, tas melambangkan harga diri seorang wanita.” Jawab Hae Gang. “Berikan padaku. Tas wanitaku melambangkan harga diriku.” ucap Jin Eon. Hae Gang pun tersenyum, lalu memberikan tas alias keranjangnya yang berisi peralatan mandi pada Jin Eon. Jin Eon kemudian menyuruh Hae Gang menggandeng lengannya. Hae Gang pun menggandeng lengan Jin Eon, dan selanjutnya keduanya beranjak pergi menuju sauna dengan senyum terkembang. “Kau akan memakai itu?” tanya Hae Gang saat melihat Jin Eon sedang memilih2 baju sauna. “Aku pernah memakainya dulu.” Jawab Jin Eon. “Tak bisa kubayangkan…” dan Hae Gang pun tersenyum geli, “… tapi entah bagaimana tampaknya akan lucu.” “Awas ya kalau kau jatuh cinta padaku.” Ucap Jin Eon.   Ajumma penjaga sauna kemudian memberitahu bahwa Jin Eon...

I Have a Lover Ep 29 Part 2

Sebelumnya... Seok sedang galau di kamar yang dulu ditempati Hae Gang. Tak lama kemudian, sang ayah datang. Seok mengaku bahwa mungkin dia harus keluar dari rumah untuk sementara waktu karena ia tidak bisa mengendalikan dirinya. “Berusaha melupakan dengan putus asa akan membuatmu bertambah putus asa. Tidak bisakah putus asamu berkurang sedikit?” tanya sang ayah. “Aku punya penyesalan. Aku menyesal dan itu membuatku gila. Aku seharusnya menikahinya saat kau menyuruhku tahun lalu. Maka dengan begitu, dia akan berada di sampingku selamanya. Setidaknya, aku bisa mengatakan padanya untuk tinggal, untuk memohon padanya untuk tinggal. Aku rasa aku tidak bisa melepaskannya. Aku rasa tidak bisa membiarkan itu terjadi. Aku rasa aku tidak akan pernah bisa melepaskannya.” Jawab Seok. “Hanya kau menahan seseorang, hanya karena kau menyukainya, itu hanya akan membuat tanganmu sakit.   Tanpa bisa merasakan kehangatan, kau akan berteriak kesakitan. Itu sebabnya cinta bertepuk sebelah ...

I Have a Lover Ep 17 Part 2

Sebelumnya <<< Hae Gang di rumah sakit, menunggui Moon Tae Joon yang sedang di operasi. Wajahnya tampak cemas. Tak lama kemudian, Jin Eon datang. Dua staf keamanan Jin Eon yang sudah duluan tiba di sana, langsung menemui Jin Eon begitu Jin Eon datang. "Bagaimana dengan Moon Tae Joon?" tanya Jin Eon. "Dia sedang di operasi." jawab salah satu staf keamanan Jin Eon. "Lalu Do Hae... ah, maksudku Nona Dokgo Yong Gi?" tanya Jin Eon. "Dia menunggu di depan ruang operasi." jawab staf keamanan itu lagi. "Kau sudah mendapatkan nomor platnya?" tanya Jin Eon. "Sudah." Staf keamanan Jin Eon pun memberikan nomor plat kendaraan yang menabrak Tae Joon pada Jin Eon. Jin Eon menatap nomor plat itu dengan wajah cemas. Ia lalu menyusul Hae Gang ke ruang operasi. Keluarga Moon Tae Joon menyalahkan Hae Gang atas kecelakaan yang menimpa Tae Joon. Kakak Tae Joon berkata, jika saja Tae Joon mendengarkannya untuk m...