Wonderful World Episode 5

 All Content From : MBC
Sinopsis Lengkap : Wonderful World
Sebelumnya : Wonderful World Episode 4
Selanjutnya : Wonderful World Episode 6

Soo Hyun berdiri di depan ABS dan menelpon Soo Ho. Sambil menuju mobilnya, Soo Ho menjawab telepon Soo Hyun. Soo Ho bilang rapatnya akan selesai lebih lama hari itu.

Soo Ho : Akan kutelepon segera setelah selesai.

Lah tapi kagak lama, Soo Hyun melihat kepergian Soo Ho.

Soo Hyun pun langsung menyetop taksi yang kebetulan lewat.


Soo Ho sendiri kagak sadar dirinya diikuti oleh Soo Hyun. Tak lama kemudian, Soo Hyun melihat mobil Soo Ho masuk ke Hotel Cinderia. Soo Hyun terus mengikuti Soo Ho dan melihat Soo Ho masuk ke dalam hotel. Soo Hyun pun turun dari taksi dan mengikuti Soo Ho. Soo Hyun sempat kehilangan jejak Soo Ho. Dia bingung Soo Ho ke kamar yang mana. Soo Hyun terus melangkah. Namun, pantulan Soo Ho di cermin yang ada di dekat pintu kamar hotel, menyita perhatian Soo Hyun.


Soo Ho sendiri berdiri di depan sebuah kamar tak jauh dari tempat Soo Hyun berdiri. Tak lama, seorang wanita membukakan pintu. Soo Hyun syok melihat wanita itu. Wanita itu adalah Hye Geum! Ibunya Hee Jae! Keduanya masuk ke dalam.


Perlahan-lahan, Soo Hyun yang syok mendekat ke arah kamar. Dia bersender di depan pintu kamar 702 sambil memikirkan kata2 Soo Ho kepadanya.

Soo Ho : Bahkan tak layak diingat. Itu tak berarti apa-apa. Aku hanya... Itu semua sudah berlalu.


Soo Hyun lantas melangkah gontai ke dalam lift. Kata2 Hye Geum terngiang di telinganya.

Hye Geum : Terima kasih telah mengajariku dan juga menjagaku. Aku berjanji akan membalas utang itu.


Soo Hyun keluar dari hotel. Sorot matanya kini memancarkan kemarahan. Dia teringat kata2 Soo Ho kepadanya.

Soo Ho : Aku tidak akan pernah mengecewakanmu lagi. Aku janji.


Soo Hyun juga ingat saat mereka baru saja tiba di rumah. Mereka membicarakan Hye Geum.

Soo Hyun : Hye Geum?

Soo Ho : Ya. Aku kebetulan bertemu dengannya di makam Gun Woo. Ternyata dia pergi mengunjungi Gun Woo dari waktu ke waktu. Aku sangat bersyukur.

Soo Hyun pun masuk ke dalam taksi.

Adegan beralih ke Sun Yool yang masih diikuti dua mobil. Sun Yool yang tahu diikuti, melajukan motornya dengan kencang. Kedua mobil terus mengikuti Sun Yool. Sun Yool membelokkan motornya. Satu mobil mengikutinya. Sun Yool terus melaju dengan kencang. Tiba-tiba saja, mobil yang satu muncul di depannya. Namun Sun Yool berhasil menghindar. Kedua mobil tak bisa mengikuti karena terhalang oleh kendaraan lain.


Soo Ho berdiri di depan jendela. Hye Geum kemudian datang membawakan minum. Dia meletakkan minuman Soo Ho di atas meja. Setelah itu dia duduk sambil memegang cangkir miliknya. Hye Geum menghela nafas.


Soo Hyun menyendiri di parkiran paling atas.


Soo Ho yang berhasil lolos dari kejaran penguntit, menghubungi seketaris Joon.

Soo Ho : Nomor 5-8-U-4-1-8-1 dan 1-8-BU-8-7-8-5. Ada penguntit hari ini.


Seketaris Joon mengerti dan bergegas mengontak seseorang lewat pesan.

Seketaris Joon : TOLONG LACAK 58U4181, 18BU8785


Soo Hyun meraih ponselnya dan mengirimkan pesan ke Soo Ho.

Soo Hyun : Aku tahu kau bersama siapa saat ini.


Sontak lah Soo Ho kaget membaca pesan Soo Hyun. Dia keluar kamar dan celingukan mencari seseorang. Hye Geum menyusul Soo Ho.

Hye Geum : Soo Ho-ssi, ada apa?

Soo Ho tak menjawab dan langsung pergi.


Setibanya di rumah, Soo Ho langsung mencari Soo Hyun. Tapi dia tak bisa temukan Soo Hyun. Soo Ho lantas menghubungi Soo Hyun. Namun tak dijawab.

Soo Hyun sendiri masih di parkiran atap. Setelah berpikir, dia pun beranjak pergi dengan mobilnya.


Soo Hyun akhirnya tiba di depan rumahnya. Dia turun dari mobil dan melihat mobil Soo Ho, serta mobil Hye Geum secara bergantian. Tak lama kemudian, Soo Hyun pun mendatangi rumah Hye Geum.

Hye Geum sendiri menelan ludahnya melihat Soo Hyun di layar intercom.


Sekarang, Soo Hyun sudah berhadapan dengan Hye Geum.

Hye Geum : Apa yang membuatmu datang selarut ini?

Soo Hyun : Di mana Hee Jae?

Hye Geum : Dia sedang tidur.

Soo Hyun : Kenapa kau di hotel dengan suamiku?

Sontak lah Hye Geum kaget dengan pertanyaan Soo Hyun.

Soo Hyun lalu menunjukkan foto Soo Ho mencium wanita lain.

Soo Hyun : Mungkinkah ini kau?

Hye Geum minta maaf. Dia bilang itu terjadi saat Soo Hyun tidak ada.

Hye Geum : Kami bertemu di makam Gun Woo beberapa kali dan aku sedih setiap kali melihatnya. Aku seharusnya berhenti setelah menghiburnya saja.

Soo Hyun : Jawab saja pertanyaanku. Apa kau yang mengirimiku ini?

Hye Geum : Bukan, aku bersumpah. Kami hanya bertemu hari ini karena dia mau menanyakan itu. Maaf aku menyakitimu.


Setelah mendengar itu, Soo Hyun mau beranjak. Namun Hye Geum memanggilnya. Soo Hyun yang marah, melarang Hye Geum memanggil namanya lagi.


Soo Ho masih menunggu Soo Hyun. Tak lama Soo Hyun pulang. Soo Ho memanggil Soo Hyun. Tapi Soo Hyun cuek dan langsung ke atas. Soo Ho mengejar Soo Hyun. Soo Hyun mau pergi membawa tas besar. Soo Ho menghentikan Soo Hyun.

Soo Ho : Kita perlu bicara. Kumohon. Maafkan aku. Aku tidak jujur kepadamu sebelumnya. Semua sudah berakhir. Aku takut hal ini akan terjadi kepadamu.

Soo Hyun : Tidak harus dia. Tak peduli sebesar apa penghiburan yang kau butuhkan. Jangan dia.

Soo Ho : Soo Hyun-ah.

Soo Hyun : Aku bisa mengalah seratus kali. Apa yang bisa kulakukan? Aku tidak ada. Tapi kenapa ibuku harus melihat foto itu?

Soo Ho kaget mendengar itu.

Soo Ho : Itu dikirim ke ibumu?


Soo Ho lantas minta maaf pada Soo Hyun.

Soo Ho : Tapi aku yakin seseorang sengaja melakukan ini untuk mencemarkanku. Akan kucari tahu pengirimnya dan menyelesaikan masalah ini. Bisakah kau memberiku waktu? Kumohon?

Soo Hyun : Aku akan tinggal di rumah ibuku untuk sementara. Aku ingin berada di sisinya. Aku yakin dia juga kaget.

Soo Hyun pergi.

Soo Ho pusing dan juga kesal, bajingan macam apa yang lakukan ini?


Para capres tengah berkumpul di kedai biasa.

Joon : Menghabiskan sepanjang hari mendaki gunung dan berkeringat bersama seperti ini. Rasanya kita satu tim sekarang.

Anggota Kongres Choi : Itulah maksudku. Mari bersulang untuk kapten kita yang mengarungi laut bernama "Korea". Angkat gelasmu.

Joon : Aku, Kim Joon, akan berusaha sebisaku dalam bernavigasi. Sekarang, untuk partai dan negara kita.

Mereka bersulang.


Setelah itu, Anggota Kongres Choi pamit ke toilet.

Sekeluar dari toilet, dia dikejutkan dengan seketaris Joon yang mencegatnya.

Anggota Kongres Choi : Kau mengejutkanku. Kenapa kau di depan toilet pria?

Seketaris Joon : Kenapa kau mengikuti kami?

Anggota Kongres Choi : Apa?

Seketaris Joon : Nomor 5-8-U-4-1-8-1. Nomor 1-8-BU-8-7-8-5.

Anggota Kongres Choi : Apa yang kau bicarakan?

Seketaris Joon lalu menunjukkan foto Anggota Kongres Choi yang tengah bersenang2 dengan para wanita.

Melihat itu, Anggota Kongres Choi kesal.

Seketaris Joon mengancam, jika kutekan tombolnya, foto ini akan tersebar di seluruh media. Jika kau mengganggu kami lagi, kau akan terluka.


Sun Yool baru saja tiba di depan rumahnya. Dia melepas helm nya dan turun dari motornya. Namun, dia menatap sejenak ke langit. Di papan tulis di dekatnya, ada tulisan, "lihat bintang lagi saat kau merasa sakit". Sun Yool lantas duduk di depan papan tulis dan menatap bintang di langit.


Tak lama kemudian, Sun Yool masuk ke dalam dan langsung membuka kulkas. Dia mencari bir. Karena gak ada bir, dia akhirnya minum air putih saja. Sambil minum, pandangan Sun Yool mengarah ke diari Nyonya Jang di atas meja. Sun Yool terdiam dan teringat Soo Hyun.

Soo Hyun : Jika kau kecewa setelah membaca ini, hubungi aku.

Sun Yool : Aku tahu sedikit soal foto. Kau bisa menghubungiku jika butuh bantuan.

Sun Yool lantas menatap sebuah foto. Tak lama, dia melemparkan foto itu ke atas diari Nyonya Jang dan beranjak ke atas. Itu adalah foto anak Ji Woong.


Nyonya Oh mengupaskan buah untuk Soo Hyun.

Nyonya Oh : Makanlah.

Soo Hyun menatap ibunya, eomma.

Nyonya Oh : Apa kau ingin tinggal di sini beberapa hari?

Soo Hyun : Ya.

Soo Hyun lantas melarang ibunya khawatir. Dia bilang dia akan mencari tahu siapa yang mengirimkan foto perselingkuhan Soo Ho kepada mereka.

Nyonya Oh : Jangan sampai kita terguncang karena ini. Apa yang akan kau lakukan setelah tahu pengirimnya? Jangan terlibat dalam hal itu. Apa gunanya jika kau terluka? Itu yang mereka inginkan. Ibu tidak akan memikirkannya, jadi, kau juga jangan memikirkannya. Di saat seperti ini, kita harus makan teratur dan tidur nyenyak juga. Kau hanya perlu menjernihkan pikiran dan menjalani hidupmu. Itu bukan apa-apa, Soo Hyun-ah. Itu bukan masalah besar.


Namun Soo Hyun tetap saja gelisah. Dia mondar mandir di kamarnya. Tak lama, dia mengambil foto itu dari tasnya. Lalu merobeknya.

Soo Ho termenung di dalam mobilnya, memikirkan kata2 Soo Hyun tentang foto perselingkuhannya yang juga sampai ke tangan Nyonya Oh. Tak lama kemudian, Soo Ho turun dari mobil dan masuk ke dalam bangunan di depannya.


Soo Ho ke toko emas. Di dinding toko emas dipajang beberapa sertifikat penghargaan serta artikel berjudul, 'Detektif Lee Yang Gigih Menangkap Pembunuh Berantai'. Dan artikel itu ditulis oleh Soo Ho. Ada juga foto Detektif Lee bersama Soo Ho.

Detektif Lee sendiri tengah sibuk memeriksa emas begitu Soo Ho datang.

Detektif Lee : Tidak ada keausan pada mahkota. Tidak ada karat. Cincin tahan air hanya perlu diganti.


Soo Ho tersenyum dan mendekati Detektif Lee.

Soo Ho : Seolah kau pemilik tempat ini sekarang, Detektif Lee.

Detektif Lee : Detektif apanya. Aku sudah lama dipecat. Kau sepertinya membutuhkan sesuatu.

Soo Ho memberikan sebuah flashdisk ke Detektif Lee.

Soo Ho : Aku harus cari seseorang. Foto aneh dikirimkan kepada Soo Hyun baru-baru ini. Cari tahu siapa pengirimnya.


Detektif Lee minta foto itu. Terpaksalah Soo Ho memberikannya. Detektif Lee terkejut melihat foto itu dan langsung menatap Soo Ho.

Soo Ho : Jangan melihatku seperti itu. Itu semua sudah berlalu.

Detektif Lee : Berarti mereka mengawasimu dari dulu. Mungkinkah Kim Joon? Dia alasan kita dipecat.

Soo Ho : Sebaiknya kita cari tahu. Aku tak bisa memercayai siapa pun. Kecuali kau.

Soo Ho yang baru keluar dari lift kantornya, dihubungi direkturnya.

Dia pun kaget, ya pak? Siapa?


Ternyata ada Joon di ruangan direktur. Soo Ho datang. Joon sok ramah pada Soo Ho. Direktur bilang, Joon langsung datang mencari Soo Ho setelah makan siang. Joon menatap Soo Ho dengan tatapan mengancam.

Joon : Aku menonton segmenmu. Kau dan istrimu tampak masih akur.

Direktur : Reaksi penonton sangat positif. Kau harus muncul sebagai tamu lain kali di segmen beritanya.

Joon : Sebenarnya... Aku yakin akan ada kesempatan.


Soo Ho lalu mengantarkan Joon ke lift.

Soo Ho : Istriku menerima hadiah anonim baru-baru ini. Apakah kau yang mengirimkannya?

Joon : Melihatmu mengira aku pengirimnya, harganya pasti sangat mahal.

Soo Ho : Aku tak bertanya untuk mendengar jawabanmu. Baik kau mengirimkannya atau tidak, jika kau dalangnya, kau harus membayar harga yang lebih besar.


Lift terbuka. Joon dan seketarisnya masuk ke dalam.

Bersamaan dengan menutupnya pintu lift, Soo Ho dan Joon saling bertatapan dengan tajam.


Bersama seketarisnya, Joon masuk ke mobilnya.

Joon : Kang Soo Ho. Menarik sekali. Awasi dia.

Seketaris : Baik, Pak.


Soo Hyun menemani ibunya belanja di pasar.

Setelah itu, dia membantu ibunya di kedai.

Malamnya setelah kedai tutup, mereka pulang bersama.


Besoknya, Soo Hyun membersihkan rumah. Dia menyapu lantai, juga membuang sampah di kamar mandi.

Saat mau membuang sampah di kamarnya, dia terdiam menatap sobekan foto perselingkuhan Soo Ho di tempat sampah. Soo Hyun pun termenung dan bertanya-tanya siapa pengirim foto itu dan kenapa.

Soo Hyun memeriksa ponselnya. Ada pesan dari Sun Yool yang mengajak ketemuan di Pusat Perawatan Solgang jam dua siang. Soo Hyun mau bilang kalau dia agak sibuk tapi dia urung mengatakannya dan jadi bertanya Sun Yool dimana.


Sun Yool yang baru selesai bersih-bersih, terkejut Soo Hyun datang.

Mereka kemudian duduk di dalam bis. Soo Hyun membawakan Sun Yool makanan.

Sun Yool : Kau pasti punya banyak waktu luang sehingga bisa datang kemari.

Soo Hyun : Kau sibuk. Setidaknya ini yang bisa kulakukan. Ini. Makanlah.

Sun Yool mulai makan.

Soo Hyun : Kau sudah lama bekerja di sini?

Sun Yool : Aku kenal pemilik tempat ini.

Soo Hyun : Apa bayarannya sepadan?

Sun Yool : Sebenarnya aku suka di sini karena ini tempat semuanya berakhir. Bagaimana denganmu? Apa kau tidak bekerja?

Soo Hyun : Bekerja? Entahlah. Seperti apa rasanya ingin melakukan sesuatu? Aku tidak begitu ingat.

Sun Yool terdiam menatap Soo Hyun.

Soo Hyun : Apa kau tidak punya kerabat lain?

Sun Yool : Tidak ada yang bisa kusebut keluarga.

Soo Hyun : Lalu bagaimana dengan makananmu?


Sun Yool menunjukkan stok ramen nya di belakang mereka.

Soo Hyun terkejut melihat itu, lalu menatap Sun Yool.

Sun Yool mnatap Soo Hyun.

Sun Yool : Kenapa? Apa kau kasihan denganku?

Soo Hyun : Tidak. Kau bisa makan banyak ramyun di usiamu. Aku juga makan banyak saat seusiamu. Tapi hubungi aku jika kau bosan makan itu.


Usai makan, Soo Hyun duduk di depan bis. Sun Yool datang membawa dua cangkir minuman.

Soo Hyun : Kenapa kau sering terluka? Kau juga terluka saat kali terakhir bertemu. Kenapa kau memiliki banyak luka?


Ternyata Soo Hyun melihat ada luka di tangan Sun Yool.

Sambil menatap Soo Hyun, Sun Yool tanya luka seperti apa.

Sun Yool menatap luka di tangannya.

Sun Yool : Yang ini karena kerja paruh waktu lain selain ini.

Soo Hyun : Jadi, pekerjaan itu berbahaya.

Sun Yool : Itu yang bayarannya paling besar. Bagaimana menurutmu aku menjalani hidupku?

Soo Hyun : Uang itu penting, tapi cobalah menghindari pekerjaan berbahaya. Apa kau tidak merasa sakit?


Sun Yool melihat bekas luka di tangan Soo Hyun.

Sun Yool : Itu karena apa?


Soo Hyun pun langsung menutupi lukanya.

Soo Hyun : Hanya luka biasa.

Sun Yool : Apakah sakit?


Soo Hyun : Tidak. Hal seperti ini tidak sakit sama sekali.

Soo Hyun mengatakannya dengan sorot mata pedih.

Sun Yool : Aku juga sama. Hal seperti ini tidak sakit sama sekali.

Sun Yool mengatakannya sambil menatap Soo Hyun dengan sorot mata yang sama.


Soo Hyun sudah mau pergi. Sun Yool tanya apa Soo Hyun udah tahu soal foto itu.

Sun Yool : Mereka mengambil foto itu dengan kamera film, bukan digital. Pelakunya bukan detektif swasta.

Soo Hyun : Bagaimana kau tahu hanya dengan melihat foto itu?

Sun Yool : Aku banyak melakukan pekerjaan sampingan. Aku juga bertugas mencari orang. Apa kau mau aku mencari tahu?


Soo Hyun tak menjawab dan memberikan Sun Yool obat.

Soo Hyun : Meski tidak sakit, jangan terluka lagi. Jaga dirimu.


Soo Hyun beranjak pergi.

Bersamaan dengan itu, Soo Jin datang dan papasan dengan Soo Hyun. Soo Jin menatap Soo Hyun sejenak, sebelum akhirnya dia berlari ke arah Sun Yool.


Soo Jin : Hei, Soon Yul! Wanita itu!

Sun Yool : Kau sudah makan? Ada kotak makan siang di sana.

Soo Jin : Apa wanita itu yang membawanya?

Sun Yool : Ya.

Soo Jin : Apa? Dia benar-benar bersikap seperti walimu.

Sun Yool : Apa kau sudah memeriksanya?

Soo Jin : Apa? Benar juga.


Soo Jin pun membuka tasnya, kau berutang banyak padaku untuk ini. Aku membawakan hal besar.

Lalu Soo Jin menyerahkan sebuah amplop ke Sun Yool.


Soo Jin : Aku memeriksa rekaman keamanan di tempat judi ilegal dan menemukannya. Apakah ini dia?

Soo Jin menunjukkan foto anak Ji Woong di ponselnya.


Sun Yool : Kerja bagus.

Soo Jin : Hei. Kau bisa apa tanpaku?

Sun Yool : Tanpamu? Aku akan tetap hidup tanpamu.

Soo Jin : Hei! Teganya kau mengatakan itu? Tidak. Tidak akan kubiarkan hari ini.


Soo Jin tiba2 memegang tubuh Sun Yool.

Soo Jin : Bayar kembali dengan tubuhmu hari ini.

Sun Yool menatap heran Soo Jin, kenapa denganmu?


Ternyata Soo Jin cuma pengen diajak motoran doang.

Soo Jin kelihatan bahagia dibonceng Sun Yool.

Sun Yool : Apa kau sangat menyukainya?

Soo Jin : Jantungku bisa meledak! Aku menyukainya! Hei, bisa kau rasakan jantungku berdebar kencang?

Sun Yool nya keingatan kata2 Soo Hyun tadi.

Soo Hyun : Meski tidak sakit, jangan terluka lagi. Jaga dirimu.

Sekarang, Soo Hyun tengah melihat link dibalik foto perselingkuhan Soo Ho yang sudah di-lem nya kembali. Dia ingat tidak ada tulisan apa-apa di foto pertama, foto yang dikirimkan padanya. Tapi di foto yang diterima ibunya, ada link.


Soo Hyun pun langsung memeriksa link tersebut. Ternyata itu link berita kecelakaan seorang wanita. Seorang wanita kritis setelah ditabrak truk karena menyebrang sembarangan.

Soo Hyun pun bertanya2 apa kaitan foto perselingkuhan Soo Ho dengan berita itu.

Lantas dia melihat nama wartawan yang menulis berita itu. Wartawan Jeong Jin Hee.


Soo Hyun pun langsung membuat panggilan. Dia menghubungi media yang merilis artikel itu.

Soo Hyun : Apakah kau bisa memberitahuku di mana dia bekerja sekarang?

Setelah itu dia membuat panggilan lain.

Soo Hyun : Aku orang yang mengajukan pertanyaan. Aku Eun Soo Hyun. Apa ada wartawan bernama Jeong Jin Hee di departemen kebudayaan?


Soo Hyun lantas mengirimkan surel ke wartawan tersebut.

Soo Hyun : Halo, Wartawan Jeong Jin Hee. Aku menulis surel kepadamu karena ingin bertanya tentang artikel yang kau tulis tahun 2017. Tolong balas surelku setelah melihatnya. Dari Eun Soo Hyun.

Surel terkirim.


Setelah surel terkirim, ponsel Soo Hyun berbunyi.Telepon dari Nyonya Jung.

Soo Hyun : Ya, ibu?


Nyonya Jung membelanjakan ini-itu untuk Soo Hyun.

Setelah itu, dia mengajak Soo Hyun ngopi. Soo Hyun nya merasa tak nyaman.

Nyonya Jung : Kopi hari ini enak. Minumlah.

Dua orang wanita mendekati mereka.

"Bukankah kau Eun Soo Hyun? Aku menonton segmenmu. Kalian berdua tampak serasi bersama."

Soo Hyun yang tak nyaman, hanya mengangguk saja.

Nyonya Jung yang tersenyum.

Nyonya Jung : Terima kasih. Dia menantuku.

Wanita itu langsung berseru kalau mereka fans garis keras Soo Ho.

Nyonya Jung : Kuharap kau bisa mendukung menantuku juga.

Kedua wanita itu lalu mengaku pada Soo Hyun kalau mereka juga mendukung Soo Hyun. Setelah itu mereka pergi.

Soo Hyun makin tak nyaman.


Nyonya Jung : Jadi, kau tinggal di rumah ibumu. Orang-orang di perkumpulan pedagang ibumu sungguh cepat. Kabar angin telah menyebar kepadaku. Kabar angin bisa menakutkan. Itu bisa sangat berkembang. Bagaimana jika rumor menyebar bahwa kalian berdua sedang bermasalah? Apa yang akan terjadi pada citra Soo Ho? Dia bilang kalian berdua akan berusaha di hadapan seluruh negeri. Dia membuat janji itu. Kau memutuskan untuk menanggung dan menahannya. Setidaknya berpura-puralah bertanggung jawab. Haruskah kau memaksaku terlibat dan berpura-pura hubungan kita baik? Aku tidak akan bertanya kenapa kau berada di rumah ibumu. Namun, kecerobohanmu harus berhenti di sini. Soo Hyun-ah, kendalikan ekspresimu.

Soo Hyun pun merasa tertekan mendengar kata2 pedas Nyonya Jung.

Nyonya Oh mengirimkan pesan pada Soo Hyun. Dia bilang, dia makan malam dengan orang-orang dari perkumpulan pedagang dan akan pulang larut malam.

Nyonya Oh : Gunakan waktu ini untuk istirahat, Putriku.

Kenyataannya Nyonya Oh mengupas bawang sendirian di kedai.


Soo Hyun yang baru pulang, membaca pesan dari ibunya.

Beberapa saat kemudian, tangisnya pun pecah.


Tiba-tiba Yoo Ri datang. Soo Hyun langsung menghapus tangisnya. Melihat Soo Hyun nangis, Yoo Ri pun tanya ada apa. Soo Hyun tak mau cerita. Dia bilang dia baik-baik saja. Yoo Ri memaksa Soo Hyun agar cerita. Tapi Soo Hyun tetap mengaku baik-baik saja.


Soo Ho yang baru pulang, melihat Yoo Ri berdiri di depan kediamannya. Yoo Ri pun langsung memarahi Soo Ho begitu Soo Ho turun. Dia bilang Soo Hyun menangis.

Yoo Ri : Kau bilang akan menjalani hidup yang baik. Kau berjanji di depan orang-orang. Wanita di seberang? Kau tahu itu salah. Apa yang kau pikirkan? Maka kau seharusnya tidak kembali.


Yoo Ri pun mendekati Soo Ho.

Soo Ho : Aku juga ingin menghapus semuanya. Akan kuhapus semuanya jika bisa. Tapi apa kau tahu? Aku menjadi gila karena takut kehilangan Soo Hyun.

Tanpa mereka sadari, Hye Geum berdiri di halamannya, menatap mereka berdua.


Besoknya, Soo Hyun dan ibunya makan siang di kedai.

Nyonya Oh : Apa kau tak ingin kembali bekerja? Yoo Ri bilang pada ibu bahwa kau dapat tawaran dari kampus lamamu untuk memberi kuliah khusus. Jika kau merasa tidak sanggup berdiri di depan banyak orang, kau bisa menulis lagi.

Soo Hyun : Kenapa, Bu? Ibu tidak suka melihatku seperti ini?

Nyonya Oh : Ya, ini sia-sia sekali. Siapa peduli itu kampus atau bukan? Kau bisa mengajar anak-anak dan menulis lagi. Ibu sangat terkesan denganmu saat itu. Jadi, lakukan apa pun yang kau inginkan. Ibu akan selalu di sisimu. Ibu akan mendukungmu, mengerti?

Soo Hyun mengerti.

Nyonya Oh lalu menyuruh Soo Hyun makan. Tapi ponsel Soo Hyun tiba2 berbunyi.


Soo Hyun : Ibu, tunggu sebentar.

Soo Hyun pun bergegas menjawab, halo?


Wartawan Jeong Jin Hui memberikan kartu namanya kepada Soo Hyun. Mereka bertemu di sebuah kafe. Wartawan Jeong bilang dia tak menyangka mereka akan bertemu seperti ini.

Wartawan Jeong : Aku selalu ingin mewawancaraimu jika ada kesempatan.

Soo Hyun : Aku bertanya-tanya tentang pertanyaan yang kukirim lewat surel, tentang kecelakaan itu. Wanita yang tertabrak truk setelah menyeberang sembarangan.

Wartawan Jeong : Sejujurnya, aku sangat terkejut saat mengetahui bahwa kau penasaran dengannya.

Soo Hyun tak mengerti, apa?

Wartawan Jeong : Apa kau harus mengetahuinya?

Soo Hyun : Apa maksudmu?

Watawan Jeong : Kurasa lebih baik kau tidak tahu.

Soo Hyun : Mungkinkah hal itu, entah bagaimana ada hubungannya denganku?


Begitu keluar kafe, Soo Hyun menghubungi Tae Ho.

Ternyata Wartawan Jeong bilang nama wanita itu adalah Kim Eun Min.

Soo Hyun : Apa kau tahu siapa itu? Apa kau ingat dia dibawa ke rumah sakit mana?

Karena itulah dia menelpon Tae Ho.


Tae Ho kebetulan lagi berbincang dengan rekannya sesama dokter di dekat meja informasi ketika Soo Hyun menelpon.

Tae Ho : Bantuan apa? Tunggu sebentar.

Tae Ho pun meminta kertas pada perawat di meja informasi.

Setelah itu dia menuliskan sesuatu di kertas.

Tae Ho : Baik. Aku mengerti.

Tapi usai bicara dengan Soo Hyun, Tae Ho mendapat panggilan darurat. Segera saja Tae Ho lari ke UGD dan meninggalkan kertasnya di meja informasi.


Yong Goo masuk ke van nya dan mendapati salah satu kuncinya hilang.

Yong Goo : Apa? Kemana perginya?

Lalu dia keluar dan melihat motor Sun Yool ada di bengkel.

Dia pun sadar kemana pergi kuncinya.

Yong Goo : Sial! Kwon Sun Yool. Dia membawa mobilku. Apa dia gila? Kenapa dia membawa mobilku?


Sun Yool sendiri pergi ke tempat judi yang sering didatangi anak Ji Woong.

Dia mencari anak Ji Woong.


Sun Yool teringat kata2 Soo Jin sebelumnya setelah Soo Jin memberinya informasi soal anak Ji Woong.

Soo Jin : Aku memeriksa catatan kriminal seperti katamu. Dia pecandu judi. Ditambah perampokan dan penyerangan. Dia keluar masuk penjara beberapa kali baru-baru ini. Mereka bilang penjudi tidak bisa berhenti berjudi meski lengannya dipotong. Aku memeriksa rekaman keamanan di tempat judi ilegal dan menemukannya.

Soo Jin menunjukkan foto anak Ji Woong.

Soo Jin : Apakah ini dia?


Sun Yool pun berpura2 mau berjudi. Dia bergabung dengan yang lain, sambil celingukan mencari anak Ji Woong.

Tak lama, dia melihat keributan yang melibatkan anak Ji Woong.


Sun Yool pun melihat jam nya dengan tenang.

Tiba-tiba, polisi datang. Sontak lah seisi tempat judi langsung kabur.


Kesempatan itu digunakan Sun Yool untuk membawa anak Ji Woong pergi. Penjaga tempat judi mengejar mereka. Sun Yool menerobos masuk ke sebuah kamar. Penghuni kamar yang lagi bercinta, terkejut.

Sementara Sun Yool mengunci pintu, anak Ji Woong melompat keluar jendela. Dia melompat ke bak mobil terbuka dibawah jendela. Namun naas, ada pisau dengan mata pisau mengarah ke atas. Anak Ji Woong pun tertusuk pisau ketika mendarat di bak mobil. Sambil menahan sakit, dia melompat dari bak mobil dan terjatuh karena menahan rasa sakit. Sun Yool yang melihat itu, terpaksa melompat juga. Para pengawal tempat judi yang melihat itu, bergegas memburu mereka. Sun Yool tak tinggal diam. Dia memapah anak Ji Woong yang terluka ke dalam mobil Yong Goo.


Tae Ho baru saja selesai bertugas. Tiba-tiba, dia teringat sama pesan Soo Hyun tadi. Dia pun bergegas ke meja informasi dan mencari kertasnya. Karena tak menemukannya, dia bertanya pada perawat yang bertugas di meja informasi. Perawat itu memberikan kertasnya.

Tae Ho lega dan mencari tentang Kim Eun Min di data pasien RS nya.

Tak lama setelah itu, dia menemukannya dan segera menghubungi Soo Hyun.


Tae Ho : Kak Soo Hyun, aku sudah memeriksanya. Dia masih di rumah sakit kami saat ini.

Maka, Soo Hyun pun langsung ke RS Hankook.

Bersamaan dengan itu, Sun Yool juga tiba di RS Hankook. Membawa anak Ji Woong.


Soo Hyun tiba di depan sebuah kamar rawat. Dia ingat percakapannya dengan Wartawan Jang tadi. Wartawan Jang bilang korban kecelakaan adalah Kim Eun Min. Soo Hyun tanya lagi, apa Wartawan Jang tahu Kim Eun Min siapa.

Wartawan Jang : Dia istri dari orang yang kau bunuh.

Soo Hyun membuka pintu dan melihat Kim Eun Min yang terbaring koma.

Tentu saja dia syok.


Belum hilang rasa syoknya, dia kembali dikejutkan dengan kedatangan Sun Yool.

Sun Yool juga terkejut melihat Soo Hyun ada di kamar Kim Eun Min.

Bersambung....

0 Comments:

Post a Comment