Saturday, July 21, 2018

Ruby Ring Ep 56 Part 2

Sebelumnya..


Daepung menyelinap masuk ke rumah Dongpal. Ia bicara sendiri, kalau ia sebenarnya tak mau kembali tapi terpaksa kembali karena lapar.

Daepung lantas membuka kulkas. Ia mengambil kimchi dan mulai menyantap nasi dengan kimchi.


Malam harinya, Dongpal dan Jihyeok kembali ke rumah dan melihat mangkuk bekas makan Daepung yang tergeletak di atas meja begitu saja.

"Aku rasa, Paman Daepung habis dari sini. Tidak seharusnya dia pergi lagi karena diluar dingin." ucap Jihyeok.

"Penipu itu, aku akan mengusirnya!" sewot Dongpal.

"Jangan marah padanya. Kita juga bersalah." ucap Jihyeok.

"Apa aku meminta uang sewa darinya? Dia bilang, dia menghasilkan uang dari bisnis yang sah dan menjalani kehidupan yang jujur. Dia baru saja keluar dari penjara dan menipu lagi." jawab Dongpal.

"Bukankah kita harus pindah? Kita harus membayar wanita itu." ucap Jihyeok.

"Nyonya Yoo meminjamiku uang. Aku bersyukur tapi aku harus bekerja keras untuk membayarnya kembali." jawab Dongpal.

Dongpal lalu menanyakan tes ujian Jihyeok. Ia bertanya, apa Jihyeok bisa masuk ke Univ. Seoul. Jihyeok pun mengangguk.

"Kau mirip sepertiku, ayahmu." ucap Dongpal.

"Tidak, aku ini kan anaknya Paman Daepung." canda Jihyeok. Keduanya lalu tertawa.


Di ruang bacanya, Gyeong Min masih mempelajari bukti-bukti penggelapan dana yang dilakukan Roo Na.

Tak lama kemudian, Roo Na datang dan Gyeong Min langsung menyimpan bukti itu.

Roo Na memeluk Gyeong Min, ia mengajak Gyeong Min tidur tapi Gyeong Min langsung melepaskan pelukannya.

"Roo Bi-ya." ucap Gyeong Min, ia mau mengatakan sesuatu. Tapi tak jadi dan Gyeong Min akhirnya keluar kamar.


Gyeong Min pergi ke dapur, mengambil air. Lalu, sang ibu datang.

"Kau belum tidur?"

"Aku masih harus menyelesaikan beberapa pekerjaanku." jawab Gyeong Min.

"Jangan memaksakan dirimu, kau terlihat lelah belakangan ini." ucap mNyonya Park.

"Eomma, terkadang aku berpikir kau terlihat luar biasa. Kau tidak pernah sekalipun lelah atau tersinggung saat kau membesarkan aku dan kakak." jawab Gyeong Min.

"Mungkin nenekmu banyak menuntutku, tapi nenekmu sebenarnya baik. Saat aku pertama kali menikah, dia sering memarahiku tapi pada akhirnya aku berpikir, perkataannya benar. Dan kau tahu kan betapa hebatnya ayahmu. Jadi aku tidak pernah merasa kewalahan atau tidak bahagia. Aku selalu bersyukur dan puas." ucap Nyonya Park.

"Itu karena ibu memiliki hati yang mulia." jawab Gyeong Min.


"Sudah malam, pergilah tidur." ucap Nyonya Park, tapi Gyeong Min mengajaknya duduk.

"Eomma, pernahkah kau berpikir untuk bercerai dari ayah? Apa kau selalu bahagia? Kalian berdua jarang sekali bertengkar. Aku tiba-tiba penasaran, tentang pernikahan dan seperti apa seharusnya pasangan yang sudah menikah. Apakah kita harus selalu memaafkan dan berpihak pada pasangan kita hanya karena kita sudah menikah?" ucap Gyeong Min.

Gyeong Min lalu mengakhiri ceritanya dan pergi ke kamarnya.

Nyonya Park langsung cemas.


Gyeong Min kembali ke kamar. Begitu sampai di kamar, ia langsung naik ke tempat tidur. Roo Na yang kesal, mengajak Gyeong Min bicara. Ia marah karena Gyeong Min terus menghindarinya.

"Kau ingat apa yang kukatakan di hari pernikahan kita? Aku memintamu memaafkanku, memahamiku dan menerimaku apapun yang terjadi. Dan kau bilang, kau akan melakukannya." ucap Roo Na.

"Bagaimana bisa kau mengatakan itu? Kau tidak sadar betapa seriusnya hal yang kau lakukan?" jawab Gyeong Min.

"Aku tahu, itulah kenapa aku memintanya." ucap Roo Na.

"Kenapa kau seperti ini?" tanya Gyeong Min.

"Sudah kubilang padamu, aku stress. Tolong maafkan aku, Chagiya."

"Kau bilang, kau tidak punya pilihan. Lalu setelah itu, kau bilang kau dijebak. Yang mana yang benar? Sampai kapan kau mau membohongiku?" tanya Gyeong Min.


Gyeong Min yang sudah tak tahan lagi, mengajak Roo Na bercerai.

Roo Na jelas menolak. Ia meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahannya tapi Gyeong Min tetap pada keputusannya untuk menceraikan Roo Na.

Roo Na menangis, "Gyeong Min-ssi, Chagiya!"

Gyeong Min beranjak ke pintu. Ia memutuskan tidur di ruang baca.


Keesokan harinya, Soyoung menanyakan Dongpal saat sarapan bersam keluarga Gilja. Gilja memberitahu mereka, kalau Dongpal tidak jadi keluar. Soyoung pun senang mendengarnya.

Gilja lalu membahas pernikahan. Chorim pun mulai ragu menikah dengan Dongpal. Chorim berkata, ia tahu Dongpal tidak kaya tapi ia tidak tahu Dongpal semiskin itu. Soyoung pun berkata, bahwa uang sangatlah penting.


Terdengar bunyi bel. Soyoung pun langsung berlari ke pintu. Ternyata Roo Na lah yang datang. Roo Na langsung mengajak Roo Bi bicara.


Tuan Bae sendiri menanyakan keadaan kantor pada Gyeong Min. Gyeong Min langsung diam. Se Ra lah yang menjawab kalau keadaan di kantor baik-baik saja. Tak mau ditanya lagi, Gyeong Min pun beranjak dari ruang makan dan Se Ra menyusul Gyeong Min. Tuan Bae pun tampak curiga.


Roo Bi dan Roo Na bicara di kamar. Roo Na menuduh Roo Bi yang mengirimkan bukti2 itu pada Gyeong Min. Roo Bi pun pura2 tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan Roo Na. Roo Na yang sudah tidak tahan lagi, menyuruh Roo Bi keluar dari JM.

"Tulis surat pengunduran dirimu sekarang!" teriak Roo Na.


Mendengar teriakan Roo Na, Gilja dan Chorim langsung masuk ke kamar mereka.

"Ada apa? Kenapa kau berteriak pada Roo Na?" tanya Gilja.

"Eomma, aku tidak bisa sekantor dengannya. Aku cemas orang-orang akan berpikiran buruk. Aku tidak tahan lagi." jawab Roo Na.

"Jeong Roo Bi, memangnya apa yang Roo Na lakukan? Kau tahu kan bagaimana kerja kerasnya sampai dia memenangkan proposalnya." ucap Chorim.


"Siapa yang peduli. Dari semua departemen, kenapa harus departemenku! Melihatnya membuatku stress! Dia membuatku gila!" teriak Roo Na.

"Roo Na-ya, kenapa kakakmu sangat marah?" tanya Gilja.

"Jika kau stress, kenapa tidak kau saja yang keluar. Aku suka bekerja di JM. Aku tidak punya alasan untuk keluar. Aku tidak tahu apa yang membuatmu marah tapi jika kau stress, kau saja yang keluar atau kau bisa mengirimku ke bagian lain. Kau istri Wakil Presdir dan manajer pemasaran." jawab Roo Bi.

"Beraninya kau mengatakan hal itu! Kau mengejekku! Apa kau pikir ini lelucon!" sewot Roo Na.

"Roo Bi, ada apa denganmu? Dia adikmu." ucap Gilja.


Tangis Roo Na pun pecah. Ia memberitahu ibunya bahwa Gyeong Min akan menceraikannya.


Sontak Gilja dan Chorim kaget mendengarnya.

Sementara Roo Bi terlihat puas karena usahanya berhasil.


Bersambung..........

No comments:

Post a Comment