Monday, November 19, 2018

Hide and Seek Ep 24 Part 2 (FINAL)

Sebelumnya...


Sekarang, Eun Hyuk dan Chae Rin sedang mendengarkan isi rekaman kaset yang ditinggalkan Kyung Joo.

"Pertama-tama, anda menginginkan perusahaan ayahku, Harian Hangang, dan menjadikanku menantu untuk tujuan itu. Bukankah itu benar?" tanya Kyung Joo.

"Apa yang salah dengan itu? Kau setuju dengan itu." jawab Pimpinan Moon.

"Kau tidak memberiku pilihan! Tebak siapa yang berada dibalik krisis bahan mentah itu. Itu adalah anda. Lalu anda memberikan kami uang dengan mengatakan itu investasi dan meminta kami mengembalikannya agar bisa menguasai perusahaan kami." ucap Kyung Joo.

"Jadi apa yang mau lakukan dengan itu? Jika tidak senang, silahkan pergi dari sini." jawab Pimpinan Moon.

"Untuk keuntungan siapa? Aku tidak akan meninggalkan rumah ini." tegas Kyung Joo.

"Jika kau tidak bisa meninggalkan rumah ini hidup-hidup, kau akan dibawa keluar dari rumah ini sebagai jenazah." jawab Pimpinan Moon.

"Jadi itukah sebabnya anda berusaha menabrakku dengan mobil sebulan lalu?"

"Kau seharusnya mati saat itu! Jika kau mati di sana, itu akan lebih baik bagi kita berdua." jawab Pimpinan Moon.


Chae Rin pun mematikan tape nya.

"Melihat bagaimana dia mengumpulkan para presdir dan membentuk tim untuk mendukungnya aku yakin dia akan mengumumkan bahwa Moon Jae Sang akan segera mewarisi hak-hak manajemen." ucap Chae Rin.

"Aku sangat mengenal Pimpinan Moon. Dia akan menghubungi kita sebelum itu." jawab Eun Hyuk.

"Lalu haruskah kita menunggu dihubungi?" tanya Chae Rin.


Pimpinan Moon dan Jae Sang sedang melihat rekaman CCTV saat Chae Rin mengambil salah satu kaset meditasi Pimpinan Moon.

Pimpinan Moon pun bingung melihat Chae Rin mengambil kaset meditasinya.

"Itu rekaman audio. Aku yakin sesuatu di rekam di kaset itu." jawab Jae Sang.

"Apa maksudmu?" tanya Pimpinan Moon.

"Kita harus bagaimana ayah? Jika rapat presidensialnya dilakukan sesuai jadwal, Min Chae Rin jelas akan memutar rekaman audionya di depan semua orang." jawab Jae Sang.

"Batalkan rapatnya dan bawa Min Chae Rin kesini." ucap Pimpinan Moon.


Chae Rin pun langsung datang ke Taesan.

Pimpinan Moon bertanya, apa Chae Rin tidak takut padanya.

"Aku baru akan takut jika anda mengembangkan perusahaan dengan etis dan adil tapi anda membuang moral, etika dan hati nurani anda. Untuk apa aku takut pada orang seperti itu?" jawab Chae Rin.

"Berikan kaset itu selagi kami masih bersikap baik." ucap Jae Sang.

"Bukan begitu caranya bernegosiasi. Kau tunggu lah diluar." ucap Pimpinan Moon pada Jae Sang.


Jae Sang menatap tajam Chae Rin. Ia menyebut Chae Rin sudah membuat kesalahan besar. Chae Rin membalasnya dengan tersenyum penuh kemenangan.


Setelah Jae Sang keluar, Pimpinan Moon pun memberikan dokumen yang diinginkan Chae Rin.

Setelah mendapatkan kembali dokumen perusahaannya, Chae Rin juga memberikan kaset itu.


Jae Sang menghampiri Eun Hyuk yang menunggu Chae Rin diluar.

"Kalian berdua tim yang bagus, tapi coba tebak. Kalian berdua belum menang." ucap Jae Sang.

"Aku ragu kau sudah paham. Mantan istrimu dibunuh tapi disamarkan sebagai bunuh diri. Ini kejahatan yang dilakukan Moon Tae San dan Moon Jae Sang. Itu pembunuhan berencana. Kau tidak sadar kejahatan itu lebih serius dari kejahatan dana gelap?"

"Lantas kau mau memanggil jaksa penuntut untuk memeriksaku? Kau tidak bisa melakukan itu. Aku putra Grup Taesan. Aku bisa mengendalikan politikus, media dan para hakim. Kau tidak sadar itu?"

"Aku sadar. Tapi aku yakin setidaknya ada satu orang di sana yang ingin menghukum Grup Taesan. Akan ada orang dewasa sesungguhnya yang mengejar keadilan."

"Jika kau bisa menuntutku, kau akan kupanggil ayah! Kau akan berlutut dan memohon padaku untuk diselamatkan jadi tunggu lah dan lihat saja."


"Itu tidak akan terjadi." jawab Chae Rin sembari berjalan ke arah mereka.

"Jadi kau harus berhenti mengeluarkan ancaman kekanakanmu itu. Aku tidak tahan lagi." ucap Chae Rin.

Chae Rin lantas memegang tangan Eun Hyuk dan mengajak Eun Hyuk pergi.

Melihat itu Jae Sang kesal dan berkata, bahwa ia tidak bisa membiarkan Eun Hyuk hidup karena Chae Rin.


Presdir Min tercengang melihat dokumen itu. Ia berkata, Chae Rin sudah menyelamatkan Makepacific sekali lagi.

Do Hoon memuji Chae Rin.

Chae Rin pun berkata, pembatalan kontraknya dan penarikan piutangnya masih dalam proses dan meminta Soo A memastikannya dengan hati-hati.

Tak itu saja, ia juga meminta Soo A tidak terlibat lagi dengan Grup Taesan.

"Karena tugasku sudah selesai, aku akan pergi." ucap Chae Rin.

Presdir Min merasa tidak enak pada Chae Rin.


Nyonya Na senang mendengar kabar perusahaannya selamat dari Presdir Min.

Usai bicara dengan Presdir Min, ia pun berkata, berharap bahwa Chae Rin adalah keluarga kandungnya. Tapi tak lama, ia menarik kembali kata-katanya.


Presdir Min menyuruh Do Hoon mengumpulkan dewan direksi besok. Ia berkata, mereka harus melakukan rencana mereka.

"Paman yakin mau melakukannya?"

"Jika aku terus bertahan dalam posisiku, perusahaan akan menghadapi krisis lain. Jika itu terjadi, kita harus mencari Chae Rin lagi. Lalu aku akan menjadi boneka ibu mertuaku dan memberikan posisi ini pada Soo A yang tidak layak dan tidak berpengalaman. Bukan itu yang seharusnya dilakukan pemilik perusahaan. Seorang pemilik bisnis, harus seperti Chae Rin yang secara tulus mengkhawatirkan para pegawai perusahaan."


Eun Hyuk dan Chae Rin masuk ke rumah sambil bergandengan tangan.

"Apa kau sudah selesai dengan semuanya sekarang?" tanya Eun Hyuk.

Chae Rin pun menganggguk dan tersenyum.


Eun Hyuk lantas memeluknya.

"Kau menyelamatkan perusahaan demi para pegawai lagi. Kau seperti Joan of Arc. Kau tidak pernah mengecewakanku, Chae Rin-ah."


Eun Hyuk lalu melepas pelukannya dan bertanya apa yang harus mereka lakukan sekarang.

Chae Rin pun duduk di meja makan dan berkata kalau mereka harus melakukan yang dilakukan semua orang.

"Kita harus berbelanja bahan makanan, memasak, mencuci piring, mencuci pakaian, membersihkan rumah."


Ponsel Chae Rin tiba-tiba berdering. Telepon dari Do Hoon. Chae Rin pun kaget menerima telepon Do Hoon.


Paginya, Nyonya Park mengajak ibunya ke villa mereka di Yangpyeong.

Nyonya Na heran putrinya tiba-tiba mau kesana.

"Bagaimana dengan perusahaan? Pria tidak kompeten itu, si Min Joon Sik dan putrimu yang selalu menyebabkan masalah? Ibu harus tetap disini mengawasi mereka. Ibu ragu perusahaan akan berjalan lancar di tangan mereka."

"Soo A Appa akan mundur dari posisinya sebagai presdir. Seperti yang ibu tahu, dia tidak cocok untuk posisi itu."

"Siapa yang menyuruhnya melakukan itu tanpa membahas siapa penggantinya?"

"Presdir berikutnya sudah ditentukan."

"Siapa?"

Nyonya Park diam.

Tak lama kemudian, Nyonya Na sadar siapa presdir berikutnya yang dimaksud Nyonya Park.


Rapat dimulai. Presdir Min mengumumkan bahwa dirinya akan mundur dari posisi Presdir Makepacific.

"Dan aku juga mau mengumumkan penerusku. Kalian harus memilih tapi orang yang kupikirkan untuk menggantikan posisiku adalah CFO Min Chae Rin."


Tak lama kemudian, Chae Rin datang. Ia terkejut saat sang ayah mengumumkan akan mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab.

"Aku malu mengatakan ini baik sebagai Presdir ataupun ayah. Aku menunjuk putriku Min Soo A tanpa persetujuan dewan direksi padahal tahu dia tidak layak. Aku akan mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggung jawabanku dan CFO Min Chae Rin akan menjadi penerus yang sempurna."


Nyonya Na sudah tiba di lobby. Nyonya Park berusaha menghentikannya. Nyonya Na berkata, tidak bisa membiarkan Chae Rin menjadi pemilik perusahaan.

Eun Hyuk yang juga ada di sana melihat mereka.


Chae Rin meminta penjelasan ayahnya kenapa harus ia yang menjadi presdir berikutnya. Sang ayah pun berkata, tidak ada yang lebih baik dari Chae Rin.


Nyonya Na menerobos masuk dan berusaha mempermalukan Chae Rin. Ia mengatakan, bahwa Chae Rin hanyalah seorang pengganti untuk menerima kesialan Soo A.

Nyonya Na lantas mencengkram kerah Chae Rin. Ia menyuruh Chae Rin bicara soal perbuatan Bu Kim.

"Nenek mempermalukan diri nenek sendiri." ucap Chae Rin.


"Mwoya!" Nyonya Na marah dan berniat menampar Chae Rin tapi Chae Rin menghentikannya.

Chae Rin mengancam, akan mengungkap perbuatan Nyonya Na jika Nyonya Na berani mengatakan sesuatu tentang ibunya.


Nyonya Park pun menyuruh Nyonya Na berhenti dan meminta maaf pada Chae Rin.

"Ide siapa ini! Siapa yang punya ide menentukan presdir berikutnya!" teriak Nyonya Na.


"Itu ideku!" jawab Soo A sembari masuk ke ruang rapat.

Soo A tak sendiri tapi bersama Do Hoon juga.

Nyonya Na kaget, Soo A, neon....

"Para pegawai tidak merasa aman karena aku. Aku juga hampir menyerahkan perusahaan pada Taesan Group." ucap Soo A.

Soo A lantas menyuruh Do Hoon bicara.

Do Hoon pun langsung menunjukkan pernyataan tertulis dari para pegawai yang setuju Chae Rin jadi presdir berikutnya.


Soo A lalu menyatakan, bahwa ia sebagai pemegang saham terbesar akan mengirimkan semua sahamnya pada Chae Rin dan mendukung Chae Rin menjadi presdir selanjutnya.

Ia mengatakn itu sambil menatap Chae Rin. Chae Rin pun tercengang.

Nyonya Na jatuh pingsan mendengarnya.


Soo A mengantarkan Chae Rin keluar. Soo A berkata, bahwa ia yakin ini adalah keputusan sulit yang dibuat ayahnya.

"Min Soo A."

"Jangan panggil aku begitu. Kau tidak mengharapkan kita menjadi teman atau saling memeluk bukan? Aku menyerahkan semua pekerjaan sulit padamu agar aku bisa memikirkan apa yang mau kulakukan mulai sekarang."


Tak lama kemudian, Eun Hyuk datang dan melihat mereka.

Soo A yang melihat Eun Hyuk pun menyuruh Chae Rin menghampiri Eun Hyuk.

"Pergilah. Priamu menunggumu." ucap Soo A.


Chae Rin pun pergi bersama Eun Hyuk.


Tepat saat itu, Do Hoon keluar dan berdiri disamping Soo A. Mereka sama-sama melihat Chae Rin yang pergi dengan Eun Hyuk.

"Kau tampak keren tadi. Seperti ini lah Min Soo A yang kukenal." ucap Do Hoon.

Soo A pun tersenyum.


Pimpinan Moon dan Jae Sang sedang membahas Chae Rin yang akan menjadi Presdir Makepacific mulai besok.

"Ini luar biasa, kan? Dia akhirnya menang melawan Na Hae Geum." ucap Jae Sang.

"Ayah tahu ini akan terjadi. Dia berbeda dari yang lain. Cha Eun Hyuk beruntung." jawab Pimpinan Moon.

"Aku sangat ingin membunuhnya tapi aku tidak melakukan itu. Sekali lagi, aku tidak bisa melakukan apa mauku." ucap Jae Sang.

Jae Sang pamit pada ayahnya dan beranjak pergi menuju kamarnya.

Sambil menatap putranya, Pimpinan Moon terlihat memikirkan sesuatu.

*Eun Hyuk dalam bahaya gaes...


Paginya, Eun Hyuk membawa dua cangkir kopi ke kamar. Ia meletakkan cangkir kopi di meja, lalu mengelus kepala Chae Rin yang masih tidur.


Tak lama kemudian, Chae Rin terbangun dan Eun Hyuk langsung menyuruh Chae Rin bersiap-siap.

"Kau mau menghadiri pelantikannya?" tanya Chae Rin.

"Tentu saja. Setelah pelantikannya, kita akan ke suatu tempat. Aku harus melakukan sesuatu di sana." jawab Eun Hyuk.


Chae Rin lantas bangun dan duduk di tempat tidur.

Eun Hyuk mengucapkan selamat dan memanggil Chae Rin dengan panggilan 'Presdir Min'.

Eun Hyuk kemudian memberikan cangkir kopinya pada Chae Rin.

Chae Rin meminta Eun Hyuk menciumnya.

Tapi saat Eun Hyuk mau menciumnya, ia meletakkan gelas itu di tengah-tengah mulut mereka.


Sekarang, Chae Rin sudah berada di kantor. Ia sedang melihat-lihat persiapan pelantikannya.

Tak lama kemudian, Chae Rin mengambil ponselnya dan menghubungi Eun Hyuk.

"Kau dimana?" tanya Chae Rin.

"Aku sedang dalam perjalanan. Kau merindukanku? Ini belum lama." jawab Eun Hyuk.


Eun Hyuk lantas melihat cincin yang akan dia berikan pada Chae Rin.

Ia lalu berkata, akan segera tiba.


Baru saja menutup teleponnya, sebuah truk melaju kencang ke arahnya. Kecelakaan tak terhindarkan.


Upacara pelantikan dimulai. Chae Rin memberikan pidatonya.

"Nasib dan takdir adalah istilah umum yang dipakai. Kita tidak tahu siapa pencipta takdir kita tapi kita tertawa dan menangis karena itu. Namun entah apapun posisinya, atau bagaimana aku memulainya, hal pertama yang terlintas di pikiranku adalah aku akan berusaha keras melindungi milikku. Aku membuktikan keahlianku lebih dari sekedar punya hubungan kerabat. Aku mendemonstrasikan waktu dan usaha alih-alih latar belakang atau jaringanku. Jadi aku berharap semua orang disini juga bisa menciptakan hidup kalian sendiri dan menghadapi takdir."


Eun Hyuk yang sudah tidak sadarkan diri itu pun dibuang ke sungai oleh si penabrak!


Ponselnya terjatuh. Tepat saat itu, Chae Rin menghubunginya. Chae Rin pun heran Eun Hyuk tidak bisa dihubungi.


Tubuh Eun Hyuk di letakkan di dekat sungai oleh beberapa orang.

Selamatkah Eun Hyuk??


Bersambung ke part 3............

No comments:

Post a Comment