Thursday, March 26, 2020

Unknown Woman Ep 45 Part 1

Sebelumnya...


Ma Ya terbangun saat mobil Do Chi tiba di bandara.

Do Chi terkejut melihat Ma Ya.

Ma Ya : Kakek Paman, dimana kita?


Moo Yeol berhasil menemukan alat perekam itu di tas Yeo Ri..

Moo Yeol senang, Son Yeo Ri, kau tamat sekarang.

Namun ia terkejut saat mendengar suara Yeo Ri.

Yeo Ri : Mengapa pintunya terbuka?

Yeo Ri masuk dan terkejut melihat Moo Yeol.

Yeo Ri : Kim Moo Yeol, kenapa kau....

Yeo Ri lalu melihat tangan Moo Yeol memegang alat perekam itu.

Yeo Ri : Kau disini untuk mencuri alat perekamku? Kembalikan!


Yeo Ri berusaha mengambil alat perekamnya tapi Moo Yeol mendorongnya dan kabur.

Ki Dong dan Mal Nyeon pulang. Mereka berjalan menuju apartemen mereka.

Mal Nyeon : Kita memasang selebaran untuk mencari Bom dan melamar acara TV yang menemukan anak-anak yang hilang, jadi mari kita tunggu.


Moo Yeol menabrak Ki Dong dan jatuh. Alat perekam itu terlempar dari tangannya.

Yeo Ri keluar, hentikan dia! Dia pencuri!

Ki Dong langsung menangkap Moo Yeol.

Ki Dong : Kau pikir kau bisa lari?


Tapi Moo Yeol berhasil kabur. Ia mendorong Ki Dong, lalu mengambil alat perekam itu dan bergegas lari.

Ki Dong, Mal Nyeon dan Yeo Ri mengejar Moo Yeol tapi gagal karena Moo Yeol keburu kabur dengan taksi.

Ki Dong : Apa yang dicuri tikus itu?

Yeo Ri : Perekam yang isinya kesepakatan yang dia buat dengan Blanc.

Mal Nyeon sewot, kau tikus kotor!

*Ngakak, dimana-mana yang namanya tikus ya kotor.


Di taksi, Moo Yeol kembali mendengarkan alat perekam itu.

Ia pun senang.

Moo Yeol : Son Yeo Ri, sekarang aku punya ini. Kau sudah selesai.


Ji Won dan Hae Joo baru pulang. Mereka masuk ke rumah bersama dua pria.

Ji Won : Pastikan Moo Yeol tidak mendekati Ga Ya. Jika dia mendekatinya dalam perjalanan ke atau dari sekolah, kau bisa menghajarnya.

Dua pria itu mengerti.

Ji Won : Tunggu di lantai atas kecuali aku memberi kalian perintah lain.


Dua pria itu ke atas. Bersamaan dengan itu, Ga Ya turun dan menanyakan Ma Ya pada ibu dan neneknya.

Hae Joo heran, bukankah dia kembali dari sekolah bersamamu?

Ga Ya : Dia melakukannya, tapi dia bilang dia harus pergi ke suatu tempat jadi aku masuk sendiri.

Hae Joo : Pergi ke mana?

Ji Won : Kemana dia bilang dia akan pergi?

Ga Ya : Aku tidak tahu Dia bilang dia akan memberitahuku ketika dia kembali. Dia belum kembali.


Ji Won : Apakah Seol membawanya lagi?

Hae Joo : Seol? Apa maksudmu?


Ponsel Hae Joo berdering. Telepon dari Do Chi.

Do Chi memberitahu Hae Joo bahwa Ma Ya ada bersamanya.

Hae Joo : Aku tidak bisa pergi ke sana. Aku lelah. Kau membawanya, jadi bawa dia kembali ketika kau pulang.

Hae Joo memutus panggilannya.


Ji Won : Ma Ya bersama Do Chi?

Hae Joo : Iya.

Ji Won : Tanpa aku?

Ji Won langsung tersenyum pada Ga Ya.

Ji Won : Kau bersama ibu dan nenek. Apakah kau ingin nenek membuatkanmu makanan ringan?


Do Chi menghela nafas, dia kesal Hae Joo tak mau menjemput Ma Ya.

Ma Ya :  Ibu tidak mau datang dan menjemputku?

Mendengar itu, Do Chi pun menghibur Ma Ya.

Do Chi : Tidak, tidak seperti itu. Kata ibu dia akan segera menjemputmu, tapi aku bilang padanya untuk tidak menjemputmu, supaya aku bisa menghabiskan lebih banyak waktu denganmu.

Ma Ya :  Pembohong.

Do Chi : Aku tidak berbohong.

Ma Ya : Aku tahu segalanya. Aku tahu ibu dan ayah bercerai. Aku suka ayah, tapi aku tidak bisa melihatnya lagi.


Mata Ma Ya mulai berkaca-kaca.

Ma Ya : Nenek terlalu menakutkan dan ibu dingin padaku sekarang. Aku ingin tinggal bersama ayah, tapi nenek

Mokdong bilang Gaya bisa, tapi aku tidak bisa. Semua orang hanya suka Gaya.

Do Chi :  Aku menyukaimu lebih dari siapa pun di seluruh dunia. Aku senang aku tidak punya saingan.


Mendengar itu, Ma Ya senang.

Ma Ya : Kau serius?


Do Chi : Ayo makan daging ini dan menjadi kuat. Bahkan jika tidak ada orang di pihak kita, mari kita bertahan di sana.

Do Chi lalu menyuapi Ma Ya. Ma Ya menerima suapan Do Chi dengan senang.


Ki Dong, Mal Nyeon dan Yeo Ri kembali ke rumah.

Ki Dong : Mereka mengatakan orang akan melakukan apa saja ketika mereka putus asa.

Mal Nyeon : Moo Yeol tikus itu, pasti sangat putus asa. Aku yakin dia akan menghancurkan rekaman itu dan mengancammu. Apa yang akan kau lakukan sekarang?

Ponsel Yeo Ri berbunyi.

"Ini Moo Yeol." ucap Yeo Ri, lalu menjawabnya.


Yeo Ri : Sekarang kau bahkan masuk ke rumah orang dan mencuri?

Moo Yeol : Siapa kau sampai berhak mengatakan itu? Kau membuatku gelap mata dan menikamku dari belakang. Tetap hidup bagaimanapun caranya adalah menang. Apakah kau tidak setuju?

Yeo Ri : Begitu? Kenapa kau menelpon?

Moo Yeol : Aku menuju ke rumah Hong Jiwon. Menurutmu mengapa?

Yeo Ri : Apa?

Moo Yeol : Apa yang akan terjadi jika dia mengetahui bahwa kau adalah Yeo Ri? Apakah kau tidak penasaran?

Yeo Ri marah, Kim Moo Yeol!

Moo Yeol : Jika kau tidak ingin dia mengetahuinya, bawakan aku bagian yang Mal Nyeon curi dariku dalam 30 menit. Jika kau bahkan terlambat satu detik, aku akan menceritakan semuanya pada Ji Won.


Moo Yeol tiba di kediaman Hae Joo.

Ga Ya berseru senang melihat ayahnya di layar intercom. Ia membukakan pintu.


Ji Won sewot dan langsung memanggil Hae Joo. Hae Joo turun.

Ji Won : Kim Moo Yeol kembali. Bawa Ga Ya ke atas. Kirim orang-orang itu ke bawah.

Hae Joo kesal, apa?


Hae Joo mengajak Ga Ya ke atas. Ga Ya tak mau karena ingin bertemu Moo Yeol.

Hae Joo lantas membawa Ga Ya ke atas.


Moo Yeol masuk. Ji Won langsung menyemprotnya karena berani datang lagi ke rumahnya.

Moo Yeol menyebut dirinya masih bagian keluarga Wid. Ia masih suami Hae Joo dan ayah anak-anak secara hukum.

Ji Won : Keluarga? Bagaimana kau bisa mengatakan itu? Apa kau tidak ingat apa yang kau lakukan pada Hae  Joo dan kami?

Moo Yeol : Tunggu 30 menit. Kau mungkin mendengar sesuatu yang besar. Sesuatu yang bahkan tidak bisa kau bayangkan.

Ji Won : Keluar!

Moo Yeol : Hanya 30 menit yang aku butuhkan.


Yeo Ri membuka laptopnya. Ki Dong tanya, apa yang akan Yeo Ri lakukan.

Ki Dong : Jika dia tahu kau Yeo Ri, dia akan melaporkanmu karena kau kabur dari penjara.

Yeo Ri : Jangan khawatir. Kim Moo Yeol tidak bisa memberitahunya.


Moo Yeol kini duduk bersama Ji Won dan Hae Joo. Dua pria itu berdiri di belakang Ji Won. Moo Yeol terus menatap ponselnya.

Moo Yeol : Son Yeo Ri,  kau tidak akan memberiku bagianku, apakah itu?

Moo Yeol bicara dalam hatinya.


Moo Yeol lalu menghubungi Yeo Ri.

Moo Yeol : Sudah 30 menit, tetapi kau belum datang.

Yeo Ri : Terus? Kau akan memberi tahu Ji Won siapa aku, apakah itu? Sungguh momen bersejarah. Aku ingin kau menyalakan speakermu agar semua orang bisa mendengar.

Moo Yeol : Begitukah? Jika itu permintaan terakhirmu, baiklah, akan kulakukan.


Moo Yeol menyalakan speakernya dan meletakkan ponselnya di meja.

Ji Won sewot, apa yang kalian berdua lakukan!

Yeo Ri : Aku mendengarmu. Sekarang kau juga harus mendengarkan.

Yeo Ri lalu mengetik tombol di laptopnya.


Terdengar lah suara Moo Yeol yang membuat kesepakatan dengan Blanc.

Moo Yeol kaget dan mau mematikan ponselnya tapi dihentikan Ji Won.

Hae Joo menatap tajam Moo Yeol.


Moo Yeol mematikan speakernya dan bicara dengan Yeo Ri.

Moo Yeol marah, apa yang kau lakukan! Kenapa kau masih memilikinya!

Yeo Ri : Cobalah untuk mencurinya lagi. Aku punya banyak salinan.

Yeo Ri lalu memutus panggilannya.


Ji Won marah, apakah ini berita besar yang kau miliki untukku! Bukti bahwa kau memanipulasi stok Wid?

Moo Yeol : Ibu, bukan itu.

Moo Yeol juga berusaha meyakinkan Hae Joo tapi Hae Joo tak mau mendengar.

Hae Joo :  Apa yang pernah aku lihat pada sampah sepertimu.

Hae Joo yang kesal, kembali ke atas.


Moo Yeol berusaha mengejar Hae Joo tapi ditahan dua pria suruhan Ji Won.

Moo Yeol teriak, Hae Joo! Aku mencintaimu! Ga Ya-ya! Ini ayah!

Ji Won : Seret dia keluar dari sini!

Moo Yeol : Ibu, aku juga ditipu. Apa kau tahu siapa dia. Dia...


Ji Won : Aku tidak ingin mendengar suaranya! Tutup mulutnya!

Dan benar saja, mulut Moo Yeol langsung ditutup pakai tangan oleh suruhan Ji Won.


Orang suruhan Ji Won melemparkannya ke jalanan.

Moo Yeol kesal, aaarghh!!


Di kamarnya,, Ae Nok menghubungi layanan pengawas keuangan.

Yeol Mae tampak serius menguping pembicaraan sang ibu.

Ae Nok : Kau melihat, aku punya banyak uang, yang aku pikir tersebar di semua tempat. Aku bertanya-tanya apakah aku punya uang di luar sana,  yang beristirahat di suatu tempat. Akun yang tidak aktif. Aku bertanya-tanya apakah aku punya akun yang tidak aktif. Iya. Pertanyaan gabungan dari akun yang tidak aktif? Iya. Aku melihat. Terima kasih.


Ae Nok lalu memberitahu Yeol Mae.

Ae Nok : Dia bilang aku bisa mengecek ponselku.

Ae Nok membuka layanan manajemen informasi akun untuk mencari akunnya.

Ae Nok : Aku punya satu.

Yeol Mae : Berapa banyak? Berapa banyak yang kau punya?

Ae Nok :  9 ...

Yeol Mae :  $ 9.000?


Yeol Mae langsung melompat girang.

Ia lalu mengajak ibunya pergi ke restoran karena mereka belum makan dua hari. Lalu setelah itu, menyewa rumah.


Ae Nok : 94 sen.

Yeol Mae : Apa?

Ae Nok : Aku bilang... aku punya 94 sen!


Sontak, Yeol Mae kesal.

Yeol Me : Aku akan pingsan karena kelaparan pada tingkat ini.

Yeol Mae lalu merengek, mengajak ibunya keluar.

Yeol Mae : Jika perlu kita memohon saja agar bisa makan sesuatu.


Diluar,, seorang pria tampak menggoda seorang wanita yang duduk dibalik jendela.

Merasa terganggu, wanita itu lantas menutup jendelanya.

Ae Nok dan Yeol Mae keluar dari kamar.

Yeol Mae : Aku sangat lapar.

Pria itu tersenyum melihat Yeol Mae dan Ae Nok.


Pria itu kemudian dengan sengaja menabrak Ae Nok.

"Aku bosan. Bermainlah denganku." ucapnya seraya mendekati Ae Nok.

Ae Nok sewot, apakah kau gila? Kami tidak bosan, jadi mainlah sendiri!

"Bukan kau wanita tua, tapi kau!" pria itu berusaha menarik Yeol Mae.

Ae Nok marah, lepaskan dia! Beraninya kau menyentuh putriku!

Tapi pria itu terus berusaha mendekati Yeol Mae.


Melihat itu, Ae Nok tak tinggal diam dan menggigit lengan pria itu. Pria itu sontak kesakitan.

Ae Nok lalu menyuruh Yeol Mae lari.

Yeol Mae pun lari.

Pria itu marah dan mendorong Ae Nok.


Tepat saat itu, Moo Yeol datang dan menghajar pria itu.

Ae Nok berusaha menghentikan Moo Yeol.

Ae Nok : Jika kau mendapat masalah sekarang, kau selesai. Aku akan mengurus semuanya di sini. Kau harus lari. Pergilah.

Moo Yeol : Ibu....

Ae Nok :  Pergilah. Sekarang!

Moo Yeol pergi.

Ae Nok menendang pria itu.


Ki Dong, Yeo Ri dan Mal Nyeon membicarakan Moo Yeol.

Ki Dong : Moo Yeol tidak bisa mengatakan apa-apa sekarang. Apakah kau memiliki dokumen yang aku gali dari Pengacara Kim?

Yeo Ri : Aku mempelajari apa yang kau berikan padaku dan perusahaan putranya tampaknya mencurigakan. Seharusnya subkontraktor, tapi aku pikir mereka sudah mendapatkan semua kontrak.

Ki Dong : Ada yang bau. Mari kita menggali perusahaan putranya itu. Mari kita lihat apa ada kesepakatan yang dia miliki dengan Pimpinan Goo.

Mal Nyeon : Aku akan mengambil brosur mencari Bom, jadi mari kita berkumpul kembali malam ini. Ayo pergi.

Ketiganya pergi.


Pengacara Kim ke ruangan Do Young. Sontak Do Young kaget Pengacara Kim mendatanginya. Do Young bilang, Pengacara Kim tidak boleh disana.

Do Young : Aku menyuruhmu cuti dan menghindari orang-orang.

Pengacara Kim : Seol terus menghubungiku. Dia ingin bertemu. Do Chi juga mencariku. Dia datang ke kantorku dan ke rumahku.

Do Young : menyembunyikan wasiatnya dengan baik, kan?

Pengacara Kim : Jangan khawatir. Kau istrimu dan aku adalah satu-satunya yang tahu tentang wasiat palsu itu.


Do Young : Apa maksudmu surat wasiat palsu? Jaga mulutmu.

Pengacara Kim : Maafkan aku.

Do Young : Bawakan aku surat wasiat itu.  Hancurkan di depanku.

Pengacara Kim : Aku tidak bisa melakukan itu. Jika aku hancurkan itu, tidak ada yang menghalangimu membalikkan punggungmu dariku. Aku menolak.

Do Young : Baik. Pindahlah ke negara lain. Aku akan mendukungmu.


Pengacara Kim menolak.

Pengacara Kim : Jika aku melakukannya pada usia ini, bagaimana aku akan bertahan? Apalagi saat istriku sakit.

Do Young : Aku bilang pergi ya pergi! Apa kau pikir aku tidak tahu berapa banyak uang perusahaan yang telah kau curi? Jika aku memberitahu pihak berwenang, kau akan menghabiskan tahun terakhirmu di penjara daripada di negara lain.

Pengacara Kim : Apa kau mengancamu? Jika ini yang kau lakukan, aku harus mempertimbangkan kembali posisiku. Jika kebenarannya terbuka, kau membuat surat wasiat palsu dan aku menggelapkan dana perusahaan, siapa yang akan menjadi lebih buruk?  Pikirkan baik-baik.


Mendengarnya, Do Young geram. Dia mau marah tapi kepala belakangnya tiba2 sakit.

Pengacara Kim : Aku akan mengambil cuti. Kau harus menghentikan Seol dan Do Chi menemukanku. Itu jalan terbaik untukmu.

Pengacara Kim pergi.


Ji Won minum seteguk air untuk mendinginkan kepalanya yang panas.

Ji Won : Yoon Seol, kau pasti telah memanipulasi Moo Yeol untuk mendapatkan saham dari Grup Wid.

Ji Won geram.


Tak lama,, ponselnya berbunyi.

Ji Won : Ya, yeobo?

Do Young : Kim Jae Goo baru saja mengancamku.

Ji Won : Dia mengancammu?

Do Young : Aku bertanya apakah dia akan mempertimbangkan pindah ke luar negeri karena aku merasa gugup soal Do Chi yang mulai mencari tahu. Dan dia berkata bahwa dia akan mengekspos kita untuk surat wasiat palsu. Katamu kau mengendalikannya.

Ji Won : Apa saja yang sudah kau lakukan? Di mana Kim Jae Goo sekarang?

Do Young : Aku membuatnya berlibur.


Ji Won : Baik. Jangan lakukan apa pun.

Do Young : Apa yang akan kau lakukan?

Ji Won : Aku harus membuat itu bekerja padanya.

Do Young :  Jika itu tidak berhasil, pastikan dia tidak memberi tahu siapa pun tentang surat wasiat itu. Apakah kau mengerti?

Ji Won : Baik.


Usai bicara dengan Do Young, Ji Won menghubungi Pengacara Kim.

Ji Won : Pengacara Kim, sudah lama. Dimana kau? Mari bertemu.


Ji Won langsung siap2.

Saat tengah merias diri, Ga Ya masuk.

Ji Won : Anak anjing kecilku. Kenapa kau terlihat sangat kesal?

Ga Ya : Nenek, mengapa kau memperlakukan ayah seperti itu?

Ji Won : Ayah melakukan sesuatu yang sangat buruk. Jika seseorang melakukan sesuatu yang buruk, mereka harus dihukum.

Ga Ya : Tidak bisakah kau memaafkannya?

Ji Won : Aku punya rencana, jadi aku harus keluar. Mari kita bicara ketika aku kembali.


Ji Won lantas berdiri.

Ga Ya : Nenek, kau tampak cantik.

Ga Ya lalu mengambil sebuah bros.

Ga Ya : Aku pikir ini adalah yang paling cantik. Kenapa kau tidak memakai ini?


Ji Won : Haruskah? Kau mengambilnya jadi aku akan memakainya.

Ji Won memakai bros yang diambilkan Ga Ya untuknya.


Do Chi mengantar Ma Ya pulang,, tapi Ma Ya tertidur pulas di kursi belakang.


Do Chi membangunkan Ma Ya, tapi Ma Ya tak kunjung bangun.

Lalu tiba2, Do Chi melihat 3 orang pria lari dari rumahnya menuju mobil. Tak lama, ia melihat Ji Won juga lari ke mobil.

Do Chi : Apa yang sedang terjadi? Mau kemana dia pergi dengan mereka?

Penasaran, Do Chi mengikuti Ji Won.


Ki Dong dan Yeo Ri mendatangi sebuah kantor.

Mereka bertanya pada salah satu pegawai.

Yeo Ri : Apakah aku bisa bertanya sesuatu padamu? Apakah ini Kim dan Lee Company?

"Tidak. Kami telah menggunakan kantor ini selama lebih dari 20 tahun."

"Bukankah CEOnya Kim Yeong Gyu?" tanya Ki Dong.

"CEO kami adalah orang Cina. Nama belakangnya adalah Wang."


Ki Dong dan Yeo Ri mengerti.

Ki Dong : Perusahaan tempat putra Kim Jae Goo bekerja sebagai CEO sebenarnya tidak ada.

Yeo Ri : Dia mendirikan perusahaan kertas untuk menggelapkan dana perusahaan dan mencuci uang.

Do Young dan Ji Won telah menutup mata.

Ki Dong : Aku akan memeriksa perusahaan lain yang tercantum dalam dokumen.

Yeo Ri : Tolong terus menggali.


Do Chi tiba di tempat Ji Won dan Pengacara Kim janjian bertemu.

Ma Ya terbangun..

Ma Ya : Apakah kita masih belum di rumah?


Do Chi lantas memberikan ponselnya ke Ma Ya.

Do Chi : Tetap di mobil. Aku perlu bertemu dengan seseorang. Aku akan segera kembali. Jangan kemana-mana. Tetaplah disini.

Ma Ya : Siapa yang akan paman temui?

Do Chi : Seorang pengacara dari perusahaan. Jangan kemana-mana, oke? Telpon ibu jika terjadi sesuatu.

Ma Ya mengerti.


Ji Won dan Pengacara Kim bicara di dalam.

Ji Won : Jika kau setuju pindah ke negara lain, kami akan memastikan kau menghabiskan sisa hidupmu dalam kemewahan. Tetapi jika kau terus menolak ...

Pengacara Kim : Kau mengancamku? Biarkan aku ulangi apa yang sudah aku katakan. Aku tidak akan meninggalkan negara ini. Kemana aku bisa pergi dengan istriku yang sakit?

Ji Won : Kami tahu kau tidak akan buka mulut kepada siapa pun tentang surat wasiat tapi apa itu yang terbaik?


Pengacara Kim kesal dan berdiri.

Pengacara Kim : Aku sudah selesai bicara.  Aku berencana untuk diam tentang surat wasiat palsu sampai aku mati, tapi caramu dan pimpinan bertindak, membuatku berubah pikiran.

Ji Won : Duduk! Beraninya kau bangun duluan? Apakah kau pikir kami tidak tahu kau pernah mencuri uang perusahaan untuk membuat dana politik?

Pengacara Kim : Sekarang, kau menunjukkan warna aslimu. Tetapi sekali lagi, kau dan suamimu berpura-pura membuat surat wasiat palsu dan mencuri perusahaan yang seharusnya milik Do Chi.

Pengacara Kim pergi.


Ji Won menghubungi orangnya.

Ji Won : Siap-siap.

Sepertinya Ji Won berencana menghabisi Pengacara Kim.


Setelah Pengacara Kim pergi, Ji Won juga pergi.

Do Chi melihat Ji Won.


Setelah Ji Won pergi, Do Chi memanggil Pengacara Kim.

Pengacara Kim kaget melihat Do Chi. Do Chi mengajak Pengacara Kim bicara.


Do Chi : Kau dekat dengan ibu. Dia selalu mempercayaimu dan bergantung padamu. Dia Dia menyuruhku pergi kepadamu jika sesuatu terjadi padaku. Tolong beritahu aku. Apa isi surat wasiat itu?


Pengacara Kim : Doryongnim, aku minta maaf. Saat ibumu meninggal, aku membuat surat wasiat palsu.

Do Chi : Surat wasiat ibuku? Yang mengatakan dia meninggalkan Wid Group ke Do Young?

Pengacara Kim : Almarhum ibumu memberikan Wid Group padamu, Doryongnim. Pimpinan Goo Do Young dan istrinya memintaku membuat surat wasiat palsu, mengatakan dia meninggalkan perusahaan kepada Pimpinan Goo, bukan kau.


Do Chi kaget dan marah.

Do Chi : Bagaimana dia bisa melakukan hal seperti itu?

Pengacara Kim : Aku punya yang asli. Pimpinan Goo menyuruhku untuk menghancurkannya, tapi aku menyimpannya untuk jaga-jaga. Aku akan memberikannya kepadamu  sebelum dia bisa melakukan apa saja. Ikut denganku.


Di mobil, Ma Ya melihat catatan panggilan Do Chi.

Ma Ya : Ini nomor Pyonosa Ajumma.

Ma Ya menghubungi Yeo Ri.

Yeo Ri sendiri sedang menyetir saat dapat panggilan dari ponsel Do Chi.

Yeo Ri : Halo?

Ma Ya : Pyonosa ajumma.

Yeo Ri : Siapa ... Maya?

Ma Ya : Iya.

Yeo Ri : Hai. Bagaimana kabarmu? Mengapa kau menelepon dari telepon kakek paman?

Ma Ya : Dia pergi menemui seseorang. Aku bermain dengan teleponnya sambil menunggu.

Yeo Ri : Begitu ya. Dia bertemu siapa?

Ma Ya : Beberapa pengacara dari perusahaan.


Yeo Ri : Pengacara dari perusahaan? Dimana kau?

Yeo Ri mengerti, sepertinya ia berniat menyusul Ma Ya.

Bersambung ke part 2...

No comments:

Post a Comment