Sunday, November 3, 2019

Graceful Family Ep 4 Part 2

Sebelumnya..


Tim TOP sedang membahas cara untuk menjatuhkan Pak Menteri.

"Registrasi palsu, plagiarisme, kontrak ilegal. Dia tidak pernah melakukan kejahatan apa pun. Dia terlalu bersih." ucap Joo Young.

"Dia terpilih dengan suara bulat oleh dewan dalam waktu singkat. Dia lulus dari sekolah menengah dan universitas terbaik. Tapi dia tidak menghadiri reuni apa pun. Sahabatnya semasa sekolah menengahnya adalah Pak Kang pejabat di Dewan Audit. Tapi kudengar dia bahkan tidak pernah menjawab teleponnya setelah dia menjadi menteri." tambah Pak Yoon.

"Dia tidak ingin disalahpahami. Dia terkenal sebagai orang yang sempurna di mata NIS juga. Tapi dia memiliki hubungan yang buruk dengan pers. Dia berprinsip tanpa kelemahan agar dia tidak perlu menjilat mereka. Sekarang, mungkin lebih mudah dan efisien untuk menangani pemerintah lokal Yongin dan Yangpyeong. Aku akan menyuruh para penggiring opini untuk menulis kolom dan editorial soal mempromosikan Ruang Terbuka Hijau." ucap Kyung A.

"Jadi, kesimpulannya kita tidak bisa mengincar Menteri Pertanahan?" tanya Pak Yoon.

"Temukan cara untuk menjatuhkannya malam ini." perintah Je Kook, lalu beanjak pergi.


Pak Yoon mengeluh.

Pak Yoon : Astaga, tidakkah kau berpikir dia terlalu terobsesi? Kenapa dia bertemu dengannya jika dia akan menolaknya?

Kyung A : Kurasa itu disengaja. Kenapa? Kau tidak melihat hal yang terjadi? Dia menemui Direktur Han  untuk melukai harga dirinya.


Pak Yoo : Oh, dimana Heo Yoon Do?

Joo Young pun kembali menatap layar laptopnya.

Joo Young : Dia meninggalkan kediaman dengan Nona Seok Hee. Akan kulacak dia.

Joo Young beranjak pergi.


Yoon Do dan Seok Hee tiba di daerah kediaman si rentenir wanita yang dikatakan Pengacara Yoon.

Mereka lantas berjalan menuju kediaman si rentenir tanpa meyadari ada CCTV di lingkungan itu.


Lewat CCTV itulah, Tim TOP berhasil melacak mereka.

Joo Young : Mobil Pengacara Heo berada di Samcheong-dong.

Pak Kwon yang tahu itu tempat apa, langsung berkata, kalau hanya tempat itu yang bisa mereka datangi.

Pak Yoon datang.

Pak Yoon datang, Samcheong-dong? Milk Witch.

Joo Young, apa? Milk Witch?

Pak Yoon : Dia mendapat kekayaan dari dana spekulasi internasional. Di Korea, dia menghasilkan keuntungan  dari bunga pinjaman pribadi. Dia punya aturan. Dia kapitalis kejam yang tidak pernah mau rugi.

Joo Young : Kenapa dia disebut Milk Witch?


Kyung A : Dia seorang miliarder tapi dia pergi ke pusat  perbelanjaan setiap hari Selasa untuk mendapatkan susu organik gratis yang diberikan mal ke VVIP mereka. Apakah seseorang seperti dia mau meminjamkan uang  kepada orang sekarat dan Nona Seok Hee yang mana di pihak yang kalah?


Pak Yoon : Sekarang ini, Menteri Pertanahan adalah masalah yang lebih mendesak daripada Nona Seok Hee. Apa kalian mendapatkan sesuatu?

Yang lain menggeleng.

Pak Yoon : Kita tidak punya banyak waktu  jadi mari kita bergegas. Jangan menyerah dan terus menggali!


Yoon Do membukakan pintu gerbangnya untuk Seok Hee. Keduanya masuk ke dalam.

Seok Hee lantas teringat kata-kata Pengacara Yoon.

Pengacara Yoon : Kau harus bersiap sebelumnya. Sulit untuk segera menjual tanahnya. Jadi, aku mencoba untuk mendapatkan uang tunai  melalui rentenir wanita dari Samcheong-dong. Tapi dia orang yang sangat pemilih.


Seok Hee berjalan duluan. Yoon Do berjalan di belakangnya.

Seok Hee : Apa ada orang?


Seorang wanita tua, dengan rambut yang sudah memutih sepenuhnya pun menoleh. Tak lama, Seok Hee dan Yoon Do datang. Seok Hee dan Yoon Do lantas membungkukkan badannya, memberi hormat pada wanita yg mengenakan hanbok itu.


Wanita itu menyuguhkan susu organik putih untuk Seok Hee dan Yoon Do.

Seok Hee dan wanita itu sama2 duduk dan saling menatap.


Yoon Do berdiri di belakang Seok Hee.


Telepon yang ada di belakang wanita itu berbunyi.

Wanita itu memencet tombol loudspeakernya.

"Ma'am, we decided to choose the place we told you before." terdengar suara seorang pria.

"Big data company in Singapore?" tanya wanita itu.

"Yes, that's right." jawab pria itu.

"Yes, I told you already. ASEN which is the current trend. Negotiate the investment amount with Charlie. I'm in a meeting right now." ucap wanita itu.

"He is meditating now. He experienced mental confusion after the failure of South American investment." jawab si pria.

"Let's talk later, okay?" ucap wanita itu.


Wanita itu lalu tanya ke Seok Hee, kenapa? Apa kau mengharapkan rentenir  dengan tangan berminyak yang sukses di Namdaemun? Itulah cara orang lain berhasil. Dari awal, aku mendapatkan kekayaanku dari berbisnis dengan tempat seperti Goldman Sachs. Di Korea, aku hanya meminjamkan kepada perusahaan menjanjikan yang kekurangan uang.

Yoon Do : Anda seorang investor besar untuk perusahaan domestik.

"Banyak juga dari mereka yang gagal karena mereka tidak dapat membayar bunga." jawab wanita itu.


"Aku mendengar tentangmu. Kau menghasilkan uang dari perusahaan asing, dan melakukan banyak hal baik untuk perusahaan domestik. Kau juga seorang kapitalis kejam yang menghancurkan tanpa ampun jika mereka tidak menepati janji." ucap Seok Hee.

"Kenapa kau berbelit-belit? Katakan saja aku rentenir jahat tanpa darah dan air mata. Jadi, kenapa aku harus memberikan pinjaman kepada MC Distribution?" jawab wanita itu.


Seok Hee langsung menyuruh Yoon Do keluar. Yoon Do mengerti. Ia lalu membungkukkan badannya pada si rentenir dan beranjak pergi.


Seok Hee : Aku tahu kau mengenal kakekku selama lebih dari 30 tahun.

"Dia pria yang murah hati dan penuh kasih sayang. Bisakah kau melawan  Mo Cheol Hee dan mengalahkannya? Bukankah dia juga tetap ayahmu?"

"Aku tidak sedang berusaha untuk berperang melawannya. Aku mencoba menemukan orang yang membunuh ibuku. Sekarang, aku bertaruh dengan anda
memakai perasaanku."

"Lalu kenapa kau membutuhkan perusahaan?"

"Karena aku membutuhkan uang dan kekuasaan yang diberikannya."

"Apa itu alasannya aku harus memberimu pinjaman?

"Kau  harus menemukan alasannya sendiri. Aku hanya punya kejujuran. Untuk lebih jujur lagi, bahwa kau yang akan memutuskan nasibku, itu menyakiti harga diriku."


"Apa yang di luar itu temanmu?"

"Dia pengacaraku."

"Sebuah pohon dengan akar yang tebal dan dalam terjebak dalam pot dan sulit bernapas. Bertambahnya usia membuat orang menjadi konyol. Kau harus pergi sekarang."


Si rentenir lalu mengantarkan Seok Hee keluar.

Saat Seok Hee hendak pergi, si rentenir berkata, bahwa Seok Hee mirip dengan Wang Pyo.

Seok Hee menoleh tapi hanya sebentar, setelah itu ia beranjak pergi dengan Yoon Do.

Bersambung ke part 3...

No comments:

Post a Comment