Tuesday, November 20, 2018

Hide and Seek Ep 24 Part 3 (FINAL)

Sebelumnya...

-Satu Tahun Kemudian-


Yeon Joo sedang merias ibunya.

Selesai merias ibunya, Yeon Joo pun berkata sang ibu terlihat seperti pengantin baru.

Geum Joo dan Dong Joo tertawa mendengarnya.

"Yeon Joo-ya, kini kau sungguh akan pergi?" tanya Nyonya Do.

"Aku akan kembali setelah belajar tentang tata rias. Lalu aku akan menjadi penata rias pribadi ibu." jawab Yeon Joo.

"Eonni, aku akan sangat merindukanmu." ucap Geum Joo.

"Tidak bisakah kakak membawaku juga? Aku akan ikut dengan kakak dan melakukan pekerjaan rumah." ucap Dong Joo.

"Jagalah ibu disini. Kakak akan menghubungi kalian setelah kakak sampai." jawab Yeon Joo.


Yeon Joo lantas memeluk kedua adiknya.

Melihat itu, Nyonya Do ikut memeluk mereka hingga mereka semua hampir tersungkur.


Yeon Joo menyerahkan surat pengunduran dirinya pada Chae Rin. Chae Rin bertanya, apa Yeon Joo akan berangkat hari itu.

Yeon Joo mengangguk. Ia lalu menanyakan kabar Eun Hyuk.

Chae Rin berkata, dirinya masih belum mendengar kabar tentang Eun Hyuk.

"Sudah satu tahun sejak dia menghilang." ucap Chae Rin sedih.

"Dalam kasus seperti ini, biasanya orang yang sudah menghilang itu dianggap sudah mati. Tapi jika kau yakin dia masih hidup di suatu tempat dan pasti akan kembali, maka dia akan kembali. Kau tahu itu dariku. Aku saksi hidup soal itu." jawab Yeon Joo.

"Gomawo." ucap Chae Rin.

"Tidak masalah." jawab Yeon Joo.


Yeon Joo lantas mengulurkan tangannya, mengajak Chae Rin berjabat tangan.

"Jal Jinae." ucap Yeon Joo.

"Kau juga." jawab Chae Rin.


Yeon Joo ke bandara. Ia terkejut melihat Do Hoon di sana. Do Hoon beralasan, ia tak bisa membiarkan Yeon Joo pergi sendirian dan tidak mau kehilangan Yeon Joo lagi.

Do Hoon lalu memeluk Yeon Joo. Dan setelah itu mereka beranjak pergi.


Presdir Min dan Nyonya Park berdiri di halaman depan rumah mereka yang terletak di Yangpyeong.

"Soo A pasti sudah berangkat." ucap Nyonya Park.

"Jangan khawatirkan dia. Ada Do Hoon bersamanya." jawab Presdir Min, lalu merapatkan jaket istrinya.

"Memiliki pasangan dalam hidup itu membahagiakan. Tapi ibuku bisa hidup sendiri saat dia bahkan punya tubuh tak sehat. Kuharap dia berhenti keras kepala dan tinggal disini bersama kita."

Presdir Min tersenyum, lalu memeluk Nyonya Park.


Chae Rin diwawancarai program TV bernama Good Day.

"Kau sukses dalam karirmu setelah inagurasi. Kudengar kau menerima respon antusias di acara riasan belakangan ini di Shanghai. Aku juga mendengar kau akan segera meluncurkan pusat perbelanjaan di Tiongkok."

"Aku yakin ini akan membuat kami memainkan peran utama dalam gelombang riasan Korea sekali lagi." jawab Chae Rin.

"Kau dikenal gila kerja. Ngomong-ngomong, apa kau punya pacar?"

"Aku punya pacar. Jika bukan karena dia, aku tidak akan bisa menjadi diriku yang sekarang atau sampai disini hari ini."

"Dia mungkin menonton saat ini. Bisakah kau mengatakan sesuatu untuknya?"


Chae Rin pun langsung menatap ke arah kamera.

"Aku ingin melihatnya, setidaknya sekali dalam mimpiku. Jadi segera lah kembali."

Seorang pria yang hanya memperlihatkan punggungnya menonton wawancara Chae Rin.

Dari punggungnya, sudah jelas pria itu adalah Eun Hyuk.


Di ruang make up Festival Film Korea, Aktris Park Ha Na sedang dirias oleh staff nya.

Selesai dirias, dirinya terkejut melihat hasil riasannya.

Penata riasnya mengeluh karena susah sekali menutupi lingkaran hitam di bawah mata Ha Na.

Ha Na mengaku, ia tidak bisa tidur lantaran gugup karena acara penghargaan itu.

"Apa yang harus kulakukan? Aku tidak bisa naik panggung dengan wajah seperti ini."


Chae Rin yang duduk di belakang Ha Na pun menawarkan bantuan.

Chae Rin langsung merias Ha Na dengan kosmetiknya.

Hasilnya, Ha Na terlihat cantik setelah dirias Chae Rin.

Ha Na yakin, ia akan berada di puncak pencarian internet hari itu.

*Jang Se Jin-Lee Na Yeon reunian gaes....


Di Taesan, Jae Sang dapat laporan dari seketarisnya kalau ada yang tidak beres dengan saham mereka.

Jae Sang langsung membuka laptopnya dan melihat grafik sahamnya.

"Kenapa bisa seperti ini? Cari tahu penyebabnya!" perintah Jae Sang.

Tak lama setelah itu, Jae Sang mendapat telepon dari Wartawan Kim. Wartawan Kim memberitahu ada artikel buruk tentang Taesan di internet.


Jae Sang pun langsung melihatnya. Ia terkejut membaca artikel dengan judul, 'Wajah Asli Grup Domestik T'.


Yakin itu ulah Chae Rin, Jae Sang pun langsung melabrak Chae Rin.

Chae Rin dengan santainya, melihat artikel yang dibawa Jae Sang.

"Jika bukan kau, apa Cha Eun Hyuk yang sudah mati itu yang melakukannya!"

"Bagaimana kau yakin dia sudah tidak ada? Kenapa kau begitu yakin?" tanya Chae Rin marah.

Jae Sang langsung gelagapan.

Jae Sang lantas menerima telepon dari seketarisnya. Seketarisnya memberitahu jaksa penuntut datang ke kantor mereka.


Jaksa penuntut mendatangi Pimpinan Moon.

Pimpinan Moon ditahan dengan tuduhan dalang atas pembunuhan berencana terhadap Seo Kyung Joo dan Cha Eun Hyuk.

"Mantan istriku bunuh diri dengan melompat dari atap." jawab Jae Sang.

"Kami mengamankan bukti dari informan kami." ucap jaksa penuntut.

"SIAPA DIA!" teriak Jae Sang.


Jae Sang langsung menemui Pimpinan Gong. Ia meminta bantuan Pimpinan Gong untuk membebaskan ayahnya.

"Adik anda adalah seorang Jaksa Agung." pintanya.

"Kau meminta wewenang saudaraku?"

"Uri abeoji, ani, maksudku Pimpinan Moon Tae San, dia lemah dan tua. Dia tidak akan tahan dengan penyelidikan ini. Ani, dia tidak bersalah. Dia dijebak melakukan pembunuhan."

"Ini sangat berbeda dengan pernyataan Seketaris Kepalaku."

Pimpinan Gong langsung menyuruh Seketarisnya masuk.


Tak lama seketarisnya masuk. Jae Sang terkejut melihat sosok seketaris Pimpinan Gong. Seketaris Pimpinan Gong adalah Eun Hyuk.

"Dia seperti anjing yang menyerang majikannya sendiri. Dia juga akan menusuk anda dari belakang. Waspadalah." ucap Jae Sang.

"Wajar menyerang majikan yang tidak manusiawi. Aku tidak bisa melayani orang yang lebih buruk dari anjing." jawab Eun Hyuk.

Kesal, Jae Sang pun mencengkram kerah Eun Hyuk.

Pimpinan Gong meminta Jae Sang melepaskan Eun Hyuk.

"Jaksa penuntut akan menyelidiki ayahmu dan memutuskan dia bersalah atau tidak. Jika dia tak bersalah, kau tidak perlu seperti ini."


Bagaimanakah Eun Hyuk bisa selamat?

Ternyata Bu Kim yang menolong Eun Hyuk. Ia bersusah payah membawa Eun Hyuk yang tergeletak di dekat sungai ke rumah sakit.


Bu Kim menunggui Eun Hyuk hingga akhirnya Eun Hyuk sadar dan terkejut melihat sosok Bu Kim di hadapannya. Bu Kim berkata, akan pergi karena Eun Hyuk sudah sadar.

"Selama ini kau merawatku disini? Waeyo? Kau berusaha membunuhku."

"Aku ingin menyingkirkanmu karena Chae Rin menyerahkan sahamnya dan membatalkan adopsinya. Itu sebabnya aku diam-diam mengikutimu. Entah itu disebut beruntung atau tidak, aku menyaksikan kecelakaanmu. Aku bisa berpura-pura tidak melihatnya, tapi kenapa aku menyelamatkanmu? Mungkin karena aku teringat pada diriku 40 tahun lalu. Aku sekarat setelah kecelakaan mobil tapi Na Hae Geum pura-pura tidak melihatku. Aku akan melakukan hal yang sama jika mengabaikanmu. Itu sebabnya aku menyelamatkanmu."


Sebelum pergi, Bu Kim menyerahkan kartu memori pada Eun Hyuk.

"Itu kartu memori dari kamera dasbor yang terpasang di mobil terbalik. Kau bisa menemukan dalang dibalik kecelakaanmu dengan itu."

"Kau mau kemana?"

"Aku akan melakukan hal yang kutunda selama 20 tahun."


Usai dari rumah sakit, Bu Kim pergi ke kantor polisi untuk menyerahkan diri.


Pil Doo jadi gelandangan. Ia terlunta-lunta di jalan.


Chae Rin menemui Bu Kim di penjara. Ia meminta penjelasan, kenapa Bu Kim membawanya ke rumah Soo A.

"Kau mengaku sebagai ibuku. Kau seharusnya tidak melakukan itu sebagai seorang ibu."

"Aku bukan manusia atau pun seorang ibu saat itu. Aku adalah hewan liar yang dibutakan balas dendam saat itu."

"Apa kau masih bukan seorang ibu?"

"Bukankah itu sudah jelas? Aku tidak punya hak menjadi ibu siapa pun, jadi jangan pernah menemuiku lagi."


Bu Kim beranjak pergi. Chae Rin lantas mengajukan pertanyaan terakhir. Ia bertanya, apa Bu Kim tidak pernah merasa kasihan padanya saat ia masih kecil.

Sambil menahan tangis, Bu Kiim pun berkata tidak pernah.

Pecahlah tangis Chae Rin.


Di selnya, Bu Kim terngiang-ngiang pertanyaan terakhir Chae Rin tadi. Ia pun teringat masa lalu.

Flashback...

Chae Rin berlari keluar dari panti asuhan dan berteriak memanggil ibu pada seseorang.

Kemudian, sosok yang dipanggilnya ibu menoleh padanya dan tertegun melihatnya. Dialah Bu Kim.


Bu Kim kemudian menatap kesal Nyonya Na yang memarahi Chae Rin karena Chae Rin memakan ginseng 100 tahunnya Soo A.


Lalu ketika Chae Rin menangis dan berteriak-teriak di dalam lubang kuburan, Bu Kim datang dan menatap lirih Chae Rin.


Bu Kim lantas menangis saat melihat Chae Rin yang diusir dari rumah Nyonya Na.


Suara petir menggelegar. Chae Rin yang ketakutan, langsung berlari ke kamar Bu Kim dan tidur disamping Bu Kim.

Chae Rin yang sudah tidur nyenyak itu pun lantas memeluk Bu Kim dan memanggil Bu Kim ibu.

Bu Kim terkejut. Tapi kemudian, ia memeluk dan membelai Chae Rin.

"Aku seharusnya tidak memelukmu saat itu. Aku seharusnya menjauhimu. Orang lain percaya ginseng itu menyelamatkanmu, tapi aku diam-diam memberimu obat untuk demam scarletmu tanpa diketahui Bu Na."


Kita melihat Bu Kim yang menyuapi Chae Rin obat dengan wajah cemas.


Setelah itu, kita melihat Bu Kim yang memeluk Chae Rin yang tidur disampingnya lantaran Chae Rin takut suara petir.


"Itu semua karena suara detak jantungmu yang menggerakkan hatiku di malam itu. Kau mengubahku menjadi ibu dari sesosok monster. Putriku, Chae Rin-ah."

Tangis Bu Kim pecah.


Nyonya Na susah payah meraih kursi rodanya, namun ia gagal.

Ia lantas memanggil seluruh anggota keluarganya dan menangis karena tidak ada seorang pun di sana.

Tak lama kemudian, Chae Rin datang dan Nyonya Na langsung kesal melihatnya.

Chae Rin mengaku, datang untuk melaporkan tentang perusahaan pada Nyonya Na.

"Kau mau aku memujimu atau apa?"

"Tidak ada seorang pun disini. Nenek pasti merasa kesepian."

"Itu bukan urusanmu."

"Aku tahu ini bukan urusanku. Aku tidak akan menemui nenek lagi."


Saat Chae Rin hendak pergi, Nyonya Na pun memanggil Chae Rin dengan panggilan Presdir Min dan meminta Chae Rin mengantarkannya ke Yangpyeong.

Sontak, Chae Rin menangis terharu mendengarnya.

"Orang luar pada akhirnya menendang orang dalam." ucap Nyonya Na.

*Kalimat yang sama yang dikatakan Jung Hye Sun pada Lee Yoo Ri di Ice Adonis.


Di ruangannya, Chae Rin membuka tasnya dan mengambil sebuah ponsel dari sana.

Ia lalu teringat saat Kyung Sik menyerahkan ponsel itu padanya.

"Kami menemukannya di dekat sungai. Ini ponsel Eun Hyuk."


Chae Rin lalu menyalakan ponsel Eun Hyuk dan mendengarkan rekaman suara Eun Hyuk.

Flashback...


Eun Hyuk menyanyikan sebuah lagu di taman. Lalu tak lama kemudian, ia melihat kedatangan Chae Rin dan terus menyanyikan lagu itu sampai selesai.

"Kau berjalan mendekatiku sekarang. Kau sangat cantik Min Chae Rin. Aku berharap kau berjalan lebih perlahan. Aku punya sesuatu yang ingin kuberitahu padamu." ucap Eun Hyuk.

Flashback end...


Tangis Chae Rin pun pecah mendengarnya. Chae Rin juga mengaku, ingin mengatakan sesuatu pada Eun Hyuk.

Tak lama kemudian, ia menerima SMS dari Eun Hyuk yang mengajaknya bertemu di tempat biasa.


Chae Rin pun langsung berlari ke sana.

Sampai di sana, ia terus menatap sekelilingnya dan berteriak memanggil Eun Hyuk.


Tak lama kemudian, Eun Hyuk datang dan berdiri di depannya.

Tangis Chae Rin langsung mengalir begitu melihat Eun Hyuk.

"Aku memintamu untuk tidak meninggalkanku."

"Itu sebabnya aku kembali seperti ini."

"Kubilang jangan menyelamatkanku jika kau tidak bertanggung jawab sampai akhir."

"Itu sebabnya aku akan bertanggung jawab sampai akhir."

"Bogoshiposo." ucap Chae Rin.

"Nado bogoshiposo." jawab Eun Hyuk.


Kita lalu mendengarkan narasi Eun Hyuk dan Chae Rin.

Eun Hyuk : Sejak saat itu, dia sudah menjadi wanitaku.


Chae Rin : Masih haruskah kita berpura-pura saling jatuh cinta? Jangan selamatkan aku jika tidak mau bertanggung jawab sampai akhir. Cha Eun Hyuk, kau tidak punya orang untuk kau cintai?

Eun Hyuk : Aku akan mencari tahu apa artimu bagiku.


Chae Rin : Tidak ada yang lebih berarti dibandingkanmu.

Eun Hyuk : Apapun yang kau lakukan, aku akan mendukungmu dan mengawasimu. Aku akan melindungi orang yang kucintai.


Eun Hyuk lantas mendekati Chae Rin.

"Saranghae, Min Chae Rin."

"Nado saranghae, Cha Eun Hyuk."

Chae Rin lalu menutup matanya dan Eun Hyuk menciumnya.

TAMAT!!



Happy ending gaes.... sukaaak endingnya.

2 comments:

  1. Akhirnya happy ending juga kak.. 😘😘😘

    ReplyDelete
  2. Entah kenapa aku sakit hati pas lihat eun hyuk sama chae rin, soalnya kan pas awal-awal eun hyuk pacaran sama yeon joo.

    ReplyDelete