Saturday, February 15, 2020

Selection : The War Between Women Ep 15 Part 4

Sebelumnya...


Kyung berdiri di depan istananya, ditemani Han Mo dan Eunuch. Kyung marah karena belum ada kabar juga dari Eun Bo.

Eunuch mencoba menenangkan Kyung dengan mengatakan bahwa penjaga keamanan pasti akan menemukan Eun Bo.


Eun Bo masih teriak-teriak, meminta dibukakan pintu.

Song Yi masuk. Eun Bo kaget melihat Song Yi.

Song Yi : Aku harus datang karena aku mendengarmu membuat keributan. Ya, ampun. Aku sudah bilang untuk menjaganya tetap aman. Kita tidak bisa membiarkannya terluka.

Eun Bo : Apakah kau yang memerintahkan mereka untuk melakukan ini? Apa yang akan kau lakukan sekarang?

Song Yi : Apa maksudmu? Kaulah yang memulai!


Song Yi mencengkram baju Eun Bo.

Song Yi : Beraninya kau menghancurkan keluargaku dan Kim Song Yi? Apakah kau pikir kau akan aman setelah menghancurkan keluarga Kim?

Eun Bo : Berhenti membuat alasan. Kau menghancurkan dirimu sendiri.


Song Yi tambah kesal mendengarnya. Ia mau menampar Eun Bo tapi menahan diri.

Song Yi : Aku ingin menghancurkanmu, tapi aku menekan diriku sendiri. Jadi diamlah dan tetaplah di sini sampai perbuatan itu selesai.

Eun Bo : Perbuatan? Apa maksud dari perkataanmu? Apa yang kau rencanakan kali ini?

Song Yi : Apakah kau penasaran? Penurunan tahta. Saat kau terjebak dalam kegelapan, dunia akan berubah. Jadi persiapkan dirimu.

Song Yi lantas menyuruh pelayannya mengikat Eun Bo jika Eun Bo melawan.

Song Yi pergi. Pintu pun kembali dikunci.


Eun Bo : Penurunan tahta?

Tak lama kemudian, Eun Bo sadar Kyung dalam bahaya.


Tak mau Kyung terluka, Eun Bo mencari cara untuk keluar.

Ia memecahkan salah satu guci.

Song Yi yang mendengar itu kaget dan menyuruh pelayannya membuka pintu.


Eun Bo mengambil pecahan guci dan menodongkannya ke lehernya.

Song Yi dan para pelayannya kaget melihat itu.

Eun Bo : Kau bilang aku tidak boleh terluka, bukan? Kau bilang begitu kan?

Song Yi : Apa yang kalian semua lakukan! Ambil itu darinya dan masukkan dia kembali ke dalam!

Eun Bo : Jangan bergerak!

Para pelayan tak berani bergerak

Eun Bo : Mungkinkah... orang itu... pangeran?


Sadar kekasihnya dalam bahaya, Eun Bo menyuruh para pelayan Song Yi menyingkir.

Untunglah, pelayan Song Yi yang kini menjadi pelayan Eun Bo, membantu Eun Bo.

Ia mendorong para pelayan lain dan menyuruh Eun Bo kabur. Eun Bo pun kabur.


Para pengawal Jae Hwa berhasil masuk ke istana dengan menyamar sebagai anggota Direktorat Pengawal Lima.

Tak jauh dari istana, Heung Gyeon bersama anak buah Jae Hwa lainnya juga sudah menunggu.

Melihat para pengawal Jae Hwa berhasil masuk ke istana, Heung Gyeon menyuruh anak buah Jae Hwa yang bersamanya melepaskan tembakan.


Wal yang sedang berkeliaran mencari Eun Bo bersama beberapa pasukan, terkejut mendengar tembakan.


Eun Bo yang sedang menuju Kyung, juga mendengar suara tembakan. Ia pun cemas.


Han Mo dan Eunuch menyuruh Kyung masuk ke dalam..

Han Mo : Aku akan segera melepaskan penjaga dan mencari tahu apa yang terjadi.

Kyung marah, tahan dulu! Ini adalah kudeta. Jangan pisahkan penjaga. Bawa semuanya ke kamarku.


Para prajurit Jae Hwa yang berhasil menyusup ke istana sbg anggota Direktorat Lima, menyiapkan jarum beracun. Mereka menusuk para penjaga istana.


Setelah itu, tangan kanan Jae Hwa meniup peluit.

Setelah bunyi peluit terdengar, Jae Hwa dan rombongannya masuk ke dalam istana.


Han Mo menghadap Kyung.

Kyung : Apakah Eun Bo belum ditemukan?

Han Mo : Tidak, Dia belum ditemukan. Tapi aku memang mengumpulkan para penjaga.

Kyung : Bersiap-siaplah. Pasukan pemberontak akan datang ke sini.


Tangan kanan Jae Hwa langsung bergabung bersama Jae Hwa.

Jae Hwa : Aku akan ke kamar Raja. Kau, bawa wanita itu.

Eun Bo yang sedang menuju kamar Raja, kaget melihat para pemberontak.

Eun Bo pun bergegas sembunyi.


Jae Hwa tiba di depan kamar Raja.

Jae Hwa : Temukan Raja!

Tepat saat itu, Kyung keluar bersama Han Mo dan Eunuch.

Kyung : Berhenti.


Seluruh pengawal berkumpul, melindungi Kyung.

"Pangeran, ini tidak seperti yang kita harapkan. Semua penjaga ada di sini." ucap salah satu anak buah Jae Hwa.

"Tangkap Lee Jae Hwa, pemimpin pasukan pemberontak. Ini adalah perintah." ucap Kyung.

"Dengarkan, para pemberontak! Malam ini, kita akan... membunuh sang raja!" ucap Jae Hwa.


Perkelahian pun pecah.


Wal yang masih berkeliaran mencari Eun Bo tiba di gudang tempat Eun Bo disekap. Mereka bergegas sembunyi saat melihat Song Yi.

Mereka menguping percakapan Song Yi dengan tangan kanan Jae Hwa.

Song Yi : Aku tidak punya pilihan. Aku yakin menuju dia menuju ke kamar Raja.  Pergi kesana sekarang.

Mendengar itu, Wal bersama beberapa pasukan bergegas mencari Eun Bo.


Kyung mencabut pedangnya. Ia hendak bertarung dengan Jae Hwa tapi dicegah Eunuch.

Salah satu anak buah Jae Hwa mendekati Kyung, membawa pedang.

Tapi Han Mo dengan sigap menebasnya.


"Aku tidak berpikir kita bisa bertahan lama." ucap salah satu anak buah Jae Hwa.

"Lakukan rencana selanjutnya." suruh Jae Hwa.


Anak buah Jae Hwa kembali bertarung dengan para pasukan Kyung.

Sementara Jae Hwa dan beberapa pasukannya diam2 melangkah keluar.

Tepat saat itu, Eun Bo datang. Eun Bo kaget melihat Jae Hwa.

Jae Hwa : Tangkap wanita itu.


Wal datang dan berusaha melindungi Eun Bo.

Jae Hwa : Apa kau juga di dalam istana sebagai penjaga keamanan Raja?

Wal : Aksen Hanyangmu tidak buruk. Lama tidak bertemu. Pangeran berwajah dua.

Wal gemetaran.

Jae Hwa : Jangan gemetar. Kau mungkin bisa kehabisan keberuntungan.


Wal mengayunkan pedangnya tapi karena Wal bukan tandingan Jae Hwa, Wal dengan mudah dijatuhkan Jae Hwa.

Jae Hwa hendak membunuh Wal, tapi dihentikan Eun Bo.

Eun Bo : Apa yang kau inginkan?

Jae Hwa : Jika aku katakan, apakah kau akan membiarkan aku memilikinya? Aku sedang berpikir untuk membawamu bersamaku.

Eun Bo : Tolong bunuh saja aku. Jika kau berencana menggunakan aku untuk mengancam Yang Mulia, ini tidak akan terjadi.


Kyung panic karena tidak bisa menemukan Jae Hwa.

Kyung : Temukan Pangeran!


Eun Bo memeriksa kondisi Wal. Wal kesakitan, memegangi lengannya yang terluka karena sabetan pedang Jae Hwa.

Tiba2 saja, Wal hilang kesadaran.

Eun Bo panic, Wal-ah!


Kyung terkejut, seolah-olah ia bisa mendengar teriakan Eun Bo.


Bersambung....

Berharap endingnya, Jae Hwa mati ditangan Eun Bo. Dan Heung Gyeon dieksekusi, minum racun oleh Kyung. Kalau bisa mah, dia dieksekusi di depan Young Ji, biar Young Ji ngerasain apa artinya kehilangan. Kalau Keluarga Kim cukuplah diasingkan aja....

No comments:

Post a Comment