Selection : The War Between Women Ep 2 Part 2

Sebelumnya...


Eun Ki sudah ditaruh di liang lahat sekarang. Eun Bo terus menatap wajah pucat kakaknya, sembari menangis. Beberapa saat kemudian,, Eun Bo menutup wajah kakaknya, lalu menaburkan segenggam tanah ke tubuh kakaknya. Eun Bo kemudian berdiri dan keluar dari liang lahat. Wal yang berdiri di belakang sedari tadi, lantas membantu

Eun Bo mengubur Eun Ki.


Eun Bo masih murung. Wal yang sudah selesai mengubur Eun Ki, mendekati Eun Bo.

"Hausnya..." ucap Wal sambil melirik Eun Bo.

Tapi Eun Bo diam saja. Wal kemudian duduk disamping Eun Bo.

Eun Bo cerita kalau ia ingat kenangan masa kecilnya.

Wal : Apa itu hal yang baik dalam situasi ini?

Eun Bo diam lagi.


Wal pun mencoba menghibur Eun Bo dgn menceritakan ttg pertemuan pertama mereka yg menurutnya konyol.

Wal : Sudah tiga tahun sejak pertama kali kita bertemu! Saat itu kau berjalan sendiri ke kantor Badan Buyong. Kau melakukan itu!

Wal lalu tertawa, tapi Eun Bo masih memasang wajah murung.

Eun Bo : Karena kupikir aku akan menemukan keluargaku suatu hari nanti jika menjadi informan. Itulah yang aku pikirkan saat itu.


Wal : Keluargamu, ya. Saat itu... Jadi saat itulah... Saat itulah aku mulai tahu kau begitu menjengkelkan! Kau berbicara seperti bangsawan meskipun kau adalah seorang cenayang. Kau bicara dengan sangat kasar. Aku tidak percaya betapa konyolnya dirimu! Tapi ternyata... kau sungguh adalah seorang bangsawan.

Eun Bo menatap galak Wal.

Eun Bo : Jadi sebaiknya kau berhenti berbicara tidak sopan padaku.

Wal : Ya, ya, Nona.

Eun Bo diam lagi.

Wal : Hei, apa yang akan kau lakukan sekarang?

Eun Bo : Aku harus menemukannya. Pelaku yang membunuh kakakku. Bukti jelas.

Wal meyakinkan Eun Bo kalau mereka pasti bisa menemukan pelakunya karena mereka punya Tuan Wang.


Kyung protes ke neneknya. Ia tak terima dgn keputusan neneknya menyalahkan Eun Ki atas peristiwa tragis yg ia dan Eun Ki alami.

Kyung : Dia adalah Ratu Negara. Ratu yang dibunuh! Bagaimana anda bisa menyalahkannya karena itu?

Wangdaebi : Jusang...

Kyung : Apa anda mengatakan ada informasi palsu dalam aplikasi? Dan anda ingin menghancurkan keluarga itu?

Wangdaebi : Tidak.

Kyung : Aku akan memerintahkan mereka untuk segera melepaskannya! Andalah yang berbohong, Nenek!


Wangdaebi : Apa kau tidak mengerti sama sekali? Apa kau tidak tahu mengapa aku harus melakukan itu? Negara ini akan berada dalam kekacauan besar jika tidak kulakukan. Dan akan lebih banyak lagi orang yang akan terluka. Anda harus menghindari hujan terlebih dahulu, Yang Mulia.

Kyung : Kang Yi Soo juga adalah warga negaraku.

Wangdaebi : Tidak ada negara yang bekerja demi untuk satu orang.

Kyung : Jika anda menyerah satu per satu seperti itu, siapa yang akan setia pada keluarga kerajaan dan administrasi ini?


Wangdaebi lantas memegang tangan Kyung dan berusaha memberikan pengertian pada Kyung.

Wangdaebi : Itulah mengapa aku ingin anda pulih secepatnya. Tolonglah untuk menjadi kuat dan ubah semuanya kembali normal. Sekarang ini bukan waktu yang tepat.

Kyung : Berjanjilah bahwa anda tidak akan mengganggu Kang Yi Soo lagi. Temukan jawaban yang lain.


Pembicaraan mereka terhenti karena dayang mengumumkan kedatangan Nyonya Jung.

Nyonya Jung masuk.

Nyonya Jung : Pria bersenjata yang dipenjara itu ditemukan tewas.

Kyung kaget dan langsung ingin ke penjara tapi dicegah Wangdaebi.

Wangdaebi : Biar aku yang akan menanganinya. Fokus saja pada kesehatanmu. Aku mohon.

Wangdaebi bergegas pergi. Kyung hanya bisa terdiam, dalam kepahitannya.


Ahli forensik di jaman itu menjelaskan, bahwa penyebab kematian pria yg menembak kepala Kyung adalah jarum beracun.

Wangdaebi kaget, jarum beracun?  Jarum beracun sering digunakan dalam Biro Investigasi Kerajaan?


Wangdaebi melirik Kepala Biro.

Wangdaebi : Itu berarti seorang mata-mata bekerja dengan mereka di sini!

Entah apa alasannya,, si Kepala Biro langsung gugup begitu Wangdaebi menyebut ada mata2.

Wangdaebi lalu marah.

Wangdaebi : Bagaimana bisa Biro Investigasi Kerajaan bisa begitu lengah!

Kepala Biro : Saya pantas mati, Yang Mulia. Para prajurit yang berjaga-jaga terganggu sejenak.

Wangdaebi : Bawa mereka dan interogasi mereka sekarang juga dan pastikan untuk mencari tahu siapa orang itu! Apa pun yang terjadi!


Seorang prajurit rendahan, tiba2 datang dgn panic.

Kepala Biro menatapnya, ada apa?

"Ada laporan bahwa tiga mayat ditemukan di tengah danau." jawab si prajurit.


Para petugas langsung mengevakuasi 3 mayat yg berada di danau.

Di atas, para penduduk berkerumun menonton mayat2 itu. Diantara para penduduk, ada Wal dan Eun Bo.


Wal melihat luka tembak di kepala salah satu mayat.

Wal : Bukankah itu luka tembakan?

Seketika, Eun Bo teringat Tuan Wang. Eun Bo mengajak Wal pergi ke tempat Tuan Wang karena ia merasa Tuan Wang dalam bahaya.


Eun Bo dan Wal bergegas ke tempat Tuan Wang. Sampai disana, hari sudah malam. Mereka membuka pintu pelan2 dan bisik2 memanggil Tuan Wang tapi tidak ada jawaban.

Greget, Eun Bo menyuruh Wal minggir dan masuk ke dalam.

Wal gregetan lihat Eun Bo yang sok berani seperti itu. Wal akhirnya menyusul Eun Bo masuk.


Dan benar saja, Tuan Wang sudah tewas dgn luka tembak di kepala.


Eun Bo : Dia memotong ekornya.

Wal : Apa?

Eun Bo : Sejak raja bangun, membunuh raja berarti awal pemerintahan baru, tapi jika gagal berarti pengkhianatan.

Wal : Mungkin ini adalah peringatan yang mengatakan, "Jangan mengejarku." Sesuatu seperti, "Jika kau terus mencariku, aku akan membunuh semua orang?"

Eun Bo terkejut.

Eun Bo : Tiga mayat yang ditemukan di sungai adalah orang-orang bersenjata. Mereka bahkan membunuh pedagang yang bersenjata. Kau, aku, dan. Agensi Buyoung mungkin
akan menjadi sasaran.


Tiba2, mereka mendengar suara. Sontak, mereka langsung ngumpet.

Dan benar, si pria bersenjata itu datang. Mungkin karena merasakan kehadiran orang lain disana.


Wal menyuruh Eun Bo pergi lewat pintu belakang.

Wal : Aku akan memancingnya.

Eun Bo tidak setuju karena takut Wal terbunuh.

Wal : Apa kau tidak tahu? Namaku adalah Wal karena aku cepat seperti anjing. Jangan takut.


Wal pun langsung memancing si pembunuh dgn berlari secepat kilat keluar. Melihat Wal, si pembunuh langsung melontarkan tembakannya tapi meleset. Sadar tembakannya melesat, dia bergegas memburu Wal.


Setelah si pembunuh keluar, Eun Bo bergegas pergi lewat pintu belakang. Namun pintu belakang ada di belakang Tuan Wang yang sudah tewas terbunuh itu.

Eun Bo pun jalan mepet2 ke dinding, di sebelah meja. Namun saat ia berusaha menyingkirkan tangan Tuan Wang yang menghalangi jalannya, tangan Tuan Wang mengenai benda di atas meja. Benda itu jatuh dan menimbulkan suara.


Si pembunuh yg masih ada diluar, sontak masuk lagi ke dalam dan melihat Eun Bo kabur.


Si pembunuh mengejar Eun Bo sambil mengarahkan senjatanya ke Eun Bo. Namun tak mau tembakannya meleset lagi, ia memutuskan menukar senjata laras panjangnya dengan pisau. Ya, si pembunuh melemparkan pisau ke arah Eun Bo dan mengenai lengan Eun Bo. Eun Bo langsung jatuh.

Melihat mangsanya jatuh, si pembunuh langsung mendekati Eun Bo sambil mengarahkan senjatanya ke Eun Bo.

Beruntung, seorang pria datang menyelamatkan Eun Bo. Pria itu melemparkan pasir ke mata si pembunuh dan langsung membawa Eun Bo pergi.


Pria itu kembali memburu Eun Bo setelah matanya normal kembali tapi ia kehilangan jejak Eun Bo.

Si pembunuh akhirnya pergi.

Dari jauh, pria yg menyelamatkan Eun Bo melihat si pembunuh pergi.


Setelah si pembunuh pergi, pria itu menatap Eun Bo.

"Nyonya, apa anda baik-baik saja?" tanyanya.

Eun Bo tak sempat menjawab dan jatuh pingsan.

Pria itu langsung menangkap tubuh Eun Bo yang jatuh ke tanah.

"Nyonya!" pria itu berusaha membangunkan Eun Bo.

Siapakah pria itu? Dia Jae Hwa!


Paginya,, Eun Bo dirawat tabib di rumahnya Jae Hwa.

Tabib mengatakan, Eun Bo akan segera siuman karena lukanya tidak terlalu di dalam.


Jae Hwa terpana melihat kecantikan Eun Bo. Ia mengaku belum pernah melihat wanita secantik itu dalam hidupnya.

Tabib tertawa mendengarnya.

Jae Hwa : Dia cantik bahkan ketika dia sakit.

Tabib : Bagaimana bisa seorang wanita ditusuk?

Jae Hwa : Sudah kukatakan, aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi... dia sangat cantik.

Tabib tertawa lagi.

Sementara Eun Bo meracau. Tabib terus mengompres Eun Bo.


Kyung jalan-jalan di teras istana, diikuti Eunuch Hwang dan dayang2nya.

Han Mo kemudian datang. Kyung menatap Eunuch Hwang. Eunuch Hwang mengerti dan langsung menyuruh para dayang mundur agar tidak bisa mendengar percakapan Kyung dan Han Mo.

Kyung : Apa kau menemukannya?

Han Mo : Ya. Saya baru saja mengidentifikasi mayat yang ditemukan di tengah sungai. Mereka semua adalah pengemis dari Jembatan Supyo. Mereka dibunuh dengan peluru yang sama seperti yang digunakan pada Yang Mulia.


Han Mo memberikan peluru itu pada Kyung.

Kyung : Kita tidak tahu apa ada satu atau lusinan pengkhianat ada di Biro Investigasi Kerajaan.

Kyung meminta Eunuch Hwang menyuruh Kementerian Perang menyelidiki masalah itu secara diam2.

Kyung lalu menanyakan kabar Yi Soo.


Yi Soo di penjara, teringat pertemuannya dgn Eun Bo tadi.

Yi Soo : Eun Ki? Tidak mungkin. Lalu apakah itu berarti, dia... Eun Bo?


Jae Hwa menyelimuti Eun Bo yg masih belum siuman.

Tapi tak lama, Eun Bo siuman. Jae Hwa terkejut dan langsung mundur.

Eun Bo bangun, tapi kondisinya yg masih lemah, membuat ia tak bisa duduk tegak. Melihat itu, Jae Hwa langsung memegangi Eun Bo, agar Eun Bo bisa duduk tegak.

Eun Bo menatap Jae Hwa yg memegangnya. Sontak, Jae Hwa langsung melepas pegangannya dan mengangkat tangannya ke atas.

Jae Hwa : Aku bukan orang jahat! Tadi malam, di jalan, aku menemukan kau seperti...

Eun Bo ingat kejadian semalam dan menudukkan kepalanya, sbg rasa ucapan terima kasih.


Seorang wanita masuk, membawa makanan.

Wanita itu menyuruh Eun Bo makan tapi Jae Hwa menyuruh Eun Bo makan daun. Jae Hwa mengklaim daun itu bagus untuk memulihkan luka.


Eun Bo menangis. Jae Hwa pun mengira Eun Bo nangis karena kesakitan. Jae Hwa pun menyuruh wanita itu memanggil tabib.

Eun Bo : Aku... lapar.


Jae Hwa pun langsung meletakkan meja kecil itu di depan Eun Bo.

Jae Hwa : Kau bisa makan semuanya. Makan semuanya dan tambah lagi! Kau bisa terus makan dan makan lagi.


Eun Bo : Aku yang salah. Tapi semuanya... Kalau saja aku tidak menjual informasi Tuan Wang...

Jae Hwa dan wanita itu yg tak mengerti maksud Eun Bo pun kebingungan.

Bersambung ke part 3...

0 Comments:

Post a Comment