Friday, January 10, 2020

Graceful Family Ep 14 Part 1

Sebelumnya...


Seperti biasa,, adegan dibuka dgn cerita masa lalu keluarga Seok Hee.

Je Kook menemui Cheol Hee dan Young Seo.

Je Kook : Hari ini, pukul 13.00, akan ada rapat di kantor pusat tentang kita memasuki pasar Eropa. Setelah anda menghadiri rapat, anda bisa pergi ke perjamuan Galeri Seni MC pukul 14.00

Cheol Hee : Baiklah.

Je Kook kemudian menatap Young Seo.

Je Kook : Ini adalah acara formal pertamamu. Pada 11.00, akan ada upacara pembukaan untuk galeri seni. Dari pukul 13.00 sampai 17.00, silakan menghadiri pesta VIP.

Young Seo : Berapa banyak reporter yang akan datang?

Je Kook : Acara hari ini tidak akan terbuka untuk umum.

Young Seo : Kenapa tidak?

Je Kook : Sidang perceraiannya belum selesai, jadi, jika masyarakat mengetahui tentangmu, itu tidak akan baik untuk citra perusahaan.


Young Seo sontak sewot pada Cheol Hee.

Young Seo : Berapa lama aku harus menunggu dalam bayangan?

Cheol Hee : Ini akan segera diselesaikan.


Young Seo lalu meminta Je Kook membuat Nyonya Ahn menandatangani berkas cerai.

Je Kook menatap Cheol Hee.

Cheol Hee : Jangan khawatir tentang hal itu. Fokus saja pada tugasmu.

Je Kook mengerti dan pamit.


Telepon di meja Cheol Hee berdering. Telepon dari Nyonya Ahn. Cheol Hee pun langsung menyuruh Young Seo pergi.

Young Seo marah, siapa yang telepon! Young Seo ingin memeriksa sendiri,, tapi Cheol Hee menyuruhnya keluar.

Terpaksalah Young Seo keluar.


Cheol Hee menjawab telepon Nyonya Ahn.

Nyonya Ahn : Ini aku.

Cheol Hee : Kau tidak terdengar baik. Apa kau sakit?

Nyonya Ahn : Aku tidak bisa menghubungi ayah, jadi, aku mengkhawatirkannya.

Cheol Hee : Dia dalam perjalanan bisnis yang panjang. Seharusnya kau fokus pada kesehatanmu sendiri terlebih dahulu. Bagaimana jika kau berjalan-jalan untuk meningkatkan semangatmu?

Nyonya Ahn : Aku berencana pergi menonton film dengan Seok Hee hari ini.

Cheol Hee : Bagus. Aku akan segera mampir.

Narasi : Istri pertamanya dan ibu dari putra-putranya. Dia merasakan konflik, bingung di antara keduanya. Tapi pada suatu waktu, dia harus membuat keputusan.


Cheol Hee menemui ayahnya yang sudah terbaring koma.

Cheol Hee : Apa ayah sungguh mau mewariskan perusahaan kepada Seok Hee? Meskipun Seok Hee adalah putri dari istri pertamaku, aku tidak akan mengizinkannya. Aku akan menceraikan Jae Rim.


Cheol Hee lantas hendak keluar. Bersamaan dengan itu, Bu Jung masuk. Bu Jung mengenakan pakaian duka.

Cheol Hee : Kau pasti sibuk mengurus pemakaman ayahmu dan menjaga ayahku. Kerja bagus. Apakah ada sesuatu yang kurang untukmu saat pemakaman?

Bu Jung : Semua berjalan lancar berkat anda.

Cheol Hee : Hubungi aku kapan pun saat kau membutuhkan sesuatu.

Bu Jung mengangguk.


Cheol Hee kemudian pergi.

Di jalan, Cheol Hee minta supirnya mengantarkannya menemui Seok Hee.

"Pimpinan, anda sudah terlambat ke acara galeri."

"Karena aku sudah terlambat, istriku akan senang, jika aku membawa hadiah untuknya."

Narasi : Dia memutuskan untuk menceraikan istri pertamanya. Tapi, bagaimana jika sang istri tidak membiarkannya mendapatkan yang diinginkannya? Posisi suami dan istri yang tidak mau mengalah bisa membawa kekacauan.


Cheol Hee tiba di villa Nyonya Ahn.


Adegan kemudian berpindah ke hari pertama, setelah Nyonya Ahn tewas terbunuh.

Cheol Hee memanggil Je Kook ke ruangannya dan minta Seok Hee dikirim ke Amerika.

Je Kook : Baik, Pak. Tapi jaksa yang menangani kasus ini meminta kesaksian Nona Seok Hee.

Cheol Hee : Menurutmu apa yang harus kita lakukan?

Je Kook : Kurasa yang terbaik adalah dengan menyetujuinya agar kasus ini segera ditutup.

Cheol Hee : Dia pasti masih sangat terguncang.

Je Kook : Kita akan memutuskan apa yang harus dilakukan berdasarkan keadaan Nona Seok Hee.


Je Kook lalu memberitahu Cheol Hee bahwa Nyonya Ahn akan dikremasi hari itu.

Cheol Hee : Apakah kita harus melewatkan pemakamannya?

Je Kook : Ya. Tubuhnya melalui autopsi formalitas. Sebaiknya segera mengkremasi jasadnya.

Cheol Hee : Baiklah.

Narasi : Itu dilakukan dengan cara yang jauh lebih kejam dan tidak pernah dibayangkan oleh siapa pun.


Detektif Oh menangkap Je Kook.

Je Kook pun meminta Pak Yoon menyiapkan langkah selanjutnya. Pak Yoon mengerti. Je Kook lalu dibawa pergi detektif.

Seok Hee tersenyum dan melambaikan tangannya pada Je Kook.


Setelah Je Kook pergi,, Yoon Do mengajukan izin cuti.

Yoon Do : Aku mau mengambil cuti.

Pak Yoon kaget, Heo Yoon Do...

Yoon Do : Aku masih karyawan TOP. Jadi, aku tidak bisa absen tanpa mengajukan cuti.


Seok Hee : Sampai jumpa.

Yoon Do dan Seok Hee beranjak pergi.


Joo Young : Apa yang sedang terjadi?


Kyung A : Ada yang tidak beres.


Pak Yoon : Mereka mungkin meminta surat perintah penahanan. Cari tahu siapa jaksa yang bertugas.  Bersiaplah untuk meninjau surat perintah penahanannya.

Joo Young : Baik.

Joo Young bergegas melakukan tugasnya.


Gwang Mi langsung Je Kook begitu Je Kook tiba di lobby.

Gwang Mi : Direktur Han! Apa anda mengakui tuntutannya? Tolong katakan sesuatu! Apa anda mengakuinya?

Je Kook : Ya!

Gwang Mi : Apa Pimpinan tahu tentang ini?

Je Kook diam dan digiring ke mobil polisi oleh Detektif.


Sampai diluar,, para reporter yg sudah menunggunya, langsung mengerubunginya meminta keterangannya.


Di kantornya, Boo Ki membaca artikel ttg penangkapan Je Kook.


Detektif Oh memberitahu rekannya kalau kejaksaan ingin mereka membawa Je Kook ke kantor kejaksaan.

Je Kook : Apakah Kepala Jaksa Joo Hyung Il di balik semua ini?

Detektif Oh diam.


Di rumah,,, Wan Soo, Young Seo dan Cheol Hee menonton berita penangkapan Je Kook.

Young Seo : Direktur Han ditahan? Apa kau dalangnya?

Cheol Hee tak menjawab dan mematikan TV nya.

Wan Soo pura2 tanya apa yang terjadi pada ayahnya.

Young Seo menatap kesal Wan Soo.

Cheol Hee menyuruh pelayan memanggil Pak Yoon.


Cheol Hee beranjak dari ruang makan. Bersamaan dengan itu, Wan Joon datang. Cheol Hee menatap kesal Wan Joon lalu pergi tanpa mengatakan apapun.

Wan Joon kemudian duduk di kursinya.


Wan Soo : Ini gila! Apa yang terjadi di sini? Siapa yang bisa menghentikan arus deras sungai?


Young Seo : Kau tampak cukup bahagia hingga bisa mengadakan pesta.


Wan Joon : Ibu, perubahan pasti akan selalu terjadi. Jangan khawatir.


Young Seo : Baik. Jika kamu berkata begitu, aku akan mempercayai itu.


Wan Soo kemudian berdiri.

Wan Soo : Astaga! Itu menyebalkan bagimu. Tangan kananmu sudah pergi sekarang.

Wan Soo pun beranjak pergi.


Pak Yoon datang.

Cheol Hee : Apa yang terjadi?

Pak Yoon : Sepertinya Kepala Jaksa Joo Hyung Il ada di balik semua ini.

Cheol Hee : Kepala Jaksa Joo? Dia mau menutupi kasus pembunuhannya, tapi dia memenjarakan Direktur Han? Untuk MC Grup, ini tidak terlalu buruk. Sepertinya Direktur Han lebih setia kepada MC Grup daripada aku. Kesetiaan Direktur Han akhirnya akan terbayar. Ini saatnya bagi kita untuk mengatur ulang TOP yang baru. Kirimkan aku proposal baru untuk TOP.

Pak Yoon kaget.

Cheol Hee : Kau boleh pergi.


Cheol Hee : MC Grup adalah milikku dan keluargaku, Direktur Han.


Pak Yoon kembali ke kantor dan langsung menanyakan Pak Kwn.

Kyung A : Dia mencari Hakim Lee kemana-mana.

Joo Young : Ini adalah daftar hakim yang bertanggung jawab atas tinjauan surat perintah penahanannya.

Pak Yoon : Kebanyakan dari mereka ada di pihak kita. Hampir tidak ada yang tidak dalam yuridiksi kita.

Joo Young : Aku mempersiapkan petisi peninjauan legalitas, jikalau surat perintah penahanan untuk Direktur Han dikeluarkan.


Wan Joon tiba2 datang. Wan Joon tanya, solusi mereka atas penahanan Je Kook.

Pak Yoon : Dia akan segera keluar.

Wan Joon : Aku senang kita sepaham. Berapa persen kemungkinannya?

Pak Yoon : Aku yakin 100%.

Wan Joon : Kau berbicara selayaknya Direktur Han. Lanjutkan.

Wan Joon beranjak pergi.


Kepala Jaksa Joo makan siang dengan Seok Hee dan Yoon Do.

Kepala Jaksa Joo : Jadi kau Pengacara Heo?

Yoon Doo : Ya.

Kepala Jaksa Joo : Nona Seok Hee banyak memujimu. Mulai sekarang, kau harus membantunya memimpin MC Grup.  Apa kau merasa lebih tenang sekarang?

Yoon Do : Terima kasih untuk semuanya. Biar kutuangkan minum untuk anda.

Kepala Jaksa Joo : Sebuah kehormatan.


Seok Hee : Kapan surat perintah penahanan untuk Direktur Han akan keluar?

Kepala Jaksa Joo : Hakim yang menangani itu satu kampung denganku, jadi, pembicaraannya berjalan lancar. Surat perintahnya akan segera dikeluarkan.

Seok Hee : Bagaimana dengan penunjukkan anda?

Kepala Jaksa Joo : Itu yang terpenting. Itu sudah disetujui secara internal. Pengumumannya mungkin akan dikeluarkan dalam 2 hari. Aku berutang kepada kalian berdua. Mari bersulang untuk itu.

Kepala Jaksa Joo kemudian menatap Yoon Do.

Kepala Jaksa Joo : Mengenai ibumu akan segera diurus. Dia adalah seorang tahanan teladan selama 15 tahun. Dia memenuhi syarat untuk pembebasan bersyarat. Jadi, dia akan segera keluar.

Yoon Do : Aku tidak yakin soal itu. Ibuku sangat peduli soal kehormatan. Aku tidak tahu apakah ibuku akan bahagia jika dibebaskan tanpa membersihkan namanya. Sebagai putranya, aku mengkhawatirkannya. Bagi beberapa orang, dinyatakan tidak bersalah dan kehormatan mereka lebih penting daripada hidup mereka sendiri. Hanya karena mereka miskin dan lemah, itu tidak berarti mereka tidak memiliki kehormatan.

Kepala Jaksa Joo : Mulai sekarang kau harus melupakan masa lalu. Tentu saja. Itu tidak akan baik bagi MC Grup.

Seok Hee : Terima kasih telah memperhatikan kami. Kita berada di pihak yang sama sekarang. Ayo kita bersulang.


Sekarang, Seok Hee jalan-jalan dengan Yoon Do di taman.

Yoon Do : Kurasa aku masih harus banyak belajar tentang orang dan dunia ini. Cara mereka bersikap tidak tahu malu Cara mereka bisa menjadi begitu serakah. Dan bersikap kejam.

Mereka selalu melampaui ekspektasiku.


Seok Hee tiba2 memegang tangan Yoon Do. Yoon Do sontak kaget.

Seok Hee : Pengacara Heo, kau menahan dirimu dengan baik. Ini akan segera berakhir. Tidak lama lagi kita bisa menyingkirkan semuanya yang kotor.

Yoon Do : Aku sangat beruntung memilikimu di sisiku.


Tae Hyung menginterogasi Je Kook.

Tae Hyung : Sulit kupercaya melihatmu di sini, Direktur Han. Hal yang sama berlaku untuk Mo Seok Hee dan Pengacara Heo. Apa kalian sedang bermain-main dengan kejaksaan?

Je Kook : Kau hanya bisa melakukan itu ketika pihak lain mengambil bagian di dalamnya.

Tae Hyung : Kurasa kejaksaan tidak bisa lebih baik.

Je Kook : Lantas?

Tae Hyung : Anda menghadapi berbagai tuduhan. Tuduhan untuk Mo Wan Soo adalah pemaksaan. Mo Seok Hee menuntut anda menghalangi usaha melalui penggunaan komputer.

Je Kook : Mo Wan Soo? Menarik sekali. Lalu hasilnya?


Tae Hyung menerima telepon.


Setelah itu, ia memberitahu Je Kook bahwa surat perintah penahanan sudah keluar.

Tae Hyung : Sepertinya anda akan mengalami masa-masa sulit.


Pak Yoon datang. Pak Yoon mengaku, ia datang sebagai lawyer Je Kook. Tae Hyun mengizinkan mereka bicara dan beranjak keluar.


Je Kook : Surat perintah penahanannya sudah dikeluarkan, bukan?

Pak Yoon : Kami akan segera mengajukan petisi peninjauan legalitas surat perintahnya. Mohon tunggu sebentar. Semalam, mobil Kepala Jaksa Joo terlihat berada di rumah. Sepertinya Pimpinan Mo dan Kepala Jaksa Joo bekerja sama.

Je Kook : Tidak. Ini ulah Nona Mo Seok Hee. Nona Seok Hee memperalat Tuan Muda Wan Soo untuk membuat Pimpinan Mo bertindak. Dia bahkan memiliki sesuatu soal Kepala Jaksa Joo. Mo Seok Hee dan Heo Yoon Do akan mengajukan persidangan ulang untuk kasus pembunuhan. Temukan Hakim Lee dan segera kirim dia ke luar negeri. Dan lihat apakah permintaan persidangan ulang diajukan ke pengadilan.

Pak Yoon : Baik.

Je Kook : Kemudian, setelah itu segera temui Kepala Jaksa Joo. Minta Kepala Jaksa Joo yang tertipu oleh Mo Seok Hee untuk mengurus surat perintah penahanan.

Pak Yoon : Baik.

Je Kook : Kau boleh pergi.


Yoon Do cs berkumpul di NewsPatch. Mereka senang karena surat perintah penahanan Je Kook sudah keluar.

Gwang Mi : Kita akhirnya menjatuhkan Direktur Han! Masalah Direktur Han sudah beres sekarang! Apakah sekarang giliran Kepala Jaksa Joo dan MC Grup?

Boo Ki : Kau benar. Aku akhirnya bisa membalas dendam atas apa yang terjadi 15 tahun yang lalu! Tapi, aku merasa itu tidak cukup. Aku ingin membawa Direktur Han kemari dan...

Boo Ki menoleh ke Gwang Mi.

Boo Ki : Gwang Mi, urus dia.

Gwang Mi : Apa yang harus kulakukan? Mengigitnya. Mencekiknya. Meremasnya! Seperti ini?

Boo Ki : Meremasnya seperti kertas!

Seok Hee : Dalam 2 hari, Kepala Jaksa Joo akan ditunjuk sebagai Jaksa Agung. Kita diam-diam akan meminta persidangan ulang hari ini. Mari kita beri tahu publik tentang kasus ini besok.


Yoon Do : Baik! Mari kita mengulasnya sekali lagi. Rekaman kamera cctv dari hari pembunuhan. Daftar bukti yang diberikan polisi kepada jaksa. Ini bukti bahwa jaksa tidak memberikan bukti dan rekamannya dirusak. Wawancara Hakim Lee yang mengaku disuap oleh MC Grup. Kita bahkan memiliki pengakuan tertulis bahwa salah satu tersangka, Ha Young Seo, memerintahkan seseorang untuk memberikan obat kepada Ahn Jae-rim. Kita bahkan memiliki bukti bahwa tersangka lain, Mo Wan Joon, mempunyai motif untuk membunuh Ahn Jae Rim.

Yoon Do meletakkan semua bukti yg mereka punya di meja.

Yoon Do : Tolong atur konferensi pers untuk besok dan persiapkan Hakim Lee.

Boo Ki : Baik! Jangan khawatir. Sekarang, kita hanya perlu mengajukan permintaan persidangan ulang.


Seok Hee : Ayo.

Seok Hee tiba2 menggandeng lengan Yoon Do.

Yoon Do : Apa yang kau lakukan?

Seok Hee : Mulai sekarang, kita harus tetap bersama apa pun yang terjadi. Kita akan melempar bom ke rumahku besok. Tidakkah kau pikir kita perlu berhati-hati sampai saat itu?

Seok Hee lalu berkata, ia akan menginap di rumah Yoon Do malam itu.

Seok Hee : Kau harus memastikan aku aman.

Yoon Do : Tentu saja. Aku selalu membayar hutangku.

Keduanya lalu pergi.


Boo Ki : Gwang Mi, sSepertinya ada sesuatu yang terjadi di antara mereka berdua.

Gwang Mi : Mungkin hanya persahabatan.

Boo Ki : Tidak, tidak. Aku punya firasat tentang ini.

Gwang Mi : Haruskah aku melakukan pengintaian pada keduanya?


Boo Ki : Lakukan pengintaian setelah persidangan ulang dan kasus ini selesai. Gwang Mi, apa kau mendambakan sesuatu sebelum peristiwa besar terjadi?

Gwang Mi : Tentu saja. Mari makan daging. Masing-masing membayar sendiri.

Gwang Mi langsung cemberut.

Gwang Mi : Sendiri-sendiri?

Boo Ki : Maksudku, Detektif Oh yang mentraktir.


Detektif Oh kaget dia yg disuruh traktir. Gwang Mi tersenyum, lalu menyusul Boo Ki yang sudah pergi duluan.

Detektif Oh : Apa? Ayolah. Itu tidak adil! Ayolah, kalian berdua! Ini tidak benar!

Detektif Oh tertawa, lalu menyusul mereka.

Bersambung ke part 2...........

1 comment: