Skip to main content

Unknown Woman Ep 45 Part 2

Sebelumnya...


Ae Nok dan Yeol Mae berakhir di kantor polisi.

Pria yang mencoba mengganggu mereka, duduk di depan tahanan dengan muka babak belur.

"Apa yang kau lihat? Dia mengatakan seorang pria memukulnya, tetapi kau mengatakan kau melakukannya.

Siapa yang harus aku percayai?" tanya polisi.

"Lihat. Pria itu mabuk di tengah hari. Apakah kau pikir dia mengatakan yang sebenarnya atau akankah aku, yang sadar, mengatakan yang sebenarnya?" jawab Ae Nok.

"Dia melecehkan kalian berdua?" tanya polisi.

"Iya." jawab Ae Nok.

"Iya. Dia meraih lenganku dan mengatakan dia ingin bermain denganku. Aku sangat takut." ucap Yeol Mae.

"Kalian berdua terlihat lebih menakutkan bagiku. Bagaimanapun, situasinya tidak begitu serius, jadi aku akan menunggu sampai walimu datang." jawab polisi.


Oliver datang dan tanya apa yang terjadi.

Ae Nok : Tikus itu mengganggu kami di sebuah motel, meskipun kami berperilaku baik.

Yeol Mae :  sangat takut.

Oliver : Apakah kau terluka?

Polisi : Pria itu adalah orang yang terluka. Mereka baik-baik saja. Ini pelanggaran kecil, jadi ... tanda tangani di sini dan bawa mereka.


Oliver membawa Ae Nok dan Yeol Mae ke Chaplin, ia juga memberi mereka makan.

Oliver : Sudah berapa lama sejak kalian makan?

Ae Nok : Kami belum memiliki beras dalam tiga hari.

Yeol Mae : Aku tidak pernah tahu betapa berharganya nasi.

Oliver : Makanlah. Aku akan membuatkan lebih banyak.

Ae Nok : Terima kasih. Terima kasih banyak, Oliver.


Yeol Mae: Ibu, kita sangat menyedihkan, bukan? Berapa lama kita harus hidup seperti ini?

Ae Nok : Kau benar. Berapa lama aku harus hidup seperti ini di usiaku? Kau bahkan belum menikah. Mo

Yeol-ah, kau sungguh sudah makan? Moo Yeol-ah!

Keduanya nangis, tapi sambil makan.


Moo Yeol sendiri masuk ke sebuah restoran.

"Aku melihat poster pekerjaan paruh waktu di depan pintumu." ucapnya pada pemilik restoran.

"Apakah kau cukup kuat?"

"Aku bisa melakukan apa saja."

"Pernahkah kau bekerja di restoran sebelumnya?"

"Tidak, tapi aku bisa belajar dengan cepat."

"Aku memasang poster itu beberapa waktu yang lalu, tapi bagaimanapun juga tidak dapat menemukan siapa pun, jadi aku akan memberimu kesempatan. Nyalakan arang."

"Terima kasih. Tapi, pak... katanya kau akan menyediakan kamar dan pondokan. Benarkah itu?"


Ma Ya turun dari mobil Do Chi dan bertanya-tanya kenapa Yeo Ri begitu lama.

Ma Ya lalu melihat Ji Won. Saat mau menghampiri Ji Won, ia melihat 3 orang pria datang dengan Ji Won.

Ji Won :  Bawa dia. Lakukan apapun yang diperlukan. Patahkan kakinya, patahkan lehernya, apa saja. Bawa saja dia padaku.

Sontak lah Ma Ya kaget mendengarnya.

3 pria itu pergi.


Ma Ya pun buru2 sembunyi dibalik mobil Do Chi.

Tepat saat Ma Ya pergi sembunyi, Ji Won menoleh ke arah Ma Ya. Untungnya, Ji Won tak sempat melihat Ma Ya.


Ji Won : Kim Jae Goo, beraninya kau mencoba mengkhianati kami. Aku  tidak akan membiarkan itu terjadi.


Do Chi dan Pengacara Kim berjalan menuju mobil, tapi 3 pria suruhan Ji Won mendatangi mereka dan meminta Pengacara Kim ikut dengan mereka. Do Chi maju, berusaha melindungi Pengacara Kim tap ia didorong salah seorang suruhan Ji Won dan dua lagi membawa Pengacara Kim.

Do Chi kemudian dipukuli suruhan Ji Won. Do Chi jatuh dan kesakitan. Suruhan Ji Won meninggalkannya begitu saja.

Do Chi melihat Pengacara Kim dibawa pergi.


Tak mau Pengacara Kim kenapa-napa, Do Chi yang kesakitan bergegas ke mobilnya.

Ma Ya yang sudah duduk di depan, berniat memberitahu Do Chi soal Ji Won dan orang2 itu tapi Do Chi memotong perkataannya dan menyuruhnya memakai sabuk pengaman.

Do Chi pun melajukan mobilnya.

Ji Won keluar dari persembunyiannya dan melihat mobil Do Chi pergi.


Do Chi mengikuti orang suruhan Ji Won yang membawa Pengacara Kim pergi.

Do Chi menyuruh Ma Ya pegangan.

Do Chi : Tutup matamu jika kau takut. Aku akan ngebut.

Ma Ya : Jangan khawatirkan aku.


Do Chi melihat jalan pintas. Ia pun memutuskan mengambil jalan itu untuk mengejar orang2nya Ji Won.


Ji Won juga sedang di jalan.

Ji Won : Kau kehilangan Dochi? Datanglah ke tempat pertemuan sekarang.


Do Chi lantas berhasil memblokir jalan orang2 Ji Won.

Do Chi menyuruh Ma Ya tetap di mobil.

Do Chi turun dari mobilnya.


Sementara itu, Yeo Ri tiba di kafe tempat Ji Won dan Pengacara Kim tadi janjian. Yeo Ri mencari Ma Ya.

Karena tidak menemukan Ma Ya, Yeo Ri menghubungi ponsel Do Chi.

Ma Ya menjawab dan memberitahu Yeo Ri ia dimana.


Do Chi sedang berurusan dengan orang2 Ji Won.

Do Chi : Kau tidak terluka, kan?

Pengacara Kim : Aku baik-baik saja.


Pengacara Kim mau turun, tapi ia langsung dipegang oleh orang2 Ji Won.

Orang2 Ji Won mau pergi, tapi dihalangi Do Chi. Tak mau melepaskan Pengacara Kim, mereka akhirnya menabrak Do Chi.

Ma Ya kaget melihat pamannya ditabrak.


Ma Ya lantas mau turun, melihat kondisi pamannya tapi tak jadi karena Ji Won keburu datang.

Ma Ya ingat saat Ji Won menurunkannya di pinggir jalan.

Lalu dia ingat saat Ji Won menyuruh org2 itu mematahkan kaki dan tangan seseorang.

Ma Ya salah paham, mengira Ji Won menyuruh org2 itu mencelakai Do Chi.


Ji Won berniat menghubungi 119, tapi karena tak mau disalahkan, Ji Won urung melakukannya.

Ji Won lalu berdiri. Saat itulah brosnya jatuh. Ji Won celingukan. Merasa keadaannya aman, ia pun berlari ke mobilnya dan melarikan diri.


Ki Dong dan Mal Nyeon menyebarkan brosus Bom di jalan.

Mal Nyeon : Bagaimana kita akan menemukan Bom seperti ini? Ini seperti mencari jarum di tumpukan jerami.

Ki Dong : Jangan khawatir. Aku menyewa paruh waktu untuk membagikan brosur ke seluruh Korea.

Mal Nyeon : Tunggu. Ada seseorang yang perlu melihat selebaran ini terlebih dahulu.

Ki Dong dan Mal Nyeo menempelkan brosur Bom di pagar Ji Won.

Mal Nyeon : Hong Ji Won akan cocok ketika dia melihat ini.


Ji Won tiba di kediamannya. Ia memberhentikan mobilnya sambil ngomel-ngomel di telepon pada orang2nya.

Ji Won : Tabrak lari? Bagaimana kau bisa menyakitinya? Baik. Aku mengerti. Ambil Pengacara Kim dan sembunyikan.


Ji Won turun dan kaget melihat brosur Bom di pagarnya. Tak mau keluarganya melihat itu, ia pun buru2 mencabut brosur itu.

Ji Won lalu marah.

Ji Won : Yoon Seol, beraninya kau memperparah aku?


Moo Yeol yang sedang membuah sampah, melihat brosur Bom berserakan di dekat tempat sampah.

Ia mengambil satu dan kaget melihatnya.

Moo Yeol : Ini Ma Ya. Kenapa Ma Ya, apa yang sedang terjadi?


Ma Ya turun dari mobil dan menangis melihat pamannya tidak bergerak.

Ma Ya lalu melihat bros Ji Won. Ia bergegas mengambilnya dan kembali ke mobil.


Bersamaan dengan itu, Yeo Ri datang. Yeo Ri kaget melihat Do Chi terkapar.

Yeo Ri panic dan berusaha membangunkan Do Chi.


Bersambung...

Comments

Popular posts from this blog

I Have a Lover Ep 50

Sebelumnya.... “Aku rasa aku jatuh cinta lagi padamu.” Ucap Jin Eon begitu Hae Gang menghampirinya. “Aku sudah tahu.” jawab Hae Gang. “Berikan tasmu.” Pinta Jin Eon. “Tidak mau, tas melambangkan harga diri seorang wanita.” Jawab Hae Gang. “Berikan padaku. Tas wanitaku melambangkan harga diriku.” ucap Jin Eon. Hae Gang pun tersenyum, lalu memberikan tas alias keranjangnya yang berisi peralatan mandi pada Jin Eon. Jin Eon kemudian menyuruh Hae Gang menggandeng lengannya. Hae Gang pun menggandeng lengan Jin Eon, dan selanjutnya keduanya beranjak pergi menuju sauna dengan senyum terkembang. “Kau akan memakai itu?” tanya Hae Gang saat melihat Jin Eon sedang memilih2 baju sauna. “Aku pernah memakainya dulu.” Jawab Jin Eon. “Tak bisa kubayangkan…” dan Hae Gang pun tersenyum geli, “… tapi entah bagaimana tampaknya akan lucu.” “Awas ya kalau kau jatuh cinta padaku.” Ucap Jin Eon.   Ajumma penjaga sauna kemudian memberitahu bahwa Jin Eon...

I Have a Lover Ep 29 Part 2

Sebelumnya... Seok sedang galau di kamar yang dulu ditempati Hae Gang. Tak lama kemudian, sang ayah datang. Seok mengaku bahwa mungkin dia harus keluar dari rumah untuk sementara waktu karena ia tidak bisa mengendalikan dirinya. “Berusaha melupakan dengan putus asa akan membuatmu bertambah putus asa. Tidak bisakah putus asamu berkurang sedikit?” tanya sang ayah. “Aku punya penyesalan. Aku menyesal dan itu membuatku gila. Aku seharusnya menikahinya saat kau menyuruhku tahun lalu. Maka dengan begitu, dia akan berada di sampingku selamanya. Setidaknya, aku bisa mengatakan padanya untuk tinggal, untuk memohon padanya untuk tinggal. Aku rasa aku tidak bisa melepaskannya. Aku rasa tidak bisa membiarkan itu terjadi. Aku rasa aku tidak akan pernah bisa melepaskannya.” Jawab Seok. “Hanya kau menahan seseorang, hanya karena kau menyukainya, itu hanya akan membuat tanganmu sakit.   Tanpa bisa merasakan kehangatan, kau akan berteriak kesakitan. Itu sebabnya cinta bertepuk sebelah ...

I Have a Lover Ep 17 Part 2

Sebelumnya <<< Hae Gang di rumah sakit, menunggui Moon Tae Joon yang sedang di operasi. Wajahnya tampak cemas. Tak lama kemudian, Jin Eon datang. Dua staf keamanan Jin Eon yang sudah duluan tiba di sana, langsung menemui Jin Eon begitu Jin Eon datang. "Bagaimana dengan Moon Tae Joon?" tanya Jin Eon. "Dia sedang di operasi." jawab salah satu staf keamanan Jin Eon. "Lalu Do Hae... ah, maksudku Nona Dokgo Yong Gi?" tanya Jin Eon. "Dia menunggu di depan ruang operasi." jawab staf keamanan itu lagi. "Kau sudah mendapatkan nomor platnya?" tanya Jin Eon. "Sudah." Staf keamanan Jin Eon pun memberikan nomor plat kendaraan yang menabrak Tae Joon pada Jin Eon. Jin Eon menatap nomor plat itu dengan wajah cemas. Ia lalu menyusul Hae Gang ke ruang operasi. Keluarga Moon Tae Joon menyalahkan Hae Gang atas kecelakaan yang menimpa Tae Joon. Kakak Tae Joon berkata, jika saja Tae Joon mendengarkannya untuk m...