Wednesday, December 18, 2019

Selection : The War Between Women Ep 2 Part 3

Sebelumnya...


Malamnya, Man Chan cs bersenang2 di gibang.

Hyung Chan menari dgn beberapa gisaeng. Man Chan duduk bersama gisaeng lainnya sambil minum-minum.

Hyung Chan : Hyungnim, apa kau lihat? Apa kau dengar? Raja yang menjadi macan kertas terjebak di istana!

Man Chan : Meski begitu, dia masih memiliki tahta.... walaupun dia benar-benar tidak berguna.

Mereka lalu menertawakan Kyung.


Kyung sendiri yang sudah tidur, memimpikan Eun Ki.


Paginya, Kyung yg jalan-jalan di halaman istana, menceritakan mimpinya pada Eunuch Hwang dan Han Mo.


Kyung lantas menatap Han Mo.

Kyung : Kau sudah temukan tubuh Eun Ki?

Han Mo : Kami sudah mencari di mana-mana, tapi... maafkan saya.

Kyung : Kita harus menangkap pelakunya untuk menyelamatkan Kepala Sarjana. Penembaknya sudah mati. Dan jika kita kehilangan pelaku yang tersisa, tidak ada jalan lain. Tapi aku tidak bisa mempercayai Biro Investigasi Kerajaan. Bisakah anda memikirkan cara apa pun?


Eunuch Hwang memberi ide.

Eunuch Hwang : Ada tempat yang disebut Badan Buyong. Mereka memberikan informasi yang diminta klien.

Kyung : Informasi?

Eunuch Hwang : Ya Yang Mulia. Dia adalah seorang informan yang ada di pasar. Saya dengar bahwa dia adalah yang terbaik di seluruh Unjongga.


Han Mo : Jika Anda memberi saya perintah, saya akan..

Kyung : Bersiaplah untuk jalan-jalan. Saya akan ke sana sendiri.

Eunuch Hwang tak setuju. Ia bilang sangat berbahaya.

Kyung menatap Eunuch Hwang.

Kyung : Kau bahkan tidak bisa bertarung, yang kau lakukan hanyalah mengomel. Kau tinggallah di istana.

Eunuch Hwang : Bagaimana anda bisa mengatakan itu, Yang Mulia?

Kyung mengajak Han Mo pergi.


Eun Bo keluar dari rumah Jae Hwa. Jae Hwa menyusulnya.

Jae Hwa : Kau mau kemana?

Eun Bo :Saya akan membalas budi baikmu ini.

Jae Hwa lalu menanyakan nama Eun Bo. Ia juga mengatakan namanya pada Eun Bo.

Eun Bo hanya mengucapkan terima kasih, lalu pergi.


Jae Hwa mengikuti Eun Bo. Jae Hwa minta Eun Bo membalas budi sekarang.

Jae Hwa yang menyukai Eun Bo sejak pertama melihatnya, menanyakan nama dan keluarga Eun Bo. Ia bilang, ia harus tahu agar bisa tahu Eun Bo benar-benar akan membalas budi atau tidak. Eun Bo hanya menatap Jae Hwa aneh.


Eun Bo dan Jae Hwa lalu jalan-jalan di pasar. Jae Hwa takjub melihat semua yang ada di pasar.

Eun Bo : Apa kau sungguh tidak tahu jalan di sekitar Hanyang ini?

Jae Hwa : Benar, baru dua hari yang lalu aku melakukannya.

Jae Hwa kemudian berseru,

"Mereka punya toko makanan laut sekarang!"


Jae Hwa pun bergegas kesana.

"Cumi dan saury segar! Silahkan dilihat." ucap si pedagang.

Jae Hwa takjub, wah..... Jae Hwa lalu memegang ikan saury nya.

"Anda memegang saury yang berusia tiga tahun." ucap pegadang.

"Apa maksudmu?" tanya Jae Hwa.

"Mereka sudah dewasa tahun ini. Ini jelas sudah cukup umur untuk menikah." jawab pedagang.

"Berhenti berbohong!" ucap Jae Hwa.


Jae Hwa lalu mengarahkan saury nya ke wajah Eun Bo.

Jae Hwa : Ini bahkan tidak bisa menutupi setengah dari wajah kecil yang cantik ini. Tidak akan ada yang mau makan ini di Jemulpo bahkan jika itu gratis. Jika ini ikan yang baik, matanya harus sejelas mata wanita ini dan warnanya harus secantik kulitnya dan mulutnya harus semerah bibirnya...

Jae Hwa tertegun menatap bibir Eun Bo.


Si pedagang protes dan tanya, Jae Hwa mau beli apa tidak?

Jae Hwa : Aku akan mengambil satu.

Pedagang : Harganya dua nyang.

Jae Hwa : Anggaplah dirimu beruntung! Kebetulan suasana hatiku sedang baik.


Jae Hwa lantas mengajak Eun Bo jalan lagi.

Eun Bo : Mengapa kau tidak bertanya padaku? Aku wanita misterius yang terluka saat dikejar.

Jae Hwa : Aku tidak ingin melukai perasaanmu. Omong2, kemana tujuanmu? Bukan sembarang tempat, tapi tempat yang aman yang mungkin sudah ada yang menunggumu.


Eun Bo pun langsung teringat Wal.

Eun Bo : Aku harus ke suatu tempat.

Eun Bo langsung pergi.


Malam tiba. Eun Bo kembali ke Buyong. Ia masuk ke dalam mengendap2.

Eun Bo cemas karena Wal tidak disana.

*Semoga Wal selamat..


Tak lama kemudian,, Eun Bo mendengar kehadiran seseorang.

Eun Bo berbalik, melihat ke pintu dan melihat dua bayangan org berjalan menuju ke arahnya.

Eun Bo : Wal?

Sadar yang dibalik pintu bukan Wal, Eun Bo pun langsung bersikap waspada.

Eun Bo : Siapa kau?


Sontak, langkah kedua orang diluar langsung berhenti. Mereka Kyung dan Han Mo.

Kyung : Saya datang untuk menanyakan suatu kasus.

Kyung ingin masuk tapi dilarang Eun Bo.


Eun Bo : Tunggu. Bicaralah padaku dari situ. Kami tidak mengungkapkan identitas kami sebagai suatu peraturan.

Kyung : Orang-orang bersenjata yang berada di parade Chinyoung tewas satu per satu. Salah satunya meninggal di penjara dan tiga ditemukan tewas di sungai. Seseorang telah membunuh semua orang itu. Dia mungkin adalah pemimpin orang-orang bersenjata. Saya ingin anda mencaritahu secara diam-diam. Mayat-mayat itu adalah pengemis dari Jembatan Supyo. Biro penyelidikan telah menyelidiki Jembatan Supyo tapi tidak menemukan apapun.

Eun Bo kaget, jembatan Supyo?

Kyung : Satu hal lagi. Akan lebih baik jika anda tutup mulut. Jika tidak, anda akan menanggung akibatnya. Aku akan kembali dalam tiga hari.


Kyung beranjak pergi. Han Mo mengikuti Kyung.

Tapi baru beberapa langkah, Kyung berhenti dan menatap kembali ke arah ruangan itu.

Han Mo : Ada apa, Yang Mulia?

Kyung : Suaranya... Tidak, sudahlah. Ayo jalan.

Kyung dan Han Mo pergi.


Penasaran dgn sosok kliennya, Eun Bo bergegas keluar dan melihat Kyung berjalan pergi dgn Han Mo tapi ia hanya melihat punggung mereka.


Eun Bo pun langsung mencari jalan lain, agar bisa mendahului Kyung. Begitu melihat wajah Kyung, Eun Bo langsung tahu itu Raja


Eun Bo lalu beranjak ke arah Kyung. Ia dengan sengaja menabrak Kyung. Saat Kyung melihat ke arahnya, ia langsung menutupi wajahnya dgn kipasnya. Sementara Han Mo bersiap mencabut pedangnya, tapi ditahan Kyung.

Eun Bo menatap Kyung.

Eun Bo : Ini pesan dari Agensi Buyong. Ada rumah dukun terlantar di Namsangol. Temui aku di sana jam 9 malam dalam tiga hari. Terlalu berbahaya untuk
bertemu di Agensi Buyong.

Eun Bo kemudian beranjak pergi.


Eun Bo langsung menemui Ja Yong.

Ja Yong : Raja sedang mencari tahu tentang pria bersenjata itu. Bagaimana kau bisa tahu tentang itu?

Eun Bo : Dia menugaskan sebuah kasus di Badan Buyong. Dia datang sendiri.

Ja Yong : Jika begitu...

Eun Bo : Ya, aku bekerja di Agensi Buyong.

Ja Yong : Orang bilang pemiliknya adalah lelaki. Siapa pria itu?

Eun Bo : Dia adalah mitra bisnisku. Dia akan segera kembali. Jadi apa Raja sedang mencari pelakunya?

Ja Yong : Sepertinya begitu.

Eun Bong : Syukurlah.


Ja Yong : Apa kau bisa mengatasinya? Ini bukan tugas yang mudah.

Eun Bong : Aku harus melakukannya, ini untuk saudara perempuanku. Yang terpenting, ini adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan orang tua saya.

Ja Yong : Apa kau punya rencana?

Eun Bo : Ada geng yang mengelola Jembatan Supyo secara diam-diam di Namoon. kurasa harus ada mata-mata yang kesana. Aku akan mencari tahunya karena itu terjadi di daerah mereka.


Paginya, Eun Bo menyamar sbg pedagang dan pergi ke Namoon. Ia menemui beberapa kepala geng disana tapi tidak ada satu pun yg punya informasi.


Man Chan cs sedang memikirkan cara agar Yi Soo dihukum mati.

Seorang dari mereka lalu memberikan Kitab Pencerahan yg ditulis Yi Soo.


Berbekal kitab itu, Man Chan cs meminta Kyung memenggal Yi Soo.

Kyung marah, anda belum mendengar keputusan saya?

Man Chan : Kami berani meminta anda untuk berubah pikiran, Yang Mulia. Bagaimana kita bisa membuat permintaan seperti itu tanpa bukti?


Man Chan lalu menyuruh seseorang masuk. Seorang dayang masuk, memegang kitab itu.

"Saya dulu adalah pembantu di vila kerajaan." ucap dayang itu.

"Fakta bahwa hanya ayah mertua raja yang bisa sering mengunjungi vila kerajaan dan mengajar ratu Pembelajaran Lebih Rendah berarti dia sedang melakukan tugasnya sebagai patriot untuk memberikan putrinya ke keluarga kerajaan." jawab Man Chan.

Man Chan kemudian menyuruh dayang itu bersaksi.


Dayang : Setiap kali ayah mertua Yang Mulia ada di sana, saya bisa mendengar pembicaraan asusila. Permasalahannya adalah...

Kyung : Teruskan.

Dayang : Dia mengatakan pada ratu untuk mendapatkan pencerahan dan mengubah pandangan dunianya dan selanjutnya... dia menyuruhnya membiarkan orang-orang memiliki negara ini.

Kyung : Apa anda mengatakan apa-apa selain kebenaran?


Dayang langsung bersujud dan mengklaim bahwa dirinya tak akan berani berbohong pada Kyung.

Eunuch Hwang lantas mengambil kitab itu dari tangan si dayang dan memberikannya pada Kyung.


Kyung membuka kitab itu dan kaget bukan main.


Man Chan : Ini adalah pengkhianatan tingkat tinggi yang bahkan akan mengecewakan Tuhan, mohon hukum Kang Yi Soo dengan memancungnya karena melakukan pengkhianatan tingkat tinggi dan membangun kembali sejarah 400 tahun otoritas Joseon dan Yang Mulia. Tolong dengarkan permohonan kami, Yang Mulia.

Bersambung ke part 4...

No comments:

Post a Comment