Saturday, February 15, 2020

Selection : The War Between Women Ep 15 Part 3

Sebelumnya....


Song Yi menemui pelayannya yang kini menjadi pelayan Eun Bo.

Song Yi : Bawa nyonyamu ke ruang penyimpanan dekat Gerbang Yeochoon malam ini. Berpura-puralah seolah kau sedang membawanya keluar istana dan memancingnya di sana.

Pelayan : Aku tidak bisa melakukan hal itu! Maafkan aku. Aku tidak akan lagi melakukan hal seperti itu. Aku tidak bisa melakukan hal ini pada seseorang yang diusir.


Mendengar itu, Song Yi marah.

Song Yi : Kalau begitu... haruskah aku memberi tahu Yang Mulia tentang hal-hal yang telah kau lakukan untukku?

Pelayan : Mama...

Song Yi : Jika kau takut akan hal itu, kau sebaiknya diam dan lakukan saja yang aku katakan.

Si pelayan tersudut.


Di balai istana, Kyung membacakan hukumannya untuk Eun Bo, Ki Ho, Man Chan, Hyung Chan dan Hong Sik.

Eun Bo hanya diusir dari istana. Ki Ho didemosi dan keluarganya dilarang berpartisipasi dalam seleksi. Man Chan diasingkan ke Jeju karena memfitnah Yi Soo. Hyung Chan yang disebut Kyung sebagai kaki tangan Man Chan, diasingkan ke Geoje dan Hong Sik akan bergabung dengan tentara di perbatasan Gangjin.


Hong Sik protes karena cuma dirinya yang akan bergabung dengan tentara, sementara paman dan ayahnya hanya diasingkan.

Hyung Chan : Kau pikir hal itu penting sekarang? Raja membuat segalanya mudah dengan mendorong aku keluar.

Man Chan : Kita tunggu saja sampai kita menerima surat dari Selir Kim.


Ki Ho menemui Eun Bo.

Ki Ho : Ibumu lebih dulu dikirim ke tempat rahasia yang kami siapkan. Kau akan dapat melihatnya begitu kau keluar.

Eun Bo : Terima kasih. Aku tahu ini sudah terlambat, tetapi aku ingin mengembalikan nama putrimu. Tolong beri tahu Nona Yeon bahwa aku sangat menyesal dan juga berterima kasih.

Ki Ho : Seharusnya aku yang memberitahumu hal itu. Terima kasih, karena aku telah membantu Yang Mulia. Aku merasa seperti inilah yang Tuan Kang Yi Soo inginkan untuk aku lakukan.

Eun Bo : Silakan lanjutkan untuk menjadi dukungan besar bagi Yang Mulia.

Ki Ho : Aku akan melakukannya.


Eun Bo : Aku mendengar Kuil Saman Kerajaan menafsirkan kembali ramalan itu.

Ki Ho : Mungkin butuh waktu, tetapi rumor akhirnya akan menghilang.

Eun Bo : Iya. Ngomong-ngomong, menurutmu dari mana rumor itu berasal? Tidak banyak orang yang tahu kalau kami kembar.

Ki Ho : Aku mendengarnya dari Tuan Baek Ja Yong sebelum pemilihan.

Eun Bo : Tuan Baek Ja Yong? Kalau begitu... apakah pangeran juga tahu tentang hal itu?


Kyung berdiri di depan istananya, bersama Eunuch.

Eunuch : Aku mendengar semuanya berjalan dengan baik. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan... Gimana pun itu melegakan. Omong-omong, Yang Mulia, apakah anda benar-benar tidak akan melihatnya?


Ki Ho kemudian datang.

Ki Ho dan Kyung bicara di dalam.

Kyung : Maksudmu orang yang menyebarkan desas-desus itu adalah pangeran?

Ki Ho : Aku tidak yakin, tapi itulah yang juga aku curigai.

Kyung : Jika pangeran berencana untuk menyebabkan kekacauan ini, itu berarti dia merencanakan sesuatu lagi.

Ki Ho : Tapi sejak saat itu, yang terjadi pada Tuan Baek Ja Yong, hanya ada sekelompok kecil orang yang bekerja untuknya. Mungkin dia hanya berusaha menimbulkan gangguan.


Eunuch masuk, memberitahu Kyung bahwa Ik Soo ingin bertemu Kyung.


Wangdaebi memanggil Eun Bo ke kamarnya.

Wangdaebi : Kupikir aku harus berbicara denganmu untuk terakhir kalinya karena kau tidak menyangkal kejahatanmu. Aku akan selalu menyesali kenyataan bahwa aku memberi label padamu sebagai saudara perempuan dan putri dari seorang pengkhianat. Aku minta maaf.

Eun Bo : Itu pasti satu-satunya cara bagi anda untuk melindungi Yang Mulia.

Wangdaebi : Kuharap kau memiliki kehidupan yang baik. Tetapi kau tidak harus melihat Raja lagi. Ramalan itu mungkin bukan pertanda buruk, tetapi aku tidak lagi ingin kalian dikaitkan satu sama lain.

Eun Bo terdiam.


Wal yang baru saja keluar dari ruangannya, dikejutkan oleh kemunculan Han Mo yang tiba2.

Han Mo : Apa kau siap untuk pergi?

Wal : Ah, Soal itu... apakah ku muncul entah dari mana hanya untuk bertanya kepadaku hal itu? Kau mengagetkan aku Kenapa? Apakah ada sesuatu yang ingin kau katakan?


Han Mo memberikan pedang, yang masih terbungkus kain hitam.

Wal : Apa ini?

Han Mo : Pedang yang kugunakan saat pertama kali datang ke istana.

Wal : Apakah kau memberikan ini padaku? Mengapa? Aku tidak begitu tertarik dengan hal semacam ini.

Han Mo : Aku ingin kau melindungi dia dengan baik. Yang Mulia sangat peduli padanya.


Di depan kamar Eun Bo, pelayan Song Yi kebingungan memikirkan perintah Song Yi padanya.

Tak lama kemudian, ia memutuskan menuruti perintah Song Yi.


Ia masuk ke dalam dan mengajak Eun Bo jalan-jalan diluar, tapi Eun Bo menolak.

"Tidak bisa.  Tolong izinkan aku." pintanya.


Ik Soo berkata pada Kyung, alasannya ingin bertemu Kyung karena ingin menyampaikan sesuatu kepada Kyung.

Ik Soo : Ketika aku menjebak Tuan Kang Yi Soo, seseorang memberi padaku Buku Teori Pencerahan, yang menjadi bukti. Dan orang itu adalah Jo Heung Gyeon.



Kyung, Han Mo dan Ki Ho kaget.

Kyung : Jo Heung Gyeon?


Ik Soo : Dan ketika aku berencana untuk membunuh Dayang istana, Jo Heung Gyeon memberitahuku bahwa Selir Hong adalah ratu yang sudah mati.

Kyung : Jo Heung Gyeon ada di belakang semua yang terjadi selama ini?

Kyung lantas berterima kasih pada Ik Soo, karena sudah memberitahunya.

Kyung : Kau bisa pergi.

Ik Soo : Terimakasih banyak karena sudah merawat keluargaku, Yang Mulia.

Ik Soo pergi.


Ki Ho : Jo Heung Gyeon, dia adalah orang yang sangat jahat. Dia memerintahkan pembunuhan selama Chinyoung dan membawa Pangeran Lee Jae Hwa agar putrinya terpilih ...

Kyung : Tunggu sebentar. Jo Heung Gyeon memiliki hak militer karena ia adalah Keluarga Ratu. Karena Jo Heung Gyeon membawa pangeran ke istana sendiri, mereka pasti sudah saling kenal. Dan jika pangeran merencanakan sesuatu dengan anak buahnya, dia mungkin akan bergabung dengan Jo Heung Gyeon.

Ki Ho kaget.


Eun Bo sudah diluar, ia tanya ke pelayannya dimana Wal yang seharusnya menemaninya.

Pelayan : Pria bernama Wal sedang menunggu di depan gerbang.


Eun Bo mau pergi, tapi kemudian langkahnya terhenti. Ia menatap cincin dari Kyung, lalu menatap ke sekeliling istananya.

Pelayan : Yang Mulia, ini sudah terlambat. Ayo kita pergi sekarang


Begitu Eun Bo pergi, Wal datang.


Eun Bo merasa aneh saat dibawa pelayan ke jalan yang salah.

Eun Bo :Kupikir disini bukan jalan keluarnya.

Pelayan : Soal itu...

Pelayan itu tiba2 minta maaf, membuat Eun Bo bingung.


Tiba2, keempat pelayan suruhan Song Yi muncul, mengepung Eun Bo.

Eun Bo pun dijebloskan ke dalam gudang.

Eun Bo teriak, buka pintunya! Apa yang kalian lakukan!


Salah satu pelayan yang mengunci Eun Bo, menemui Song Yi.

Song Yi : Apakah kau menguncinya?

Pelayan : Ya, Yang Mulia.

Song Yi : Biarkan mereka menjaga pintu dengan aman dan kau harus meninggalkan istana dan memberi tahu mereka.


Pelayan itu langsung keluar. Diluar, pengawal keluarga Kim dan pengawal Jae Hwa sudah menunggunya.

Pelayan : Selir Kim mengatakan kepadaku untuk memberi tahu padamu bahwa itu sudah siap.


Pengawal Jae Hwa langsung kembali ke markas.

"Pangeran, kami mendapat pembaruan. Selir Kim telah berhasil."

Young Ji senang mendengarnya.


Young Ji : Jika demikian, apakah kita akan memulainya sekarang?

Jae Hwa : Aku ingin kau pergi ke istana dulu. Kau harus membuka gerbang tepat waktu.

Pengawal Jae Hwa : Baiklah.

Pengawal Jae Hwa langsung pergi.


Jae Hwa lalu menyuruh Heung Gyeon menembakkan pistol di luar istana seperti yang sudah mereka rencanakan.

Jae Hwa : Kita perlu membingungkan para penjaga.

Heung Gyeon : Benar lakukan hal itu.


Kyung menyuruh Han Mo menyiapkan penjaga.

Kyung : Kita harus bergegas dan memperkuat keamanan di dalam dan di luar istana.


Wal kemudian datang. Wal melapor, bahwa Eun Bo hilang.

Eunuch : Apa maksudmu menghilang?

Wal : Para pelayan di kamarnya berkata dia pergi, tetapi para penjaga gerbang mengatakan tidak ada tandu yang meninggalkan istana.


Kyung panic.

Kyung : Lepaskan penjaga keamanan kerajaan dan cari dimana-mana di dalam istana!

Han Mo : Baik, yang Mulia.


Han Mo dan Wal langsung berpencar mencari Eun Bo di dalam istana.

Tapi mereka tak dapat menemukan Eun Bo.

Wal cemas, Mama... Eun Bo-ya, dimana kau?


Malamnya, Jae Hwa dan kelompoknya sudah bersiap menyerang istana.

Jae Hwa : Malam ini, kita akan menurunkan Raja dan memulai dunia baru!

Heung Gyeon : Jika kemungkinan kalian gagal, semua orang akan terbunuh! Jika kalian berhasil, Sejarah Joseon akan ditulis ulang dan prestasi kalian akan dikenang dalam sejarah selamanya!

Jae Hwa : Ayo pergi!


Young Ji : Byul-ah, mari kita bersiap untuk menyambut tamu.

Byul : Seorang tamu? Apakah ada yang datang?

Young Ji teringat kata2 Jae Hwa bahwa mereka tidak boleh menyakiti Eun Bo.

Flashback...


Jae Hwa : Kita hanya menyembunyikannya. Kita tidak perlu menyakitinya.

Young Ji : Tetapi mengapa kita tidak bisa?

Jae Hwa : Jika kita gagal mengambil alih istana, kita harus memancing Raja keluar. Dan kita akan menyandera dia. Itu berarti kita tidak harus menyakitinya.

Bersambung ke part 4.......

No comments:

Post a Comment