Sunday, November 4, 2018

Hide and Seek Ep 19 Part 3

Sebelumnya...

Lanjut gaes....


Part ini dibuka dengan Nyonya Do yang menunggu Yeon Joo di depan kediaman Min.

Tak lama kemudian, Geum Joo dan Dong Joo datang. Mereka mengajak sang ibu pulang tapi sang ibu kekeuh ingin melihat Yeon Joo.

"Bagaimana kalau kau bertemu wanita tua itu, hah? Jika kau ingin melihat Kak Yeon Joo, kau bisa menelponnya dan mengajaknya bertemu." ucap Geum Joo.

"Bagaimana bisa aku menelponnya lebih dulu dan mengajaknya bertemu. Itu tidak sopan. Aku hanya akan menunggu disini. Saat dia keluar dan masuk ke rumahnya, aku akan bisa melihat bayangannya." jawab Nyonya Do.

"Ini semua karena kau terlalu menyayangi Kak Yeon Joo! Kau tidak akan bisa menemuinya seperti ini!" ucap Dong Joo kesal.

"Ayo pulang, eomma. Ayo." jawab Geum Joo. Kakak beradik itu lantas membawa ibu mereka pulang.


Tepat saat itu, Yeon Joo datang. Ia sempat berpapasan dengan ibu dan kedua adiknya tapi mereka tidak saling menyadari.


Begitu masuk ke rumah, Nyonya Park langsung menyambut Yeon Joo.

"Aku sudah mendengarnya dari ayahmu. Kau membuat kesalahan. Semua orang bisa berbuat salah. Berdiri lah yang tegak dan temui nenekmu."


Yeon Joo pun menemui neneknya.

"Aku bisa menutupi kesalahan kecil tapi alangkah lebih baiknya jika kau tidak membuat kesalahan mulai sekarang. Pergilah istirahat." ucap Nyonya Na.


Tapi begitu Yeon Joo pergi, dia langsung mengatai Yeon Joo dungu. Ia tidak percaya memiliki keturunan yang dungu seperti Yeon Joo.

Melihat itu, Bu Kim pun langsung menghasut Nyonya Na untuk membawa Chae Rin kembali.

Tapi Nyonya Na tidak mau.

Bu Kim lantas berkata, mereka bisa memanfaatkan Chae Rin sampai Yeon Joo bisa beradaptasi dengan perusahaan.

Nyonya Na tetap menolak, ia berkata membawa Chae Rin balik hanya akan membuat masalah.

"Lantas apa yang akan anda lakukan sekarang?"

"Aku akan segera memecatnya."


Chae Rin dan Eun Hyuk sedang membahas pria si pengendara motor. Eun Hyuk bertanya-tanya, siapa yang sebenarnya berusaha membantu Chae Rin dan ingin menyingkirkannya dari Chae Rin.

"Jika mereka ingin membantuku, mereka pasti tahu betapa berartinya kau bagiku." ucap Chae Rin.

"Siapa yang tidak suka aku berada sisimu?"

"Soo A? Halmeoni, Moon Jae Sang? Ani, mereka tidak pernah mau membantuku."

"Siapapun itu, mereka mengawasi kita sekarang. Dan ada satu lagi orang yang ingin kau kembali."

"Nugu?"

Eun Hyuk pun terdiam, memikirkan kata-kata Pimpinan Moon yang ingin Chae Rin kembali.

"Lupakan." ucap Eun Hyuk setelahnya.

"Siapa orang itu?" tanya Chae Rin kesal.


Pimpinan Moon terkejut saat Jae Sang memberitanya tentang Soo A yang sudah menjadi CFO menggantikan Chae Rin.

Ia lantas meminta Jae Sang mempertimbangkan lagi soal kontrak Bailing karena mereka tidak tahu seperti apa pewaris yang asli.

"Sudah kubilang dia canggung. Dia bahkan tidak memeriksa dulu kontrak pemesanan dan langsung menandatanganinya. Aku yakin dia akan segera membuat masalah besar. Kita harus mengambil kesempatan dari keuntungan. Kita harus menyatukan mereka dengan Tae San Group, bukan dengan klien."

"Kau pikir itu mungkin?"

"Aku sedang menunggu waktu yang tepat." jawab Jae Sang tegas.


Besoknya di kantor, Presdir Min menanyakan rencana Yeon Joo terhadap bahan mentah yang sudah terlanjur dipesan banyak.

Ada Do Hoon juga disana. Yeon Joo pun bingung menjelaskan caranya.

"Aku akan membiarkan hal ini karena ini kesalahan pertamamu. Nenekmu juga meminta itu. Tapi lain kali kau harus berhati-hati dalam melakukan pemesanan." ucap Presdir Min.

Presdir Min lalu menyuruh Yeon Joo keluar.


Do Hoon menyusul Yeon Joo.

"Sangat menjengkelkan melihat ayah seperti itu padaku. Kenapa aku yang disalahkan atas kesalahan yang dibuat karyawanku? Itu bukan kesalahanku."

"Dibutuhkan keberanian untuk mengakui kesalahan. Ini tidak seperti Soo A yang kukenal."

"Apapun yang kau pikirkan tentangku, inilah diriku."

"Jika itu Chae Rin, dia akan berusaha menemukan jalan keluar."

"Chae Rin lagi, Chae Rin lagi! Ketika dia bekerja di kantor yang mewah, aku berkeliling menjual produk kita. Kenapa kau melakukan ini padaku juga!"

"Kau tidak harus emosi seperti ini. Mintalah nasihat pada Chae Rin."

"Tidak, aku akan mengatasinya sendiri." jawab Yeon Joo lalu beranjak pergi.


Yeon Joo masuk ke ruangannya dan mendapati Jae Sang sudah menunggunya.

Ia lantas duduk di kursinya dengan wajah kesal.

"Sesuatu yang buruk terjadi? Katakan padaku, siapa tahu aku bisa membantumu."

"Ada kesalahan dalam pemesanan. Aku hanya menandatangani dokumen tapi semua orang menyalahkanku."

"Pada saat seperti ini, kau harus menyelesaikan beberapa hal. Kau terlihat seperti sedang menunggu keputusan Presdir Min. Kesimpulannya sudah jelas. Kau harus menyelesaikannya sebelum dia. Haruskah kau menunggu keputusannya untuk membuat persetujuan?"

Yeon Joo pun termakan omongan Jae Sang tanpa menyadari Jae Sang tengah menghasutnya.

Jae Sang terus menghasut Yeon Joo dengan mengatakan bahwa Presdir Min hanya berusaha membuat Yeon Joo berada di posisi yang sulit. Yeon Joo makin terhasut.


Eun Hyuk mengantarkan Chae Rin yang hendak pergi bekerja keluar.

Sampai diluar, mereka melihat si pengendara itu.

"Bersikaplah biasa. Aku akan mengikutinya." ucap Eun Hyuk.

Chae Rin mengangguk dan beranjak pergi seolah tidak ada yang terjadi.


Begitu melihat si pengendara mengikuti Chae Rin, Eun Hyuk pun menghubungi Kyung Sik dan meminta Kyung Sik melacak plat nomor motor si pengendara.

Pil Doo mendatangi kantor lintah darat. Ia yakin itu adalah tempat yang didatanginya di masa lalu.

Flashback...


Pil Doo masuk ke kantor itu dan ada dua orang yang menunggunya di sana.

Yang satu, duduk dan memakai masker. Satunya lagi pria paru baya berkacamata.

Si pria berkacamata yang adalah pemilik tempat itu, meminta Pil Doo membayar hutangnya.

"Aku tidak bilang tidak akan membayar. Aku akan membayar setelah aku mendapatkan uang dari hasil judi." jawab Pil Doo.

"Kau tidak akan pernah bisa menang."


Pria berkacamata itu lantas memanggil si pria bermasker. Pria bermasker itu bernama Yeon Nam.

Yeon Nam pun langsung memukul perut Pil Doo dengan tongkat baseball.

Setelah itu, ia menekan kepala Pil Doo ke meja dan berniat memukul kepala Pil Doo dengan tongkatnya.

Pil Doo ketakutan.

Sebuah tato, tato yang sama yang dimiliki si pengendara motor, terlihat di pergelangan tangan Yeon Nam.


Si pria berkacamata lantas berkata, akan menganggap hutang Pil Doo lunas jika Pil Doo melakukan tugas darinya.

Pria berkacamata lalu menunjukkan foto Soo A dan menyuruh Pil Doo menculiknya.

Flashback end...


Tapi sampai di sana, seorang wanita yang berpakaian seperti seketaris memberitahu bahwa pria yang dicari Pil Doo sudah meninggal.

Lalu, si pria pengendara motor itu keluar dari dalam ruangan yang di pintunya bertuliskan "Hwanggeum Loan" dan duduk di depan Pil Doo.

Di pergelangan tangan pria itu, tergambar sebuah tato. Tato yang sama dengan Yeon Nam.

Namun Pil Doo tidak menyadari pria di depannya adalah anak buah dari pria yang dicarinya.


Do Hoon menemui Nyonya Na. Ia menyerahkan sebuah amplop yang dititipkan Chae Rin padanya.

Amplop itu berisi surat pembatalan adopsi.

Nyonya Na pun senang melihatnya dan meminta Do Hoon mengurus semuanya.

Tapi Do Hoon nampak tidak rela adopsi Chae Rin dibatalkan. Tapi Nyonya Na kekeuh ingin membatalkan adopsi Chae Rin dengan alasan Chae Rin lah yang memintanya.

Do Hoon dengan wajah tidak rela pun menjelaskan kalau Chae Rin sudah punya hubungan lagi dengan keluarga Min secara hukum.

Dan Chae Rin juga tidak memiliki tanggung jawab dan hak lagi pada perusahaan.


Bu Kim menyusul Do Hoon keluar. Ia menanyakan soal pembatalan adopsi itu.

Do Hoon menjelaskan, Chae Rin akan berakhir setelah ia menyerahkan surat itu ke kantor kecamatan.

"Prosesnya akan memakan waktu 3 hari dan setelah itu ia akan dihapus dari daftar keluarga." ucap Do Hoon.

Bu Kim pun meminta surat pembatalan adopsi itu dengan alasan ingin memeriksanya.

Ia terkejut melihat surat itu sudah disetujui oleh Presdir Min dan Nyonya Park.

"Apa ada yang salah?" tanya Do Hoon.

"Tidak ada." jawab Bu Kim, lalu mengembalikan surat itu pada Do Hoon.


Eun Hyuk menunggu di mobilnya, di depan kantor peminjaman Hwanggeum.

Tak lama, Yeon Nam datang.

Eun Hyuk hendak turun tapi membatalkan niatnya saat melihat Yeon Nam membuka helm.

Ia sontak terkejut melihat sosok yang menghampiri Yeon Nam adalah Bu Kim.

"Kau melakukan pekerjaan bagus." ucap Bu Kim memuji Yeon Nam.


Chae Rin diminta atasannya mengantarkan kosmetik ke sebuah tempat.

Lalu Chae Rin melihat atasannya itu berwajah pucat.

Sang atasan mengaku sudah tidak enak badan dan Chae Rin langsung memberikan obat yang selalu ia bawa kemana-mana.

Setelah itu, Chae Rin menanyakan sosok yang memesan kosmetik itu. Tapi atasannya tidak tahu dan yakin bahwa orang itu mengenal Chae Rin.


Bu Kim menunggu seseorang di kafe. Tak lama kemudian, Chae Rin yang ditunggu-tunggunya datang. Ternyata Bu Kim lah yang memesan kosmetik itu.

Bu Kim lantas menyuruh Chae Rin memperkenalkan kosmetik itu.


Chae Rin pun memperkenalkan produknya dengan luwes tapi kemudian Bu Kim membicarakan soal pembatalan adopsi.

"Kau lupa bagaimana kau dibawa ke rumah itu pertama kali? Kau lupa bagaimana kau hampir terkubur? Kau lupa saat kau  dikunci di rumah sakit jiwa? Kau lupa saat kau disuruh menikah dengan Pangeran Taesan?"

"Bagaimana aku bisa lupa?"

"Tapi kau memutuskan hubungan dengan keluarga itu karena pria itu. Kau menyerah begitu mudah setelah bertahan begitu gigi. Kau tidak tahu apa konsekuensinya jika kau dihapus dari keluarga itu?"

Mendengar itu, Chae Rin pun meminta penjelasan atas sikap Bu Kim itu.

"Jangan batalkan adopsi itu! Kau harus mengawasi musuhmu dari jarak dekat untuk bisa meraih apa yang mau kau raih di masa depan. Ini juga alasan yang sama kenapa kau masih bekerja di Makepacific meskipun sebagai penjual keliling."

"Aniyo, ini satu-satunya cara untuk mencegah nenek menghancurkannya. Dia mampu menghancurkan siapa saja yang dia tidak suka. Aku tidak akan diam saja melihat nenek menghancurkan pria itu."


Chae Rin hendak pergi tapi Bu Kim menarik tangannya.

"Bagaimana jika kau targetnya? Kau akan baik-baik saja? Apa arti orang itu bagimu? Kenapa kau menyerah semudah itu?"

"Karena aku tidak punya cara lain. Menyerahkan diriku adalah satu-satunya cara yang kutahu untuk melindungi apa yang kuinginkan."

"Melindunginya untuk apa? Kau tahu dia putra Jo Pil Doo. Dia tak layak dilindungi."

"Dia lebih baik dariku. Setidaknya dia tahu siapa orang tuanya. Tidak sepertiku yang tidak tahu siapa orang tuaku. Aku bahkan tidak perlu repot-repot mencari mereka. Bahkan jika aku lakukan, aku tidak pernah tahu jadi aku membiarkan mereka melupakanku. Kau tahu apa yang kurasakan?"


Mendengar itu, Bu Kim marah dan sontak berdiri.

"Apa dia yang menyuruhmu memutuskan hubungan dengan keluarga itu dan meminta pembatalan adopsi? Kau tidak akan bisa menjadi pemilik Makepacific jika tidak menjadi bagian dari keluarga itu!"

Tapi Chae Rin mengaku tidak peduli selama bisa menyelamatkan pria yang dicintainya.


Bu Kim tambah marah. Dia mencampakkan semua kosmetik Chae Rin ke lantai.

"Kau tidak boleh membatalkan adopsi!"

"Sikapmu aneh hari ini tapi apapun itu, aku tidak pernah ragu dengan keputusanku."


Chae Rin lantas memungut kosmetik itu.

Tapi Bu Kim mencengkram lengannya dan membuatnya berdiri.

"Kau benar-benar ingin berakhir seperti ini! Kau sadar kenapa kau bisa hidup mewah? Jika bukan karena aku, kau masih berada di panti asuhan itu! Jika bukan karena aku, kau mungkin sudah meninggal karena demam saat itu."

"Lalu apa? Kau ingin aku berterima kasih atau apa?"

"Jangan batalkan adopsimu."

Tapi Chae Rin kekeuh dengan keputusannya.


Tak tahu harus bagaimana membujuk Chae Rin, Bu Kim pun menggunakan senjata terakhir. Ia memberitahu Chae Rin, bahwa ia tahu siapa ibu kandung Chae Rin jika Chae Rin tidak membatalkan adopsi itu.

Sontak Chae Rin terkejut. Matanya seketika berkaca-kaca mendengar itu.

Bersambung........................

Next episode....

Chae Rin menemui Nyonya Na. Ia berniat memberitahu Nyonya Na siapa Bu Kim sebenarnya. Tapi sebelum Chae Rin membuka mulut, Bu Kim mengirimkan pesan pada Chae Rin, tentang ibu kandung Chae Rin yang bernam Kim Sun Hye.

Bu Kim menemui Cenayang Choi, kepercayaannya Nyonya Na.

Cenayang Choi : Tidak bisakah kau berhenti membalas dendam. Kapan kau akan memberitahu gadis itu semuanya.

Bu Kim : Aku tidak akan memberitahunya siapa aku sampai kapan pun.

Cenayang Choi : Kim Sun Hye!

Begitulah gaes, Chae Rin ternyata anak Bu Kim... dan kemungkinan si cenayang ini adalah nenek Chae Rin.

1 comment: