Skip to main content

Ruby Ring Ep 19 Part 2

Sebelumnya...


Pagi2 sekali, Roo Bi sudah berada di kantor. Ia melakukan tugasnya dengan baik  dan mendapat pujian dari salah satu modelnya dan juga dari In Soo.


Eun Ji kemudian menghampiri Roo Bi dan mengajak Roo Bi berpesta di klub. Tapi Roo Bi menolak. Eun Ji memaksa Roo Bi ikut. Ia juga berencana mengajak Roo Na. Roo Bi belum memberi jawaban, Eun Ji sudah menelpon Roo Na, mengajak Roo Na pesta di klub.


Di restoran, Gilja, Chorim, Dongpal dan Soyeong sedang menonton acara homeshopping JM. Gilja mencemaskan Roo Bi. Ia berharap Roo Bi melakukan pekerjaan itu dengan baik. Chorim pun menenangkan Gilja, ia bilang Roo Bi memiliki In Soo serta Roo Na.


Pelanggan yang adalah sepasang kekasih kemudian datang. Chorim dan Soyeong pun langsung melayani mereka, tapi Soyeong langsung diam begitu melihat wajah pria itu dan pria itu juga menyembunyikan wajahnya dari Soyeong.


Chorim menyuruh Soyeong mengambilkan air minum untuk pelanggan mereka, tapi Soyeong malah lari keluar meninggalkan restoran membuat Chorim serta Gilja kebingungan.


Jin Hee mencuci tangannya di toilet. Tak lama kemudian, ia melihat Roo Na datang sambil berbicara di telepon. 

Roo Na bicara dengan Eun Ji. Ia menolak ajakan Eun Ji ke klub karena dirinya sudah menikah sekarang. Begitu melihat Jin Hee, wajah Roo Na pun langsung berubah kesal. Ia juga buru2 mengakhiri pembicaraannya dengan Eun Ji. Mereka pun kembali berdebat. Jin Hee kecewa dengan sikap Roo Na. 

Roo Na pun meminta maaf. Jin Hee yang tak mau bermusuhan lama2 dengan Roo Na pun meminta Roo Na kembali menjadi Roo Bi yang dulu, Roo Bi yang dikenalnya.


Setelah Jin Hee pergi, Roo Na ditelpon oleh Goo Yeon Ho, pacarnya Eun Ji. Mereka lalu bertemu di klub.

“Aku melakukan apa yang kau minta. Kuharap kau puas.” Ucap Yeon Ho.

“Tidak ada yang tahu, kan? Termasuk Eun Ji?” tanya Roo Na.

“Tentu tidak. Jangan cemas.” Jawab Yeon Ho.

“Seseorang akan segera menghubungimu.” Ucap Roo Na. Yeon Ho pun langsung berterima kasih pada Roo Na.


Di ruangannya, Se Ra sedang berolahraga sambil melihat ke layar TV. Tak lama kemudian, seketarisnya masuk membawakannya sarapan.

“Nona Kim, bisakah kau  memberiku data penjualan saat ini? Serta, periksa apakah Tuan Na sedang sedang mengerjakan siaran saat ini.” Pinta Se Ra.

Setelah Nona Kim pergi, Se Ra pun menikmati sarapannya dan heran sendiri karena In Soo tidak mau pergi dari benaknya. Tak lama kemudian, ia dapat laporan dari Nona Kim kalau In Soo sudah selesai siaran. Se Ra pun tersenyum mendengarnya.


Di ruang siaran, In Soo dapat pesan dari Nona Kim tentang Se Ra yang ingin menemuinya setelah selesai siaran.


Roo Na menghampiri Roo Bi yang sibuk bekerja. Ia pun kembali memaksa Roo Bi pergi keluar negeri. Bahkan, ia juga menyuruh Roo Bi dan In Soo menikah diluar negeri. Tapi Roo Bi menolak dan meminta Roo Na tidak membicarakan hal itu lagi. Roo Bi juga berjanji akan keluar dari JM dan mencari pekerjaan lain jika Roo Na tak suka ia bekerja disana.

“Bukan itu yang kuinginkan! Dengarkan kata-kataku atau kau akan menyesal! Ini demi kebaikanmu jadi jangan protes dan pergilah.” Jawab Roo Na.


In Soo tiba-tiba lewat dan melihat mereka. Takut Roo Na menyakiti Roo Bi, In Soo pun bergegas menghampiri mereka. Begitu In Soo datang, Roo Na pun langsung pergi. Pada In Soo, Roo Bi tidak mengatakan apapun.


Se Ra ke ruang siaran, mencari In Soo. Karena tak menemukan In Soo disana, ia mencari In Soo ke ruangan lain dan menemukan In Soo bersama Roo Bi di ruang make up. Se Ra nampak cemburu melihat kedekatan In Soo dan Roo Bi. Begitu Se Ra datang, Roo Bi langsung pergi.

Mengira Se Ra mencarinya untuk meeting, ia pun mengajak Se Ra meeting sekarang tapi Se Ra malah mengajaknya makan siang dulu.


Mereka pun pergi dengan mobil In Soo. Di perjalanan, Se Ra menanyakan hubungan In Soo dan Roo Na yang nampak dekat. Tapi In Soo yang sedang konsentrasi menyetir, menyuruh Se Ra diam.


Ternyata, In Soo sedang berusaha menghindari mobil hitam yang mengejar mereka. In Soo juga menambah laju mobilnya, membuat Se Ra ketakutan.


Tepat saat itu, Nyonya Park menghubungi Se Ra. Se Ra menjerit, “Eomma! Eomma!”
Mendengar itu, Nyonya Park panik. Nenek dan Geum Hee yang mendengar suara Nyonya Park, langsung mendekati Nyonya Park. Nenek bahkan merebut telepon Nyonya Park.

“Halmeoni! Kupikir aku akan mati!” jerit Se Ra.

“Se Ra-ya, Se Ra-ya.” Cemas nenek.


Se Ra masih protes karena In Soo menyetir dengan kecepatan tinggi. In Soo pun menyuruh Se Ra melihat ke belakang. Dan Se Ra terkejut melihat mobil hitam yang mengikuti mereka.

“Jika kau tidak ingin mati, maka diamlah!” ucap In Soo yang semakin menambah laju mobilnya menghindari mobil hitam yang berusaha mengejar mereka.


Omo... Roo Na berusaha mencelakai In Soo lagi..

Comments

Popular posts from this blog

I Have a Lover Ep 50

Sebelumnya.... “Aku rasa aku jatuh cinta lagi padamu.” Ucap Jin Eon begitu Hae Gang menghampirinya. “Aku sudah tahu.” jawab Hae Gang. “Berikan tasmu.” Pinta Jin Eon. “Tidak mau, tas melambangkan harga diri seorang wanita.” Jawab Hae Gang. “Berikan padaku. Tas wanitaku melambangkan harga diriku.” ucap Jin Eon. Hae Gang pun tersenyum, lalu memberikan tas alias keranjangnya yang berisi peralatan mandi pada Jin Eon. Jin Eon kemudian menyuruh Hae Gang menggandeng lengannya. Hae Gang pun menggandeng lengan Jin Eon, dan selanjutnya keduanya beranjak pergi menuju sauna dengan senyum terkembang. “Kau akan memakai itu?” tanya Hae Gang saat melihat Jin Eon sedang memilih2 baju sauna. “Aku pernah memakainya dulu.” Jawab Jin Eon. “Tak bisa kubayangkan…” dan Hae Gang pun tersenyum geli, “… tapi entah bagaimana tampaknya akan lucu.” “Awas ya kalau kau jatuh cinta padaku.” Ucap Jin Eon.   Ajumma penjaga sauna kemudian memberitahu bahwa Jin Eon...

I Have a Lover Ep 29 Part 2

Sebelumnya... Seok sedang galau di kamar yang dulu ditempati Hae Gang. Tak lama kemudian, sang ayah datang. Seok mengaku bahwa mungkin dia harus keluar dari rumah untuk sementara waktu karena ia tidak bisa mengendalikan dirinya. “Berusaha melupakan dengan putus asa akan membuatmu bertambah putus asa. Tidak bisakah putus asamu berkurang sedikit?” tanya sang ayah. “Aku punya penyesalan. Aku menyesal dan itu membuatku gila. Aku seharusnya menikahinya saat kau menyuruhku tahun lalu. Maka dengan begitu, dia akan berada di sampingku selamanya. Setidaknya, aku bisa mengatakan padanya untuk tinggal, untuk memohon padanya untuk tinggal. Aku rasa aku tidak bisa melepaskannya. Aku rasa tidak bisa membiarkan itu terjadi. Aku rasa aku tidak akan pernah bisa melepaskannya.” Jawab Seok. “Hanya kau menahan seseorang, hanya karena kau menyukainya, itu hanya akan membuat tanganmu sakit.   Tanpa bisa merasakan kehangatan, kau akan berteriak kesakitan. Itu sebabnya cinta bertepuk sebelah ...

I Have a Lover Ep 17 Part 2

Sebelumnya <<< Hae Gang di rumah sakit, menunggui Moon Tae Joon yang sedang di operasi. Wajahnya tampak cemas. Tak lama kemudian, Jin Eon datang. Dua staf keamanan Jin Eon yang sudah duluan tiba di sana, langsung menemui Jin Eon begitu Jin Eon datang. "Bagaimana dengan Moon Tae Joon?" tanya Jin Eon. "Dia sedang di operasi." jawab salah satu staf keamanan Jin Eon. "Lalu Do Hae... ah, maksudku Nona Dokgo Yong Gi?" tanya Jin Eon. "Dia menunggu di depan ruang operasi." jawab staf keamanan itu lagi. "Kau sudah mendapatkan nomor platnya?" tanya Jin Eon. "Sudah." Staf keamanan Jin Eon pun memberikan nomor plat kendaraan yang menabrak Tae Joon pada Jin Eon. Jin Eon menatap nomor plat itu dengan wajah cemas. Ia lalu menyusul Hae Gang ke ruang operasi. Keluarga Moon Tae Joon menyalahkan Hae Gang atas kecelakaan yang menimpa Tae Joon. Kakak Tae Joon berkata, jika saja Tae Joon mendengarkannya untuk m...