Thursday, June 28, 2018

Ruby Ring Ep 46 Part 1

Sebelumnya...


Chorim mengajak Gilja sarapan, tapi Gilja menolak dan mengaku tidak lapar.

"Apa karena Roo Bi? Ayah mertuanya sudah memaafkannya." ucap Chorim.

"Meskipun ayah mertuanya sudah memaafkannya, tapi yang dia lakukan cukup fatal. Seandainya dia setuju tinggal di rumah dan mengurus anak, semuanya akan baik-baik saja tapi dia bersikeras kembali bekerja." jawab Gilja.

"Dia memiliki rutinitas yang padat jadi bagaimana mungkin dia tiba-tiba menjadi ibu rumah tangga? Dulu dia sangat pandai mengurus rumah. Sepertinya sejak menikah, dia tidak melakukan pekerjaan rumah tangga apapun." ucap Chorim.

"Aku cemas dia akan mendapatkan kesulitan dari ayah mertuanya." jawab Gilja.

"Gyeong Min ada di sana, jadi jangan cemas. Tapi Eonni, selama 30 tahun dia tidak pernah membuatmu sedih tapi setelah menikah, dia mulai mendapat masalah. Aku pikir, hidupnya akan bahagia setelah menikah dengan Gyeong Min." ucap Chorim.

"Hidup penuh kejutan, kan? Siapa yang tahu aku akan berakhir menjalani hidup seperti ini." jawab Gilja.


Roo Bi menatap pantulan wajahnya di cermin.

"Apa lagi sekarang, Jeong Roo Na? Apa lagi rencanamu?" Roo Bi bertanya-tanya.


Roo Na akhirnya sadar. Bersamaan dengan itu, nenek datang membawakannya makanan. Roo Na meminta maaf atas kekacauan yang sudah diperbuatnya. Nenek pun menyuruh Roo Na makan dan berhenti meminta maaf.

"Kau tidak makan dan tidur sepanjang hari. Kau harus istirahat. Semuanya akan baik-baik saja seiring berjalannya waktu." ucap nenek.

"Terima kasih, Nek." jawab Roo Na.

"Aku melakukan ini bukan untukmu, tapi untuk Gyeong Min karena aku tidak mau melihatnya sedih dan kecewa." ucap nenek.

Lalu, nenek meletakkan sendok di tangan Roo Na dan menyuruh Roo Na makan. Roo Na mulai makan, sementara itu air matanya terus saja mengalir.


Gyeong Min sedang memakai dasinya sedangkan Roo Na nampak berbaring di kasur. Gyeong Min lantas duduk disamping Roo Na dan Roo Na pun bangun. Roo Na membantu Gyeong Min memasang dasi.

"Ada upacara penghargaan di kantor hari ini. Oh, aku belum memberitahumu. Kami sudah mendapatkan pemenang kontesnya." ucap Gyeong Min.

"Benarkah?" tanya Roo Na.

"Telepon Roo Na dan ucapkan selamat padanya." suruh Gyeong Min.

"Roo Na?" tanya Roo Na bingung.

"Proposalnya memenangkan hadiah utama." jawab Gyeong Min.

"Roo Na mengirimkan proposalnya?" tanya Roo Na kaget.

"Aku tidak tahu proposalnya akan sangat baik. Idenya bagus dan sebentar lagi kita bisa memproduksi produknya." jawab Gyeong Min.

"Roo Na benar-benar memenangkannya?" tanya Roo Na tidak percaya.

"Aku bersumpah, jadi pastikan kau memberinya ucapan selamat." jawab Gyeong Min.


Setelah Gyeong Min pergi, Roo Na pun langsung memeriksa lacinya. Ia terkejut karena hanya menemukan laptop In Soo di sana.


Roo Na lalu berlari keluar dan menanyakannya pada Geum Hee, tapi Geum Hee berkata tidak tahu.


Roo Na pun kembali ke kamar dan mencari laptop Roo Bi sekali lagi tapi dia tidak menemukannya. Tak lama kemudian, Geum Hee masuk dan ia langsung terlonjak kaget.

"Ini laptopmu." ucap Geum Hee.

"Bukan yang ini." jawab Roo Na gugup, lalu menyimpan laptop In Soo di laci.

Roo Na kemudian memarahi Geum Hee yang masuk kamarnya tanpa permisi. Geum Hee beralasan, dia datang untuk membersihkan kamar Roo Na dan karena Roo Na mengaku kehilangan laptop. Roo Na pun menyuruh Geum Hee keluar.

"Arraseo, ara!" jawab Geum Hee kesal, lalu keluar dari kamar Roo Na.


Roo Na lantas teringat Gyeong Min sempat melihat laptop Roo Bi di mobilnya malam itu. Ia pun curiga, Gyeong Min yang mengambilnya.

Roo Na langsung mengambil ponselnya. Ia mau menelpon Gyeong Min tapi ragu.


Di kantor, Tuan Bae menyerahkan piagam penghargaan pada Roo Bi. Se Ra memberikan sebuket bunga dan mengucapkan selamat pada Roo Bi. Gyeong Min, Jin Hee, Seokho, Hyeryeon dan staff yang lain memberikan applause untuk Roo Bi.


Seokho dan Hyeryeon kembali ke ruangan mereka. Hyeryeon mengaku, iri pada Roo Bi yang bisa memenangkan kontes itu.

Tak lama kemudian, Jin Hee pun datang bersama Roo Bi. Jin Hee memberitahu mereka, kalau Roo Bi akan setim dengan mereka mulai hari itu. Roo Na pun mengucapkan terima kasih pada Seokho dan Hyeryeon. Seokho kaget Roo Bi tahu namanya. Roo Bi beralasan, Roo Na lah yang memberitahunya.


"Bagaimana kami harus memanggilmu? Sunbaenim? Eonni?" tanya Hyeryeon.

"Karena kau seniorku, jadi panggil Roo Na saja." jawab Roo Bi.

Jin Hee pun memuji keramahan Roo Bi. Ia kemudian menyuruh Roo Bi menggunakan meja Roo Na untuk sementara sampai ia selesai mengatur meja untuk Roo Bi. Roo Bi merasa tidak enak, tapi Jin Hee bilang tidak apa-apa.


Saat duduk di meja Roo Na, perhatiannya langsung tertuju pada foto pernikahan Roo Na dan Gyeong Min. Matanya pun kembali berkaca-kaca.

Melihat itu, Seokho memberitahu Hyeryeon dan Jin Hee. Jin Hee pun menyuruh Seokho dan Hyeryeon membeli kopi untuk mereka. Setelah Seokho dan Hyeryeon pergi, Jin Hee mendekati Roo Bi.

"Roo Bi akan segera kembali, jadi jangan terlalu cemas." ucap Jin Hee.


Se Ra bertanya, apa Gyeong Min sudah mendengar kabar terbaru dari tim legal mereka soal Roo Na? Ia berkata, tim legal sudah menyelesaikan masalah Roo Na. Gyeong Min mengangguk. Se Ra lalu berkata, insiden Roo Na merupakan pukulan besar bagi perusahaan jadi mereka tidak bisa mengabaikannya begitu saja.

"Ayah tidak mengizinkan Roo Bi melakukan pertunjukan langsung lagi. Bisakah kau menanganinya sendiri?" tanya Gyeong Min.

"Saat ini, dia hanya memperburuk keadaan. Ini kesempatanku untuk meningkatkannya." jawab Se Ra.

Se Ra lalu membahas Roo Bi yang mulai bekerja hari itu. Se Ra memberitahu Gyeong Min, orang-orang berkomentar buruk karena Roo Bi dan Roo Na bekerja dalam satu kantor dan satu tim.

Setelah mengatakan itu, Se Ra pun keluar dari ruangan Gyeong Min.


Gyeong Min termenung. Tak lama kemudian, ia memeriksa laptop Roo Bi.

Gyeong Min teringat saat Roo Bi menanyakan laptop itu pada Roo Na.

Flashback...

"Eonni, kau melihat laptopku? Aku pergi sebentar tapi saat kembali, laptopku sudah tidak ada." ucap Roo Bi.

"Bagaimana aku tahu?" jawab Roo Na.

Flashback end...


Gyeong Min pun bertanya-tanya, kenapa Roo Na mencuri laptop Roo Bi. Untuk apa? Apa Roo Na iri tapi iri kenapa?


In Soo memanggil Roo Bi yang hendak masuk ke ruangan Gyeong Min. In Soo mengaku, ia datang untuk memastikan Roo Bi bekerja dengan baik. In Soo lalu bertanya, apa semuanya terasa sulit bagi Roo Bi.

"Aku masih belum tahu. Sudah terlalu lama." jawab Roo Bi.

"Terlalu lama?" tanya In Soo bingung.

"Ini kali pertama aku duduk di mejaku sejak kecelakaan itu." jawab Roo Bi.

Roo Bi lalu masuk ke ruangan Gyeong Min.


Roo Bi menyerahkan proposalnya yang sudah ia revisi sesuai permintaan Gyeong Min. Gyeong Min pun terkejut Roo Bi sudah selesai merevisi proposal itu. Roo Bi berkata, proposal pemasaran membutuhkan waktu. Dibutuhkan pertemuan setelah pertemuan dan revisi sebelum sampai ke final.

"Kau belum pernah melakukan ini sebelumnya tapi kau melakukannya dengan baik. Ini membuatku malu." jawab Gyeong Min.

"Aku harap kau menilainya dengan adil dan objektif." ucap Roo Bi.


Sepanjang Gyeong Min mempelajari proposalnya, Roo Bi tak henti memandangi Gyeong Min tapi hanya sebentar karena setelahnya, ia pamit.


Gyeong Min mengajak Roo Bi makan siang, tapi Roo Bi menolak dengan alasan akan lebih baik baginya makan siang dengan orang-orang kantor. Gyeong Min lalu mengajak Roo Bi makan malam, tapi lagi-lagi ditolak karena Roo Bi memilih makan malam bersama orang-orang kantor.


Roo Bi beranjak pergi. Gyeong Min menatap kepergian Roo Bi dengan wajah agak kecewa. Ia juga heran dengan perasaannya.


Roo Bi juga kecewa. Ia kecewa karena dirinya sekarang hanyalah Jeong Roo Na bagi Gyeong Min, bukan Jeong Roo Bi.


Roo Na sendiri stress memikirkan kemungkinan laptop Roo Bi yang ada di Gyeong Min. Stress nya pun bertambah, karena Yeonho mendadak menghubunginya. Yeonho bilang, ada di depan rumah Roo Na sekarang. Yeonho mengaku, ingin memberikan sesuatu pada Roo Na. Yeonjo juga mengancam, akan masuk jika Roo Na tak lekas menemuinya.

"Aku akan menemuimu dua jam lagi." ucap Roo Na.


Daepung tengah bersiap-siap, ia memakai stelan jas berwarna putih. Lalu, ponselnya berdering. Pesan masuk dari Geum Hee yang menanyakan tentang bisnis mereka.

"Aku minta maaf, Jangderella. Lupakan aku." ucap Daepung.

Geum Hee tersenyum senang. Saking senangnya, ia bahkan sampai latihan menyambut calon customer. Nenek datang dan menanyakan perkembangan bisnis mereka. Nenek juga bilang, ingin melihat toko roti itu.

Lalu Nyonya Park datang dan heran melihat ibu mertuanya yang mendadak akrab dengan Geum Hee. Nenek berbohong, ia berkata sedang menyuruh Geum Hee membuatkannya sup kimchi.


Roo Na dan Yeonho bertemu di sebuah area parkir. Yeonho mengaku, mau memberikan Roo Na rencana bisnisnya. Yeonho bilang, bisnisnya hancur karena skandal penyuapan In Soo. Tapi Roo Na tidak tertarik berbisnis dengan Yeonho.

Yeonho pun mengancam, ia menunjukkan sebuah USB. Melihat USB itu, wajah Roo Na langsung berubah.

Melihat ekspresi Roo Na, Yeonho pun yakin Roo Na sudah tahu maksudnya.

"Kau pikir aku akan membiarkanmu begitu saja? Jangan mimpi. Kau akan tamat jika aku bertindak." ancam Roo Na.


"Kudengar adikmu bertunangan dengan Na In Soo." ucap Yeonho, yang sontak mengagetkan Roo Na.

Yeonho berencana menunjukkan video itu pada Roo Bi, jika Roo Na tak menuruti perintahnya. Roo Na pun semakin terpojok. Ia tak tahu harus bagaimana lagi.

Bersambung ke part 2.....

No comments:

Post a Comment