• Sinopsis Wonderful World Episode 1-16

    Kim Nam Joo dan Cha Eun Woo memiliki rasa sakit yang sama akibat kehilangan seseorang yang sangat berharga bagi mereka.

  • Duis non justo nec auge

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

Dong Yi Ep 1 Part 2

Sebelumnya...


Dong Yi membawa polisi ke pria itu. Tapi saat polisi tiba disana, pria itu sudah tewas. Dong Yi kaget, ia lantas memeriksa nadi pria itu dan memang benar, pria itu sudah meninggal. Dong Yi terkejut. Ia mengatakan, pria itu tadi masih hidup.


Di istana, Oh Tae Suk terkejut mendapat laporan Jang Ik Heon tewas. Pengawal juga berkata, Menteri Hukum Yi Jo dan Menteri Keuangan Kedua, Han Jung So juga ditemukan tewas. Tae Suk bertanya-tanya, bagaimana itu bisa terjadi.


Mayat Jang Ik Heon diperiksa oleh petugas koroner. Melihat itu, Dong Yi berkata yang merasa lakukan salah. Dong Yi bilang, tubuh mayat yang sudah terkena air, harusnya dibungkus dengan kain linen dan bukan jerami.

"Kau akan menghancurkan semua bukti! Dan lihatlah, mereka bahkan tidak mengambil sepatunya!" ucap Dong Yi.

Si petugas kesal mendengarnya.

Dong Yi : Aku minta maaf, tapi semua yang kau lakukan ini salah! Laki2 ini banyak menelan air. Di buku "Risalah Kedokteran Forensik" mengatakan tubuh mayat yang tenggelam harus dibungkus dengan kapas. Lhatlah, jari2nya berkerut dan itu harus segera  ditutup dengan busa putih!

Petugas : Diam kau! Kau pikir kau ini siapa!


Lalu Kapten Polisi datang dan mengatakan kalau apa yang dikatakan Dong Yi benar. Kapten itu lantas menegur bawahannya yang tidak tahu dasar forensik mengurus mayat. Polisi yang satunya bertanya, darimana Dong Yi tahu semua itu. Dong Yi pun berkata, ayahnya seorang koronen.


Kapten polisi lalu menarik Dong Yi ke bawah jembatan. Ia berkata, akan memberikan Dong Yi hadiah jika Dong Yi memberinya informasi.

Dong Yi tertarik. Kapten polisi bertanya, apa Jang Ik Heon sempat mengatakan sesuatu pada Dong Yi sebelum meninggal. Dong Yi mengaku, pria itu mencoba mengatakan sesuatu tapi suaranya tidak keluar. Dong Yi pun bertanya apa ia masih bisa dapat hadiah. Kapten polisi mengetok kepala Dong Yi dan mengaku, bahwa sia2 saja ia datang kesana.


Seo Yong Gi tiba di Saheonbu dan bertanya dimana mayat2 itu. Kapten polisi berkata, semua sudah dikirim ke kamar mayat. Yong Gi kemudian bertanya, bukti2 pembunuhan. Kapten polisi berkata, semua sudah lengkap. Tapi saat ditanya, waktu terjadinya pembunuhan, ia gelagapan dan malah menyuruh rekannya yang menjawab. Sang rekan pun meminta maaf karena belum bisa menyimpulkan waktu pembunuhan.

"Apa jabatanmu?" tanya Yong Gi.

"Aku..Aku..Aku adalah Letnan Polisi,  Hwang Jong Gu."

"Lambat, Tidak efisien, dan Tidak berguna,  tapi seorang Letnan. Mulai hari ini, kau bukan lagi letnan polisi, tapi seorang polisi penjaga."

Sontak Jong Gu kaget. Yong Gi lalu berkata, bahwa seorang pria harus tahu batasan diri sendiri.

Yong Gi :  Aku akan memeriksa mayat-mayat ini. Pergi dan cari laki2 yang aku jelaskan tadi.


Dong Joo menghindari kontak mata dengan penjaga istana. Polisi yang melihatnya pun jadi curiga. Polisi kemudian berjalan ke arah Dong Joo. Tepat saat itu,

Dong Yi datang dan polisi itu hanya melewati Dong Joo saja. Dong Joo lega dan tanya kenapa Dong Yi ada disana. Dong Yi berkata, ia tadi ada di pasar dan ingin pulang bersama kakaknya.


Di rumah, Dong Joo terkejut sekaligus antusias mendengar cerita adiknya yang menemukan mayat Jang Ik Heon. Dong Joo tanya, apa Dong Yi tidak takut.

Dong Yi berkata, kalau ia sering melihat ayah mereka melakukan otopsi selama ini dan sering membaca buku forensik juga.


Lalu kemudian, ayah mereka, Choi Hyo Won, datang membawakan baki berisi makanan dan menyuruh mereka makan.

Dong Joo : Ayah, Dong Yi kita ini sangat pemberani untuk ukuran seumuran nya. Gadis kecil ini bahkan lebih berani dari laki2! Aku yakin dia bukanlah orang biasa!

Dong Yi : Mengapa aku tidak boleh melakukan sesuatu hal hanya karena aku wanita? Aku menggunakan otakku!

Hyo Won : Iya, kau benar sekali. Siapa yang peduli kau laki2 atau perempuan asalkan kau berbakat?

Dong Yi : Tapi sepertinya dia memang gadis tomboy! Tidak heran kau belum juga terpilih pada awal tahun!

Dong Yi : Hal itu bukan karena saya tidak dipilih.

Hyo Won : Pesta tahun baru?

Dong Joo : Iya, ayah. Mereka selalu memilih anak2 setiap tahun untuk menggunakan baju dari sutra dan memberikan hadiah tahun baru kepada para bangsawan.

Hyo Won : Oh, itu benar. Kau ingin berada di kementerian.


Dong Yi : Iya, tapi aku belum mendapatkannya Mereka bilang akan memilih anak yang berasal dari keluarga biasa. Mereka bilang tidak boleh ada anak keluarga miskin. Aku sangat ingin menggunakan baju sutra itu.

Hyo Won sedih mendengarnya.

Dong Yi lalu teringat kue nya. Ia pun langsung mengeluarkannya dari dalam tas jeraminya dan memberikannya pada ayah dan kakaknya. Dong Joo berkata, itkue mahal. Hyo Won mencicipinya dan berkata rasanya enak. Dong Yi sangat senang bisa memberikan kue itu pada ayah dan kakaknya.


Sekarang Dong Yi sudah tidur. Ayah dan kakaknya meletakkan kue bagian Dong Yi di dekat kepala Dong Yi. Dong Joo menyuruh ayahnya tidur.

Ayahnya lalu membahas kejadian di Dosung.

"Mereka membunuh seorang bangsawan terkaya di daerah selatan. Aku heran, siapa di balik semua kejadian ini."

Dong Joo lalu pamit, ia bilang ingin memeriksa pintu.


Setelah Dong Joo pergi, Hyo Won mengelus kepala Dong Yi. Lalu ia mengeluarkan dompetnya dan teringat kala Dong Yi memberikan dompet itu sebagai hadiah.

Dong Yi mengaku, menghabiskan waktu 5 hari hanya untuk membuat dompet itu dan meminta sang ayah membawa dompet itu kemana pun sang ayah pergi.


Hyo Won lalu kembali mengelus kepala Dong Yi. Terlihat sekali bahwa Dong Yi sangat disayangi kakak dan ayahnya.


Dong Joo menghirup udara sambil menatap langit. Tak lama kemudian, ia mendengar langkah kaki seseorang. Dong Joo pun langsung memelintir pria itu dan tanya siapa dia. Yong Gi masuk dan meminta Dong Joo melepaskan pria itu. Yong Gi bilang, pria itu datang dengannya.


Hyo Won keluar dan menghampiri Yong Gi. Ia bersikap hormat pada Yong Gi. Ya, Hyo Won dan Yong Gi saling kenal. Hyo Won penasaran kenapa Yong Gi mencarinya. Yong Gi berkata, ia adalah seorang Kepala Polisi dan jika ia sudah punya keinginan, ia bisa menemukan Hyo Won dengan mudah. Yong Gi lalu bertanya, kenapa Hy Won mengilang tanpa pamit.

Yong Gi : Aku sangat marah atas menghilangnya kau oleh karena itu aku segera mencarimu. Tapi aku menunggu saja karena aku tahu pasti ada sebuah alasan mengapa kau melakukan itu.

Hyo Won : Kau seharusnya tidak berada disini bersama orang2 miskin sepertiku ini. Tidakkah itu bisa mengganggu reputasimu?

Yong Gi :  Apakah aku seorang laki2 yang begitu peduli  dengan sebuah reputasi? Kau memang seseorang yang miskin. Tapi dihatiku, kau adalah yang terbaik dan menjadi guru bagiku.


Yong Gi mengajak Hyo Won memeriksa mayat.

Dua polisi bawahan Yong Gi mulai bergosip, mengatai Hyo Won. Mereka tidak yakin orang miskin sepert Hyo Won bisa mengotopsi mayat.


Yong Gi : Bagaimana?

Hyo Won : Ketiga tubuh ini memiliki beberapa luka tusukan. Sepertinya disebabkan tusukan pedang yang membuat pembuluh darah utama pecah dan menyebabkan dia mati.

Yong Gi : Letnan polisi itu berspekulasi bahwa tusukan itu dikarenakan pedang berbilah ganda.

Hyo Won : Iya sepertinya memang begitu.

Yong Gi lalu menanyakan lokasi pembunuhan. Hyo Won berkata, dua tubuh ditemukan di lokasi pembunuhan tapi Dae Sa Yong Gam meninggal di tempat berbeda saat ditemukan.

Yong Gi : Iya, itulah mengapa mereka mengatakannya juga. Tapi hanya itu saja. Tak ada satu pun dari mereka yang punya petunjuk dimana kira2 laki2 itu diserang.

Bawahan Yong Gi beralasan, itu karena Dae Sa Yong Gam ditemukan di dalam air.


Yong Gi lantas menanyakan pada Hyo Won dimana Dae Sa Yong Gam diserang.

Bawahan Yong Gi langsung mengatakan bahwa Hyo Won hanyalah pemeriksa mayat kelas rendah jadi mana mungkin tahu.

Hyo Won : Penyerangan itu sepertinya terjadi di Persimpangan Samban.

Yong Gi : Mengapa bisa begitu?

Hyo Won : Aku dengar bahwa Inspector-General pergi memancing pagi tadi.

"Jadi itu sebabnya kau berkata kejadiannya di persimpangan Samban? Dosung adalah daerah yang punya banyak tempat memancing!"sewot bawahan Yong Gi.

"Namun, hanya ada 10 tempat dimana kolamnya memiliki bau yang tidak enak dan menyengat. Aku mencium bau ikan yang hidup di kolam berbau pada tangannya. Selain itu, dilihat dari jumlah tusukan pada tubuhnya dan kondisi musim dingin, sepertinya ia sudah meninggal jauh sebelum ia terjatuh ke air. Tapi faktanya dia selamat dan itu menunjukkan bahwa kondisi airnya cukup hangat." jawab Hyo Won.


"Suhu airnya hangat?" tanya Yong Gi.

"Iya. Sungai Inam hari ini dikabarkan hanya ada angin sejuk  sehingga membuat airnya hangat seperti musim semi. Jadi itu berarti bahwa Inspector-General sedang memancing di suatu tempat di Sungai Inam untuk mencari ikan berbau. Jika seseorang menggunakan dugaan ini berarti tubuh itu  bisa terikut arus sepanjang 10 m dalam dua jam dan satu2nya tempat yang mungkin yaitu persimpangan Sangban." jawab Hyo Won.

Dua bawahan Yong Gi langsung kesal, sementara yang seorang lagi tercengang.

Yong Gi lalu menyuruh anak buahnya memeriksa tempat itu.


Setelah itu, Yong Gi bergumam kalau lokasinya memang disitu.

Bersambung ke part 3............

Dong Yi Ep 1 Part 1

Dong Yi timeeeee, seperti yg usah sy janjikan....

Kalian ngikutin drama Haechi gk? Buat yg belum tahu, Dong Yi ini kisah tentang Choe Suk Bin, ibunya Geum...

Di drama ini, Geum nya baru muncul di epi 44...

Gk usah lama2 lagi, sy mulai sekarang ya... Happy reading...


(Tahun 1681, tahun ke-7, Pemerintahan Raja Sukjong)

Seorang pria tengah memancing di tengah laut. Lalu sebuah perahu datang, menuju pria itu. Perahu yang dikendalikan sosok misterius berjubah hitam. Si pemancing bertanya, apa sosok misterius itu seorang pemancing. Si pemancing lalu berkata, tempat mereka akan memancing sekarang adalah lokasi yang sangat bagus untuk menangkap ikan.

"Bagaimana dengan anda, Dae Sa Yong Gam?"

"Kau mengenalku?" tanya si pemancing.


Pria berjubah hitam itu menampakkan wajahnya dan tersenyum menyeringai.

Pria berjubah hitam itu lantas menikam punggung Dae Sa Yong Gam dengan pedangnya.

Dae Sa Yong Gam langsung jatuh air, tapi sebelum jatuh, ia sempat mengambil tanda pengenal  dari jubah pria misterius itu.


Sementara itu, di hutan bambu, sepasang suami istri berusaha melarikan dari kejaran beberapa orang. Salah satunya berpakaian seperti petugas istana. Si wanita berlari sambil menggendong bayinya. Mereka akhirnya tertangkap. Petugas istana berkata, budak seperti mereka tidak akan bisa lari kemana pun di dunia ini. Tapi tiba2, seorang pria bertopeng datang menyelamatkan pasangan suami istri itu. Petugas istana berkata, siapa kau?

Pria bertopeng tertawa dan mengaku, dia tidak akan mengenakan topeng jika mau identitasnya diketahui.

"Budak juga punya manusia dan mereka punya kaki. Jangan kejar mereka. Turunkan pedangmu dan aku akan menyelamatkan hidupmu." ucap pria itu.

Petugas istana marah. Ia berusaha menyerang si pria bertopeng tapi pria bertopeng dengan mudah menjatuhkannya.


Anak buah si petugas berusaha menyerang pria bertopeng.


Saat berkelahi, topeng si pria bertopeng terlepas. Dia adalah Cha Jeon Soo (Bae Soo Bin). Jeon Soo lalu memasang topengnya kembali. Kemudian, anggota Jeon Soo datang membantu Jeon Soo. Anggota Jeon Soo lantas meminta pasangan suami istri itu ikut dengannya.


Sementara itu, Jeon Soo berhasil melumpuhkan si petugas istana dan seluruh anak buahnya.

Si petugas istana bertanya, siapa kau?

Namun saat melihat ikat kepala Jeon Soo, ia kaget.

"Apa kau anggota prajurit pedang?"


Anggota prajurit pedang yang tadi membantu Jeon Soo, lantas menaikkan pasangan suami istri itu ke perau dan menyuruh mereka meninggalkan Dosung. Si suami bertanya, apa mereka anggota prajurit pedang? Ia lalu mengaku sudah banyak mendengar cerita tentang prajurit pedang yang banyak membantu orang seperti mereka.

Si pendayung perahu yang juga anggota prajurit pedang meminta pasangan suami istri itu bergegas. Mereka kemudian pergi.


Anggota prajurit pedang yang membantu Jeon Soo tadi datang. Dia membuka topengnya. Dia Choi Dong Joo (Jung Sung Woon). Dong Joo melapor, kalau pasangan suami istri itu sudah pergi. Jeon Soo lalu berkata, akan meninggalkan Dosung untuk sementara karena si petugas istana sudah melihat wajahnya. Dong Joo setuju.


Tapi saat mau pergi, sebuah perahu memancing terdampar di pinggir sungai. Jeon Soo menatap curiga perahu itu.

Melihat itu, Dong Joo bertanya, ada apa. Jeon Soo pun bilang tidak ada apa-apa dan bergegas pergi.

Perahu yang dilihat Jeon Soo ternyata bernoda darah. Perahu itu adalah perahu si penikam Dae Sa Yong Gam.


Sekarang, Dong Joo sudah berada di istana dan bergabung dengan kelompok musisi yang memainkan haegeum.


Anak2 di sebuah desa, sedang mengikuti pertandingan. Lalu Dong Yi (Kim Yoo Jung) bersama anak2 lain tampak memberi semangat untuk anak bernama Ge Dwo Ra yang tengah berlari mengikuti pertandingan.

Dong Yi dan seorang anak laki-laki dari tim lain menjadi pelari terakhir. Anak laki2 itu berkata, hadiahnya adalah kue madu yang digoreng.

"Budak seperti mu belum pernah makan kue itu. Tapi jika kau ingin memakannya, kau harus menang." ucap anak itu. Anak itu lalu mengeluh karena pelari terakhir adalah seorang gadis.

"Nasi atau bubur, kau tidak akan tahu jika tidak mengangkat tutupnya. Aku akan menang dan mempermalukanmu karena dikalahkan oleh seorang gadis." balas Dong Yi.


Pertandingan dimulai. Anak laki2 itu curang. Ia menendang tongkat Dong Yi tapi Dong Yi berhasil membalasnya beberapa kali.


Namun anak laki2 itu berhasil menyusul Dong Yi. Dong Yi yang ingin menang, melalui jalan pintas. Singkat cerita, tim Dong Yi menang.

Tapi wasit malah mengatakan tim Chang Ma yang menang. Dong Yi protes. Wasit berkata, Dong Yi curang karena melalui jalan pantas. Dong Yi berkeras tim nya menang. Ia bahkan berkata kalau wasit yang tidak jelas mengatakan aturannya. Wasit marah dan mengusir tim Dong Yi pergi.

Teman2 Dong Yi sangat menginginkan kue itu. Dong Yi yang bisa melihat kue itu dari kejauhan punya ide.


Saat wasit hendak memberikan kue itu pada tim Chang Ma, mereka terkejut karena kuenya berubah menjadi batu.


Dong Yi ketahuan. Chang Ma melihat tim Dong Yi sedang menikmati kue itu. Dong Yi pun menyuruh teman2nya lari.

Chang Ma greget dan menyuruh teman2nya menangkap Dong Yi duluan.


Dong Yi dan Ge Dwo Ra bersembunyi di bawah jembatan batu. Chang Ma langsung menyuruh tim nya berpencar mencari Dong Yi. Chang Ma juga bersumpah akan menangkap Dong Yi.

Setelah aman, Dong Yi naik ke atas dan berkata ia tidak takut pada Chang Ma.


Dong Yi lalu terkejut meliat Ge Dwo Ra memakan kuenya. Ge Dwo Ra berdalih, ia hanya mencicipi kuenya satu.

Lalu Dae Sa Yong Gam muncul di belakang Dong Yi. Gae Dwo Ra terkejut, sampai menjatuhkan kuenya. Dong Yi langsung mengambil kuenya dan membersihkannya serta memarahi Dwo Ra.

Dwo Ra dengan wajah takut mengatakan ada mayat di belakang Dong Yi.

Dong Yi bergegas memeriksanya. Pria itu masih hidup. Dae Sa Yong Gam memegang kaki Dong Yi. Sontak Dong Yi langsung menjerit ketakutan dan Dwo Ra langsung kabur mencari bantuan. Dae Sa Yong Gam ingin mengatakan sesuatu tapi terlalu lemah. Dae Sa Yong Gam lalu menunjukkan tanda pengenal si pembunuh dan mengatakan sesuatu dengan bahasa isyarat. Dong Yi kebingungan. Pria itu tiba2 batuk darah dan Dong Yi langsung pergi mencari bantuan.


Ketika Dong Yi pergi, Dae Sa Yong Gam memasukkan tanda pengenal si pembunuh ke tas jerami Dong Yi.

Bersambung ke part 2...

Kita bagi jadi 4 part ya gaes....

The Promise Ep 46 Part 2

Sebelumnya....


Na Yeon langsung masuk ke kamar Do Hee dan menghubungi Reporter Min dari Jungle News. Ia mengaku sebagai orang yang mem-post artikel Tae Joon dan Se Jin dan bertanya, kenapa bukan artikelnya yang dipost. Reporter Min berkata, itu karena artikel Na Yeon kurang menggigit jadi mereka memilih mem-post artikel lain.


Sung Joo kemudian datang. Na Yeon pun langsung mematikan ponselnya. Sung Joo membawakan minum untuk Na Yeon.

Sung Joo : Apa tadi Hwi Kyung yang datang?

Na Yeon : Dia datang untuk menanyakan ingatanku.

Sung Joo : Pelan-pelan saja.

Sung Joo lalu membuka laci Do Hee dan menunjukkan obat jantung Do Hee pada Na Yeon.

Sung Joo : Kau menjalani operasi jantung setelah kau dilahirkan dan obat ini merawatmu seumur hidupmu. Kau meminumnya sekali sehari dan dan diperiksa setahun sekali.


Sung Joo lalu teringat hasil tes kesehatan Do Hee yang sudah keluar beberapa hari lalu. Ia mengaku, tidak tahu hasilnya karena 'Do Hee' sekarang hilang ingatan.

Na Yeon pun berkata, akan pergi ke rumah sakit jika Sung Joo memberitahu rumah sakit yang mana.

Tapi Sung Joo mengajak Na Yeon pergi bersamanya weekend ini.

Na Yeon pun bingung tapi dia mengiyakan kata-kata Sung Joo agar Sung Joo tidak curiga.

Sung Joo lalu membukakan tutup botol obat Do Hee dan menyuruh Na Yeon meminumnya. Setelah itu, Sung Joo pergi meninggalkan Na Yeon.


Na Yeon melihat obat itu. Ada tulisan nama Do Hee di botolnya.

Na Yeon lalu kembali menutup botolnya dan menyimpan botol obat Do Hee di laci.


Yoo Kyung terkejut mendengar kabar kematian ayahnya.

Selesai bicara, Yoo Kyung menangis kesal.

"Kenapa ayahku begitu lemah? Hanya karena cerita yang kubuat...."

Yoo Kyung lalu menyalahkan Young Sook.

"... Yoo Young Sook, aku berusaha menusukmu dari belakang tapi malah ayahku yang kena. Berani sekali dirimu. Kau membuatku menjadi anak paling buruk di dunia."


Pengacara memberitahu Hwi Kyung dan Young Sook kalau Pimpinan Park menyuruhnya 'menjaga' wasiatnya sampai peringatan kematiannya yang ke-49.

Pengacara juga menuturkan isi surat wasiat tentang siapa yang akan mengambil alih tanahnya dan juga Baekdo. Pimpinan Park meminta Kyung Wan duduk sebagai

Presdir sementara dan menjalankan Baekdo.

Pengacara beranjak pergi.


Hwi Kyung lalu membuka selimut yang menutupi wajah sang ayah. Ia menangis melihat wajah ayahnya.

"Aku minta maaf karena terlambat, Ayah. Maaf. Aku tidak disisimu disaat terakhirmu."


Hwi Kyung lantas berdiri dan meminta maaf pada sang ibu karena sudah membiarkan sang ibu menanggung beban sendirian.


Tak lama kemudian, Kyung Wan, Tae Joon, Se Jin dan Yoo Kyung datang. Tangis mereka pecah.

Se Jin yang tidak kuat, berlari ke pelukan Tae Joon.

*Drama bener si Se Jin ini.


Yoo Kyung lalu menyalahkan Young Sook. Ia berkata, jika Young Sook tidak datang ke kehidupan mereka, jika Young Sook tidak membuat ibunya mati, cerita

tentang Young Sook tidak mungkin terekspos dan ayahnya tidak akan mati.

Hwi Kyung marah ibunya disalahkan. Ia meminta Yoo Kyung berhenti menyalahkan ibunya.

Yoo Kyung pun bersumpah akan membuat Hwi Kyung membayar perbuatan Young Sook.

Hwi Kyung : NOONA!


Man Jung lagi makan dengan Se Kwang. Ia kesal karena tidak satu pun memberitahunya soal kematian Pimpinan Park.

Se Gwang berkata, itu karena Man Jung membuat mereka terlihat bingung.

Man Jung lalu menghubungi Tae Joon. Se Gwang pun menertawakan Man Jung yang panggilannya diabaikan.

Kesal, Man Jung memukul kepala Se Gwang dengan sendok dan menyuruh Se Gwang diam.


Na Yeon terkejut saat diberitahu Dong Jin tentang kematian Pimpinan Park.

Ia langsung teringat kata2 Hwi Kyung yang mengaku tidak akan memaafkannya jika ia yang mempost artikel Young Sook.

Dong Jin mengajak Na Yeon ikut dengannya. Tapi Sung Joo tak setuju karena kondisi Na Yeon belum membaik.

Na Yeon sendiri ingin ikut.


Dong Jin dan Na Yeon tiba di tempat duka.

Bersambung.................