Skip to main content

Ruby Ring Ep 45 Part 2

Sebelumnya...


Di rumah, Tuan Bae marah besar. Gyeong Min pun minta maaf. Tuan Bae meminta penjelasan keduanya, kenapa hal ini bisa terjadi. Roo Na minta maaf, ia mengaku tidak bisa memikirkan apapun karena situasinya berada diluar kendali.

"Kau bilang kau bisa mengatasi semuanya! Tapi kau malah menjatuhkan JM. Apa tujuan mu sebenarnya!" tanya Tuan Baek.

"Animnida Abeonim." jawab Roo Na.

"Sudah kubilang ribuan kali padamu, keserakahanmu bisa menimbulkan bencana. Sudah kubilang ribuan kali, lakukan apa yang bisa kau lakukan. Bisa-bisanya kau merusak reputasi perusahaan hanya dalam satu hari!"


Nyonya Park datang, membawakan segelas air untuk Tuan Bae agar Tuan Bae lebih tenang.


Tuan Bae pun menyuruh Roo Na resign. Ia mau, Roo Na menjadi ibu rumah tangga saja.

Roo Na pun menangis. Ia langsung berlutut dan meminta maaf pada Tuan Bae. Ia setuju tidak tampil lagi di TV, tapi ia mau Tuan Bae tetap mempekerjakannya di JM. Tuan Bae yang sudah kecewa, tidak mau lagi mendengar penjelasan Roo Na. Ia bahkan, langsung masuk ke kamarnya saat Roo Na masih berusaha menjelaskan semuanya.


Gyeong Min memeluk Roo Na. Tangis Roo Na tambah pecah di pelukan Gyeong Min.


Gilja sendiri tampak syok setelah tahu insiden yang dialami Roo Na dari Chorim dan Soyoung. Chorim berusaha menenangkan Gilja. Ia berkata, semua orang pernah membuat kesalahan.

"Jangan biarkan hal ini mengganggumu Komo. Wajar jika ayah Gyeong Min marah padanya." jawab Gilja.


"Tapi dia tetap harus bertanggung jawab." ucap Soyoung, membuat Chorim kesal.


Tak lama kemudian, Roo Bi pulang. Gilja dan Chorim langsung menanyakan Roo Na pada Roo Bi. Roo Bi mengaku, tidak lagi melihat Roo Na sejak insiden itu. Gilja tambah cemas. Ia juga tak tahu apakah Gyeong Min dan In Soo akan datang untuk makan malam bersama mereka setelah kejadian ini.

"Tentu saja kau harus mengundang mereka. Ini akan jadi alasan bagi Roo Bi untuk kabur dari ayah mertuanya dan kita bisa meminta maaf pada Gyeong Min secara pribadi." jawab Chorim.


Roo Na meminta maaf pada nenek, tapi nenek sudah tidak punya tenaga lagi untuk berdebat dengan Roo Na. Roo Na terus meminta maaf. Nenek memarahi Roo Na, karena Roo Na terlalu mementingkan pekerjaan daripada keluarga. Nenek lalu menyuruh Roo Na keluar, tapi Roo Na tidak mau pergi sebelum mendapatkan maaf dari nenek. Nenek tidak peduli dan memilih tidur siang.


Sementara itu di ruang makan, Gyeong Min berniat memanggil nenek untuk makan siang. Tapi Tuan Bae melarang agar Roo Bi bisa mendapatkan maaf dari nenek.

Se Ra lalu bertanya, apa sang ayah akan tetap membiarkan Roo Na bekerja di JM. Se Ra cemas, Roo Na tidak akan bisa menghadapi orang-orang di kantor setelah insiden itu.

"Ini adalah perbuatannya jadi dia harus menyiapkan dirinya untuk hal tersulit di masa depan. Terlepas dari semua itu, kita tidak boleh menyia-nyiakan bakat dan talentanya." jawab Tuan Bae.

Gyeong Min pun berterima kasih karena sang ayah sudah memaafkan Roo Bi.


Nenek terkejut melihat Roo Na masih berlutut. Ia tidak menyangka Roo Na sekeras kepala itu. Namun ia mencoba tak mempedulikan Roo Na dan melanjutkan tidur siangnya.


Di kamarnya, Gyeong Min menunggu Roo Na dengan gelisah.


Roo Na sendiri masih berlutut di depan nenek, sedangkan nenek sudah tertidur pulas. Wajah Roo Na mulai pucat. Keringat membasahi sekujur tubuhnya.


Nyonya Park juga cemas memikirkan Roo Na. Tuan Bae pun menyuruh Nyonya Park tidur dan melarang Nyonya Park memikirkan Roo Na. Tuan Bae yakin, semuanya akan baik-baik saja besok hari.


Roo Na mulai lemas. Tak lama kemudian, ia jatuh pingsan.


Keesokan harinya, nenek yang baru bangun terkejut mendapati Roo Na yang tergeletak di kakinya. Nenek berusaha membangunkan Roo Na, tapi Roo Na tak kunjung bangun. Nenek pun berteriak memanggil Gyeong Min dan Nyonya Park.

Gyeong Min yang mendengar teriakan nenek dari kamarnya pun bergegas ke kamar nenek.

Ia terkejut mendapati istrinya yang pingsan. Nenek menyuruh Gyeong Min mengambil air dan handuk untuk mengompres Roo Na.

Tak lama kemudian, Gyeong Min pun kembali bersama ibunya. Sang ibu langsung mengompres Roo Na.


"Haruskah kita membawanya ke rumah sakit?" tanya Gyeong Min.

"Reporter mungkin ada diluar. Siapa yang tahu apa yang akan mereka katakan. Dia akan membaik setelah makan bubur dan tidur." jawab nenek.

"Jangan terlalu cemas." ucap Nyonya Park pada Gyeong Min.


"Kau baik-baik saja? Bukankah ini terasa sulit bagimu?" tanya nenek pada Gyeong Min.

"Jangan cemas, nenek." jawab Gyeong Min.

"Mungkin akan lebih baik jika dia berhenti bekerja dan fokus memiliki anak." ucap Nyonya Park.

Gyeong Min terdiam.

Bersambung....

Comments

Popular posts from this blog

I Have a Lover Ep 50

Sebelumnya.... “Aku rasa aku jatuh cinta lagi padamu.” Ucap Jin Eon begitu Hae Gang menghampirinya. “Aku sudah tahu.” jawab Hae Gang. “Berikan tasmu.” Pinta Jin Eon. “Tidak mau, tas melambangkan harga diri seorang wanita.” Jawab Hae Gang. “Berikan padaku. Tas wanitaku melambangkan harga diriku.” ucap Jin Eon. Hae Gang pun tersenyum, lalu memberikan tas alias keranjangnya yang berisi peralatan mandi pada Jin Eon. Jin Eon kemudian menyuruh Hae Gang menggandeng lengannya. Hae Gang pun menggandeng lengan Jin Eon, dan selanjutnya keduanya beranjak pergi menuju sauna dengan senyum terkembang. “Kau akan memakai itu?” tanya Hae Gang saat melihat Jin Eon sedang memilih2 baju sauna. “Aku pernah memakainya dulu.” Jawab Jin Eon. “Tak bisa kubayangkan…” dan Hae Gang pun tersenyum geli, “… tapi entah bagaimana tampaknya akan lucu.” “Awas ya kalau kau jatuh cinta padaku.” Ucap Jin Eon.   Ajumma penjaga sauna kemudian memberitahu bahwa Jin Eon...

I Have a Lover Ep 29 Part 2

Sebelumnya... Seok sedang galau di kamar yang dulu ditempati Hae Gang. Tak lama kemudian, sang ayah datang. Seok mengaku bahwa mungkin dia harus keluar dari rumah untuk sementara waktu karena ia tidak bisa mengendalikan dirinya. “Berusaha melupakan dengan putus asa akan membuatmu bertambah putus asa. Tidak bisakah putus asamu berkurang sedikit?” tanya sang ayah. “Aku punya penyesalan. Aku menyesal dan itu membuatku gila. Aku seharusnya menikahinya saat kau menyuruhku tahun lalu. Maka dengan begitu, dia akan berada di sampingku selamanya. Setidaknya, aku bisa mengatakan padanya untuk tinggal, untuk memohon padanya untuk tinggal. Aku rasa aku tidak bisa melepaskannya. Aku rasa tidak bisa membiarkan itu terjadi. Aku rasa aku tidak akan pernah bisa melepaskannya.” Jawab Seok. “Hanya kau menahan seseorang, hanya karena kau menyukainya, itu hanya akan membuat tanganmu sakit.   Tanpa bisa merasakan kehangatan, kau akan berteriak kesakitan. Itu sebabnya cinta bertepuk sebelah ...

I Have a Lover Ep 17 Part 2

Sebelumnya <<< Hae Gang di rumah sakit, menunggui Moon Tae Joon yang sedang di operasi. Wajahnya tampak cemas. Tak lama kemudian, Jin Eon datang. Dua staf keamanan Jin Eon yang sudah duluan tiba di sana, langsung menemui Jin Eon begitu Jin Eon datang. "Bagaimana dengan Moon Tae Joon?" tanya Jin Eon. "Dia sedang di operasi." jawab salah satu staf keamanan Jin Eon. "Lalu Do Hae... ah, maksudku Nona Dokgo Yong Gi?" tanya Jin Eon. "Dia menunggu di depan ruang operasi." jawab staf keamanan itu lagi. "Kau sudah mendapatkan nomor platnya?" tanya Jin Eon. "Sudah." Staf keamanan Jin Eon pun memberikan nomor plat kendaraan yang menabrak Tae Joon pada Jin Eon. Jin Eon menatap nomor plat itu dengan wajah cemas. Ia lalu menyusul Hae Gang ke ruang operasi. Keluarga Moon Tae Joon menyalahkan Hae Gang atas kecelakaan yang menimpa Tae Joon. Kakak Tae Joon berkata, jika saja Tae Joon mendengarkannya untuk m...