Sunday, November 10, 2019

Graceful Family Ep 5 Part 2

Sebelumnya...


Wan Joon mengambil jasnya di lemari. Setelah itu, ia beranjak menjauhi lemari dan tak sengaja melihat perhiasan Soo Jin di meja.

Wan Joon mengambil perhiasan Soo Jin. Tiba2, Soo Jin datang. Wan Joon terkejut dan langsung menyembunyikan perhiasan Soo Jin di jasnya.


Soo Jin : Kau berangkat kerja lebih awal.

Wan Joon : Aku sibuk.

"Kenapa kau selalu begitu sibuk?" tanya Soo Jin sembari mengambil jas Wan Joon.

Soo Jin kemudian menatap jas Wan Joon. Wan Joon gugup menatap jasnya ditangan Soo Jin.

Soo Jin : Tentu saja. Kau pasti sangat sibuk bekerja karena perusahaan akan segera diambil alih adikmu. Kau pasti sibuk bekerja keras.


Kesal, Wan Joon mendesak Soo Jin hingga Soo Jin terduduk di atas meja.

Wan Joon : Jangan memulai pertengkaran.

Soo Jin : Memulai pertengkaran? Kenapa kau mau menikahiku jika kau mau hidup semaumu? Apa kita ini pasangan suami istri?

Wan Joon : Hei, apa kau mencintaiku? Ada apa denganmu? Sepertinya kau benar-benar mencintaiku.

Soo Jin : Seperti yang kau bilang, kau akan menceraikanku setelah kau dipastikan menjadi penerusnya. Kapan itu terjadi? Bukankah Seok Hee dipastikan menjadi penerusnya sekarang? Lalu aku harus terkurung di sini selamanya?

Wan Joon : Jangan khawatir. Aku akan menceraikanmu ketika waktunya tepat.


Soo Jin lalu berdiri, membelakangi Wan Joon.

Soo Jin : Jadi kapan itu akan terjadi? Setiap hari seperti neraka bagiku!

Wan Joon : Tutup mulutmu sebelum aku memblokir semua kartu untuk keluargamu.

Soo Jin : Baiklah, blokir saja. Blokir semua! Dan aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri.


Yoon Do ke penjara, mengunjungi ibunya. Saat mengisi formulir kunjungan, ia terdiam sejenak ketika hendak mengisi kolom nama. Tak lama kemudian, ia menuliskan namanya sebagai pengacara. Bukan nama aslinya.

Yoon Do punya alasan kenapa ia melakukan itu.

Flashback....

-2004-


Im Soon meminta Yoon Do tidak lagi menemuinya.

Im Soon : Jangan melihat ke belakang dan jalani saja hidupmu. Dengarkan pamanmu. Dan lupakan Ibu. Lalu jangan pernah menemuiku lagi, paham?

Yoon Do tidak mau dan menangis.

Im Soon : Berjanjilah padaku. Jaga dirimu, ya?

Sipir kemudian datang, memberitahu Im Soon, bahwa kunjungan habis.

Sipir lalu membawa Im Soon pergi.

Yoon Do berteriak, eomma!


9 tahun kemudian, Yoon Do kembali mengunjungi ibunya. Saat itu, ia masih belum menjadi pengacara. Ia menuliskan nama 'Park Tae Ho' di kolom nama.

Yoon Do : Tolong katakan padanya bahwa aku putranya, Park Tae Ho.

Tapi Im Soon menolak menemuinya.


Pada tahun 2017, Yoon Do kembali mengunjungi ibunya, tapi sang ibu kembali menolaknya.


Kunjungannya kembali ditolak saat ia berkunjung setahun kemudian.


Kali ini, kunjungannya diterima karena ia memakai nama Yoon Do.

Im Soon : Aku dengar pengacara dari MC Grup datang. Pengacara Heo Yoon Do?

Yoon Do terdiam sejenak, sebelum akhirnya ia memanggil Im Soon 'ibu'.

Im Soon terhenyak, air matanya seketika menyeruak keluar.

Im Soon : Tae Ho.... apa itu kau?

Tangis Yoon Do juga pecah.

Im Soon : Ini kau, Tae Ho. Putraku, Tae Ho.

Im Soon pun merasa terluka karena tidak bisa mengenali putranya sendiri.

Im Soon : Maafkan ibu.

Yoon Do : Ibu tidak perlu minta maaf. Akulah yang harus minta maaf. Aku menjadi pengacara. Tapi aku bahkan tidak datang mengunjungi Ibu.


Im Soon : Kau pengacara?

Yoon Do : Ya. Aku... putra ibu menjadi seorang pengacara.

Im Soon : Ibu sangat bangga padamu.

Yoon Do lalu memegang tangan ibunya dan bertanya, kenapa sang ibu tidak mau menemuinya.

Yoon Do : Aku sangat merindukan ibu.

Im Soon : Ibu benar-benar minta maaf.


Im Soon lalu menggenggam tangan Yoon Do.

Tak lama kemudian, terdengar suara sipir yang mengatakan waktu kunjungan habis.

Yoon Do tersadar dan langsung menghapus tangisnya, lalu tanya, apa sang ibu mengenal Je Kook.

Yoon Do : Orang yang terbunuh adalah istri Pimpinan di MC Grup, kan?

Im Soon : Tidak. Tidak, aku tidak tahu.

Yoon Do : Aku akan menyerahkan surat penunjukkanku. Pastikan Ibu menandatanganinya. Aku akan meminta persidangan ulang.Dan membersihkan nama Ibu dari tuduhan palsu.

Im Soon : Tidak, Tae Ho-ya. Kau tidak bisa melakukan itu! Kau benar-benar tidak boleh melakukan itu.


Sipir kemudian masuk.

Im Soon : Akulah pembunuhnya. Tolong jangan lakukan apa pun!

Im Soon : Tahanan 3509! Kunjunganmu telah berakhir.

Sipir lalu membawa Im Soon pergi. Yoon Do hanya bisa menatap ibunya pasrah.


Im Soon duduk di lantai penjara dan teringat kesepakatannya dengan Je Kook saat Je Kook mengunjunginya di penjara.

Flashback...


Im Soon terkejut saat Je Kook bilang mereka tidak akan mengajukan banding. Je Kook menegaskan, tidak akan ada lagi persidangan untuk kasus Im Soon.

Im Soon : Pengacara Han, apa yang anda bicarakan? Lalu kapan aku akan dibebaskan?

Je Kook : Kau tidak akan bisa keluar sementara waktu.

Im Soon : Untuk berapa lama?

Je Kook : Kau harus membayar hukumanmu karena melakukan pembunuhan. Jadi, itu akan memakan waktu.

Im Soon : Kenapa anda seperti ini? Anda mengatakan mereka akan melepaskanku  jika aku mengakui tuduhan itu Anda tahu bukan aku yang membunuhnya. Anda bilang anda akan membantuku!

Je Kook : Nama putramu Park Tae Ho, bukan? Dia tinggi. Dan juga agak gemuk.

Im Soon : Kenapa anda membicarakan putraku?


Je Kook : Kau harus memastikan putramu tumbuh dengan baik tanpamu.

Im Soon mulai takut dan meminta Je Kook tidak macam-macam pada putranya.

Je Kook : Jangan khawatir. Kami akan merawat putramu sampai kau dibebaskan. Sebagai gantinya, kau tidak akan pernah bisa lagi mengatakan bahwa kau tidak bersalah. Kau mengerti? Kau tidak boleh menemui putramu, bahkan jika dia datang untuk mengunjungimu. Saat kau melakukannya, kau mungkin tidak akan pernah melihatnya lagi.

Im Soon : Baik, aku tidak akan melakukannya. Tolong lindungi Tae Ho.


Yoon Do masih ada di depan tahanan. Ia terdiam di mobilnya, memikirkan kata2 ibunya tadi.

Im Soon : Tae Ho-ya, kau benar-benar tidak boleh melakukannya. Akulah pembunuhnya. Tolong jangan lakukan apa pun!

Yoon Do tak habis fikir, kenapa ibunya melarangnya mengajukan banding.


Lalu tak lama, ponselnya berdering. Telepon dari Seok Hee. Yoon Do yg sedang tak mau diganggu, me-reject panggilan Seok Hee.

Ia lalu berteriak marah.


Seok Hee heran Yoon Do mengabaikan panggilannya.

Seok Hee : Apa kau marah padaku?


Seok Hee lalu meninggalkan pesan suara.

Seok Hee : Kau sudah cari tahu dia di penjara mana? Jadwalkan wawancara dengan Newspatch dan hubungi aku segera setelah kau menerima pesan ini.


Kyung A menemui salah satu direktur dan menghasutnya agar tidak memilih Seok Hee sebagai CEO.

Kyung A : Jika Nona Mo Seok Hee menjadi CEO selanjutnya, semua bisnis yang pimpinan sedang kerjakan akan terhenti. Itu berarti investasimu sebelumnya akan kembali ke titik awal dan bisnis baru akan berisiko gagal  karena tidak berpengalaman. Jadi ada kemungkinan besar harga saham akan jatuh. Apa anda bisa menerima itu?

"Tetapi menurut aturan, CEO harus menjadi pemegang saham utama, yaitu Mo Seok Hee. Sepertinya itu cukup baik. Kami sudah lama mendukung

Pimpinan Senior. Kupikir kami telah memutuskan untuk menunjuk Seok Hee sebagai CEO."


Gagal membujuk pria itu, Kyung A lalu menggunakan cara lain. Ia memberikan pria itu sebuah amplop.

"Apa ini?" tanya pria itu, lalu membuka amplopnya dan terkejut melihat isinya foto2nya bersama wanita lain.

Kyung A : Sepertinya, Istri anda menyewa seorang detektif swasta. Kami lebih dulu mendapatkannya dan memberikannya kepada anda. TOP akan membantu anda agar tidak ada yang terjadi. Jika anda tidak ingin menghadiri rapat umum pemegang saham, anda bisa menulis surat kuasa.


Pak Kwon mendekati staf MC yang berdiri di dekat mobil MC Electronic.

Pak Kwon : Kau siap? Staf MC mengangguk.


Pak Kwon kemudian pergi ke apartemen salah satu direktur.

"Siapa?" tanya suara pria dari dalam.

"Halo, aku dari MC Grup." jawab Pak Kwon. Pintumu pun dibuka.

"Aku datang untuk menyambut anda karena anda mengatakan akan menghadiri rapat pemegang saham." ucap Pak Kwon sambil memberikan sesuatu.


Kyung A sedang berbicara dengan para investor luar negeri.

Kyung A : Good afternoon, everybody. Thank your for attending this conference on such short notice. The point here is that her management ability was not verified at all. She has never dealt with any of business regarding MC Group. Also, she's known for a free willing personality who has a high risk of impulsive decision making.


Di TOP, Je Kook sedang menunggu laporan dari Kyung A dan Pak Kwon.

Pak Yoon memberitahu bahwa mereka sudah berbicara dengan 3 CEO yang memiliki hak suara.

Pak Yoon : Laporannya akan menguntungkan bagi kita.


Je Kook lalu menatap ke layar. Pak Kwon dan Kyung A bergabung bersama mereka.

Kyung A : Aku telah menyelesaikan pangarahan investor kelembagaan.

Pak Kwon : Aku hampir selesai mengunjungi investor swasta.<

Je Kook : Tetaplah bekerja keras.


Pak Yoon : Semua orang mendukung kita. Karena Nona Seok Hee adalah sosok baru dan keterampilan menjalankan bisnisnya belum diverifikasi.

Je Kook : Itu bagus.

Pak Yoon : Aku harus pergi. Aku ada pertemuan dengan ketua serikat pekerja.

Pak Yoon pergi.


Je Kook : Bagaimana denganmu?

Joo Young : Tidak ada catatan penangkapan, narkoba, atau menyetir sambil mabuk. Dia bersih. Satu-satunya kelemahan yang dia miliki adalah  pengeluaran berlebihan di kelab dan barang-barang mewah.

Je Kook : Bagaimana dengan kunjungan ke klinik psikis?

Joo Young : Tidak ada. Tapi laporan ahli diet di rumah itu menarik.

Je Kook : Sungguh?

Joo Young memberikan laporannya.


Je Kook lantas kembali ke ruangannya dan membaca laporan medis Seok Hee.

Lalu tiba2, ponselnya berdering. Telepon dari Seok Hee.

Bersambung ke part 3....

No comments:

Post a Comment