Saturday, July 21, 2018

Live Up To Your Name Ep 6 Part 2

Sebelumnya...


Yeon Kyung pun mengajak Im makan mi.  Ia juga mengajari Im cara membuat mie. Im mengikuti apa yang dikatakan Yeon Kyung.

"Ini benar-benar mi?" tanya Im.

Im lantas beranjak ke keran. Ia hendak menyeduh mi nya dengan air keran.

"Bukan begitu." sela Yeon Kyung, lalu menuangkan air ke dalam teko listrik. Setelah mi nya selesai, Yeon Kyung pun menambahkan ikan tuna ke dalamnya.


Im curiga dengan sikap baik Yeon Kyung. Ia menduga, Yeon Kyung akan mengusirnya setelah itu. Yeon Kyung pun menyuruh Im makan.

Im makan dengan lahap. Yeon Kyung terus menatap Im sambil memikirkan kata-kata psiokolognya, kalau ia harus mendekati Im jika ingin ingatannya kembali.


"Kita belum pernah bertemu sebelumnya? Mungkin saat kita masih kecil?" tanya Yeon Kyung. Im pun menggeleng.


Selesai makan, Yeon Kyung duduk nonton TV. Im yang merasa sudah kenyang pun penasaran dengan yang dilakukan Yeon Kyung. Saat melihat siaran televisi, ia tertarik.

Ketika Yeon Kyung tertawa melihat tarian PSY, Im ikut tertawa. Ketika menonton film horor, Im reflek memeluk Yeon Kyung karena takut.


Saat Im tertawa-tawa melihat salah satu siaran, Yeon Kyung langsung mengganti channelnya. Im pun sebal.

Yeon Kyung lalu menyerahkan remote TV nya pada Im.

"Lihat dan pelajari." suruh Yeon Kyung.

Im pun duduk di depan TV. Ia tertawa-tawa melihat siaran TV.


Sampai akhirnya Im pun ketiduran di depan TV. Yeon Kyung menyelimuti Im.


Di Joseon, Heo Jun melihat foto Yeon Kyung kecil.

"Gadis kecil itu sudah tumbuh menjadi seorang wanita. Waktu cepat berlalu." ucapnya.


Ia lalu memakan permen Yeon Kyung.

"Dia masih menyukai ini." ucap Heo Jun.

Heo Jun kemudian tersenyum lega karena Yeon Kyung sudah bertemu dengan Im. Ia berkata, takdir Im dan Yeon Kyung sangat kuat.


Pagi-pagi, Kakek Choi sudah membuat keributan dengan berteriak memanggil Im. Yeon Kyung terbangun gara-gara teriakan itu, padahal ia masih ingin tidur.


Yeon Kyung pun keluar kamar dan mendapati Im yang sedang menyapu dengan penuh semangat.

"Kau sedang apa?" tanya Yeon Kyung.

"Rambutmu sedikit... tapi kau masih jadi orang tercantik di dunia. Kau bermimpi indah? Hujan terdengar indah hari ini." oceh Im.

"Cuma itu yang ia pelajari?" gumam Yeon Kyung sambil tersenyum geli.

"Seharusnya kau bangun pagi. Pada musim panas saat cuaca sedang bagus, kau harus pastikan matahari terhubung dengan energi..."  ucap Im.

"Dia bahkan menceramahiku." gumam Yeon Kyung.

"Serta setelah bangun, kau harus menggerakkan tubuh untuk memijat dan membangunkan organ dalammu." ucap Im.


Im pun memberikan sapu pada Yeon Kyung. Ia menyuruh Yeon Kyung menyapu dengan alasan berolahraga. Yeon Kyung menolak dan langsung merangsek masuk ke dalam.

Im tersenyum menatap Yeon Kyung. Lalu, ia teringat saat bangun pagi tadi, mendapati selimut yang menutupi tubuhnya. Im pun tahu Yeon Kyung yang menyelimutinya.

Im kemudian melihat kedua tangannya dan teringat kata-kata Yeon Kyung bahwa tangan adalah bagian terpenting untuk seorang dokter.


Im lantas mengepel lantai rumah dengan penuh semangat. Byung Ki dan suster (sy masih belum tahu namanya) pun terheran-heran melihatnya.

Saat Im mengepel lantai sebuah ruangan. Byung Ki pun langsung melompat dari duduknya dan menarik Im keluar dari ruangan itu.


Yeon Kyung mendekati suster. Ia bertanya, apa ada yang aneh dengan Im.

"Tidak ada, klinik ini terasa lebih cerah setelah pria tampan itu datang." jawab suster.

"Ceria? Klinik ini muram seperti biasa." ucap Yeon Kyung.

"Kau hendak pergi berbelanja, bukan?" tanya suster.

Yeon Kyung pun langsung pergi. Sementara Byung Ki masih berusaha mengeluarkan Im dari ruangan itu.

"Kini semua orang menyukainya." gumam Yeon Kyung.


Lalu, ibunya Bong Tak datang. Im pun langsung keluar dan melambaikan tangannya dengan senyum lebar.


"Bong Tak-ssi,  sangat tidak menyukai hewan ternak seperti ayam dan babi. Tapi lihat dia sekarang. Dia sangat berbakat." ucap suster.

Suster juga bilang, belum pernah lagi melihat ibunya Bong Tak tertawa semenjak ditinggal kedua putranya.

"Awalnya kukira pria ini tidak berguna. Tapi tampaknya dia sangat baik. Direktur sering memarahinya, tapi tampaknya dia merencanakan sesuatu untuknya. Kau tahu, dia tidak asal mengajak orang ke Stasiun Seoul. Meskipun masih sehat, dia sudah tua. Dengan adanya Bong Tak, kurasa aku bisa memercayainya." ucap suster.


Ibunya Bong Tak lalu memberikan benzoar sapi pada Im. Sontak Im pun menangis dan teringat masa kecilnya.


Flashback...

Im kecil mencuri obat itu untuk diberikan pada ibunya yang sakit. Tapi tuannya memergokinya dan langsung memukulinya.

Flashback end...

Im pun menyuruh ibunya Bong Tak memakan obat itu, tapi ibunya Bong Tak kekeuh menyuruh Im memakannya. Akhirnya, im menggigit obat itu setengah lalu menyuruh ibunya Bong Tak memakannya juga.

Yeon Kyung terharu melihatnya.


Tiba2, Bong Sik berjalan ke arah Yeon Kyung. Im pun langsung mengambil Bong Sik.

"Adikku sepertinya menyukaimu." ucap Im.

Yeon Kyung pun menatap Im penuh arti.


Setelah ibunya Bong Tak pulang, Yeon Kyung pun mengajak Im ikut belanja dengannya.

Tepat setelah Im pergi, Direktur Ma datang.


Kakek Choi heran sendiri karena Im membersihkan seluruh rumah tanpa ia suruh. Ia penasaran apa yang ada di pikiran Im.

Lalu, terdengar suara pintu dibuka. Mengira Im yang datang, Kakek Choi langsung memarahi Im. Tapi kemudian, ia terdiam saat melihat sosok Direktur Ma.


Im sendiri senang diajak ke pasar. Ia sibuk berlari mendorong troli kesana kemari.

Ia juga mencoba jajanan daging dan merengek agar Yeon Kyung membelinya.


Setelah itu, mereka pergi ke tempat refleksi. Im juga meminta Yeon Kyung membelikannya kaos sablon.


"Aku ingin tahu, apakah bahasa ini diciptakan oleh keturunan kita?" tanya Im sambil menunjukkan tulisan di kaos barunya.

"Itu disebut bahasa Inggris. Bahasa universal." jawab Yeon Kyung.

"Bahasa universal." ucap Im sambil mengangguk-ngangguk.

"Coba pikirkan, kau tahu cara membaca bahasa Korea. Siapa yang mengajarimu hal itu?" tanya Yeon Kyung.

"Ayahku mengajariku huruf Mandarin saat masih kecil. Lalu ibuku mengajariku bahasa Korea. Karena mengerti bahasa Mandarin, aku bisa membaca buku pengobatan. Saat itu aku berpikir, "Kenapa harus belajar bahasa Korea?" Aku tidak tahu akan menggunakannya di sini." jawab Im.

"Orang tuamu di sana akan mencemaskanmu?" tanya Yeon Kyung.

"Mereka sudah meninggal  saat aku masih kecil. Ayahku meninggal di jalan saat usiaku 10 tahun. Ibuku meninggal karena penyakitnya saat usiaku 12 tahun. Tabib bilang bezoar sapi bisa menyembuhkannya.


Tampaknya ada banyak bezoar sapi di tempat ini. Orang tidak akan meninggal sia-sia seperti ibuku." jawab Im.

"Orang tuaku juga meninggal saat aku masih kecil." ucap Yeon Kyung.

"Tapi kau masih punya kakekmu. Dia mungkin terlihat mudah marah dari luar, tapi tampaknya dia sangat menyayangi cucunya. Dari yang kulihat, kau memendam amarah terhadap kakekmu. Tapi kau tidak pergi dari sana. Kau pasti masih peduli..."

"Kau baru melihat kami beberapa hari saja. Bersikap baiklah pada kakekku. Jangan menyulitkannya." ucap Yeon Kyung.

Mendengar itu, Im pun sadar kalau Yeon Kyung mengijinkannya tinggal di rumah kakeknya.


Nyonya Cho membawa ibu mertuanya ke Haeminseo. Tapi ibu mertuanya malah mengomel karena dibawa kesana. Ia menuding Nyonya Cho sengaja membawanya kesana, karena tidak mau mengeluarkan biaya mahal untuk pengobatannya di rumah sakit.

Tak lama kemudian, Yeon Kyung dan Im pulang. Nyonya Cho bercerita, ia disuruh oleh Suster Jung datang kesana. Suster Jung berkata, bahwa dirinya akan bertemu dengan seseorang yang dikenalnya disana. Nyonya Cho tidak menyangka, seseorang yang dimaksud Suster Jung adalah Yeon Kyung.


Kakek Choi pun memulai pengobatannya, tapi tidak berhasil.

Im memberi saran, agar jarumnya ditusuk lebih dalam.


Im lalu menawakan dirinya. Setelah mendapat izin dari Kakek Choi dan Yeon Kyung, Im pun membuka wadah jarumnya dan memulai akupunturnya.

Im menusukkan jarumnya lebih dalam. Ibu mertua Nyonya Cho bereaksi terhadap tusukan jarum itu.


Tak lama kemudian, ibu mertua Nyonya Cho sembuh dan Nyonya Cho jatuh pingsan.

Yeon Kyung pun langsung menghubungi Min Jae.

Setelah itu, ambulance datang dan mereka membawa Nyonya Cho ke rumah sakit.

Tapi dalam perjalanan, ambulance tiba-tiba mengerem mendadak. Ada sebuah kecelakaan.


Sebuah mobil tidak sengaja menabrak pengendara motor. Melihat korban kecelakaan, trauma Yeon Kyung kambuh lagi, tapi ia berusaha menahannya dan memberikan pertolongan pertama pada si pengendara motor yang kakinya terjepit di bawah motor.

Ketika Yeon Kyung sudah tidak sanggup lagi menahannya, Im pun datang dan berusaha menyadarkan Yeon Kyung.


Sekarang, mereka sudah tiba di IGD. Yeon Kyung langsung terduduk lemas setelah pasien kecelakaan itu dibawa ke IGD.

Yeon Kyung teringat kata-kata Sunbaenya, tentang orang baru yang muncul di kehidupan Yeon Kyung. Sunbae nya bilang, orang baru itulah yang membuka ingatan Yeon Kyung.

Lalu Im datang. Ia ingin memeriksa nadi Yeon Kyung. Tapi Yeon Kyung malah mengusirnya. Tak hanya itu, Yeon Kyung juga menyalahkan Im karena telah membuka ingatannya.


Dengan wajah sedih, Im pun beranjak pergi. Di depan RS Shinhae, ia malah bertemu Direktur Ma.

Direktur Ma mengajak Im ke apartemen mewahnya. Direktur Ma berkata, bahwa Im bisa tinggal di tempat itu dan mendapatkan lebih jika mau bekerja sama dengannya. Im terdiam.


Kakek Choi sedang membaca buku biografi Im. Tak lama kemudian, Yeon Kyung datang memberitahunya kalau operasi Nyonya Cho berjalan dengan baik.

Kakek Choi mengangguk sambil terus membaca bukunya.


Tiba2 saja, beberapa tulisan di buku biografi Im menghilang tapi Kakek Choi tidak menyadarinya. Kakek Choi membuka kacamatanya dan berharap bahwa Im tetap aman dan bisa kembali ke Joseon.


Yeon Kyung berjalan ke dapur. Ia pun teringat saat mengajari Im makan mi.

Saat melihat ke ruang televisi, ia teringat saat nonton TV berdua dengan Im.

Ia juga ingat saat menyelimuti Im yang tertidur pulas.

Beberapa hari kemudian....


Yeon Kyung yang baru pulang, duduk di teras rumah kakeknya. Ia tak sengaja mendengar pembicaraan Byung Ki dan eonni nya (mulai hari ini, si suster ini kita panggil eonni saja ya) tentang Im yang sudah tidak ada kabar beberapa hari ini.

Saat mendengar gonggongan anjing kakeknya, Yeon Kyung pun langsung berlari ke halaman. Ia nampak kecewa karena tidak bisa menemukan Im disana.


Keesokan harinya, Direktur Ma memperkenalkan Im di upacara pembukaan bangsal VIP RS Pengobatan Oriental Shinhae. Sontak, Yeon Kyung terkejut melihat Im.

Bukan hanya Yeon Kyung, tapi Jae Ha juga terkejut dengan penampilan baru Im.

Direktur Ma menyuruh Im memperkenalkan diri di depan seluruh undangan.


"Senang bertemu dengan kalian. Namaku, Heo... Bong Tak." ucap Im.

Bersambung.....

No comments:

Post a Comment