• Sinopsis Wonderful World Episode 1-16

    Kim Nam Joo dan Cha Eun Woo memiliki rasa sakit yang sama akibat kehilangan seseorang yang sangat berharga bagi mereka.

  • Duis non justo nec auge

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

The Game : Towards Zero Ep 24 Part 2

 All content from MBC
Penulis : Catatan-Iza
Sinopsis Lengkap : The Game : Towards Zero
Sebelumnya : The Game : Towards Zero Ep 24 Part 1
Selanjutnya : The Game : Towards Zero Ep 25 Part 1

Foto MBC

Nyonya Jo akhirnya muncul. Dia baru saja tiba di bandara Korea.

Nyonya Jo menggeret kopernya, menuju ke taksi.

Nyonya Jo menyuruh supir taksi membawanya ke Cinerarium Sangcheon.

Foto MBC

Pada petugas, Nyonya Jo berkata, ingin mengambil abu Jo Pil Doo.

Petugas bertanya, apa hubungan Nyonya Jo dengan mendiang.

Nyonya Jo berkata, dia istrinya.

Foto MBC

Petugas mengantarkan Nyonya Jo ke rumah abu Jo Pil Doo.

Nyonya Jo langsung terdiam menatap guci abu suaminya.

Si petugas meninggalkan Nyonya Jo.

Nyonya Jo mendekat ke guci abu. Tangisnya kemudian pecah.

Foto MBC
Foto MBC

Woo Hyun, Joon Young, Kang Jae, Bong Soo dan Dong Woo sama-sama keluar dari ruangan Tae Pyung.

Ponsel Woo Hyun berdering.

Woo Hyun : Ya, ini Nam Woo Hyun.

Ternyata petugas yang mengantar Nyonya Jo tadi yang menelpon.

"Aku menelepon dari Balai Pemakaman Cinerarium Sangcheon. Istri Jo Pil Doo datang. Dia ingin mengambil abunya. Aku harus bagaimana?"

"Tolong minta dia menunggu. Aku akan segera ke sana." jawab Woo Hyun.

Foto MBC

Woo Hyun lalu memberitahu yang lain bahwa Nyonya Jo datang.

Joon Young : Kalau begitu, ibu Jo Hyun Woo ada di cinerarium?

Woo Hyun : Ya.
Foto MBC

Sekarang, Nyonya Jo duduk bersama Woo Hyun, Dong Woo dan Joon Young di kafe.

Nyonya Jo : Aku sudah merasa kau mencariku. Aku tidak tahu kita akan bertemu hanya dengan satu panggilan telepon.

Woo Hyun : Bu.

Nyonya Jo : Aku malu mendengarmu memanggilku seperti itu.

Woo Hyun : Maafkan aku. Aku tidak tahu harus memanggilmu apa.

Nyonya Jo : Tidak. Aku seorang ibu. Tapi aku meninggalkan putraku untuk bertahan hidup dan melarikan diri. Aku seharusnya malu.

Joon Young bertanya, Nyonya Jo dimana saja selama ini. Nyonya Jo bilang dia di China.

Nyonya Jo : Aku mendengar kabar. Aku juga dengar putraku mencoba bunuh diri. Kukira dia sudah mati. Tapi saat kudengar dia masih hidup dan membunuh orang, aku merasa itu semua salahku dan aku sangat tertekan. Tapi saat kudengar ada kecelakaan, rasanya aku membunuh putraku dua kali. Aku tidak datang ke sini untuk mengajukan sidang ulang. Kumohon... Bantu aku menemukan putraku meski itu hanya tubuhnya.

Joon Young memberitahu bahwa Do Kyung kemungkinan masih hidup.

Dong Woo : Ada bukti tidak langsung bahwa dia masih hidup. Jika kami benar, mungkin dia bersama sandera.

Joon Young : Bu, tolong kami agar putra anda tidak membunuh orang lagi.

Nyonya Jo : Maksudmu Jo Hyun Woo mungkin masih hidup?

Joon Young : Ya.

Foto MBC

Joon Young dan Dong Woo menghadap Kepala Yang.

Kepala Yang : Jadi, kau ingin memanfaatkan ibu Jo Hyun Woo dengan membuat Jo Hyun Woo datang ke pemakaman Jo Pil Doo?

Joon Young : Ya.

Kepala Ya : Dia meninggalkannya dan muncul setelah 20 tahun. Menurutmu dia akan datang?

Joon Young : Ini pemakaman ayahnya. Dia mungkin akan datang.

Kepala Yang : Bagaimana jika tidak?

Joon Young : Dia mungkin sudah lama membenci ayahnya. Saat dia tahu ayahnya dijebak, luka yang dia rasakan pasti sebesar rasa bencinya kepada ayahnya. Itulah awal pembalasan dendamnya. Dia akan datang ke pemakaman karena kasihan pada ayahnya. Aku akan membujuk ibunya.

Kepala Yang : Baik. Kau bisa langsung memulainya.

Foto MBC
Foto MBC

Kepolisan langsung menggelar konferensi pers. Joon Young yang bicara.

Joon Young : Sebelum memulai pengarahan, aku ingin meminta media untuk berhenti menerbitkan artikel tentang Jo Hyun Woo dan artikel yang belum dikonfirmasi. Aku hanya meminta kalian menerbitkan artikel berdasarkan fakta.

Han Kyu : Kalau begitu, bukankah kau harus memberikan pernyataan pers? Kami tahu kau menangkap mantan petugas medis, Goo, sebagai tersangka pembunuhan Lee Mi Jin tanpa surat perintah. Kenapa kau tidak tahu Jo Hyun Woo adalah Goo? Apa karena kau tidak punya metode ilmiah untuk membuktikan itu?

Joon Young : Tidak, kami punya. Baru-baru ini, kami bisa menghubungi anggota keluarga yang bisa membuktikan hubungan biologisnya. Dia setuju memberikan DNA-nya. Terlebih lagi, jasad Jo Pil Doo akan disemayamkan di tempat bagus berkat bantuannya.

Han Kyu : Lalu siapa anggota keluarga ini? Jika orang itu bisa membuktikan bahwa dia putra Jo Pil Doo, bukankah dia ibunya?

Foto MBC
Foto MBC

Do Kyung sendiri tengah menonton konferensi pers itu melalui ponselnya.

Dia terkejut ibunya muncul.

Joon Young : Guna mengadakan pemakaman privat untuk Jo Pil Doo, aku ingin meminta kerja sama kalian. Kami, polisi, akan membantu keluarga yang berduka, agar dia bisa mengirim mendiang dengan tenang. Pemakaman akan diadakan besok pukul 10.00. Jika anggota keluarga yang kehilangan lain menyaksikan, aku memintamu menghadiri pemakaman.

Foto MBC

Malamnya, Joon Young menjenguk Tae Pyung.

Joon Young : Aku akan menangkap Jo Hyun Woo dan membuatnya membayar atas kejahatannya, agar semua kekhawatiranmu tidak terwujud. Aku yakin kau akan sadar. Jadi, kumohon buka matamu.

Foto MBC

Besoknya, Bong Soo minta petugas menghalangi pintu masuk.

Para petugas mengerti dan langsung bergerak menjalankan perintah Bong Soo.

Bong Soo lalu masuk ke mobil van nya dan langsung duduk di depan kamera pengawas.

Foto MBC
Foto MBC

Para petugas mulai memasang rambu tanda perbaikan jalan di depan pintu masuk.

Kang Jae berkeliling, berpura-pura sebagai petugas pembersih.

Foto MBC
Foto MBC

Bong Soo mengecek mikrofon para petugas.

Bong Soo : Ini adalah S.A.M dari Divisi Kejahatan Satu. Pemeriksaan mikrofon. Apakah kau mendengarku?

Kang Jae menyahut, iya, keras dan jelas. Waktu saat ini, jam 9:50am. Tidak ada seorangpun di pintu masuk.
Foto MBC
Foto MBC

Joon Young bersama Dong Woo, mereka berdiri di dekat makam.

Seorang polisi lainnya berada di dekat Nyonya Jo.

Joon Young menatap polisi yang berdiri di dekat Nyonya Jo. Lalu dia mengangguk.

Jo Pil Doo mulai dimakamkan dengan layak. Nyonya Jo memasukkan guci berisi abu Jo Pil Doo ke dalam tanah.

Joon Young cemas. Dia takut Hyun Woo tak datang.

Dong Woo bilang mereka masih punya waktu.

Foto MBC

Sebuah mobil hitam tampak di pintu masuk.

Mobil hitam itu melaju melewati Bong Soo yang duduk di dalam mobil van.

Bong Soo langsung menghubungi rekannya.

Bong Soo : Aku melihat mobil hitam. Coba periksa jika itu targetnya.

Foto MBC

Kang Jae dan beberapa polisi langsung mengepung mobil itu.

Kang Jae mengetuk jendela, minta si pengemudi turun.

Beberapa saat kemudian, si pengemudi menurunkan jendela mobilnya tapi itu bukan Hyun Woo. Pria itu bilang dia dibayar Hyun Woo untuk mengemudikan mobil sampai ke sana.

Pria itu juga bilang, Hyun Woo punya hadiah untuk Joon Young di bagasi.

Foto MBC
Foto MBC

Joon Young teringat prediksi Tae Pyeong kalau Woo Hyun, Dong Woo, Bong Soo dan Kang Jae akan tewas di hari yang sama karena ledakan bom.

Kang Jae mulai membuka bagasi, dengan wajah tegang.

Takut itu bom, Joon Young langsung lari ke arah Kang Jae.

Joon Young : Jangan buka, Kang Jae-ssi! Jangan membukanya!

Foto MBC

Tapi terlambat! Kang Jae keburu membukanya. Tapi di dalamnya bukan bom, melainkan jasad Bu Na.

Foto MBC
Foto MBC

Ponsel Joon Young berdering. Telepon dari nomor private. Joon Young menjawabnya. Ternyata dari Hyun Woo.

Hyun Woo : Aku yakin itu sudah sampai sekarang. Kau sudah menerimanya?

Joon Young marah, ada dimana kau, Jo Hyun Woo-ssi? Kau dimana!

Hyun Woo : Aku tidak percaya kau berpikir aku akan datang. Aku kecewa.

Joon Young : Kenapa kau membunuhnya.

Hyun Woo : Jika kau tidak datang ke rumahku, dia tidak akan meninggal. Dan kau membuat kesalahan besar karena sudah mengusik ibuku. Orang di dunia ini yang sangat ingin kubunuh adalah ibuku.

Joon Young mengajak Hyun Woo bertemu. Dia bilang mereka harus bicara.

Foto MBC
Foto MBC

"Apa yang harus dibicarakan?" tanya Hyun Woo sembari berjalan di lorong RS.

"Aku yakin kau terluka parah setelah kecelakaan itu." jawab Joon Young.

"Sekarang kau khawatir padaku?" tanya Hyun Woo.

"Mari kita bertemu." ajak Joon Young.

"Baiklah, tapi biar kujelaskan satu hal. Insiden itu bukanlah kecelakaan. Itu pembunuhan. Kami berdua pembunuh. Tapi salah satu dari kami dikelilingi banyak orang. menerima perhatian dan dukungan dari mereka. Hidup benar-benar tidak adil."

Foto MBC
Foto MBC

Hyun Woo masuk ke kamar Tae Pyeong.

Sadar Hyun Woo ada dimana, Joon Young pun panic.

Joon Young : Jangan! Kau tidak bisa melakukan itu pada Tae Pyeong!

Joon Young langsung lari. Dia pergi.

Foto MBC

Hyun Woo menatap Tae Pyeong.

Hyun Woo : Sejak awal aku tidak mengerti. tapi sekarang aku mengerti kenapa kau mencoba membunuhku. Kau melihat kematian orang lain. Kematian para detektif itu. Dan kapan pun kau melihat Joon Young, kau mungkin melihat aku akhirnya membunuhnya. Kenapa kau tidak memberitahuku sama seperti yang kau lakukan 20 tahun lalu? Maka aku akan segera tahu. Aku ingin tahu bagaimana kau seharusnya mati sebelumnya.

Hyun Woo mencabut kabel2 medis Tae Pyeong.

Setelah itu dia langsung pergi.

Foto MBC

Nona Lee datang sedetik setelah Hyun Woo keluar dari kamar Tae Pyeong.

Melihat mesin EKG Tae Pyeong menunjukkan garis lurus, Nona Lee langsung teriak memanggil dokter.

Foto MBC

Tae Pyeong sendiri di ruangan Teacher Baek. Terdengar suara Teacher Baek yang menyuruh Tae Pyeong bangun. Teacher Baek bilang, sudah waktunya untuk pergi.

Tae Pyeong : Aku terlalu angkuh. Aku terlalu bodoh. Aku hanya mencoba mengubah kematian seseorang, tapi aku gagal memikirkan bagaimana kematian seseorang berubah. Mungkin itu alasannya kenapa Tuhan mengabaikan pembunuhan.

Teacher Baek menatap Tae Pyeong.

Teacher Baek : Manusia mendapatkan pencerahan, lalu mereka pergi dan membuat keputusan bodoh kembali.

Tae Pyeong : Apakah mustahil untuk mendapatkan kesempatan kedua? Sekali saja. Apakah aku bisa mendapatkan kesempatan sekali lagi? Aku tidak bisa pergi seperti ini. Aku harus kembali.

Teacher Baek perlahan menjauhi Tae Pyeong.

Foto MBC

Joon Young berlari ke kamar Tae Pyeong. Sampai disana, dia terkejut dan heran Tae Pyeong sudah tidak ada.

Joon Young keluar.

Bersamaan dengan itu, Tae Pyeong berjalan dibantu Nona Lee. Mereka kembali menuju kamar.

Mereka langsung berhenti melangkah saat melihat Joon Young.

Joon Young kaget melihat Tae Pyeong berdiri tegak di depannya.

Joon Young kemudian berlari ke arah Tae Pyeong. Dia memeluk Tae Pyeong dan menangis.

Joon Young lega Tae Pyeong selamat.

Nona Lee tersenyum melihat mereka berdua. Dia lalu diam-diam pergi, meninggalkan mereka.

Foto MBC
Foto MBC

Nyonya Jo sudah di bandara. Ia berniat kembali ke China.

Sambil berjalan membawa kopernya, Nyonya Jo berbicara dengan Joon Young.

Joon Young sendiri duduk di depan kamar Tae Pyeong.

Nyonya Jo : Kau mungkin berpikir bahwa aku melarikan diri lagi tapi tolong mengertilah.

Joon Young : Aku tahu bahwa segalanya berat untukmu karena media. Memberikan sampel DNAmu kepada kami sangat membantu.

Nyonya Jo : Bagaimana dengan pria yang belum siuman itu?

Joon Young : Syukurlah dia sudah siuman.

Nyonya Jo : Syukurlah. Aku tutup sekarang.

Joon Young : Sebentar. Aku akan segera menelponmu setelah mendapatkan kabar dari Jo Hyun Woo.

Foto MBC
Foto MBC

Hyun Woo sendiri berdiri di lantai atas, di depan eskalator.

Nyonya Jo menutup ponselnya. Dan ia membeku melihat seorang pria bemasker berdiri di depan eskalator. Ia tahu itu putranya.

Hyun Woo membuka maskernya. *Astogeh, Im Joo Hwan ganteng banget.

Hyun Woo : Kau memang seorang ibu. Kau bisa mengenali putramu. Aku akan membuatmu menderita selama sisa hidupmu. Pastikan kau melihat semua perbuatan putramu yang kau lahirkan. Itu salahmu.

Hyun Woo pergi dan kembali memakai maskernya.

Nyonya Jo tak bisa mengatakan apa-apa. Dia terdiam, menahan tangisnya.

Foto MBC

Sementara itu, Joon Young cs berkumpul di kamar Tae Pyeong. Mereka membawa kue, merayakan kembalinya Tae Pyeong kepada mereka.

Tae Pyeong menatap satu per satu mata mereka. Dia bertanya-tanya apa kekuatannya sudah menghilang?

Tiba-tiba, dua detektif dari Kepolisian Gichang datang.

"Pak Kim, apa kau melakukan kontak dengan pembuat bom Sung Min Jae? Kami punya beberapa pertanyaan mengenai upaya pembunuhanmu terhadap Jo Hyun Woo." ucap salah satu detektif.

Mereka lalu minta Tae Pyeong ikut dengan mereka.

Woo Hyun menghalangi mereka.

Woo Hyun : Detektif Lee, dia belum sehat. Apa ini perlu?

Tapi Detektif Lee tidak peduli dan minta Tae Pyeong bekerja sama dengan mereka.

Foto MBC

Tae Pyeong menatap mata kedua detektif itu. Dia heran dan bertanya-tanya, apakah mereka semua akan mati karena dirinya.

Tae Pyeong : Aku tidak bisa melihat kematian mereka.

Bersambung....

The Game : Towards Zero Ep 24 Part 1

 All Content From MBC
Penulis : Catatan-Iza
Sinopsis Lengkap : The Game : Towards Zero
Sebelumnya : The Game Towards Zero Ep 23 Part 2
Selanjutnya : The Game Towards Zero Ep 24 Part 2

Akhirnya bisa juga ngelanjut sinopsis drama ini lagi... Maaf ya guys baru dilanjut sekarang sinopsisnya... 

Foto MBC

Dong Woo memberikan data korban pada Woo Hyun. Nama korban Na Young Sook. Dong Woo bilang korban membawa mobilnya sendiri ke villa itu. Joon Young berkata, akan pergi ke rumah Na Young Sook untuk berjaga-jaga. Woo Hyun menyuruh Dong Woo menemani Joon Young sementara dia akan memeriksa rekaman CCTV disekitar sana dengan Kang Jae.

Mereka langsung bergerak.

Foto MBC

Dong Woo dan Joon Young tiba di rumah Nyonya Na.

Dong Woo mengetuk pintu, ada orang di rumah?

Tapi tak ada respon.

Yoon Jin : Aku sudah menanyai tetangganya, tapi mereka tidak melihatnya masuk atau pergi.

Foto MBC

Dong Woo memeriksa tagihan-tagihan yang datang ke alamat Nyonya Na.

Yoon Jin : Karena meterannya tidak bergerak, kurasa tidak ada orang di rumah.

Dong Woo : Kau benar.
Foto MBC

Foto MBC

Tak lama kemudian, Kang Jae menghubungi Dong Woo.

Kang Jae : Kami menemukan rekaman CCTV. Mobilnya kecil dan warnanya terlihat jelas, jadi, kita bisa mudah menemukannya.

Dong Woo memberitahu Joon Young kalau Kang Jae dan Woo Hyun sudah mendapatkan rekaman CCTV nya.

Woo Hyun yang lagi bicara sama petugas CCTV, bertanya, jalan yang dilalui oleh mobil Nyonya Na ke arah mana.

Si petugas bilang ke Seoul.

Kang Jae bilang pada Dong Woo, kalau menurutnya Do Kyung tidak akan pulang.

Kang Jae : Tapi karena ada banyak jalan akan butuh waktu untuk melacaknya.

Dong Woo : Baiklah. Kami akan kembali.

Foto MBC

Setelah menyudahi pembicaraannya, Dong Woo memberitahu Joon Young bahwa Do Kyung kemungkinan tidak pulang.

Dong Woo : Mereka masih melacaknya.

Joon Young : Di mana dia bersembunyi?

Do Kyung mendekati Nyonya Na. Dia membawakan Nyonya Na makanan, minuman dan juga selimut.

Foto MBC

Do Kyung melepas penutup mata dan lakban di mulut Nyonya Na.

Nyonya Na meminta ampun dan memohon agar Do Kyung membiarkannya pulang.

Do Kyung tak menjawab. Dia beranjak ke lemarinya, mengambil gunting, lalu kembali mendekati Nyonya Na membawa gunting itu.

Sontak Nyonya Na ketakutan. Tapi Do Kyung hanya mau melepaskan ikatan di tangan Nyonya Na.

Do Kyung lalu membuang guntingnya setelah dia menggunting tali yang mengikat tangan Nyonya Na.

Kemudian, dia membukakan tutup botol aqua dan memberikannya ke Nyonya Na.

Tak hanya minum, dia juga menaruh roti di dekat Nyonya Na dan menyelimuti Nyonya Na.

Foto MBC

Do Kyung lalu duduk dan meneguk aqua miliknya.

Nyonya Na langsung melahap roti yang diberikan Do Kyung.

Sambil melahap roti, Nyonya Na lagi-lagi meminta Do Kyung mengizinkannya pulang.

Nyonya Na : Aku akan merahasiakan ini sampai mati. Aku akan bilang aku tidak pernah melihatmu. Akan kubilang ke mereka aku memecahkan jendela itu. Akan kubilang aku merusaknya, ketakutan, dan kabur. Jadi, kumohon... Tolong ampuni aku...

Foto MBC
Foto MBC

Do Kyung marah, ajumma. Kenapa kau tidak mempercayaiku? Aku bilang... Aku tidak berencana membunuhmu. Jadi, kenapa kau masih berpikir aku akan membunuhmu? Kau percaya berita, kan?

Nyonya Na : Tidak. Bukan itu maksudku.

Do Kyung mendekati Nyonya Na.

Do Kyung : Kau tahu apa yang paling membuatku marah? Aku korbannya. Tapi seluruh dunia memperlakukanku seperti pelaku. Aku bisa kehilangan kendali.

Nyonya Na : Baiklah.

Foto MBC
Foto MBC

Tiba-tiba, mereka mendengar ada yang datang.

Sontak lah Do Kyung langsung membekap mulut Nyonya Na agar Nyonya Na tidak teriak.

Joon Young dan Dong Woo yang datang.

Joon Young : Kau tidak dengar sesuatu?

Dong Woo : Aku tidak yakin.

Joon Young : Aku bersumpah mendengar suara.

Foto MBC

Joon Young yang curiga, akhirnya turun ke rubanah.

Dong Woo terus membekap mulut Nyonya Na. Tapi sayangnya, dia menutupi seluruh wajah Nyonya Na dengan selimut, lalu membekapnya.

Joon Young menatap sekeliling rubanah. Dia lalu mendekat. Tanpa sadar, disampingnya ada Do Kyung yang tengah bersembunyi.

Saat Joon Young hendak menoleh ke arah Do Kyung, Dong Woo memanggil Joon Young.

Maka Joon Young langsung ke atas.

Foto MBC
Foto MBC

Dong Woo : Mereka menemukan mobil Bu Na Young Sook.

Joon Young : Di mana?

Dong Woo : Mobil itu melewati simpang Cheonan ke Daejeon.

Joon Young : Daejeon?

Dong Woo : Ya. Kurasa keluarganya tinggal di sana. Kurasa mereka tidak ada di sini, jadi, mari kita kembali.

Joon Young : Baik, Pak.

Dong Woo dan Joon Young pergi.

Foto MBC

Setelah yakin mereka pergi, Do Kyung minta maaf kepada Nyonya Na karena terpaksa membekap Nyonya Na.

Tapi tangan Nyonya Na terkulai lemas. Sontak lah Do Kyung kaget dan langsung menarik selimut yang menutupi kepala Nyonya Na.

Nyonya Na tewas. Do Kyung syok. Dia lalu tertawa pahit, kemudian menutup mulutnya dan menangis sejadi-jadinya.

Foto SBS

Woo Hyun dan Joon Hee bertemu di kafe.

Woo Hyun : Bagaimana kabarmu?

Joon Hee : Aku baik-baik saja, berkat kau. Reporter kami menemui korban 20 tahun lalu. Sebuah artikel mengenai batas waktu penuntutan akan segera diunggah. Setelah dirilis, kau akan dikritik keras. Mereka akan mengajukan gugatan terhadapmu.

Woo Hyun : Aku mengharapkan ini saat memberikan pengakuanku.

Joon Hee : Saat aku dikurung bersama Kim Hyung Soo, dia memberitahuku bagaimana Jo Pil Doo dengan mudah dituduh sebagai pelaku. Itu semua perbuatan Hyung Soo. Dia membuat jebakan. Jika kau butuh bantuan, jangan ragu beri tahu aku. Aku akan bersaksi.

Woo Hyun : Baiklah. Terima kasih.

Joon Hee : Aku punya pertanyaan. Kudengar orang yang berafiliasi dengan polisi ada di mobil bersama Jo Hyun Woo. Siapa dia?

Woo Hyun : Sejujurnya, kita bisa menemukan Mi Jin berkat dia.

Joon Hee : Putriku?

Woo Hyun : Ya. Meski berhasil menyelamatkannya, kita tidak bisa melindunginya. Hanya ini yang bisa kukatakan. Aku akan pergi sekarang.

Foto MBC
Foto MBC

Hari itu hari Natal. Para detektif tengah merayakan Natal bersama Tae Pyeong. Tae Pyeong sendiri masih belum siuman.

Tanpa mereka sadari, Do Kyung ada di depan pintu kamar Tae Pyeong. Do Kyung menatap mereka semua dengan sorot mata sedih.

Foto MBC

Para detektif meminta Tae Pyeong bangun sebelum tahun ini berakhir.

Terutama Kang Jae. Dia bilang dia penasaran hubungan Tae Pyeong dan Joon Young.

Kang Jae : Sebagai detektif, firasatku bilang ada sesuatu di antara mereka.

Tentu saja yang lain hanya tertawa..

Kang Jae heran, apa? Ada apa dengan kalian?

Dong Woo : Haruskah kau bertanya? Kau pikir mereka hanya berteman? Astaga. Pantas saja kau tidak pernah punya pacar. Semua orang tahu kecuali kau.

Kang Jae : Apa? Tahu apa? Pak, anda juga tahu?

Woo Hyun : Aku tidak tahu.

Kang Jae : Bagaimana denganmu, Bong Soo?

Bong Soo : Tentu saja aku tahu. Aku yakin Kepala Yang tahu soal itu.

Mereka lalu tertawa.

Foto MBC

Do Kyung hanya bisa bersender dengan wajah tertunduk di depan pintu kamar.

Tak lama kemudian, dia beranjak pergi.

Bersambung ke part 2..

The Witch is Alive

 All content from : Asianwiki
Penulis : Catatan Iza
Sinopsis Lengkap The Witch is Alive

Drama baru Lee Yoo Ri guys.... Baru aja kemaren sy ngomong, "Kapan Lee Yoo Ri main drama lagi?" eeh tau2 dia udah confirm drama baru aja....

Joon Hyuk di ruangan CEO.

Dia menatap CEO Park yang diam saja, berdiri menatap jendela. Lalu dia menatap ke arah lukisan dibelakang meja CEO Park.

CEO Park lalu memberikan Joon Hyuk miras, dan duduk.

Joon Hyuk : Tentang kunjunganku ke MP Go Soo Do. Aku dengan tidak bijaksana menyebutkan keponakan anda. Aku sungguh ingin meminta maaf kepada anda.

CEO Park : Tidak apa-apa, aku harus berterima kasih untuk itu. Kudengar kau juga bercerai.

Joon Hyuk kaget CEO Park tahu, tapi kemudian dia mengiyakan.

CEO Park : Apa ibunya membesarkan anak itu?

Joon Hyuk : Ya.

CEO Park : Kurasa kau sudah tahu. Bagaimana anakku tewas di Amerika. Putra tunggalku pergi seperti itu. Kurasa aku sudah dewasa setelah itu. Itulah alasannya. Alasanku menerima keponakanku. Lagi pula, perusahaan ini sudah ada selama 65 tahun. Aku tidak boleh mengakhirinya, bukan?

Joon Hyuk : Tentu saja. Aku mengerti.

Jadi The Witch is Alive ini ceritanya tentang 3 sohib dengan latar belakang berbeda dan punya musuh yang pengen mereka bunuh.

Gong Ma Ri, seorang ibu rumah tangga. Kehidupannya sempurna bersama suami dan putri mereka. Tapi dia kemudian mengetahui suaminya berselingkuh dan mencari cara untuk mengakhiri pernikahan mereka.

Chae Hee Soo, menantu perempuan dari keluarga konglomerat. Kehidupan pernikahannya tidak berjalan dengan baik. Dia merawat ibu mertuanya yang mengidap alzheimer. Suaminya tidak peduli kepadanya dan dia juga sulit hamil. Ibu mertuanya memberinya tawaran yang menakutkan tapi menggoda.

Yang Jin A memiliki suami yang tidak baik. Kematian suaminya membuat dia mengumpulkan sejumlah uang dari polis asuransi jiwa suaminya. Jin A menjalani kehidupan yang berbeda dari yang biasa dia jalani sebelumnya. Tapi Jin A berusaha melindungi uangnya dan mengidap kecemasan takut kalau uangnya diambil seseorang.

Cast :

Lee Yoo Ri as Gong Ma Ri
Lee Min Young as Chae Hee Soo
Yoon So Yi as Yang Jin A

Drama ini akan tayang di TV Chosun pada Bulan Mei tahun ini.... Untuk lead male nya belum tahu siapa...

Tapi sy pengennya lead male nya Im Joo Hwan. Kangen berat ama Im Joo Hwan.

Moonshine Episode 1 Part 3

 All content milik KBS2
Penulis : Iza Rahmi
Sinopsis lengkap Moonshine
Sebelumnya : Moonshine Episode 1 Part 2
Selanjutnya : Moonshine Episode 1 Part 4

-- MOONSHINE EPISODE 1 PART 3 --

Young Hoon membawa Hae Soo ke tempat perjudian.

Hae Soo terkejut. Hae Soo yang tidak suka, langsung pergi. Young Hoon mengejar Hae Sung.

Young Hoon : Dengarkan aku dulu. Kau tahu bahwa orang-orang dengan uang menyuap semua orang yang mereka bisa. Menghafal buku berulang-ulang tidak akan membiarkanmu berlalu begitu saja. Uang adalah masalahnya di sini. Kau dapat mengganti lembar jawabanmu hanya dengan 50 nyang.

Hae Soo : Tetap saja, aku tidak berpikir ini benar.

Young Hoon : Kau harus lulus ujian agar dapat bertemu seseorang dan suruh saudara perempuanmu menikah. Apakah kau tidak merasa kasihan padanya yang harus bekerja sepanjang hari? Tidak ada pembenaran untuk tindakan tanpa keyakinan.


Young masih menuliskan jawabannya.

Young : Suatu tindakan yang diragukan tidak akan menghasilkan apa-apa. Larangan tidak boleh diragukan atau ambigu. Tolong pimpin orang-orangmu dengan hukum yang ketat untuk kebaikan mereka sendiri.


Malam harinya, para menteri berkumpul di aula bersama Raja. Kasim memberikan 3 lembar gulungan kertas pada Raja.

Kepala Penasihat Negara Yeon Jo Moon, itu adalah lembar jawaban dari tiga peserta ujian teratas dalam ujian PNS.

Raja membacanya, lalu dia bilang Cho Ji Soo berada di tempat pertama.

Raja : Bukankah dia cucumu, Penasihat Negara Bagian Kiri?

Penasihat Negara Bagian Kiri Jo Hee Bo berkata, semuanya berkat kebajikan Raja.

Moonshine Episode 1 Part 2

 All content milik KBS2
Penulis : Iza Rahmi
Sinopsis lengkap Moonshine
Sebelumnya : Moonshine Episode 1 Part 1
Selanjutnya : Moonshine Episode 1 Part 3

-- MOONSHINE EPISODE 1 PART 2 --

Seorang ayah membawa anaknya ke haeminseo. Dia menyuap perawat tidak perlu mengantri seperti yang lain. Perawat pun menyuruh pria itu mengikutinya.

"Bersikap lah alami. Ikuti aku dengan tenang." ucap si perawat.


Tapi tiba-tiba, Ro Seo muncul menghalangi jalan mereka.

Melihat penampilan Ro Seo, si perawat kaget. Dia bertanya, Ro Seo berkelahi dengan siapa kali ini.


Ro Seo duduk sendirian. Tak lama kemudian, si perawat datang membawa bakul berisi pakaian pasien yang bernoda darah.

Perawat itu tanya, sudah berapa kali hari ini.

Ro Seo bilang seluruh dunia memandang rendah dirinya. Jika dia marah. dia juga harus berkelahi. Dia bilang dia tak bisa menahan diri.

Si perawat berkata, Ro Seo tak punya uang atau koneksi jadi Ro Seo perlu menahan diri.

"Ada banyak pasien di sini di Biro Pelayanan Medis. Mereka yang dipukuli setelah menjadi nakal."

"Dipukuli sampai mati, marah sampai mati, mereka sama saja."


Ro Seo lalu ingat kata-kata Young.

Young : Seorang sarjana tidak menggunakan busurnya untuk melukai seseorang.


Ro Seo berdiri dan mengambil bakul itu. Dia bilang dia akan mencuci pakaian itu sampai bersih.

Si perawat tanya mau berapa lama lagi Ro Seo hidup dengan mencuci pakaian orang lain.

"Kau hanya harus menemukan seorang pria yang membutuhkan istri kedua, Agassi."

"Siapa yang mau istri yang tidak bisa menenun kain atau menjahit sama sekali?"

"Apakah kau akan menjaga saudaramu sampai hari kau mati kalau begitu?"


Ro Seo pulang. Dia terdiam melihat seseorang yang belajar di dalam kamar.

Ro Seo menarik napasnya dan memasang wajah ceria.

Ro Seo : Kak Hae Soo, aku pulang.

Ro Seo bergegas masuk.


Young masih terjaga. Dia sedang membaca. Chun Gae sudah terlelap.

Tiba-tiba, Young teringat Ro Seo.

Young masih kaget pas teringat Ro Seo yang mengamuk tadi.

Young : Bagaimana bisa ada wanita gila seperti itu? Bagaimana dia bisa...


Para sarjana sudah di posisi masing-masing. Mereka bersiap untuk ujian.

Raja datang. Mereka berdiri dan memberi hormat pada Raja. Setelah Raja lewat, mereka dipersilahkan duduk lagi.


Young berkata dalam hatinya, kalau dia setidaknya harus berada di posisi ketiga.

Young : Tergantung pada hasil pemeriksaan ini, aku akan berada di istana kerajaan atau ditugaskan untuk tugas-tugas sepele selama sisa hidupku.

Ujian dimulai.


Raja Lee Kang menatap para sarjana, lalu berkata dalam hatinya kalau sudah hampir sepuluh tahun sejak larangan itu diumumkan. Namun, orang-orangnya tidak berhenti menjual atau minum alkohol.

Raja Lee Kang : Bagaimana cara menghentikan kebiasaan minum dan menjual alkohol? Diskusikan itu.

Sepertinya itu juga menjadi pertanyaan untuk para sarjana dalam ujian kali ini.


Young mulai menuliskan jawabannya.

Young : Ada empat pilar yang menjaga negara. Kesopanan, kesetiaan, integritas, dan rasa malu. Kehilangan satu akan melemahkan negara. Kehilangan dua akan menempatkan negara dalam bahaya. Kehilangan keempatnya berarti negara telah jatuh.


Hae Soo baru saja keluar dari sekolahnya.

Tapi tiba-tiba, seorang pria yang juga baru keluar dari tempat yang sama, menabraknya dari belakang sampai barangnya jatuh. Udah nabrak, bukan minta maaf, pria itu malah pergi.

Hae Soo kesal.

Pria lain datang membantu Hae Soo.

Hae Soo kaget, astaga. Young Hoon.

Young Hoon : Pemeriksaan berlangsung di istana. Melihatmu disini, aku rasa kau gagal lagi.

Hae Soo : Lalu bagaimana denganmu? Aku belum melihatmu akhir-akhir ini. Apakah kau menyerah pada ujian?

Young Hoon : Astaga. Itu sebabnya kau selalu gagal. Aku sudah selesai mempersiapkan ujian berikutnya.

Hae Soo kaget, kau sudah selesai menyiapkannya?

Bersambung ke part 3...