Tuesday, January 21, 2020

Selection : The War Between Women Ep 9 Part 4

Sebelumnya....


Wangdaebi : Aku menghargai jawaban kalian. Karena ini babak terakhir pemilihan ratu, alih-alih membuat keputusan sekarang, kita akan istirahat. Aku, Daebi Mama dan Nyonya Pengadilan akan berhati-hati membuat keputusan. Kalian boleh meninggalkan istana sekarang.

Wangdaebi memanggil Nyonya Jung.


Nyonya Jung mengerti dan meminta ketiga kandidat mengikutinya.

Daebi menatap kesal Song Yi.


Nyonya Jung mengantar ketiganya ke tandu.

Setelah Nyonya Jung pergi, Yeo Wool langsug mendekati Eun Bo.


Song Yi kesal melihat Eun Bo.

Yeo Wool : Apa kau baik-baik saja? Kau ada di istana satu hari dan hari berikutnya kau dikirim ke penjara. Kau tahu bagaimana terguncangnya aku? Apa kau terluka?

Eun Bo : Aku baik-baik saja sekarang.


Eun Bo melirik Young Ji. Young Ji langsung membuang mukanya. Pelayan Young Ji mendekati Young Ji.

"Bagaimana itu? Kau melakukan dengan baik? Apa kau membuat kesalahan?" tanya pelayannya.

Young Ji diam saja dan masuk ke tandu.


Eun Bo menatap Yeo Wool.

Eun Bo : Aku harus ke suatu tempat.


Ternyata, Eun Bo ke makam Eun Ki.

Eun Bo menangis.

Eun Bo : Eonni, maafkan aku. Awalnya, aku ingin mencari pelaku yang melakukan ini kepadamu. Tapi aku..... jatuh cinta pada Yang Mulia. Aku merasa, aku seperti mencuri tempatmu dan namamu. Maafkan aku. Aku pantas dihukum, kan? Oleh kalian berdua dan orang yang berpikir aku dirimu. Apa langit akan memaafkanku?


Di depan rumah, Hyung Chan dan Hong Sik menyambut kepulangan Song Yi.

Song Yi turun dari tandunya dengan wajah jutek.

Hyung Chan : Song Yi, bagaimana seleksinya?

Song Yi sewot, apa yang kau lakukan? Kau bilang yang harus aku lakukan adalah menyebar rumor tapi kau bahkan tidak bisa mengusirnya.

Song Yi menatap Hong Sik.

Song Yi kesal, benar-benar...


Song Yi lalu menabrak Hong Sik dan masuk ke dalam.

Hong Sik kesal, jika kau kalah dalam seleksi, aku tidak akan diam saja.


Jae Hwa memulai rencananya. Kali ini, ia mendekati Wal. Ia mengajak Wal minum.

Wal : Mengapa anda melakukan ini pada seorang penjahat? Apakah anda benar-benar orang yang menuduhku sebagai penjahat di depan Yang Mulia?

Jae Hwa : Jika aku mengatakan kepadanya bahwa kami saling kenal, aku pikir Nona Hong Yeon mungkin mendapat masalah.

Wal : Bagaimana denganku? Apakah tidak apa-apa jika aku mendapat masalah? Aku harus dilahirkan sebagai seorang wanita di kehidupanku berikutnya.

Jae Hwa : Itu sebabnya aku minta maaf sekarang. Tolong berhenti kesal.


Jae Hwa lalu berkata, minuman yang ia pesan adalah minuman ginseng paling mahal di sana.

Mendengarnya, Wal tertarik mencobanya.

Jae Hwa : Ngomong-ngomong, apa yang kau kenakan?

Wal : Nah, sudahkah anda perhatikan? Aku berusaha menutupinya. Yang Mulia mengirimku ke Biro Investigasi Kerajaan.

Jae Hwa pura2 takjub, Yang Mulia melakukannya? Wow, apakah kau sering melihatnya? Apa yang kau lakukan di Biro Investigasi Kerajaan?

Wal : Nah, yang aku lakukan adalah ini dan itu semacam itu. Aku sebenarnya menerima perintah langsung dari Yang Mulia.

Jae Hwa : Kau berhasil!

Wal : Aku tidak berhasil...


Jae Hwa : Tapi tetap saja, hati-hati. Lupakan. Itu mungkin rumor yang salah.

Wal : Rumor? Rumor apa?

Jae Hwa mulai menghasut Wal.

Jae Hwa : Pernahkah kau mendengar rumor dari pasar? Yah, raja rupanya mencampakkan orang ketika dia tidak membutuhkannya lagi. Bahkan ayah mertuanya sendiri.

Wal tidak percaya raja seperti itu.


Young Ji minta ayah cerita, apa rencana ayahnya.

Heung Gyeon : Matamu telah berubah, Sayang.

Young Ji : Aku akan berubah. Aku akan bertindak seperti putrimu.

Heung Gyeon : Aku akan mengungkapkan bahwa wanita dari keluarga Hong adalah ratu yang bangkit di depan semua orang. Putri seorang pengkhianat berbohong tentang identitasnya dan membodohi keluarga kerajaan. Dia layak mati.

Young Ji kaget mendengarnya.


Gae Pyeong lalu datang.

Gae Pyeong : Aku selesai mempersiapkan seperti yang anda suruh aku lakukan, Pak.

Heung Gyeon mengajak Gae Pyeong bicara di dalam tapi Young Ji menahannya. Young Ji mengaku ingin mendengar juga.

Gae Pyeong : Aku membawa Hong Yeon dan istri Kang Yi Soo ke sebuah gudang di Baeksagol.

Young Ji terpengarah mendengarnya.


Kyung kembali mimpi buruk tentang Eun Bo.

Dalam mimpinya, ia melihat Heung Gyeon membuka identitas asli Eun Bo.

Ada Nyonya Han dan Yeon juga disana.


Heung Gyeon : Wanita itu bukan wanita dari keluarga Hong. Dia putri pengkhianat Kang Yi Soo!

Eun Bo terkejut kedoknya dibuka.

Begitu juga orang2 di istana.


Kyung terbangun.


Kyung langsung menyuruh Han Mo mencari Nyonya Han.

Kyung : Aku dengar, istri Kang Yi Soo bekerja di kantor pemerintah sebagai budak. Cepat temukan dia!


Han Mo lagsung pergi.

Han Mo tiba di kantor pemerintah tapi ia dilarang masuk.

Han Mo : Aku dari istana. Aku kemari mencari seorang budak.


Paginya, Yeo Wool membantu Eun Bo bersiap-siap. Eun Bo terlihat bahagia. Hari itu, adalah hari pengumuman seleksi. Ia yakin, ia yang akan terpilih. Yeo Wool juga berharap Eun Bo yang terpilih.


Han Mo melapor ke Kyung kalau Nyonya Han melarikan diri dari kantor pemerintah sejak seleksi pertama dimulai.

Kyung : Bagaimana orang-orang Jo Heung Gyeon?

Han Mo : Aku tidak menemukan apapun yang mencurigakan. Tapi Yang Mulia, aku dengar seseorang baru-baru ini mengunjungi kantor pemerintah dan meminta sketsa wajahnya.

Eunuch yakin, orang itu adalah orangnya Heung Gyeon.


Wangdaebi, Daebi dan para selir sedang berembuk, memutuskan siapa pemenangnya diantara ketiga gadis itu.

Wangdaebi : Nona Kim membuat keputusan yang tak terduga dan membuktikan kepintarannya, tetapi kepintaran itu sendiri tidak bisa menggerakkan hati wanita tua ini. Sebaliknya, tekad Nona Jo tak terlupakan. Tapi itu tidak cukup cocok dengan kualitas yang diminta dari sang ratu. Ratu negara ini harus tahu bagaimana cara merawat mata pencaharian masyarakat. Meskipun janjinya mungkin agak tidak realistis, tapi karena dia mengerti kehidupan orang-orang dengan baik, aku berpikir untuk memilih Nona Hong sebagai ratu.

Wangdaebi lalu menanyakan pendapat para selir.


Mereka memilih Song Yi karena tidak enak pada Daebi.


Wangdaebi melirik Daebi.

Wangdaebi : Aku Saya mungkin tidak perlu mendengar jawaban Ibu Suri.

Daebi : Kita tidak harus memilih Nyonya Hong, Yang Mulia.

Wangdaebi : Kenapa?

Daebi : Wajahnya membawa nasib buruk.

Wangdaebi : Dia mendapat skor tertinggi untuk membaca wajah selama putaran pertama.

Daebi : Itu karena dia adalah ratu sebelumnya...


Daebi lalu menatap para Nyonya Pengadilan.

Daebi : Mari jujur. Apakah ada orang yang tidak mempertanyakan fakta bahwa Nona Hong adalah ratu mati? Dia adalah wanita jahat yang mengolok-olok para bangsawan dengan memalsukan identitasnya.


Wangdaebi : Apakah ada bukti bahwa dia memalsukan identitasnya?

Daebi : Itu tidak bisa lebih jelas.

Wangdaebi : Bawa bukti.

Wangdaebi menatap tajam Daebi. Daebi kesal.


Heung Gyeon menyuruh Young Ji duluan ke istana.

Heung Gyeon : Aku akan bergabung nanti.

Young Ji : Ya ayah Aku akan menunggu.


Pelayan Young Ji datang, memberitahu Heung Gyeon bahwa seseorang dari istana datang.

Young Ji langsung menatap ayahnya. Ia cemas. Heung Gyeon menenangkan Young Ji dengan mengatakan tidak ada yang serius.

Heung Gyeon lalu menyuruh pelayan memberitahu Gae Pyeong untuk bersiap-siap.


Sekarang, Heung Gyeon sudah di istana, menemui Kyung.

Heung Gyeon : Yang Mulia, kenapa ingin bertemu denganku.

Kyung diam saja sambil menatap tajam Heung Gyeon.

Heung Gyeon : Yang Mulia.

Kyung : Bawakan aku istri Kang Yi Soo.

Heung Gyeon : Bawakan apa?

Kyung : Aku tahu kau berencana untuk mengungkapkan istri Kang Yi Soo di depan semua orang. Aku tahu apa niatmu juga.

Heung Gyeon kaget tapi kemudian ia bilang tidak bisa melakukan itu.

Heung Gyeon : Nona Hong adalah... Maksudku, anak perempuan Kang Yi Soo melakukan pengkhianatan tingkat tinggi. Membuktikan kejahatannya karena menipu pengadilan kerajaan adalah tugasku sebagai pelayan anda.


Kyung marah, apa kau benar-benar pelayanku! Kau mengabaikan perintah raja.

Heung Gyeon : Yang Mulia, pertimbangkan saranku. Aku memberitahumu ini karena aku setia pada istana dan Yang Mulia.

Kyung : Itu bukan kesetiaan, tetapi keserakahan! AKU...  Aku bukan lagi seorang pangeran muda yang takut akan ancamanmu.

Heung Gyeon : Apakah begitu? Bolehkah aku berani membuat kesepakatan dengan anda? Terima putriku sebagai Ratu. Jika kau melakukan itu, aku akan memberikanmu putri Kang Yi Soo. Wanita yang berpura-pura menjadi Hong Yeon akan selamat.

Kyung : Bagaimana jika aku tidak akan menerimanya?

Heung Gyeon : Ini akan berjalan seperti yang anda dua. Ibu dan anak akan saling berhadapan dan keduanya akan mengikuti jalan Kang Yi Soo, yang melakukan pengkhianatan tingkat tinggi. Semuanya sudah disiapkan.

Kyung : Aku akan membayar apapun yang terjadi!


Heung Gyeon : Yang Mulia, saat melakukan transaksi, anda harus menyembunyikan apa yang paling berharga bagi anda. Saat anda mengungkapkannya, lawan anda akan mengambil keuntungan dari itu. Tapi anda sudah menunjukkan kepada saya apa kelemahanmu.

Heung Gyeon tertawa.


Para gadis sudah tiba di istana. Asisten Bu Jung membawa mereka ke ruang pengumuman.


Kyung memikirkan ancaman Heung Gyeon. Tak lama, ia beranjak dari kamarnya.


Hasilnya sudah keluar. Eun Bo terpilih sebagai ratu.


Tapi Kyung tiba2 datang, membuat semuanya kaget.

Kyung menatap Nyonya Jung dan minta hasil seleksinya.

Terpaksa lah Nyonya Jung memberikannya.

Kyung membacanya. Tahu Eun Bo yang terpilih, Kyung merobek gulungan kertas itu.


Kyung : Nona Hong tidak bisa menjadi ratu.

Wangdaebi : Dia sudah terpilih sebagai ratu.

Kyung : Itu tidak bisa dilakukan.

Wangdaebi kaget.


Sementara para gadis menunggu pengumumannya di ruang pengumuman.


Bersambung.....

Next ep, Young Ji jadi Ratu...

1 comment: