Skip to main content

The Game : Towards Zero Ep 11 Part 2

Sebelumnya...


 Joon Young menemani Do Kyung menuju toilet.

Kang Jae dan Bong Soo mengejar mereka. Bong Soo bahkan mempercepat langkahnya, mendahului mereka dan bergegas ke toilet.

Kang Jae menyuruh Joon Young kembali ke dalam.


Do Kyung dan Joon Young saling menatap, sebelum akhirnya Do Kyung masuk ke toilet.


Woo Hyun masuk ke ruang interogasi dan mematikan kamera pengawas.


Ia lalu melihat foto Joon Young yang tengah ditatap Do Kyung.


Setelah itu, ia menukar cangkir minum Do Kyung dengan yang baru. Tak lupa, ia menandai cangkir bekas Do Kyung dengan membuat dua garis sebelum memasukkannya ke dalam plastik.


Woo Hyun lantas keluar dan bertemu Joon Young yang baru kembali.

Woo Hyun berusaha menyembunyikan kegugupannya di depan Joon Young dengan mengatakan bahwa Joon Young sudah melakukannya dengan baik.

Woo Hyun : Teruslah menyudutkannya.

Joon Young mengerti.


Di kamar mandi, Do Kyung kumur-kumur diawasi Kang Jae.


Do Kyung kemudian mematikan kran air, lalu menenangkan dirinya dan menatap cermin. Sorot matanya terlihat lelah. *Ya ampun, liat sorot matanya, rasanya sy pengen kasih dia pelukan. Kasihan dia.


Setelah selesai, Kang Jae membawa Do Kyung keluar.


Kang Jae dan Bong Soo membawa Do Kyung kembali ke ruang interogasi. Disana, Joon Young sudah menunggu.

Do Kyung terkejut melihat cangkirnya.


Lalu ia memeriksa cangkirnya dan tersenyum.

Setelah itu, ia minta secangkir air lagi pada Kang Jae.


Joon Young kembali menanyai Do Kyung. Joon Young tanya, apa Do Kyung pernah bertemu Jo Pil Doo.

Do Kyung : Tidak.

Joon Young : Kau sudah mengunjunginya?

Do Kyung : Untuk apa?

Joon Young : Jawab saja pertanyaanku.


Dong Woo muncul dan mengawasi mereka dari luar.


Do Kyung meletakkan kedua sikunya di atas meja. Lalu dia menggosok2 bibirnya dan menatap Joon Young dengan tatapan penasaran.

Do Kyung : Karena kau terus menanyakan hal itu, itu membuatku penasaran. Kau pasti menemukan bukti yang masuk akal saat aku bertemu Jo Pil Doo.


Joon Young terdiam.

Ponsel Joon Young kemudian berdering. SMS dari Soo Hyun.

Soo Hyun : Joon Young, aku punya hasil DNA-nya. Itu DNA Jo Pil Doo. Telepon aku saat kau menerima pesan ini.


Sontak Joon Young kaget dan langsung menatap Do Kyung. Do Kyung pun tersenyum.


Kang Jae masuk membawa sebotol air. Joon Young langsung berdiri dan pergi. Kang Jae dan Dong Woo keheranan melihat Joon Young tiba2 pergi.


Do Kyung tersenyum.

Kang Jae lantas menuangkan air ke cangkir Do Kyung.


Dan Do Kyung menatap foto itu.


Joon Young berjalan cepat ke mejanya sambil bicara dengan Soo Hyun.

Joon Young : Apa maksudmu? Bagaimana kau bisa menemukan DNA Jo Pil Doo di kuku jari Mi Jin?

Soo Hyun : Aku juga tidak mengerti, jadi, aku mengirim pesan. Saat Mi Jin dibunuh, kau bilang bersama Jo Pil Doo. Badan Forensik Nasional tidak tahu tentang informasi tahanan, jadi, aku mengurusnya sendiri. Tapi kami menemukan DNA-nya di peti Mi Jin dan tubuhnya.

Joon Young : Apa yang harus kita lakukan dengan ini?

Soo Hyun : Ada yang salah. Aku yakin buktinya pasti dipalsukan.


Kang Jae datang, memberitahu Joon Young bahwa jaksa menolak permintaan mereka. Joon Young kesal.


Dong Woo membuka borgol Do Kyung.

Do Kyung pun senang dan berdiri.

Dong Woo hanya bisa diam menatap Do Kyung. Do Kyung pergi.


Tae Pyeong menunggu Do Kyung diluar.

Begitu Do Kyung keluar, ia langsung mengajak Do Kyung bicara.


Do Kyung pun berbalik. Tae Pyeong mendekati Do Kyung.

Tae Pyeong : Jo Hyun Woo-ssi.

Do Kyung : Kematianku pasti sangat kuat hingga kau ingin melihatnya lagi.


Bersambung....

Comments

Popular posts from this blog

Ruby Ring Ep 93 Part 2

Sebelumnya... Dongpal dan Jihyeok yang berseragam militer, sedang menata restoran sesuai arahan Chorim. Tapi kemudian, Dongpal sebal karena Chorim menyuruh mereka menggeser meja kesana kemari. Chorim pun jadi sewot. "Kau ingin aku yang sedang hamil melakukan ini!" Jihyeok tertawa melihat perdebatan orang tuanya. Daepung lantas keluar dari dapur. Ia menghentikan pertengkaran itu dan mengaku, akan mengangkat meja itu sendirian. Tapi karena mejanya berat, Jihyeok dan Dongpal langsung membantu Daepung. Geum Hee tiba-tiba datang, mengejutkan Chorim. Geum Hee membawakan sebuket bunga untuk Chorim. "Kudengar kau hamil. Jadi kubawakan bunga ini. Bunga ini bagus untuk kehamilan. Kuharap anakmu secantik bunga ini." ucap Geum Hee. Daepung lantas mengajak Geum Hee pergi. "Jihyeok-ah, apa yang terjadi?" tanya Chorim. "Paman Daepung jatuh cinta. Dia ingin menikah jadi dia bekerja keras." jawab Jihyeok. Mendengar Geum Hee c...

I Have a Lover Ep 29 Part 2

Sebelumnya... Seok sedang galau di kamar yang dulu ditempati Hae Gang. Tak lama kemudian, sang ayah datang. Seok mengaku bahwa mungkin dia harus keluar dari rumah untuk sementara waktu karena ia tidak bisa mengendalikan dirinya. “Berusaha melupakan dengan putus asa akan membuatmu bertambah putus asa. Tidak bisakah putus asamu berkurang sedikit?” tanya sang ayah. “Aku punya penyesalan. Aku menyesal dan itu membuatku gila. Aku seharusnya menikahinya saat kau menyuruhku tahun lalu. Maka dengan begitu, dia akan berada di sampingku selamanya. Setidaknya, aku bisa mengatakan padanya untuk tinggal, untuk memohon padanya untuk tinggal. Aku rasa aku tidak bisa melepaskannya. Aku rasa tidak bisa membiarkan itu terjadi. Aku rasa aku tidak akan pernah bisa melepaskannya.” Jawab Seok. “Hanya kau menahan seseorang, hanya karena kau menyukainya, itu hanya akan membuat tanganmu sakit.   Tanpa bisa merasakan kehangatan, kau akan berteriak kesakitan. Itu sebabnya cinta bertepuk sebelah ...

I Have a Lover Ep 50

Sebelumnya.... “Aku rasa aku jatuh cinta lagi padamu.” Ucap Jin Eon begitu Hae Gang menghampirinya. “Aku sudah tahu.” jawab Hae Gang. “Berikan tasmu.” Pinta Jin Eon. “Tidak mau, tas melambangkan harga diri seorang wanita.” Jawab Hae Gang. “Berikan padaku. Tas wanitaku melambangkan harga diriku.” ucap Jin Eon. Hae Gang pun tersenyum, lalu memberikan tas alias keranjangnya yang berisi peralatan mandi pada Jin Eon. Jin Eon kemudian menyuruh Hae Gang menggandeng lengannya. Hae Gang pun menggandeng lengan Jin Eon, dan selanjutnya keduanya beranjak pergi menuju sauna dengan senyum terkembang. “Kau akan memakai itu?” tanya Hae Gang saat melihat Jin Eon sedang memilih2 baju sauna. “Aku pernah memakainya dulu.” Jawab Jin Eon. “Tak bisa kubayangkan…” dan Hae Gang pun tersenyum geli, “… tapi entah bagaimana tampaknya akan lucu.” “Awas ya kalau kau jatuh cinta padaku.” Ucap Jin Eon.   Ajumma penjaga sauna kemudian memberitahu bahwa Jin Eon...