Monday, October 8, 2018

Hide and Seek Ep 12 Part 2

Sebelumnya...


Pimpinan Moon bertanya, apa mau Chae Rin.

"Jangan bilang kau mau mengambil uang itu karena sampai mati aku tidak akan menyerahkan uangku."

"Aku sadar apa arti uang bagi anda. Prioritas utama anda adalah uang sementara aku perusahaan. Kembalikan saham Makepacific padaku. Luruskan rumor spekulatifnya dan..."


Chae Rin meletakkan surat cerai, "... aku akan menceraikannya."

"Kau pikir pernikahan itu lelucon?" protes Jae Sang.

"Karena aku tahu pernikahan bukan lelucon. Bisa-bisanya kau membawa selingkuhanmu di kamar sebelah saat malam pertama kita." jawab Chae Rin.

"Itu hanya kebetulan." ucap Jae Sang.


Pimpinan Moon marah.

"Dasar anak tidak berguna." ucapnya, lalu mengambil asbak, bersiap melempar Jae Sang.


Chae Rin keluar dari ruangan Pimpinan Moon.

Wajahnya langsung bersinar cerah mendengar teriakan Jae Sang yang dihajar Pimpinan Moon.

Chae Rin pun bergegas menghubungi ayahnya.


Presdir Min terkejut saat Chae Rin bilang, sudah berhasil mendapatkan saham mereka kembali.

Usai bicara dengan Chae Rin, Presdir Min memberitahu Do Hoon bahwa Pimpinan Moon akan segera mengembalikan saham mereka.

Do Hoon juga terkejut Pimpinan Moon bisa berubah pikiran.


Pimpinan Moon sedang mendengar kata-kata motivasinya.

Ia pun kesal teringat kata-kata Chae Rin tadi di ruangannya.


"Anda tahu betapa jahat dan arogannya anda untuk berpikir bahwa dunia mengitari anda. Anda mungkin menganggap diri anda sukses luar biasa berkat usaha dan keberuntungan anda. Tapi jika dipikirkan dengan benar, anda tahu benar anda meraih kesuksesan itu dengan menginjak orang lain." ucap Chae Rin.

Pimpinan Moon marah.

"Kau berani mengguruiku!"

"Semoga kedua mendiang menantu anda  beristirahat dengan tenang dan kembalikan semua perusahaan yang anda ambil." jawab Chae Rin.

"Kau pasti sudah gila." ucap Pimpinan Moon.

" Kesuksesan yang diraih oleh pengorbanan dan air mata orang lain hanyalah seperti istana pasir. Suatu saat itu akan roboh." jawab Chae Rin.

" Seberapa pun sombongnya kau, kau tetap palsu. Kau tidak akan bisa menjadi sah meski kau dilahirkan 12 kali!" teriak Pimpinan Moon.

Flashback end...


Lalu Pimpinan Moon dikejutkan dengan suara Chae Rin yang berasal dari tape nya.

Chae Rin mengaku, bahwa ia sudah menyiapkan sesuatu di lemari besi Pimpinan Moon dan berharap Pimpinan Moon akan merubah sudut pandang terhadap dunia.


Pimpinan Moon langsung membuka brankasnya dan menemukan tulisan Chae Rin di atas sebuah kertas.

"Ja Ga Jin Gook? Apa ini?" tanya Pimpinan Moon heran. Tak lama kemudian, Presdir Moon menyadari Ja Ga Jin Gook artinya adalah 'Palsu yang terbaik".

Pimpinan Moon pun kesal.


Eun Hyuk melemparkan beberapa koin ke dalam wadah yang ada di tengah kolam.

Tak lama kemudian, ia menoleh ke belakang dan tersenyum melihat Chae Rin.

Chae Rin juga tersenyum melihat Eun Hyuk.

Chae Rin lalu memberikan Eun Hyuk satu koin lagi.


Mereka lalu berjalan-jalan di tepi kolam.

"Kau lama menungguku?" tanya Chae Rin.

"Ani." jawab Eun Hyuk.

"Aku tahu kau menungguku lama. Waktu yang dijanjikan telah lama berlalu." ucap Chae Rin.

"Kau sudah membereskan urusan dengan Pimpinan? Apa yang akan kau lakukan sekarang?" tanya Eun Hyuk.


Mereka pun berhenti berjalan dan saling menatap.

"Itu juga yang mau kutanyakan. Kau mengundurkan diri, berarti sekarang kau menganggur." jawab Chae Rin.

Chae Rin lalu mengajak Eun Hyuk bergabung di perusahaannya.

*Sesuai dugaan... Sy sempat ngebayangin sih, Eun Hyuk ngundurin diri dari Taesan terus kerja di Makepacific, lalu nanti Soo A kembali. Soo A yang tak lain adalah Yeon Joo berusaha mendepak Chae Rin dari keluarganya, perusahaan dan juga Eun Hyuk. Chae Rin lalu pergi, Eun Hyuk ikutan pergi dengan Chae Rin. Lalu Makepacific hancur ditinggalkan Chae Rin. Dan Nyonya Na meminta Chae Rin kembali.


"Kau tahu aku... terkenal." ucap Chae Rin lagi.

Eun Hyuk pun tersenyum.

Chae Rin lalu menggandeng lengan Eun Hyuk dan mereka kembali berjalan.


Eun Hyuk mengajak Chae Rin berjalan di tengah kolam.

Chae Rin nyaris jatuh. Eun Hyuk pun langsung menahan tubuh Chae Rin.

Mereka lalu saling bertatapan. Tak lama kemudian, mereka berciuman.

*So sweet.. mana tempatnya indah lagi. Sy jadi pengen ke sana.


Jae Sang lagi ngademin hatinya dengan minum-minum.

Ia lalu melihat surat perceraiannya dan meremuknya.

Setelah itu, Jae Sang masuk ke kamar dan kesal karena tidak ada Chae Rin di sana.


Yeon Joo keluar dari kamarnya.

Bersamaan dengan itu, sang ibu juga keluar dari kamar.

"Kau tidak bekerja?"

"Aku tidak bekerja setiap hari." jawab Yeon Joo.

"Kalau begitu haruskah kita membuat doenjang dan makan bersama? Ibu merasa wanita itu telah mengambil alih putri ibu."

"Ibu punya Geum Joo dan Dong Joo."

"Mereka hanya seperti hidangan pendamping. Kau lah hidangan utamanya. Kau tunggu lah disini. Ibu akan membeli tahu."

"Biar aku saja."


Tepat setelah Yeon Joo pergi, Pil Doo menerobos masuk ke rumah Yeon Joo.

Nyonya Do kaget dan langsung mengusir Pil Doo. Tapi Pil Doo tak mau pergi.

Pil Doo juga menyebutkan nama Yeon Joo. Nyonya Do pun pura-pura tidak mengenal Yeon Joo.

Nyonya Do lantas memberikan Pil Doo uang.

Pil Doo pun kesal dianggap pengemis dan langsung melemparkan uang itu.


Merasa uangnya kurang, Nyonya Do masuk ke kamarnya untuk mengambil uang dan Pil Doo mengikutinya.

Bersamaan dengan itu, Yeon Joo kembali dan berjalan menuju rumahnya.

"Berapa yang bisa kau berikan?" tanya Pil Doo.

"Semua yang kupunya." jawab Nyonya Doo.

"Kau harus bersyukur karena aku tidak punya waktu untuk urusan lain saat ini. Aku harus mencari tahu dulu siapa yang mengurungku dan melakukan hal yang sama pada mereka." ucap Pil Doo.

Pil Doo lalu menyebut2 Yeon Joo bukanlah anak kandung Nyonya Do.


Yeon Joo yang mendengar itu di luar pun kaget. Saking kagetnya, ia sampai menjatuhkan plastik belanjaannya.


Nyonya Do akhirnya menemukan simpanannya dan menyuruh Pil Doo pergi.

"Jangan datang ke sini lagi. Kumohon." pinta Nyonya Do.

Nyonya Do mendorong Pil Doo keluar.


Setelah Pil Doo pergi, Nyonya Do terkejut melihat plastik belanjaan Yeon Joo.

Sadarlah ia bahwa Yeon Joo sudah mendengar semuanya.

Ia pun langsung pergi mencari Yeon Joo.


Dan tangisnya pecah saat tak berhasil menemukan Yeon Joo dimana pun.

Bersambung ke part 3........

No comments:

Post a Comment