The Game : Towards Zero Ep 20 Part 2

Sebelumnya...


Sementara itu, Joo Il yang baru tiba heran melihat Joon Young dan Tae Pyeong belum datang.

Kang Jae bilang, karena Tae Pyeong hanyalah konsultan maka Tae Pyeong tidak perlu datang setiap hari.

Sementara Joon Young, Dong Woo bilang dia mengambil cuti karena hari itu hari peringatan kematian sang ayah.


Kamera lalu menyorot tanggal 9 di kalender Joon Young.


Joon Young sedang menunggu kereta.

Tak lama, Do Kyung juga datang. Do Kyung lalu berdiri tak jauh dari Joon Young. Dia juga menunggu kereta.

Do Kyung menatap Joon Young tapi Joon Young tak melihat Do Kyung.


Kereta berhenti. Joon Young masuk duluan ke kereta.

Ketika Joon Young sudah duduk di kereta, Do Kyung berjalan melewati Joon Young dan masuk ke kereta.


Kereta mulai berjalan.

Sepanjang perjalanan, Joon Young menatap foto ayahnya di ponselnya.

Sementara Do Kyung menatap Joon Young dan teringat saat pertama kali dia bertemu Joon Young lagi setelah belasan tahun.

Terdengar narasi Do Kyung.

Do Kyung : Tahun ini adalah tahun terakhir aku bisa melihatmu seperti ini.

Flashback...


Do Kyung bersama rekannya mendatangi sebuah tempat. Do Kyung berjalan sambil menghubungi seseorang

sedang rekannya berjalan di belakangnya.

"Iya. Aku dari tim autopsi di NFS. Aku hampir sampai dirumah sakit." ucap Do Kyung.

Soo Hyun lalu keluar.

"Kau sudah datang?" tanya Soo Hyun.

Soo Hyun menjelaskan, bahwa mereka menerima laporan kebakaran pada jam 4.50 pagi dan korbannya seorang wanita berusia 35 tahun bernama Kim Hee Seong.

Saat tengah berbicara dengan Soo Hyun, Do Kyung melihat Joon Young. Ia pun terkejut.

Soo Hyun terus menjelaskan kronologinya pada rekan Do Kyung.

Soo Hyun : Kebakarannya sangat parah, jadi mayatnya sulit dikenali. Kami tidak bisa menaruh mayatnya terlalu lama di lokasi kejadian. Kami akan membawanya ke kamar mayat dulu.

Narasi Do Kyung kembali terdengar.

Do Kyung : Aku tidak tahu jika kita bertemu lagi.


Soo Hyun lalu pergi bersama Joon Young. Do Kyung terus menatap Joon Young.

Do Kyung : Aku tidak pernah berpikir jika kau akan menjadi polisi.


Setelah itu, Do Kyung dan Joon Young kembali bertemu di sebuah kedai makan.

Saat itu, Joon Young masuk ke kedai dan menghampiri teman-temannya yang sudah berkumpul disana.

Do Kyung yang kebetulan sedang makan disana, tertegun melihat Joon Young.

Do Kyung : Aku lega melihat bahwa kau baik-baik saja.


Do Kyung yang sedang tertidur di kursi goyangnya, terbangun.

Do Kyung : Melihatmu saja sudah cukup membuatku bahagia. Rasanya seolah-olah kau menghiburku. Rasanya kau menyuruhku untuk hidup, bukannya mati. Aku tidak bisa tidur tanpa obat tidur karena perasaan bersalah sudah membunuh temanku sendiri.


Do Kyung lalu berusaha tidur lagi setelah terbangun.

Do Kyung : ... tapi dihari aku melihatmu, aku merasa lega jadi mungkin itu sebabnya aku mulai bermimpi.


Do Kyung lalu siap-siap pergi bekerja. Tapi kemudian dia terdiam menatap ID cardnya.

Do Kyung : Aku penasaran jika aku menjalani hidupku sebagai Goo Do Kyung, aku akan baik-baik saja.


Do Kyung dan Joon Young bertemu lagi di depan ruang autopsi. Saat itu, Joon Young datang bersama Dong Woo dan Soo Hyun. Do Kyung melihat mereka sedang bicara dengan rekannya.

Do Kyung : Jika aku menghapus diriku sepenuhnya dan berdiri didepanmu sebagai Goo Do Kyung, bukankah aku bisa melihatmu lebih dekat?


Ketika Joon Young, Dong Woo dan Soo Hyun mulai berjalan melewatinya, Do Kyung pura2 membaca dokumennya. Saat Joon Young sudah berlalu melewatinya, Do Kyung berbalik menatap Joon Young.

Do Kyung : Aku mulai mendambakan mimpi itu tapi, bahkan mimpi itu berhenti karena masa lalu ayahku.


Do Kyung menemukan kotak merah berisi rambut 8 gadis yang dibunuh Hyung Soo di dalam lemari.


Lalu kemudian Hyung Soo datang dan melihat Do Kyung memegang kotaknya.

Do Kyung menatap Hyung Soo dengan tatapan marah.


Hyung Soo berlari ke arah Do Kyung. Dia menyerang Do

Kyung. Tapi Do Kyung berhasil membuatnya pingsan.

Flashback end...


Do Kyung : Aku seharusnya pura-pura tidak tahu walaupun aku tahu. Aku seharusnya menghindari momen itu. Aku menyesalinya dan aku terus menyesalinya. Jika saja aku merelakannnya saat itu, apa yang akan terjadi? Jika aku melakukannya, apakah aku akan berhenti membunuh orang lain?


Do Kyung berdiri. Dia ada di pemakaman.

Do Kyung : Aku bahagia bisa melihatmu.


Tiba2, dia mendengar suara Tae Pyeong.

Do Kyung menoleh dan melihat Tae Pyeong menghampiri Joon Young.

Joon Young : Bagaimana kau tahu aku ada disini?

Tae Pyeong : Aku mengetahuinya setelah melihat kalender di meja kerjamu. Kupikir nomornya terlihat tidak asing. Itu adalah hari peringatan kematian ayahmu. Apakah aku mengejutkanmu?

Joon Young : Kau harusnya bilang padaku. Kita bisa pergi bersama.

Tae Pyeong : Tidak apa-apa. Kita bisa kembali bersama ke Seoul.


Joon Young lalu melihat ada bunga di makam ayahnya.

Joon Young : Ada bunga lagi tahun ini. Kira-kira siapa dia? Sepertinya orang ini selalu berusaha untuk mengalahkanku.


Joon Young meletakkan bunganya dan mengenalkan Tae Pyeong pada ayahnya.

Tanpa mereka sadari, Do Kyung beranjak pergi.


Usai nyekar ke makam sang ayah, Joon Young dan Tae Pyeong pergi minum.

Joon Young : Aku tidak pernah memperkenalkan siapapun kepada ayahku. Aku selalu kesana sendirian. Jika dipikir-pikir, aku tidak pernah meminta bantuan siapapun. Karena aku melakukan semuanya sendirian, meminta bantuan orang lain terasa canggung tapi aku sangat membutuhkan bantuanmu, Tae Pyeong-ssi. Aku memohon padamu untuk membantuku menemukan Mi Jin. Aku harusnya membuat dia tetap aman sampai akhir.


Joon Young nangis.

Tae Pyeong : Itu bukan salahmu, Joon Young.

Joon Young : Tidak. Kupikir ini salahku. Jika ayahku tidak mati saat bertugas, hal ini tidak akan terjadi. Saat itu, waktu aku menunjukkan foto ibuku, aku sebenarnya ingin tahu bagaimana ayahku mati. Aku ingin mengetahuinya. Aku mendengar bagaimana ayahku mati, tapi aku tidak bisa mempercayainya. Aku tidak bisa mengerti walaupun sudah membaca dokumennya. Tapi... aku takut setelah kamu mengatakannya, itu akan membuatku semakin terluka. Itulah sebabnya aku tidak menunjukkannya padamu. Saat itulah aku sadar... bahwa sangat berat... untuk melihat kematian seseorang. Saat kau tiba-tiba terlihat muram, aku mulai penasaran... jika kau melihat sesuatu yang menyeramkan lagi tapi saat kau melihatku, kupikir kau hanya melihatku karena itu bagus tapi itu juga pasti menakutkan karena kau tidak bisa melihat kematianku. Pasti sangat menakutkan untuk tahu bahwa aku akan mati karenamu.


Tae Pyeong lantas mencium bibir Joon Young.

Setelah itu, ia minta Joon Young berhenti memikirkan hal menakutkan.


Sekarang, Tae Pyeong dan Joon Young sudah berada di kereta menuju pulang. Joon Young tertidur di bahu Tae Pyeong. Tae Pyeong menatap Joon Young sambil bertanya-tanya, kenapa ia diberi kemampuan melihat kematian seseorang dan kenapa pula ia tak bisa melihat kematian Joon Young dan kenapa ia harus bertemu lagi dengan Do Kyung.


Tae Pyeong lalu ingat saat Do Kyung bilang menginginkan Joon Young.

Lalu dia ingat nomor password pintu Do Kyung. 1109.

Flashback...


Tae Pyeong melihat Do Kyung pergi lewat pintu ruang bawah tanah.


Tae Pyeong mengikuti Do Kyung dan melihat Do Kyung duduk di kereta yang sama dengan Joon Young.


Tae Pyeong juga melihat Do Kyung meletakkan bunga di makam ayah Joon Young.

Flashback end...

Terdengar narasi Tae Pyeong.

Tae Pyeong : Sepertinya dia memiliki perasaan padamu. Aku ingin tahu kenapa dia mencoba untuk membunuhmu. Itulah satu-satunya cara aku bisa melindungimu. Aku menyadarinya setelah melihatnya. Walaupun kami sangat menginginkannya, walaupun kami mencoba yang terbaik, tidak ada jalan bagi kami berdua untuk bisa tetap hidup. Setelah melihatnya, aku sadar ini permainan yang hanya bisa kuakhiri setelah salah satu dari kami mati.


Tae Pyeong mengantarkan Joon Young pulang.

Joon Young : Sejauh mana kau akan mengikutiku?

Tae Pyeong : Aku akan berhenti disini.


Tae Pyeong lalu pergi tapi di depan rumah Joon Young, dia bertemu Do Kyung.

Do Kyung menatap Tae Pyeong penuh kebencian.

Do Kyung :  Jangan bermimpi dan berpikir kau bisa memiliki semuanya. Jika aku tidak bisa memilikinya, kau juga tidak bisa. Tidak akan pernah bisa.

Tae Pyeong : Kau orang yang harus berhenti berpikir bahwa kau  tahu semuanya. Aku pernah bertanya tentang apa yang kauinginkan, kan?Aku harus tahu alasan untuk membunuhmu... dan alasan kenapa aku harus mati.

"Akhirnya aku mengerti. Kau akan mati karena aku mencintaimu." batin Tae Pyeong.


Tae Pyeong mau pergi tapi Do Kyung yang penasaran dengan kata-katanya menghalanginya.

Do Kyung : Apa itu?

Tae Pyeong : Kau bilang kau membunuhnya untuk bisa tetap hidup, kan? Tapi aku membunuh untuk melindungi.

Bersambung....

0 Comments:

Post a Comment