Sunday, November 4, 2018

Hide and Seek Ep 19 Part 1

Sebelumnya...


Eun Hyuk mengakui semuanya pada seluruh keluarga Min, bahwa dia lah yang menyerahkan Soo A ke tangan Pil Doo.

Mendengar itu, Presdir Min pun murka dan memukul Eun Hyuk.

Chae Rin membela Eun Hyuk. Ia berusaha menjelaskan, kalau Eun Hyuk tidak punya pilihan lain saat itu. Eun Hyuk hanyalah seorang anak kecil yang ingin menyelamatkan diri dari ayahnya yang kejam.

"Tapi tetap saja, dia menghancurkan kehidupan orang lain untuk menyelamatkan dirinya." ucap Presdir Min.


Presdir Min lantas kembali memukul Eun Hyuk tapi Chae Rin mencegahnya dan meminta sang ayah memukulnya saja.

Nyonya Na yang juga syok, menyuruh Presdir Min mengusir Eun Hyuk.


"Aku minta kalian berdua pergi dari sini sekarang!" perintah Presdir Min.

Chae Rin pun mengajak Eun Hyuk pergi, sementara Yeon Joo terlihat kesal.


Nyonya Na lantas meminta penjelasan Soo A. Ia ingin tahu apa hubungan yang dimiliki Chae Rin dan Eun Hyuk.

"Kudengar dia pacar Chae Rin." jawab Presdir Min.

"Pacar Chae Rin, kalau begitu, Soo A, kau. merebut dia dari...."

"Dia milikku. Min Chae Rin lah yang merebutnya." jawab Yeon Joo, memotong kata-kata sang ibu.


Diluar, Chae Rin meminta penjelasan Eun Hyuk, kenapa Eun Hyuk melakukan itu.

"Mereka tidak akan membiarkanmu pergi begitu saja. Mereka akan melakukan apapun untuk Soo A. Beraninya kau datang kesini. Kau ingin mati? Kau ingin mereka mengalahkanmu tanpa jejak?"

"Kenapa kau membelaku? Apa yang akan mereka pikirkan tentangmu sekarang?"

"Bagaimana aku bisa mengabaikanmu?"

"Kau bertindak seolah-olah kau tidak mau melihat mereka lagi. Bisakah kau melakukan itu? Kau tidak ingin melihat mereka lagi? Ini rumahmu setelah semuanya."

"Masuk ke mobil! Oso!"

Bu Kim pun keluar dan melihat Chae Rin pergi bersama Eun Hyuk.


Di dalam, keluarga Min sedang membahas Eun Hyuk. Nyonya Na tidak mengerti dan heran kenapa harus Eun Hyuk yang menjadi anak Pil Doo dari semua orang.

"Soo A-ya, dia kekasihmu sebelum bertemu dengan Chae Rin, tidak lah penting. Aku benar-benar marah kau memperkenalkannya pada kami padahal kau tahu dia yang menculikmu dulu." ucap Nyonya Park.

"Apakah ibu ingin memecat Chae Rin ada hubungannya dengan ini?" tanya Presdir Min.

"Tentu saja! Mereka sudah bersama bahkan sejak Chae Rin masih menjadi istri Group Tae San. Pimpinan Moon sangat lah baik. Dia diam saja mengetahui semua itu." jawab Nyonya Na.

Yeon Joo menangis. Nyonya Na pun meminta Yeon Joo berhenti menangis.

Ia juga menyuruh Yeon Joo mencari pria yang lebih baik dari Eun Hyuk dan menyuruh Yeon Joo bekerja di kantor mulai besok.


Chae Rin membawa Eun Hyuk pulang.

"Jangan datang lagi ke rumah itu tanpa sepengetahuanku. Uri halmeoni lebih buruk dari yang kau bayangkan. Dia tidak akan membiarkan ini. Aku akan mencari cara agar kau bisa keluar dari masalah ini."

Eun Hyuk pun memegang tangan Chae Rin dan meminta Chae Rin tidak mencemaskannya.

"Apakah kau tidak akan cemas jika berada di posisiku?"

"Aku hanya ingin mengurangi rasa bersalahku. Aku lah yang menciptakan ini. Aku menghancurkan hidup orang lain."

"Bukan kau yang menghancurkan hidup Min Soo A, jadi jangan pergi kemana pun."


Besoknya, Chae Rin masuk ke ruangannya dan mendapati Yeon Joo sudah duduk di kursinya.

Yeon Joo memberitahu Chae Rin bahwa itu sudah menjadi ruangannya dan menyuruh Chae Rin membaca pengumuman yang diterbitkan perusahaan.

"Jika kau sangat menginginkan posisiku, harusnya kau belajar dari bawah." jawab Chae Rin.

"Itu berlaku untukmu tapi tidak denganku. Aku pewaris asli nenek, jadi kenapa aku membutuhkan itu?" ucap Yeon Joo.

"Baiklah, lakukan sesukamu dan kau akan tahu jika seseorang harus belajar agar bisa menjalankan perusahaan." jawab Chae Rin.

"Dan kau harus mengalami apa yang kualami dulu. Cobalah berjalan ke titik dimana kuku jarimu patah dan rambutmu dijambak oleh klien yang mengamuk. Kau akan tahu betapa menderitanya aku dulu." ucap Yeon Joo.


Yeon Joo lalu membahas kejadian heboh di rumahnya tadi malam.

"Kenapa kau ikut campur saat dia datang untuk meminta maaf? Tidakkah kau lihat, kau membuatnya berada di posisi yang semakin sulit?"

Kesal, Chae Rin pun mendekati mejanya dan menatap tajam Yeon Joo.

"Jangan pernah berpikir untuk mengacaukannya.  Hidupnya dipenuhi rasa sakit dan penyesalan." ucap Chae Rin.

Tapi Yeon Joo tidak peduli dan menyuruh Chae Rin membaca pengumuman di bawah.


Di bawah, para pegawai terkejut membaca pengumuman itu.

Tak lama Chae Rin datang. Ia kesal, membaca pengumuman tentang dirinya dan Yeon Joo.

Dalam pengumuman itu ditulis, bahwa Chae Rin akan menggantikan posisi Yeon Joo sebagai penjual kosmetik keliling dan

Yeon Joo akan menggantikan Chae Rin sebagai CFO.


Sekarang, Chae Rin sedang bersiap-siap sebagai penjual keliling.

Seorang pegawainya datang dan memberikan daftar klien mereka.

"Bagaimana anda bisa berakhir seperti ini? Penjual keliling adalah pekerjaan kasar." ucap pegawainya cemas.

"Tidak ada yang tidak bisa kulakukan." jawab Chae Rin, lalu mengambil daftar klien dan pergi.

"Kenapa CFO baru memberikan klien itu padanya? Mereka sudah masuk daftar hitam." ucap pegawainya cemas.


Di ruangannya, Yeon Joo sedang bersama Jae Sang.

"CFO Min Soo A, aku merasa kau terbiasa dengan itu dalam waktu singkat."

"Ini milikku sejak dulu. Aku hanya mengambil kembali apa yang direbut Min Chae Rin dariku."

"Mengesampingkan kehidupan pribadinya, dia dicopot dari posisi itu.  Dia melakukan semua yang dia bisa untuk perusahaan ini." jawab Jae Sang.

"Kau berpihak padanya atau apa?" tanya Yeon Joo.

"Aku hanya membicarakan kenyataannya. Aku tidak akan menyangkal kalau dia adalah perempuan gila tapi dia sangat kompeten dan bertanggung jawab untuk urusan perusahaan."


Tak lama kemudian, salah satu pegawai datang dan memberikan laporan pemesanan bahan baku.

Yeon Joo pun langsung menandatanganinya tanpa membaca terlebih dahulu.


Sontak, Jae Sang terkejut melihatnya. Setelah si pegawai pergi, Jae Sang menasehati Yeon Joo kalau Yeon Joo harusnya memeriksa laporan itu dulu sebelum memberikan tandatangan seperti yang dilakukan Chae Rin.

"Aku memeriksanya dengan seksama seperti dia." jawab Yeon Joo kesal.

"Kau tidak bisa menjalankan bisnismu dengan emosi. Kontrak dengan Bailing Kosmetik tidak hanya penting untukmu tapi juga perusahaanku."

"Jika Min Chae Rin bisa, kenapa aku tidak bisa."


Berbeda dengan Chae Rin yang sedang menghadapi kliennya dengan cara pintar.

Kliennya, seorang ibu-ibu, meminta pengembalian dana atas kosmetik yang dibelinya.

Ia menunjukkan kosmetik itu pada Chae Rin dan tidak menggunakannya sedikit pun.

Chae Rin membuka kosmetik itu dan memeriksanya.

Setelah itu, ia mengaku lega kliennya tidak menggunakan kosmetik itu.

"Disebabkan banyak masalah, jadi produk ini harus ditarik dari pasaran. Jika kau memakainya, kulitmu akan bersisik. Efeknya tidak akan langsung terasa, tapi pelan-pelan dan yang terburuk, kau bisa berakhir di rumah sakit."

"Rumah sakit? Tak tersembuhkan? Kau harusnya mengatakan itu sejak awal! Aku sudah menggunakan semuanya!"

"Lihat? Kau menggunakannya. Kau mengganti krim kami dengan krim murahan. Kau pikir aku tidak akan tahu? Aku dapat mengetahuinya dengan mudah hanya dengan melihat warna dan mencium baunya. Kau tidak tahu ini penipuan?"

Mendengar itu, si pelanggan merasa malu dan langsung masuk ke dalam.

*Oke, sy ngakak scene ini... Chae Rin memang pintar.... Padahal si Yeon Joo sengaja nyodorin klien bermasalah ke Chae Rin. Masih ingat kan di episode awal, Yeon Joo dijambak kliennya karena dia menolak pengembalian dana. Jadi gaes, Yeon Joo pengen Chae Rin ngerasain itu makanya dia nyodorin klien bermasalah tapi Min Chae Rin gitu loh, si perempuan gila. Dia dengan gampangnya mengenali krim itu dan membuat si klien mengaku. Gak kayak Yeon Joo, yg main tanda tangan aja tanpa mbaca tu dokumen.


Chae Rin pun hendak pergi tapi dia malah ketemu Bu Kim.

"Kau memang dilahirkan untuk menjadi penjual keliling yang cerdas."

"Apa yang kau lakukan disini?"

"Aku hanya berkeliling dan melihat pertunjukkan yang menakjubkan. Kau seharusnya berusaha keras agar bisa kembali ke rumah."

"Jika kau sudah selesai menontonnya, sebaiknya kau pergi."

"Kau, kenapa kau seperti ini sekarang? Dulu kau tidak begini? Kau harus kembali ke rumah dan memulai semuanya dari awal lagi. Siapa yang membuatmu seperti ini?"

"Aku memiliki seseorang yang mencintaiku dan menganggapku keluarga tanpa aku harus melakukan semua itu jadi kenapa aku harus kembali ke sana?"

"Apa pria itu dapat menjamin masa depanmu? Dia miskin." ucap Bu Kim. Chae Rin pun tidak membalas kata-kata Bu Kim lagi dan beranjak pergi.


Setelah itu, Bu Kim mendatangi Eun Hyuk. Eun Hyuk terkejut Bu Kim mengetahui rumahnya.

"Aku rasa kalian berdua tinggal disini. Kau tidak seharusnya melakukan ini. Jika ingin menghukum dirimu, kau harusnya tutup mulut dan hidup dibawah rasa bersalahmu. Kau harus menanggung beban itu sampai kau mati."

"Aku merasakan kebencianmu terhadapku."

"Aku membesarkan Soo A seperti anakku sendiri. Kau melakukan kesalahan padanya. Tidak bolehkah aku membencimu?"

"Jadi kau disini untuk protes?"

"Kenapa lagi aku disini?"


Bu Kim lalu melihat-lihat sekeliling rumah Eun Hyuk.

"Chae Rin adalah alat yang nyaman bagi Nyonya Na dan Group Tae San. Tapi siapa tahu dia akan berakhir menjadi pemilik perusahaan dengan tekadnya."

"Kudengar semua ini berawal dari takdir buruk yang diterimanya. Aku tidak tahu masih ada seseorang yang percaya hal seperti itu sekarang ini. Itu mengerikan."

"Itu pilihannya. Dia harusnya kembali ke panti asuhan tapi dia memilih kembali."

"Pasti dia hanya memiliki satu pilihan. Sudah jelas ini penyiksaan anak. Apa yang kau lakukan saat itu? Ketika Chae Rin menderita seperti itu, kau hanya menontonnya atau ikut menyiksanya? Yang mana saja itu, mereka tidak berbeda satu sama lain.  Kau tahu itu juga kan?"

"Apa kau mau mengatakan kau bahagia hidup seperti ini?"


"Kenapa kau berpikir hidup kami kacau?"

"Suruh dia kembali ke rumah. Aku akan mencoba bicara dengan Nyonya Na."

"Kenapa kau kesini?"

"Bukankah sudah kubilang kau bersalah pada Min Soo A?"

"Kau disini untuk menunjukkan kemarahanmu. Tapi kau hanya membicarakan tentang Chae Rin. Apa ada alasan lain kau lebih peduli pada seorang pengganti yang menerima takdir buruk dibandingkan dengan putri majikanmu yang kau besarkan seperti anak sendiri itu?"

"Kau salah."

"Aku pikir itu benar."


Eun Hyuk lantas menyuruh Bu Kim pergi karena ia akan bertemu dengan Chae Rin.

Eun Hyuk mengantarkan Bu Kim keluar. Sebelum pergi, Bu Kim memperingatkan Eun Hyuk kalau Nyonya Na tidak akan tinggal diam setelah pengakuan Eun Hyuk tadi malam.


Ponsel Eun Hyuk berdering. Telepon dari Chae Rin yang memintanya datang ke tempat biasa. Chae Rin mengaku merindukannya.

"Aku akan segera ke sana."


Tapi usai bicara dengan Chae Rin, seorang pria mendatangi Eun Hyuk dan Eun Hyuk langsung melumpuhkannya.

Eun Hyuk pun bisa menebak pria itu kiriman Nyonya Na.


Sekarang, Eun Hyuk ikut pergi dengan pria itu.

Chae Rin menghubungi Eun Hyuk. Ia pun heran Eun Hyuk tidak menjawab teleponnya.


Eun Hyuk dibawa ke sebuah gudang.  Tak lama kemudian, pria itu datang membawa Nyonya Na.

"Kudengar kau datang kesini atas kemauanmu sendiri. Jika kau merasa bersalah pada Soo A dan ingin dimaafkan, tetaplah disini sampai aku menyuruhmu pergi. Kau bisa pergi. Ini bukan penjara. Tidak ada penjaga. Tapi jika ingin menebus kesalahanmu pada Soo A, tetaplah disini sampai aku menyuruhmu pergi."

Eun Hyuk terdiam mendengarnya. Ponsel Eun Hyuk berdering lagi. Telepon dari Chae Rin tapi anak buah Nyonya Na langsung menyita ponsel itu atas perintah Nyonya Na.


Sementara itu, Chae Rin ke rumah Eun Hyuk. Ia kaget tidak menemukan Eun Hyuk di sana.

Tak lama kemudian, ia curiga Nyonya Na melakukan sesuatu pada Eun Hyuk nya.

Bersambung ke part 2......

No comments:

Post a Comment