Skip to main content

Ruby Ring Ep 76 Part 2

Sebelumnya...


Roo Na menghubungi In Soo.

"Ada apa? Kita tidak boleh bicara seperti ini di telepon." ucap In Soo yang sudah berada di apartemennya.

"Kau benar, tapi siapa mabuk dan tidak bisa menjaga mulutnya? Kau bilang mencintai Jeong Roo Bi. Kau bilang ingin melindunginya. Jadi kendalikan dirimu. Ini antara Jeong Roo Bi dan aku. Kau harus tahu dimana tempatmu dan jangan ikut campur. Jangan libatkan Gyeong Min dalam hal ini!"

"Kau benar. Ini antara kau dan Jeong Roo Bi. Aku harus tahu diri dan tidak berhak ikut campur."

"Bagus kalau kau tahu, jadi jangan ganggu kami!"

Roo Na pun memutuskan panggilannya.


Gyeong Min mengguyur dirinya dengan air.

Pikirannya terus tertuju pada Roo Bi.


Ia ingat saat terkurung di gudang dengan Roo Bi. Roo Bi yang kala itu ingatannya belum pulih, ketakutan dan menjatuhkan dirinya ke dalam dekapan Gyeong Min.


Lalu ia ingat ketika Roo Bi melanjutkan syair yang dibacanya, syair favorit mereka.


Kemudian ia ingat saat mereka terjebak di gunung dan Roo Bi mengaku membenci dirinya.


Dan ia ingat saat Roo Bi memeluknya di pantai Jeju.


"Bae Gyeong Min, kau bilang kau tidak akan seperti ini lagi. Tapi kenapa kau tidak bisa berhenti? Sadarkan dirimu. Jeong Roo Na adik iparmu. Roo Bi dongsaeng!" ucapnya.


Roo Na yang sudah terlelap, terbangun karena mendengar tawa Roo Bi dan Gyeong Min di ruangan sebelah.

Roo Na lantas bangkit dari tempat tidurnya dan mengecek ke ruangan sebelah.

Ia pun terkejut melihat Gyeong Min yang berpelukan dengan Roo Bi.


"Gyeong Min-ssi, aku disini." ucapnya.

Tapi Gyeong Min dan Roo Bi malah tersenyum dan terus berpelukan.


"Aaaaa...!" Roo Na menjerit. Ia terbangun dari tidurnya.

Ya, semua itu hanya mimpi. Gyeong Min yang mendengar jeritan Roo Na ikut terbangun.

Roo Na pun langsung memeluk Gyeong Min. Tangisnya pecah.

"Jangan tinggalkan aku. Tetaplah di sisiku dan mencintaiku." pintanya.


Besoknya, Roo Na berlari ke meja makan dan minta maaf karena bangun kesiangan.

Roo Na mengaku, bahwa dirinya sulit tidur.

"Wae? Jika kau bersenang-senang di Jeju, kau seharusnya bisa tidur dengan baik." ucap Se Ra.

"Noona, bukankah sudah kubilang untuk mengurus urusanmu sendiri?" jawab Gyeong Min.

Se Ra langsung mendengus kesal.


Gyeong Min pun menjelaskan, kalau mereka bersenang-senang di Jeju.

Tuan Bae pun senang mendengarnya.


Geum Hee lalu melihat cincin ruby dan mengatakan cincin itu sangat cantik.

"Jadi itu cincin yang digunakan Gyeong Min saat melamarmu?" tanya Nyonya Park.

"Entah kenapa aku ingin memakainya hari ini. Aku juga ingin berjaga-jaga kalau-kalau Gyeong Min ingin melihat cincin ini." jawab Roo Na.

"Tapi bukanlah lebih baik memakai cincin pernikahanmu?" tanya Nyonya Park.

"Cincin pernikahan dari ayah dan ibu tapi yang ini dari Gyeong Min." jawab Roo Na.


"Roo Na mengatakan, dia akan menjadi lebih baik sekarang. Dia sudah membuat masalah belakangan ini. Penggelapan dana, kehamilan palsu." ucap Geum Hee.

Nyonya Park langsung menghentikan Geum Hee bicara.


"Bibi benar. Aku tidak akan membuat masalah lagi." ucap Roo Na.

"Kuharap itu bukan hanya sekedar omonganmu." jawab Tuan Bae.

"Tidak akan ayah." ucap Roo Na.


Roo Bi yang baru bangun, merasa ada yang aneh dengan matanya.

Ia pun langsung melihat matanya di cermin.

Tak lama berselang, sang ibu datang untuk membangunkannya.

Roo Bi pun memberitahu matanya terluka.

Gilja langsung memeriksa mata Roo Bi.

"Kau bintitan. Kau pasti terlalu memaksakan dirimu." ucap Gilja.

"Ibu mau menggunakan obat aneh itu lagi? Menulis di kakiku?" tanya Roo Bi.

"Itu bukan obat aneh, aku mempelajarinya dari nenekmu. Kau ingat, saat kalian masih kecil dan mata kalian bintitan, aku selalu menulis di kaki kalian." jawan Gilja.


Gilja pun mengambil pulpen dan mulai menulis di kaki Roo Bi.

Saat itulah, ia melihat tidak ada tahi lalat di kaki Roo Bi.

Begitu sang ibu selesai menulis, Roo Na pun langsung turun dari tempat tidurnya dan pergi mandi.


"Kapan dia menghapusnya? Aku tidak ingat dia menghapusnya." ucap Gilja.

Gilja lantas ingat saat Roo Na mengatakan, dirinya punya tahi lalat yang cantik.

"Aku ingat dia punya tahi lalat di kaki kirinya tapi kenapa?" Gilja bertanya-tanya.


Saat sarapan, Gilja terus memperhatikan Roo Bi.


Setelah Roo Bi pergi, Gilja bertanya pada Soyoung apakah Soyoung tahu Roo Na menghapus tahi lalatnya.

Soyoung pun berkata, kalau ia melihat Roo Bi di klinik kecantikan dan itu terjadi sebelum pergi.

Gilja syok. Ia mulai menyadari apa yang terjadi sebenarnya.

Bersambung ke part 3......

Comments

Popular posts from this blog

I Have a Lover Ep 50

Sebelumnya.... “Aku rasa aku jatuh cinta lagi padamu.” Ucap Jin Eon begitu Hae Gang menghampirinya. “Aku sudah tahu.” jawab Hae Gang. “Berikan tasmu.” Pinta Jin Eon. “Tidak mau, tas melambangkan harga diri seorang wanita.” Jawab Hae Gang. “Berikan padaku. Tas wanitaku melambangkan harga diriku.” ucap Jin Eon. Hae Gang pun tersenyum, lalu memberikan tas alias keranjangnya yang berisi peralatan mandi pada Jin Eon. Jin Eon kemudian menyuruh Hae Gang menggandeng lengannya. Hae Gang pun menggandeng lengan Jin Eon, dan selanjutnya keduanya beranjak pergi menuju sauna dengan senyum terkembang. “Kau akan memakai itu?” tanya Hae Gang saat melihat Jin Eon sedang memilih2 baju sauna. “Aku pernah memakainya dulu.” Jawab Jin Eon. “Tak bisa kubayangkan…” dan Hae Gang pun tersenyum geli, “… tapi entah bagaimana tampaknya akan lucu.” “Awas ya kalau kau jatuh cinta padaku.” Ucap Jin Eon.   Ajumma penjaga sauna kemudian memberitahu bahwa Jin Eon...

I Have a Lover Ep 29 Part 2

Sebelumnya... Seok sedang galau di kamar yang dulu ditempati Hae Gang. Tak lama kemudian, sang ayah datang. Seok mengaku bahwa mungkin dia harus keluar dari rumah untuk sementara waktu karena ia tidak bisa mengendalikan dirinya. “Berusaha melupakan dengan putus asa akan membuatmu bertambah putus asa. Tidak bisakah putus asamu berkurang sedikit?” tanya sang ayah. “Aku punya penyesalan. Aku menyesal dan itu membuatku gila. Aku seharusnya menikahinya saat kau menyuruhku tahun lalu. Maka dengan begitu, dia akan berada di sampingku selamanya. Setidaknya, aku bisa mengatakan padanya untuk tinggal, untuk memohon padanya untuk tinggal. Aku rasa aku tidak bisa melepaskannya. Aku rasa tidak bisa membiarkan itu terjadi. Aku rasa aku tidak akan pernah bisa melepaskannya.” Jawab Seok. “Hanya kau menahan seseorang, hanya karena kau menyukainya, itu hanya akan membuat tanganmu sakit.   Tanpa bisa merasakan kehangatan, kau akan berteriak kesakitan. Itu sebabnya cinta bertepuk sebelah ...

I Have a Lover Ep 17 Part 2

Sebelumnya <<< Hae Gang di rumah sakit, menunggui Moon Tae Joon yang sedang di operasi. Wajahnya tampak cemas. Tak lama kemudian, Jin Eon datang. Dua staf keamanan Jin Eon yang sudah duluan tiba di sana, langsung menemui Jin Eon begitu Jin Eon datang. "Bagaimana dengan Moon Tae Joon?" tanya Jin Eon. "Dia sedang di operasi." jawab salah satu staf keamanan Jin Eon. "Lalu Do Hae... ah, maksudku Nona Dokgo Yong Gi?" tanya Jin Eon. "Dia menunggu di depan ruang operasi." jawab staf keamanan itu lagi. "Kau sudah mendapatkan nomor platnya?" tanya Jin Eon. "Sudah." Staf keamanan Jin Eon pun memberikan nomor plat kendaraan yang menabrak Tae Joon pada Jin Eon. Jin Eon menatap nomor plat itu dengan wajah cemas. Ia lalu menyusul Hae Gang ke ruang operasi. Keluarga Moon Tae Joon menyalahkan Hae Gang atas kecelakaan yang menimpa Tae Joon. Kakak Tae Joon berkata, jika saja Tae Joon mendengarkannya untuk m...