Sunday, September 1, 2019

The Great Show Ep 1 Part 3

Sebelumnya...


Soo Hyun yang lagi main game di ponselnya, disamperin adiknya, Ji Hyun.

Ji Hyun tanya, gimana bisa Dae Han yang mantan anggota dewan berakhir sebagai sopir pengganti.

Soo Hyun : Entahlah.

Ji Hyun : Jadi, karena itu kau sedih?

Soo Hyun : Tentang apa?

Ji Hyun : Sudah jelas. Kau bermain game begitu kau pulang. Tapi cinta pertamamu benar-benar hancur. Wajar saja untuk sedih.

Soo Hyun : Tidak. Ratingku naik. Aku merasa luar biasa. Dan ini sudah lebih dari 10 tahun. Itu konyol.

Ji Hyun : Benar sekali. Sudah lebih dari 10 tahun. Kenapa kau tidak bisa melupakannya?

Soo Hyun : Berhentilah menulis novel.

Ji Hyun : Novel? Aku penasaran bagaimana akhirnya.

Soo Hyun : Kenapa kau sangat penasaran? Bagian akhirnya sudah diterbitkan 14 tahun lalu.


Dae Han minum lagi, tapi kali ini di rumahnya. Dia minum sambil menatap ikan2 di akuariumnya.

Dae Han : Kalian juga berpikir riwayatku sudah tamat? Tidak. Aku Wi Dae Han. Tunggu dan lihat saja. Aku akan menjadi hebat.


Seorang gadis remaja, Han Da Jung, berdiri di depan kediaman Dae Han.

Da Jung :  Tidur yang nyenyak. Besok akan menjadi hari yang sangat sibuk.


Paginya, Dae Han keliaran di pasar, menyapa semua orang. Awalnya, semua org bersikap biasa saja padanya.

Tapi saat ia mendekati nenek2 penjual makanan yang baru pertama kali dilihatnya, nenek itu menjawabnya ketus.

"Apa urusanmu sudah berapa lama aku di sini!" ketus nenek itu padahal Dae Han cuma tanya, apa si nenek orang baru di daerah itu.

Dae Han lantas berniat membeli kue dagangan si nenek, tapi si nenek bilang tidak mau menjual kuenya pada orang seperti Dae Han.

Dae Han heran, kenapa?

"Kau anggota dewan itu, bukan? Yang membiarkan ayahnya mati sendirian. Astaga. Kau berani sekali. Kau berjalan-jalan menunjukkan wajahmu!"


Soo Hyun lewat dan melihat bagaimana Dae Han diperlakukan.

Dae Han : Bu, aku sangat menyesalinya. Aku akan bersikap baik kepada orang tua seumur hidupku.

"Omong kosong. Yang benar saja."


Soo Hyun lantas mendekati mereka. Dae Han kaget melihat Soo Hyun.

Soo Hyun membela Dae Han. Ia bilang, Dae Han memang menyebalkan saat menjadi anggota dewan tapi dia menjalankan tugasnya dengan baik.

Soo Hyun : Dia politisi yang baik, bahkan menang Anggota Dewan Terbaik.

"Kalian bekerja sama, bukan? Kurang ajar. Beraninya kalian menipuku!" si nenek melempari mereka dengan garam.


Dae Han dan Soo Hyun pun lari.

Sepanjang perjalanan, Dae Han dan Soo Hyun bicara.

Dae Han : Hei. Omong-omong, Soo Hyun. Bagaimana kau bisa sama persis seperti 14 tahun lalu? Kau makan pengawet atau semacamnya?

Soo Hyun : Aku tidak terlihat sama. Aku sudah sangat tua, menjadi penulis TV selama 10 tahun.

Dae Han : Sama sekali tidak. Kau punya kecantikan polos dan dewasa. Itu sempurna.

Soo Hyun : Kecantikan polos dan dewasa? Yang benar saja. Politik membuatmu pandai berbohong. Kenapa kau tidak bilang tubuhku juga bagus?

Dae Han : Tapi tubuhmu tidak bagus. Tapi kenapa kau disini?


Soo Hyun : Aku pindah ke area ini belum lama ini. Bagaimana denganmu?

Dae Han : Aku sudah tinggal di sini selama 30 tahun. Ini zona yang kuwakili juga. Hei. Senang bertemu denganmu. Kau pindah ke mana?

Soo Hyun : Aku tinggal di kompleks bernama Vila Woosung.

Dae Han kaget, Vila Woosung di 190-15 Geunwon-dong?

Soo Hyun : Kau pasti bekerja keras mengawasi distrik itu. Bagaimana kau tahu nomornya?

Dae Han : Bagaimana tidak? Aku tinggal dekat Vila Woosung dan aku sudah di sana selama 30 tahun.

Soo Hyun kaget, apa? Kebetulan sekali.

Dae Han : Hei. Ini bukan kebetulan, tapi takdir.

Soo Hyun : Tidak. Dengar, Dae Han. Aku menjadi yakin akan sesuatu hari ini. Tidak ada hal baik yang akan terjadi jika kita berdekatan. Dengar. Kita bertemu usai 14 tahun dan dilempari garam. Kita bernasib buruk.

Dae Han : Hei. Bagaimana kau bisa menjadi sangat pesimis?

Soo Hyun : Omong-omong, kau masih berpolitik?

Dae Han : Tentu saja. Harus.

Soo Hyun : Baiklah. Semoga berhasil. Aku akan mendukungmu dari jauh. Dari sejauh mungkin.


Da Jung tiba2 datang dan teriak minta tolong pada Dae Han. Soo Hyun pun meminta Da Jung tenang dan cerita pelan2.

Da Jung : Aku kehilangan adikku.

Dae Han : Apa? Adikmu? Bagaimana bisa hilang?

Da Jung : Aku harus ke toilet, jadi, aku menyuruhnya menunggu di luar. Saat aku keluar, dia sudah tidak ada.

Dae Han : Berapa lama kau di sana? Apa kau sembelit?

Mendengar pertanyaan Dae Han, Soo Hyun langsung memukul Dae Han.

Soo Hyun : Apa yang terjadi?

Orang2 di sekitar mereka mulai berkumpul. Melihat itu, Dae Han pun teriak2, memberitahu mereka kalau gadis itu kehilangan adiknya.

Soo Hyun : Berapa usia adikmu?

Da Jung : Delapan.


Dae Han : Astaga! Itu sangat kecil. Apa yang harus kita lakukan! Dengar. Jangan khawatir. Akan kucari adikmu, jangan cemas. Aku mantan Anggota Dewan Wi Dae

Han!

Soo Hyun : Kenapa kau berteriak? Kau sangat menyebalkan.

Dae Han : Aku berusaha menghiburnya. Adiknya mungkin kembali ke sini, jadi, tetaplah di sini.

Dae Han lalu mengajak Soo Hyun ke kantor polisi, membuat laporan orang hilang.

Sontak semua org tepuk tangan.


Dae Han menemani Da Jung ke kantor polisi. Dalam perjalanan, mereka bicara.

Dae Han : Bagaimana kau bisa kemari dari Chuncheon?

Da Jung : Ibuku membesarkanku dan adikku sendirian dan dua bulan lalu, dia dibunuh oleh pelaku tabrak lari.

Dae Han kaget, astaga...

Da Jung : Aku punya dua ayah.

Dae Han : Kau punya dua ayah?

Da Jung : Yang satu ayah kandungku, dan satu lagi adalah pria yang dinikahi ibuku setelah melahirkan aku.

Dae Han : Di mana ayah tirimu sekarang?

Da Jung : Dia pergi dua tahun lalu. Kami belum mendengar kabarnya.

Dae Han : Lalu bagaimana dengan ayah kandungmu?

Da Jung : Ayah kandungku tidak tahu aku lahir. Tapi kini hanya dia yang bisa kuandalkan. Itu sebabnya aku datang jauh-jauh kemari dengan adikku. Menemui ayahku.

Dae Han : Astaga. Kau sudah banyak menderita. Tapi jangan terlalu khawatir, ya? Kita akan mencari adikmu dan kamu akan segera bertemu dengan ayahmu.


Di kantor polisi, Da Jung memberikan nomor telepon adiknya pada polisi.

Polisi : Kami akan ke TKP dan memeriksa video kamera pengawas.

Dae Han : Baik. Tolong lakukan yang terbaik. Hidupnya sangat berat. Kau tahu siapa aku, bukan?

Polisi : Aku belum pernah bertemu dengan Anda.

Dae Han : Kau pasti orang baru di sini. Aku mantan Anggota Dewan Wi Dae Han. *LOL LOL


Di pasar, Soo Hyun sibuk lari2an mencari adiknya Da Jung. Ia menunjukkan foto adiknya Da Jung dan menanyainya pada setiap orang yang lewat tapi tidak ada yang melihat adik Da Jung.


Da Jung menerima telepon.

Da Jung : Tae Poong-ah!  Kau kembali ke motel? Tindakanmu benar. Tetaplah bersama Tak. Kakak akan segera ke sana.


Dae Han langsung menghampiri Da Jung. Da Jung berkata, adiknya sudah balik ke hotel karena tidak melihatnya.

Dae Han senang mendengarnya dan beranjak pergi tapi sebelum pergi, ia minta polisi tidak memberitahukan identitasnya pada siapa pun.

Dae Han : Tidak boleh kubiarkan tangan kiriku tahu yang dilakukan tangan kanan. Baik, mantan Anggota Dewan Wi Dae Han akan pergi sekarang.

Bersambung ke part 4....

No comments:

Post a Comment