Monday, March 16, 2020

Unknown Woman Ep 38 Part 2

Sebelumnya..


Paginya, Ki Dong meletakkan sepanci sup di atas meja. Berbagai hidangan lain untuk sarapan, sudah tertata rapi di meja. Mal Nyeon juga sudah duduk disana.

Ki Dong : Astaga. Butuh delapan tahun untuk menambah piring di meja.

Mal Nyeon : Karena kini kita sudah menemukan cucu kita yang hilang, aku amat gembira sampai tidak lapar.


Ki Dong lalu memanggil Yeo Ri dan Bom.

Ki Dong : Keluarlah untuk sarapan!

Tak lama, Yeo Ri keluar bersama Bom.

Mal Nyeon : Mari makan dengan hati penuh syukur.

Bom mengucapkan selamat pagi pada Ki Dong dan Mal Nyeon.


Ki Dong dan Mal Nyeon senang.

Ki Dong : Siapa sangka cucu kita mengucapkan selamat pagi? Mal Nyeon, kurasa aku bisa meninggal dengan bahagia sekarang.

Mal Nyeon : Kenapa kau mau meninggal? Karena sekarang sudah punya cucu, kau harus hidup 1.000 tahun.

Yeo Ri : Aku menelepon kantor dan bilang datang terlambat. Aku harus membelikan Bom baju dan sepatu baru. Ada banyak yang harus dibeli.

Bom : Bagaimana dengan ibu? Bibi sudah menghubungi ibu?

Yeo Ri : Benar juga. Kau gadis pintar.

Yeo Ri meraih ponselnya.

Yeo Ri : Dia seharusnya kini berada di bandara. Ayo hubungi dia.

Bom : Berikan ponsel Bibi. Akan kupencet. Aku sudah belajar cara menelepon ke luar negeri dari Korea.

Yeo Ri : Baiklah.

Yeo Ri memberikan ponselnya pada Bom.

Bom menelpon ibunya.

Bom : Ibu! Ini aku, Bom. Aku masih di Korea. Yang terjadi itu... Biar kuberikan ponselnya ke bibi itu.


Bom memberikan ponselnya ke Yeo Ri.

Yeo Ri : Kau Kim Sook Mi, ibunya Bom? Tunggu sebentar. Jangan menutup teleponnya.


Yeo Ri lalu menatap Bom.

Yeo Ri : Bom. Makanlah. Bibi akan menelepon di kamar.

Yeo Ri bergegas masuk ke kamar.

Bom mulai makan.


Yeo Ri : Namaku Yoon Seol. Aku teman dekat kerabat Ma Ya. Keluarga Ma Ya pergi ke luar negeri kemarin, jadi, mereka menghubungiku. Ada masalah dengan paspor Bom, jadi, dia tidak bisa naik pesawat Mereka bilang wali sahnya harus menemaninya saat pergi, jadi, kau harus datang sendiri ke Korea. Ya. Ini ponselku. Jadi, bisakah kau menghubungiku setelah mendapatkan tiket pesawat? Ya. Baiklah.


Mal Nyeon masuk.

Mal Nyeon : Dia tidak menyadarinya, bukan?

Yeo Ri menggeleng.


Ji Won dapat sms dari seseorang.

Ji Won membacanya.

Ji Won : Nyonya, aku ada urusan mendadak dan harus pergi ke Korea. Aku akan mampir selagi di sana. Sudah lama tidak berjumpa. Mari berbicara empat mata.


Ji Won pun langsung menghubungi orang itu. Tapi ponsel orang itu sudah mati.

Ji Won : Apa? Dia mau uang lagi? Bagaimana jika dia melakukan ini kepadaku seumur hidupku?


Moo Yeol senang melihat saham Wid yang makin meningkat.

Moo Yeol : Bagus. Sebentar lagi harganya akan berlipat lima kali. Grup Wid akan segera menjadi milikku.


Moo Yeol lalu melirik ke arah meja Yeo Ri. Ia heran Yeo Ri belum datang.


Yeo Ri sendiri sedang menyetir. Di kursi belakang, ada Bom.

Yeo Ri : Bom-ah, kau ingat saat masih amat kecil?

Bom : Aku ingat di pesawat bersama ibu. Telingaku sakit.

Yeo Ri : Ada lagi? Kau ingat yang lain?

Bom mengangguk.


Ponsel Yeo Ri berdering. Telepon dari Moo Yeol.

Moo Yeol : Kau di mana? Kenapa belum datang?

Yeo Ri : Aku tidak enak badan. Aku akan masuk siang nanti.

Moo Yeol : Kau sakit?

Yeo Ri : Tidak. Sampai jumpa.


Bom : Siapa itu?

Yeo Ri : Orang kantor.

Bom : Kita mau pergi ke mana sekarang?

Yeo Ri : Membelikanmu baju dan sepatu baru serta apa pun yang kau inginkan. Barang-barang bagus dan indah. Akan bibi belikan semua untukmu.


Bawahan Moo Yeol masuk ke ruangan Moo Yeol.

Moo Yeol : Kau mengawasi penjualan Wid Fashion? Kepuasan pelanggan itu yang paling utama.

"Ya. Aku mendapatkan laporan mingguan dari semua manajer toko."

Moo Yeol : Jangan bekerja di balik meja saja. Keluarlah dan lihat sendiri. Aku sendiri akan mengunjungi toko hari ini. Kau sebaiknya melakukan hal yang sama mulai sekarang.


Yeo Ri sedang memilihkan baju untuk Bom. Mereka ada di mall sekarang.


Siapa sangka, Moo Yeol juga ada di mall itu. Ia sedang meninjau outlet Wid.

Moo Yeol : Para pegawai toko menentukan citra Wi Fashion. Tolong bersikap ramah dan perhatian. Pastikan semua barang baru dipajang.


Yeo Ri mengajak Bom turun. Bersamaan dengan itu, Moo Yeol keluar dari toko dan melihat mereka.

Moo Yeol : Bukankah itu Yeo Ri? Bukankah itu teman Ma Ya, Kelly? Aku yakin itu tadi Yeo Ri dan Kelly. Bukankah Kelly sudah pulang ke Inggris kemarin? Kenapa dia bersama Yeo Ri?


Yeo Ri membawa Bom ke restoran. Mal Nyeon langsung memeluk Bom.

Mal Nyeon : Kau sudah membeli banyak pakaian indah, Nak?

Bom : Ya.

Yeo Ri : Ibu, aku harus pergi bekerja, jadi, kutinggalkan Bom di sini.

Mal Nyeon : Jangan khawatir. Pergilah bekerja. Ibu sudah memasukkan sikat gigi kalian ke lab DNA. Hasilnya akan keluar malam ini.

Yeo Ri : Baiklah. Akan kuberikan Kim Sook Mi hasilnya agar tidak terbantahkan.


Yeo Ri kemudian pamit pada Bom. Yeo Ri bilang, ia harus kerja dan minta Bom tetap di restoran bersama Ki Dong dan Mal Nyeon.

Bom memeluk Yeo Ri. Ia tak mau Yeo Ri pergi. Tangis Yeo Ri pun hampir pecah lagi. Yeo Ri lalu menatap Bom.

Yeo Ri : Bibi tidak akan pergi jauh darimu. Bibi akan kembali kepadamu sepulang kerja, ya? Maukah kau menunggu bibi?

Bom mengangguk.


Di kantor, Moo Yeol masih memikirkan Yeo Ri dan Bom yang dilihatnya di mall tadi.


Yeo Ri datang.

Moo Yeol : Kau pergi ke pasaraya tadi?

Yeo Ri kaget, apa?  Tidak. Aku terbaring di kasur karena tidak enak badan. Memangnya kenapa?

Moo Yeol : Lupakan saja.


Moo Yeol lalu keluar dan menghubungi Hae Joo. Saat itu, Hae Joo hendak pergi.

Hae Joo : Kelly? Memang ada kesalahan, tapi aku mengantarkannya ke bandara dengan aman. Dia seharusnya sudah berada di Inggris sekarang, bukan?

Moo Yeol : Apakah ibu Kelly menelepon atau semacamnya? Dia seharusnya menelepon bilang Kelly tiba di sana dengan aman dan berterima kasih kepada kita.

Hae Joo : Kau benar. Dia belum menelepon.


Ji Won keluar dan berdiri di depan Hae Joo. Ji Won sangat rapi. Seperti mau pergi.

Hae Joo : Aku yakin dia sibuk. Kenapa kau amat mengkhawatirkan Kelly?

Moo Yeol : Aku merasa kurang perhatian saat dia berada di sini. Aku senang dia pulang dengan aman. Sampai jumpa di rumah.


Moo Yeol lalu bertanya2, apa dia salah lihat?


Ji Won tanya, Hae Joo bicara dengan siapa.

Hae Joo : Moo Yeol. Dia menanyakan apa Kelly tiba dengan aman.

Ji Won sewot, kenapa orang yang sedang bekerja menanyakan Kelly?

Hae Joo : Ibu mulai lagi bersikap terlalu sensitif kepada Moo Yeol. Teman putrinya datang dari luar negeri dan pulang. Apa salahnya menanyakan apa dia tiba dengan selamat? Bagaimanapun, ibu Kelly agak tidak sopan. Bukankah dia seharusnya bilang Kelly tiba dengan aman? Haruskah aku meneleponnya?

Ji Won : Lupakan saja. Jangan menghamburkan energimu. Ibu yakin dia baik-baik saja. Jika ada yang tidak beres, dia tidak akan berhenti menelepon.

Hae Joo : Aku pergi bekerja dahulu.

Hae Joo pergi.


Ji Won bertanya2, apa yang harus ia lakukan.


Do Young kaget membaca artikel bahwa Blanc akan membeli Wid Fashion.


Moo Yeol masuk. Do Young langsung menghardiknya.

Do Young : Bagaimana bisa kau membiarkan ini terjadi! Kenapa ada artikel tentang penjualan padahal kontraknya saja belum ada! Bagaimana jika pemegang saham dan para pegawai kesal!

Moo Yeol : Aku tidak tahu. Kurasa mereka tidak punya pilihan selain mengakuinya karena para reporter tidak kenal lelah.

Do Young : Suruh mereka meneken minggu ini sebelum keadaannya bertambah buruk. Bilang kita mau menurunkan harganya.

Moo Yeol : Baik, Pak.


Di lokasinya, Do Chi juga kaget membaca berita itu. Tapi Jang Goo malah senang.

Jang Goo : Kau tahu Wid Fashion dijual ke Blanc? Beruntung sekali. Dutanya akan mengikuti perusahaan yang membelinya, bukan? Apakah itu artinya kau akan berubah dari model Korea menjadi model internasional?

Do Chi : Kita sudah selesai syuting, bukan? Aku pergi dahulu.

Do Chi langsung pergi. Jang Goo mengejar Do Chi.


Do Chi menemui Do Young.

Do Chi : Apakah artikelnya benar? Ada apa ini, Wid Fashion dibeli Blanc?

Do Young : Itu kebohongan yang disebarkan Blanc yang amat ingin membeli Wid Fashion.

Do Chi : Artikelnya terlalu mendetail untuk disebut kebohongan.

Do Young : Kau meragukanku? Orang tua kita membangun Wid Fashion dengan tangan kosong. Itu perusahaan terdepan Grup Wid. Walaupun tidak ikut campur masalah manajemen bisnis, kau tetap pemegang saham. Kau kira aku bisa membuat keputusan penting seperti ini sendiri tanpa membahasnya denganmu? Para reporter bisa membuat berita seperti ini tanpa dasar.


Do Chi : Jika kau memang menjual Wid Fashion,  aku tidak akan tinggal diam. Aku akan ikut campur dalam mengelola bisnis.

Do Young kaget diancam begitu.

Do Chi : Beri tahu para reporter bahwa kau tidak berniat menjualnya.

Do Young diam.

Do Chi, Hyung!

Do Young : Aku akan segera melakukannya. Sebelum itu, aku harus tahu dulu alasan mereka melakukannya


Di ruangannya, Moo Yeol senang.

Moo Yeol : Harga saham Grup Wid mencapai titik tertinggi tahun ini. Ini saatnya kita menjual saham kita. Suruh ibumu melakukan hal yang sama.

Yeo Ri : Baik. Aku bisa melihat tujuan kita.

Moo Yeol : Grup Wid tidak akan dikelola Pimpinan Koo melainkan kita mulai sekarang.


Yeo Ri lantas bicara dalam hatinya.

Yeo Ri : Nikmatilah selagi kau bisa. Itu akan membuat kejatuhannya makin menyakitkan.


Moo Yeol : Omong-omong, kau benar tidak pergi ke pasaraya pagi ini?

Yeo Ri : Kau tidak memercayaiku? Untuk apa aku berbohong? Aku akan mengakuinya jika memang melakukannya.

Moo Yeol : Benar. Aku harus bertemu dengan beberapa pegawai. Mereka pasti cemas karena Fashion Wid dijual. Aku harus menenangkan mereka.


Moo Yeol keluar, tapi sampai diluar, dia bertemu Ji Won.

Ji Won : Kenapa kau peduli kabar Kelly? Ibu dengar kau berbicara dengan Hae Joo. Kenapa kau penasaran...

Moo Yeol : Apakah ibu datang jauh-jauh kemari untuk memperdebatkan itu?

Ji Won : Jawab saja ibu!


Moo Yeol : Kelly itu teman putriku. Sudah wajar aku bertanya apa dia pulang dengan selamat. Tidak ada alasan bagi ibu untuk datang ke kantor dan mencerewetiku dengan tidak pantas seperti ini. Tolong jangan datang kemari untuk hal seperti ini lagi. Ini cukup menyinggung.

Moo Yeol pergi.

Ji Won kaget Moo Yeol mulai berani melawan. Tak lama, ia curiga sikap Moo Yeol berubah lantaran sudah mendapat saham Hae Joo.


Ji Won langsung menghubungi Hae Joo.

Hae Joo : Ada apa?

Ji Won : Kau memberikan sahammu kepada Moo Yeol?

Hae Joo : Itukah alasan ibu menelepon?

Ji Won : Ya atau tidak? Beri tahu ibu.

Hae Joo : Tidak. Puas? Ada pelanggan. Kututup teleponnya.


Ji Won bingung sendiri.

Ji Won : Ada apa ini? Jika bukan karena saham, kenapa dia bertingkah amat percaya diri dan arogan?


Ae Nok yang lagi membantu Oliver di Chaplin kaget saat bicara dengan Moo Yeol di telepon.

Ae Nok : Setidaknya 330 meter persegi? Baik. Mengerti, Moo Yeol.


Ae Nok menutup teleponnya. Oliver tanya ada apa.

Ae Nok : Pak Jang, putraku Moo Yeol menyuruhku mencarikan rumah tempat kami bisa tinggal bersama. Luasnya sekitar 300 meter persegi.

Oliver kaget, apa?

Ae Nok : Apakah aku bermimpi?

Ae Nok mencubit pipinya dan sakit.

Ae Nok : Dia menyuruhku menunggu... Memangnya dia menang lotre atau semacamnya?

Ae Nok kemudian senang.


Yeo Ri ke restoran. Begitu melihat Yeo Ri, Bom langsung memeluk Yeo Ri.

Yeo Ri : Kau bersenang-senang dengan nenek?

Mal Nyeon : Dia amat sering mengeluh ingin bertemu dengan Ma Ya. Ibu tidak tahu harus berbuat apa.


Yeo Ri menatap Bom.

Yeo Ri : Kau merindukan Ma Ya?

Bom : Ya. Aku mau bermain dengannya sampai ibu datang. Aku tidak akan bisa menemuinya jika sudah pulang ke Inggris.

Yeo Ri : Sungguh? Akan bibi tanyakan apa Ma Ya bisa kemari. Kembalilah menggambar.


Yeo Ri lalu bicara dengan Mal Nyeon.

Yeo Ri : Sudah saatnya Kim Sook Mi mendarat. Di mana ayah?

Mal Nyeon : Dia pergi mengambil hasil tes DNA. Bukti untuk mengirimkan Kim Sook Mi dan Ji Won ke neraka.

Yeo Ri : Aku akan pergi ke rumah Ji Won untuk menjemput Ma Ya. Aku tidak mau Bom cemas selagi kita mengonfrontasi Kim Sook Mi. Aku juga mau melihat keadaan untuk mengetahui apa Ji Won menyadarinya.


Yeo Ri tiba di kediaman Ji Won.

Yeo Ri : Hong Ji Won, jika kau sungguh memisahkanku dengan Bom, akan kusingkirkan kau untuk selamanya dari dunia ini.

Yeo Ri lalu bergegas memencet bel.


Ki Dong datang. Mal Nyeon langsung tanya hasilnya. Ki Dong bilang hasilnya positif, Bom putri kandung Yeo Ri.

Sontak, Mal Nyeon senang mendengarnya.


Ji Won sendiri berencana membungkam Kim Sook Mi dengan memberinya sekoper uang.


Yeo Ri masuk ke kediaman Ji Won. Bersamaan dengan itu, Mal Nyeon menelponnya.

Mal Nyeon : Ayahmu baru tiba seusai mengambil hasil tes. Bom itu putrimu.

Yeo Ri lega, aku sudah tahu, tapi tetap senang mendengarnya. Ibu, aku akan berbicara dengan Ma Ya dan segera ke sana.

Yeo Ri menutup teleponnya.


Yeo Ri : Baik. Bagaimana aku harus menghadapimu, Kim Sook Mi karena kau sudah menculik anakku? Serta Ji Won juga.


Ji Won keluar dari kamar dan terkejut melihat Yeo Ri. Saking kagetnya, ia sampai menjatuhkan koper uangnya.

Ji Won : Nona Yoon, ada apa kemari?

Yeo Ri menatap tajam Ji Won.


Bersambung....

No comments:

Post a Comment