Friday, October 21, 2016

Fantastic Ep 13 Part 3

Sebelumnya...


Joon Gi yang masih berputar2 dengan So Hye di supermarket bertanya apa So Hye pernah diet. So Hye mengaku ia tidak pernah diet. Joon Gi berkata, bahwa ia sedang menjalani program me-me diet. Joon Gi lantas melihat bentuk tubuh So Hye dan berkata bahwa So Hye harus melakukannya juga.


“Kenapa? Apa aku terlihat gendut?” tanya So Hye cemas.

“Kau terlalu kurus.” Jawab Joon Gi sembari tersenyum.

So Hye tampak bingung. Joon Gi kemudian berkata lagi….


“Siapa yang mau makan roti? Saya! Siapa yang ingin daging? Saya! Siapa yang ingin makan nasi? Saya, saya! Itulah yang disebut me-me diet.”

Tawa So Hye langsung pecah.

“Itulah diet yang diperlukan untuk teman kanker seperti kita. Tidak peduli seperti apapun situasinya, kita harus mengatakan, “saya, saya” dan makan lagi!” ucap Joon Gi.

Tawa So Hye makin keras.


“Karena dengan begitu…” wajah Joon Gi berubah serius, “… kita bisa hidup.”

“Baiklah.” Jawab So Hye.


Joon Gi kemudian melepas syalnya dan memasangkannya ke leher So Hye. Joon Gi berkata So Hye tidak boleh kedinginan.

“Jaga dirimu agar tetap hangat.” Pesan Joon Gi.


So Hye membantu Joon Gi memasak di dapur Hae Sung. Joon Gi meminta So Hye memberinya pisau. So Hye pun langsung mengambilkan pisau untuk Joon Gi. Tak lama kemudian, Joon Gi berkata sebaiknya mereka memulai dari hidangan terong. So Hye tersenyum dan langsung mengambilkan terong untuk Joon Gi.

“Kau bisa melakukan semuanya.” Puji So Hye.

“Benarkah? Aku mengintimidasi banyak orang.” Jawab Joon Gi.


Tak lama kemudian, Hae Sung datang dan pura2 cemburu. Ia berteriak, pemandangan yang bagus sekali.

“Kau sudah pulang?” tanya So Hye.

“Bagaimana shootingnya?” tanya Joon Gi.

“Untuk 3 jam, 26 menit dan 42 detik sejak aku menelponmu terakhir kali katakan dimana kalian dan apa yang kalian lakukan?” tanya Hae Sung.

“Sudah selama itu kah?” tanya So Hye ke Joon Gi.

“Aku tidak tahu waktu sudah berlalu begitu lama.” Jawab Joon Gi.

“Apa yang harus kulakukan? Teman2ku akan segera datang.” Ucap So Hye.


“Kita hampir selesai. Coba ini.” jawab Joon Gi, kemudian memasukkan sesuatu ke mulut So Hye.

“Rasanya enak, tapi aku merasa ada yang kurang.” Ucap So Hye.

“Aku merasa kita harus menambahkan garam, tapi aku takut jadinya terlalu asin jadi biarkan mereka sendiri yang menambahnya.” Jawab Joon Gi.


Hae Sung pura2 cemburu dan menghambur ke tengah2 mereka. Hae Sung berkata, kalau ia akan menunjukkan pada So Hye seperti apa yang disebut dengan hidangan terong itu.


Tak lama kemudian, Seol, Mi Sun, Pil Ho dan Sang Hwa datang. So Hye pun bergegas menyambut mereka.


Jin Tae mendatangai Sang Wook di asrama. Sang Wook terkejut, ia tidak menyangka Jin Tae bisa menemukan asramanya.

“Kau pasti terkejut, kan? Bisakah kita minum secangkir teh?” tanya Jin Tae sembari berusaha meredam emosinya.

Jin Tae menatap Sang Wook penuh emosi. Sementara Sang Wook hanya bisa menunduk. Jin Tae berusaha sekuat mungkin untuk meredam emosinya. Jin Tae kemudian mengaku bahwa ia datang bukan untuk memarahi Sang Wook, tapi untuk bicara dengan Sang Wook. Jin Tae lantas menunjukkan foto Sang Wook membawa Seol yang babak belur ke hotel.

“Bukti ini tidak memiliki dasar hukum. Selain fakta dimana seorang pria membawa seorang wanita ke hotel. Tidak ada cara untuk membuktikan apa yang mereka lakukan di dalam. Tapi ceritanya akan lain jika wanita itu adalah istri pemilik firma hukum dan pria itu karyawan firma hukum itu. Bukti ini sudah cukup merusak martabat seorang pengacara. Dengan bukti itu, hidupmu sebagai pengacara akan tamat.” Ucap Jin Tae.

“Apa kau mengancamku sekarang?” tanya Sang Wook.


“Tidak. Aku percaya padamu. Itulah yang ingin kukatakan. Istriku? Dia wanita yang baik. Aku juga percaya padanya. Jadi, bantulah aku. Aku tidak bisa hidup tanpanya….”

Jin Tae mulai menangis…. Hahahah…. Pinter amat aktingnya..

“Pertemukan aku dengannya. Dia bahkan tidak mau menjawa teleponku. Suruh dia menemuiku, tidak. Kita harus menemuinya untuk menyelesaikan kesalahpahaman ini.” ucap Jin Tae.

“Ada yang ingin kutanyakan. Lukanya pada malam itu.” jawab Sang Wook.


“Ibuku yang memukulnya. Istriku tidak bisa hamil, jadi ibuku marah. Jadi itulah kenapa kami berencana pindah. Aku sudah bicara pada ibuku. Setelah kau menikah, kau akan mengerti posisiku.” Ucap Jin Tae.

Sang Wook mulai meragukan Seol…. Oh Nooooooo!!

“Aku lebih baik kehilangan karir politikku daripada harus kehilangan istriku. Lindungi keluargaku. Aku berharap padamu.” Ucap Jin Tae.


Sang Wook langsung menghubungi Seol, tapi ponsel Seol tak aktif. Sang Wook pun meninggalkan pesan bahwa ia ingin bicara soal Jin Tae. Tak lama kemudian, Seol menghubungi Sang Wook.

Jin Tae menerima panggilan dari Sang Wook. Sang Wook mengajak Jin Tae bertemu dengan Seol. Jin Tae tampak senang dan berkata akan segera ke sana.


Jin Tae datang bersama seorang pria ke hotel tempat ia janjian dengan Sang Wook dan Seol. Jin Tae mengaku bahwa ia sering beristirahat di sana di tengah2 kampanye nya. Mereka lantas berhenti di depan sebuah kamar. Jin Tae mengaku akan segera menghubungi Sang Wook.


Jin Tae lantas melirik kamar itu dengan tatapan licik… Oh Noooo.. jebakan ini…. Benar saja.. Jin Tae memang berencana menjebak Sang Wook. Begitu ia membuka pintu kamar, ia terkejut melihat Sang Wook tengah bersama Seol di kamar itu.

“Kau di sini? Kau juga? Apa kau sudah gila membawanya ke kamarku!” teriak Jin Tae.


Pria itu kemudian mendekati Sang Wook. Sang Wook terkejut melihat pria itu. Pria itu menarik kerah baju Sang Wook dan memaki Sang Wook. Jin Tae tersenyum senang karena rencananya berhasil.


Tapi ternyata, semua itu hanyalah khayalan Jin Tae saja. Jin Tae lantas melirik ke arah pria itu. Pria itu sedang menatap ke arah kamar dengan tatapan kecewa.


Berikutnya, kita diperlihat flashback saat Jin Tae menunjukkan foto2 Sang Wook yang membawa Seol ke hotel pada pria itu. Pria itu menanyakan kebenaran foto2 itu pada Jin Tae. Jin Tae dengan wajah sedih membenarkan apa yang terlihat di dalam foto2 itu.

“Aku meminta agar namanya dicoret dalam daftar pengacara tapi aku benar2 peduli pada anakmu. Aku tidak boleh menghancurkan masa depan juniorku hanya karena satu kesalahan. Jadi tolong bicaralah pada putramu.” Ucap Jin Tae.

Flashback end…


Jin Tae membuka pintu kamar hotel, tapi ia tidak menemukan Seol di sana. Hanya ada Sang Wook di sana. Sang Wook menggeleng2kan kepalanya sambil menatap kesal Jin Tae. Jin Tae dengan pede nya menanyakan Seol. Sang Wook pun berkata, kalau ia datang mewakili Seol.


“Kim Sang Wook!” tegur abeoji Sang Wook dengan keras. Sang Wook langsung menundukkan kepalanya. Tuan Kim lantas mendekati putranya itu. Sang Wook hanya bisa menunduk. Jin Tae tampak puas melihat kemarahan abeoji Sang Wook.


“Mengapa di dunia ini, kau bekerja untuk sampah seperti dia?” tanya abeoji Sang Wook.

Jin Tae pun kaget…. Hahahha.. SKAK MAAAT!!

“Aku sudah memberikan surat pengunduran diriku. Maaf karena aku tidak mengatakannya sejak awal padamu.” Ucap Sang Wook.

“Kau melakukannya dengan baik. Lanjutkan pekerjaanmu.” Jawab abeoji Sang Wook.

Abeoji Sang Wook lantas menatap tajam Jin Tae sebelum akhirnya beranjak pergi.


“Aku datang mewakili Nona Baek Seol. Kami akan segera mengajukan surat perceraian secara resmi.” Ucap Sang Wook.

“Kau akan menjadi pengacaranya?” tanya si bodoh Jin Tae.

“Sampai ketemu di pengadilan.” Jawab Sang Wook.


Sang Wook langsung menemui Seol di rumah Hae Sung. Ia meminta persetujuan Seol untuk menjadi pengacara Seol. Seol tidak setuju. Sang Wook berkata, ia bisa melawan musuhnya ketika ia sudah tahu siapa musuhnya. Seol tetap tidak setuju. Sang Wook tak patah arang. Ia terus membujuk Seol.


Chang Suk cemburu melihat betapa dekatnya hubungan Seol dan Sang Wook. Chang Suk yang cemburu langsung mendekati mereka. Chang Suk mengusir Sang Wook secara halus. Ia berkata, kalau mereka harus menonton episode perdana Hitman jadi mereka memiliki banyak tamu. Sang Wook pun pamit. Tapi kemudian Hae Sung datang dan mengajak Sang Wook nonton bersama mereka. Hae Sung juga memarahi Chang Suk yang menyuruh Sang Wook pergi.


Hae Sung dan So Hye tampak malu2 menyaksikan episode perdana Hitman. Joon Gi yang duduk di sebelah mereka tersenyum geli melihat wajah mereka. Sementara itu, Chang Suk yang duduk di depan Seol meletakkan tangannya di kaki Seol. Seol yang risih menyingkirkan tangan Chang Suk dari kakinya. Hahahha…

Mi Sun dan Sang Hwa juga senyum2 melihat episode perdana Hitman. Sementara Pil Ho malah sibuk memperhatikan sekeliling rumah Hae Sung sampai harus ditegur Mi Sun.


Joon Gi yang kini duduk disamping So Hye memuji acting Hae Sung. Hae Sung mengaku berlatih sampai sepuluh kali demi adegan itu. So Hye meminta pendapat teman2nya tentang dramanya. Mi Sun memuji drama So Hye. Pil Ho berkata kalau ia yakin drama So Hye akan berating bagus.

“Penulis Lee kita sudah bekerja keras menulis naskahnya.” Puji Seol.


Sang Wook ikut memuji Hae Sung. Ia berkata, kemampuan berkelahi Hae Sung sangat mengagumkan. Hae Sung pun mengaku kalau itu keahliannya. Hae Sung pun mengajak mereka semua melakukan toast.


Selanjutnya, Chang Suk menghibur mereka dengan tarian dan nyanyian konyolnya. Semua tertawa melihat aksi konyol Chang Suk. Hae Sung menatap ke arah Joon Gi. Ia senang melihat tawa lebar Joon Gi.


Joon Gi lantas menyalakan handycam nya dan meletakkannya di satu sisi. Mi Sun dan Pil Ho menari dan menyanyi. So Hye tertawa lebar melihat aksi pasangan suami istri ajaib itu. Joon Gi berusaha tegar melihat tawa So Hye.


Chang Suk bernyanyi lagi, kali ini sambil memetik gitar. So Hye tertawa mendengar suara Chang Suk. Joon Gi tampak sedih melihat tawa So Hye. 



Hae Sung menatap ke arah Joon Gi. Ia sedih melihat Joon Gi.


Joon Gi tiduran di hammock nya sambil melihat rekaman saat Chang Suk bernyanyi sambil memainkan gitar tadi. Joon Gi tersenyum melihat rekaman itu.

Flashback….

Tampak Seol yang sedang bernyanyi.


So Hye terus tertawa. Joon Gi menatap sedih ke arah So Hye. Joon Gi kemudian melirik Hae Sung. Hae Sung mengacungkan jempolnya ke arah Joon Gi. Joon Gi balas melakukan hal yang sama.


Chang Suk kemudian mendekati Seol dan ikut bernyanyi bersama Seol.

Disusul kemudian dengan Sang Hwa dan Sang Wook yang bernyanyi.

Flashback end…

Joon Gi tersenyum melihat Sang Wook yang malu2 bernyanyi.


Rekaman kemudian memutar Hae Sung dan So Hye yang bernyanyi bersama.

Flashback….

Joon Gi tampak sedih menatap ke arah Hae Sung dan So Hye.


Terakhir, giliran Joon Gi yang menyanyikan sebuah lagu. Joon Gi menyanyikan lagu itu sambil mengenang pertemuan pertamanya dengan So Hye, wanita yang amat dicintainya. Wanita yang mencuri hatinya sejak mereka pertama bertemu.


Joon Gi tersenyum melihat rekaman So Hye. Lalu tiba2 saja, Joon Gi terjatuh. Sebelum kesadarannya mulai menghilang, Joon Gi sempat melihat rekaman yang memperlihatkan wajah So Hye. Kesadaran Joon Gi akhirnya hilang.


Sementara itu, rekaman terus berputar. Rekaman memperlihatkan Joon Gi yang bernyanyi bersama So Hye dan Hae Sung.


Joon Gi tak sadarkan diri!!!

Bersambung…..

Nangiiis….. aku merasa Joon Gi akan meninggal sebentar lagi…. Gak rela Joon Gi dibikin meninggal…. 

 Ayah Sang Wook ternyata orang berpengaruh juga....

No comments:

Post a Comment