Thursday, November 1, 2018

Hide and Seek ep 18 Part 3

Sebelumnya...


Jae Sang membawa Chae Rin ke apartemennya. Chae Rin terkejut. Ia tidak mau masuk saat Jae Sang mengajaknya masuk.

"Aku tidak akan melakukan apapun. Orang-orang akan berpikir kita ini lajang. Kau suka atau tidak, kita pernah menikah dan tidur seranjang." jawab Jae Sang.

Chae Rin pun mengikuti Jae Sang ke dalam.

"Apa yang terjadi dengan kontrak Tiongkok? Kosmetik Bailing meminta syarat lain?" tanya Chae Rin.

"Terlepas dari situasi itu, kau mengikutiku kemari. Bukankah kau diusir dari rumah?"

"Darimana kau tahu?"

"Sudah kubilang, aku setulus Eun Hyuk. Aku tahu apapun tentang dirimu. Jika kau sangat menginginkan Makepacific, aku bisa memberikannya untukmu."

"Bicarakan saja tentang pekerjaan."


"Tidak ada masalah. Aku membawamu kesini agar kau bisa tinggal disini."

Chae Rin langsung ingin pergi tapi Jae Sang menahannya dan meminta Chae Rin tinggal di apartemennya itu.


Tak lama kemudian, seseorang mengetuk pintu. Karena orang itu tidak menjawab saat ditanya, Jae Sang pun dengan kesal membukakan pintu dan Eun Hyuk langsung menerobos masuk.

"Apa yang kau lakukan disini? Kau seharusnya tidak disini." ucap Eun Hyuk.

Eun Hyuk mengajak Chae Rin pergi, tapi Jae Sang menahannya.

"Palsu atau tidak, dia dibesarkan dalam keluarga konglomerat. Bagaimana bisa kau membawanya ke sana? Itu tidak lebih baik daripada pengungsian tunawisma. Kau pasti tidak tahu karena tidak pernah menjalani hidup enak tapi kau sangat egois jika membawa wanita ke tempat macam itu."

"Anda salah. Sebesar apapun tempatnya seorang wanita ingin tinggal di sisi prianya."

"Apa?"

"Aku yakin kau tidak ingat tapi di restoran..."


Flashback...

Eun Hyuk memakaikan kalung ke leher Chae Rin atas perintah Jae Sang ketika mereka berada di restoran. Saat itu, untuk pertama kalinya mereka semua bertemu.

Flashback end...


"Sejak saat itu dia selalu menjadi wanitaku." ucap Eun Hyuk.

Jae Sang nampak kesal.


Eun Hyuk lantas mengulurkan tangannya ke Chae Rin. Ia menyuruh Chae Rin memilih diantara dirinya dan Jae Sang.

Chae Rin pun memilih Eun Hyuk. Ia menyambut uluran tangan Eun Hyuk.


Chae Rin dan Eun Hyuk lantas beranjak pergi. Jae Sang nampak terpukul.


Dalam perjalanan, Eun Hyuk dan Chae Rin tak saling bicara.

Chae Rin hanya menatap Eun Hyuk.


Jae Sang yang kecewa melampiaskannya dengan minum-minum.

Tak lama kemudian, sang ayah datang mendekatinya.

"Wae? Apa ada masalah?"

"Aku selalu punya masalah. Aneh rasanya jika seorang Moon Jae Sang tidak punya masalah."

"Ada masalah dengan pekerjaanmu? Kau tahu bisnis bisa naik turun."

"Ayah, apa yang harus kulakukan pada orang yang sangat kubenci? Aku tidak bisa membunuhnya meski ingin."


"Siapa dia?"

"Ayah tahu siapa dia."

"Apa alasannya? Dia menusukmu dari belakang? Jika iya, kau pantas mendapatkannya karena sudah menggelapkan dana perusahaan dan kehidupan pribadimu berantakan."

"Akan melegakan jika itu masalahnya. Ini terlalu memalukan. Ayah tidak akan mengerti perasaanku. Lagipula aku tidak dalam posisi untuk mencintai seseorang."

Jae Sang lalu menyuruh ayahnya mengatur pernikahannya yang keempat.


Paginya, si pengendara misterius itu muncul di depan kediaman Eun Hyuk.

Eun Hyuk yang kebetulan baru keluar pun melihatnya dan terkejut. Ia langsung mengejar si pengendara tapi si pengendara keburu kabur.


Pimpinan Moon menyuruh Eun Hyuk ke kantornya. Ia meminta penjelasan Eun Hyuk soal hubungan hubungan Eun Hyuk dan Chae Rin.

Eun Hyuk pun mengaku, bahwa dirinya punya perasaan pada Chae Rin.


Do Hoon terkejut saat Chae Rin bilang akan menyerahkan semua sahamnya pada Soo A. Chae Rin meminta Do Hoon mengurus semuanya.

Setelah mengatakan itu, ia beranjak pergi untuk rapat. Do Hoon menatap Chae Rin dengan cemas.


Nyonya Na senang mendapat kabar dari Do Hoon soal Chae Rin yang mentransfer saham ke Soo A.

Usai bicara dengan Do Hoon, Nyonya Na langsung mengajak Soo A ke kantor agar Soo A bisa menatap kantor baru Soo A.

"Kantor baruku?"

"Kau bilang ingin menjadi CFO."

Soo A langsung tersenyum senang.


Di lobby, Chae Rin melihat salah satu pegawainya kesusahan membawa dua kardus besar.

Chae Rin pun langsung turun tangan membantunya. Chae Rin juga menanyakan punggung si pegawai yang terluka.

"Kau membelikanku obat mahal dan terlalu sering membawaku ke rumah sakit. Jadi aku sudah merasa lebih baik."


Nyonya Na senang saham Chae Rin sudah ditranfer ke Soo A.

Soo A sendiri juga senang memiliki saham.

Tapi tidak dengan Do Hoon. Ia justu terlihat resah dan cemas.


Begitu Soo A dapat saham, masalah pun muncul.

Chae Rin yang kini ada di kantor Jae Sang pun terkejut saat Jae Sang mengatakan bahwa Kosmetik Bailing ingin mempertimbangkan kontrak mereka lagi.

Jae Sang berkata, itu karena Min Soo A sudah kembali jadi mereka harus mempertimbangkan kontraknya.

Chae Rin mengancam Jae Sang. Ia akan bertindak jika Jae Sang berani main-main dengannya.


Yeon Joo menghampiri Do Hoon yang sudah menunggunya. Yeon Joo bilang, kemungkinan ia akan mulai bekerja besok.

Do Hoon lantas menanyakan soal Chae Rin. Yeon Joo pun berkata, ia tidak peduli pada Chae Rin.

"Sepertinya kau sedikit berubah. Kau tidak begini saat aku pertama kali bertemu denganmu."

"Aku harus berubah. Tidak mungkin aku tidak berubah sementara lingkunganku berubah."


Yeon Joo lalu beranjak pergi. Tapi langkahnya langsung terhenti saat Do Hoon membahas Nyonya Do.

"Kau pasti sudah tahu nenekmu orang seperti apa. Dia tidak akan melunakan pada wanita itu."

"Mulai hari ini aku akan sibuk belanja jadi kau tidak perlu memberitahuku soal itu." jawab Yeon Joo, lalu pergi.


Geum Joo dan Dong Joo membujuk ibunya minum obat tapi sang ibu tidak mau dan ingin mati.

Geum Joo dan Dong Joo lantas mengajak sang ibu pindah rumah agar sang ibu bisa melupakan Yeon Joo.

Mereka juga takut kalau Nyonya Na akan datang mengacau lagi tapi Nyonya Do tidak mau dan kekeuh mau menghadapi Nyonya Na.


Chae Rin masuk ke ruangannya dan mendapati Yeon Joo duduk di kursinya.

"Sudah kubilang itu bukan kursimu." ucap Chae Rin.

Yeon Joo pun langsung berdiri dan menghampiri Chae Rin.


"Kau tinggal dimana setelah diusir? Jangan bilang kau tinggal bersamanya."

Chae Rin diam saja.

"Kenapa tidak menjawab? Kau benar-benar tinggal dengannya?" Yeon Joo mulai sewot.

"Jika kau sangat menginginkan posisiku, pelajari lah cara bekerja terlebih dahulu. Itu bukan tempat yang bisa kau ambil dengan mudah. Jika aku jadi kau, aku akan mempelajarinya dari dasar dibandingkan melakukan ini karena pengaruh nenek." jawab Chae Rin.

Chae Rin lalu beranjak pergi. Kesal, Yeon Joo menyusul Chae Rin.


Eun Hyuk tiba di Makepacific. Ia lalu teringat pengakuannya pada Pimpinan Moon tadi bahwa ia tahu siapa Chae Rin sejak awal.


Eun Hyuk kemudian melihat Yeon Joo dan Chae Rin bertengkar.

Yeon Joo mencengkram tangan Chae Rin dan bertanya apa yang membuat Chae Rin begitu hebat.

"Kau diusir jadi lebih baik kau memohon pengampunan! Kau lebih baik memohon agar aku mau mengampunimu!" teriak Yeon Joo.

Chae Rin berusaha menarik tangannya tapi Yeon Joo malah semakin kuat mencengkram tangannya.


"Kau tidak akan pernah bisa masuk ke rumah dan perusahaan jika begini. Kau lupa siapa yang membuatmu bisa masuk ke rumah itu? Nenek memungutmu agar kau bisa menemani aku! Kau menikmati semua kemewahan saat aku tidak ada. Bukankah seharusnya kau berterima kasih padaku."

"Tanyakan kepada nenekmu apakah aku hanya diadopsi? Aku di sana untuk menemanimu? Alih-alih kau, aku yang menikmati kemewahan? Saat kau tidak ada, aku hidup sebagai bayang-bayangmu. Aku diadopsi dengan tujuan itu sejak awal! Penderitaan dalam hidupku sebanyak penderitaanmu jadi hentikanlah!"


Yeon Joo pun mulai menyerang Chae Rin.


Tepat saat itu, Eun Hyuk datang menolong Chae Rin. Eun Hyuk mencengkram tangan Yeon Joo, membuat Yeon Joo kian marah.


Di mobil, Eun Hyuk meminta penjelasan Chae Rin soal maksud Chae Rin tadi bahwa Chae Rin tidak hanya diadopsi.

Chae Rin pun mengaku bahwa ia diadopsi dengan tujuan sebagai pengganti untuk menerima kesialann Soo A.

Eun Hyuk terkejut medengarnya.

Chae Rin lalu mengajak Eun Hyuk makan karena ia lapar.


Yeon Joo menerobos masuk ke ruangan Jae Sang. Ia marah-marah karena Jae Sang tidak memisahkan Eun Hyuk dan Chae Rin.

Disinilah Jae Sang memberitahu Yeon Joo bahwa Yeon Joo masih punya cara lain untuk mendapatkan Eun Hyuk kembali.

Ia memberitahu Yeon Joo bahwa Eun Hyuk adalah putra Pil Doo dan membantu Pil Doo menculik Yeon Joo dulu.

Yeon Joo sontak terkejut.


Di depan ruangan Jae Sang, Yeon Joo mencoba mengingat-ingat saat ia diculik. Tak lama kemudian, ia ingat saat Eun Hyuk kecil membawanya ke Pil Doo.

Yeon Joo pun jatuh terduduk. Ia syok.


Eun Hyuk mengajak Chae Rin makan siang. Mereka makan di kedai kecil.

Chae Rin meminta Eun Hyuk berhenti menatapnya dengan tatapan iba.

"Wajah simpatimu membuatku marah. Kau tahu kan aku wanita seperti apa. Aku ini Min Chae Rin."

Chae Rin lalu berkata, ia mau ke toko setelah itu untuk memeriksa respon konsumen soal produk mereka.


Tak lama kemudian, Eun Hyuk dapat sms dari Yeon Joo. Ia terkejut Yeon Joo memanggilnya Jo Sung Min.


Mereka pun bertemu di taman. Yeon Joo menatap Eun Hyuk lirih.

"Itu benar-benar kau. Kau masih punya tatapan itu sejak kau masih anak-anak. Apa kau pikir aku tidak akan mengingatmu selamanya?"

"Yeon Joo-ya."

"Kau lupa, aku Min Soo A!"

"Mianata. Jeongmal mianhae." ucap Eun Hyuk.

"Jika kau mau dimaafkan, tinggalkan Min Chae Rin." jawab Yeon Joo, membuat Eun Hyuk terkejut.


Pil Doo ke rumah keluarga Min.

Tepat saat itu, Nyonya Na pulang dan kaget melihat Pil Doo.

Pil Doo memberitahu bahwa bukan ia yang menculik Soo A.

"Ada orang lain. Orang itu yang menyuruhku menculik Min Soo A. Kau mau kuberitahu siapa dia?"


Eun Hyuk sedang bersiap-siap saat Chae Rin datang. Ia memberitahu Chae Rin bahwa ia ada janji penting dan akan memberitahu Chae Rin nanti.


Tepat setelah Eun Hyuk pergi, Yeon Joo menghubungi Chae Rin dan memberitahu Chae Rin bahwa Eun Hyuk akan datang ke rumahnya untuk menyapa keluarganya.

"Lihat, aku mengambilnya darimu bukan karena kau hebat tapi karena gelar pewarismu."

Sontak Chae Rin kaget dan langsung pergi.


Yeon Joo memberitahu keluarganya dengan wajah berseri-seri kalau ia mengundang pria yang dicintainya ke rumah.


Tak lama kemudian, Eun Hyuk datang dan Presdir Min terkejut melihat Eun Hyuk.

Yeon Joo pun mengaku Eun Hyuk lah pria yang ia cintai.

Nyonya Na merasa pernah melihat Eun Hyuk tapi lupa dimana.


Chae Rin pulang ke rumah. Tepat saat itu, Eun Hyuk berlutut pada mereka dan mengaku sebagai Jo Sung Min, putra Jo Pil Doo yang telah membantu Jo Pil Doo menculik Soo A.

Sontak, Presdir Min terkejut. Ia marah dan langsung menatap tajam Eun Hyuk.

Yeon Joo menatap kesal Eun Hyuk.


Chae Rin ikut berlutut, mendampingi Eun Hyuk. Ia meminta Eun Hyuk berhenti melakukan itu, tapi Eun Hyuk tetap mengakui perbuatannya 20 tahun lalu.

Bu Kim juga nampak tegang.


Bersambung...........

No comments:

Post a Comment