Sunday, November 18, 2018

Love Rain Ep 8

Sebelumnya...

Hujan mulai turun. Yoon Hee membuka payungnya dan In Ha merapatkan jaketnya. Mereka sama2 menyebrangi jalan dengaan arah yang berlawanan. Tapi In Ha tak sadar kalau wanita yang berpapasan dengannya adalah Yoon Hee. Saat sudah sampai di trotoar, In Ha menoleh pada wanita itu. Ia baru sadar kalau wanita itu adalah Yoon Hee. Sambil terus memandangi Yoon Hee, In Ha berlari mengikuti langkah Yoon Hee. Setelah kondisinya memungkinkan, In Ha menyebrangi jalan. Kini, In Ha sudah berdiri di hadapan Yoon Hee. Langkah Yoon Hee terhenti karena ada seseorang di hadapannya
."Apa itu kau? Kau masih hidup?" tanya In Ha tak percaya.


Yoon Hee kaget melihat In Ha. Perlahan2, ia pun mendekati In Ha dan memayungi In Ha.


Ha Na dan Joon berteduh sambil mengobrol.

"Apa yang ingin kau katakan padaku?" tanya Ha Na.

"Aku ingin kita mengakhiri semuanya." jawab Joon.

"Apa maksudmu?" tanya Ha Na.

"Aku mau kita mengakhiri semuanya sekarang dan memulainya dari awal." jawab Joon.


"Mulai dari awal?" tanya Ha Na.

"Itu... Kenapa kau kau terus menelponku? Aku tidak menjawab telponmu, tapi kau terus menelponku. Dan kenapa kau datang ke studio? Apa kau sangat membutuhkan pekerjaan itu?"

"Aku tidak suka saat terakhir kau pergi. Kau bilang mau mengakhiri semuanya."

Joon senyum2 mendengar jawaban Ha Na.

"Kenapa kau tersenyum?"

"Jadi maksudmu kau tidak ingin semua ini berakhir kan?"

"Apa?"

"Aku tahu. Dimana lagi kau bisa menemukan orang sepertiku."


Ha Na mendengus kesal mendengar ucapan Joon. Dia lalu mengambil payungnya dan beranjak pergi namun Joon menahannya. "Bagaimana denganku?" tanya Joon. "Kau kan bisa menelpon temanmu." jawab Ha Na, lalu beranjak pergi, tapi Joon tetap menahannya. "Mulai hari ini aku akan bersikap baik padamu." ucap Joon. "Kenapa kau melakukannya?" tanya Ha Na. "Menurutmu?" tanya Joon. Saat Ha Na akan menjawab, ponsel Ha Na berdering. Joon sewot mendengar ringtone Ha Na yg menurutnya aneh. Ha Na bilang dia tidak bisa mendengar bunyi ponselnya saat bekerja jika bunyinya tidak seperti itu. Ha Na dapat telepon dari ibunya. Dan Joon dapat telepon dari ayahnya.

"Jangan khawatir." ucap Joon dan Ha Na bersamaan. Joon dan Ha Na sama menoleh2.


Yoon Hee dan In Ha masuk ke sebuah kafe. Yoon Hee masih berbicara dengan Ha Na. Ia meminta Ha Na menunggunya jika ingin ditemani mencari tempat tinggal di Seoul. Tapi sepertinya Ha Na memilih pergi sendiri. In Ha memandangi Yoon Hee yang masih berbincang dengan Ha Na. Selesai menelpon, Yoon Hee memberitahu In Ha kalau ia berbicara dengan putrinya. In Ha dan Yoon Hee berbincang2 sambil menikmati secangkir kopi.

"Sudah lama sekali." ucap Yoon Hee.

"Aku berharap bisa bertemu lagi denganmu di dunia ini." jawab In Ha.

"Aku juga sama."

"Kapan kau kembali dari Amerika?"

"Aku kembali 10 tahun yang lalu."

"Kenapa kau tidak mencariku? Saat aku tahu kau sudah meninggal, itu sangat sulit bagiku. Akan lebih baik jika aku tahu kalau kau masih hidup."

"Aku selalu mengikuti perkembanganmu. Aku membaca berita tentang pameranmu di majalah. Aku juga sudah melihat foto keluargamu. Aku tahu kau sudah menikah dengan Hye Jung. Kau tampak bahagia, itu sudah cukup buatku."

"Bagaimana kabarmu?"


"Aku baik2 saja. Saat hujan, aku selalu teringat padamu. Maafkan aku karena tidak memberitahumu kalau aku masih hidup."

In Ha tersenyum menatap Yoon Hee.


Joon menemani Ha Na mencari tempat tinggal.

"Kenapa jalanannya menanjak seperti ini?" keluh Joon.

"Siapa suruh mengikutiku." jawab Ha Na.

"Apa kau akan terus berjalan seperti ini? Tentu saja, karena kau gendut." ucap Joon.

"Apa!" teriak Ha Na.

"Kau pikir kenapa aku mengikutimu? Karena aku sudah bilang akan bersikap baik padamu." ucap Joon.

"Apa ini yang dinamakan bersikap baik?" tanya Ha Na sambil menunjukkan bahunya yg basah kena hujan.

"Bajumu boleh basah, tapi aku tidak." jawab Joon.

"Tapi ini payungku." jawab Ha Na sambil memegang payungnya.

"Ah, aku benci hujan." ucap Joon.

"Aku menyukainya. Ibuku juga menyukainya. Saat hujan, aku dan ibu selalu bermain hujan. Jadi kami punya kenangan manis tentang hujan." jawab Ha Na.

"Bagaimana dengan cinta pertama ibu yang mau kau temu di Jepang?" tanya Joon.

"Aku sangat ingin mempertemukan mereka. Karena ibuku lagi sakit. Tapi kenapa aku bicarakan ini padamu. Ini adalah rahasia." jawab Ha Na.


In Ha dan Yoon Hee berpamitan. In Ha tanya apa mereka bisa bertemu lagi. Yoon Hee menggeleng, karena mereka sudah punya kehidupan masing2. Yoon Hee beranjak pergi. In Ha melihat kepergian Yoon Hee dengan sedih. Ia pun beranjak pergi. Tapi kemudian balik ke tempat itu. Yoon Hee sudah tidak ada di sana. In Ha mencari2 Yoon Hee. Yoon Hee ada di apotik, membeli obat tetes mata. In Ha berdiri di depan apotik tapi mereka tak menyadari satu sama lain. In Ha dan Yoon Hee berdiri saling membelakangi. In Ha lalu pergi. Yoon Hee keluar dari apotik. Ia berjalan di belakang In Ha. In Ha menoleh ke belakang tapi Yoon Hee sudah menghilang.


Pemilik rumah memperlihatkan kamar yang akan disewa oleh Ha Na. Kamar itu sangat sempit dengan atap yang sangat rendah. Ha Na melirik ke Joon yang menyuruhnya keluar. Pemilik rumah menawarkan Ha Na kamar yang lain, yang ada dapur dan kamar mandi. Joon tanya kenapa kamar itu sempit sekali. Pemilik rumah bilang kalau kamar itu memang sempit jika ditinggali oleh dua org. Ia lalu bertanya apa Ha Na dan Joon pengantin baru. Ha Na langsung membantahnya. Si pemilik rumah tanya lagi apa Ha Na dan Joon pasangan tanpa pernikahan. Joon terbelalak kaget.


Joon dan Ha Na melihat rumah yang lain. Joon tetap tidak suka dengan rumah itu. Ia pergi keluar dan melihat ada seorang pria. Joon pun menarik Ha Na pergi. Di jalan, Ha Na tanya kenapa Joon terus mengikutinya. "Ada seorang pria yang mengintip, bagaimana seorang gadis bisa tinggal di tempat seperti itu." ucap Joon. Ha Na mengeluh belum mendapat pekerjaan dan tempat tinggal. Kalau pun dapat tempat tinggal, hanya tempat seperti tadi yang bisa ia sewa. Joon pun bilang akan mencarikan pekerjaan dan tempat tinggal yang bagus untuk Ha Na. Ha Na heran dengan sikap Joon. Joon bilang akan bersikap baik pada Ha Na. Ha Na benar2 tak percaya dengan perubahan sikap Joon, pertama kau bilang mau mulai semuanya dari awal, lalu kau bersikap baik padaku dan sekarang kau berniat mencarikan aku rumah dan pekerjaan. "Apa kau bodoh? Aku ini orang penting. Masa' kau masih tidak mengerti juga." ucap Joon. Saat Joon mau bicara lagi, ponsel Ha Na berdering.


Yang menelpon Ha Na adalah Tae Sung. Ha Na tak langsung menjawab teleponnya. Joon mengambil ponsel Ha Na. Saat melihat nama Tae Sung, ia tanya apa Ha Na dan Tae Sung berpacaran. Ha Na menjawab tidak. Joon lantas mematikan ponsel Ha Na. Ha Na kesal karena Joon sembarangan mematikan telepon orang. Joon melihat ekspresi Ha Na.  "Apa kau ditolak? Jadi kau benar2 ditolak. Bagaimana mungkin kau ditolak oleh orang seperti itu." tanya Joon. Ha Na diam saja menahan kesal.

"Aku memintamu untuk mulai semuanya dari awal karena aku tertarik padamu. Sudah lama aku tertarik padamu." ucap Joon.

"Kenapa kau menyukaiku?" tanya Ha Na.

"Aku juga tidak tahu kenapa. Maka dari itu aku ingin kau tinggal denganku agar aku tahu alasannya." jawab Joon.

"Apa?" tanya Ha Na.

"Baiklah aku pergi. Sampai ketemu di pemotretan." ucap Joon, lalu pergi.

"Apa? Pemotretan?" tanya Ha Na.

Joon menarik napas dan mengelus dadanya.


Joon sampai di rumah Sun Ho. Barang2nya sudah ada di sana. Melihat Joon, Sun Ho langsung menghampiri.

"Aku akan pindah sementara dari rumah." ucap Joon.

"Ibumu pasti tidak akan memberi izin. Ada apa?" tanya Sun Hoo.

"Ibuku mau kembali pada ayah. Aku ada di Amerika saat mereka bercerai. Kalau mereka kembali, lebih baik aku pindah." jawab Joon.

Joon mengambil majalah dan tanya kapan adik Sun Hoo kembali ke Korea.

"Minggu depan."

"Jangan bilang padanya kalau aku ada di sini."

"Kenapa? Apa kau takut dia akan ikut pindah ke sini denganmu?"

"Iya."

Joon lalu melihat satu kamar lagi. Ia minta izin Sun Ho untuk menyewakan kamar itu.


Ha Na duduk di taman. Ia bertanya2 kenapa Joon menyukainya. Ia lalu berpikir kalau Joon hanya mengerjainya saja. Ponselnya berbunyi. Telepon dari Tae Sung. Ha Na tetap tak mau mengangkat telepon Tae Sung. Ia pun lalu bertanya2 apakah harus menerima pekerjaan dari Joon. Yoon Hee sudah sampai di rumah. Ia membuka kembali diarynya.


Dong Wook yang sedang bertugas di RS, dengan tergesa2 menemui In Ha. In Ha cerita kalau dia baru saja bertemu Yoon Hee. Dong Wook kaget, Yoon Hee? In Ha cerita kalau Yoon Hee masih hidup. Dong Wook kaget mendengarnya. Mereka lalu duduk di taman. Dong Wook tanya kabar Yoon Hee. In Ha bilang kalau Yoon Hee baik2 saja karena itu dia harus membiarkan Yoon Hee pergi. In Ha mengatakan itu dengan sedih.



Ha Na melihat ibunya yang duduk melamun di rumah kaca. Ia mendekati ibunya. Sang ibu menyelimuti tubuh Ha Na dengan selimutnya. "Apa ibu sakit?" tanya Ha Na. Sang ibu menjawab tidak, lalu tanya apa Ha Na mencari tempat tinggal sendiri. Ha Na bilang dia ditemani seseorang. "Siapa dia? Tae Sung kan ada di Jeju?" tanya Yoon Hee.


 "Dia bukan teman, hanya seseorang." jawab Ha Na. "Apa dia laki2?" tanya Yoon Hee. "Ya dia laki2, tapi... tidak seperti itu. Aku tidak tahu, tapi dia aneh." jawab Ha Na. "Siapa dia? Aku berharap aku bisa bertahan lebih lama. Aku ingin melihatmu menikah. Aku ingin melihat kebun buatanmu." ucap Yoon Hee. "Ibu, jangan bicara itu lagi." pinta Ha Na. "Aku tidak ingin menjadi beban untukmu." kata Yoon Hee lagi. "Bu!" ucap Ha Na. "Baiklah. Aku tidak akan bicara lagi." jawab Yoon Hee yang melihat Ha Na hampir menangis.


In Ha ada di persimpangan jalan. Ia lalu memutuskan menemui Yoon Hee. Yoon Hee sedang membereskan kebunnya saat In Ha datang. Yoon Hee berbalik dan kaget melihat In Ha. Secara perlahan, In Ha berjalan mendekati Yoon Hee. Ia memandang Yoon Hee sejenak, kemudian memeluknya. Yoon Hee kaget, lalu membalas pelukan In Ha. Yoon Hee dan In Ha lalu berbincang di dalam rumah.

"Aku....."

"Aku tidak bisa melakukannya." potong In Ha.

Yoon Hee kaget, tapi ia membiarkan In Ha bicara.


"Mungkin aku terdengar egois, tapi aku harus mengatakannya. Aku tidak bahagia. Aku tak bisa tanpamu. Aku merasa seolah2 waktu berhenti di pantai itu saat kita masih bersama. Aku dan Hye Jung sudah lama berpisah. Aku tidak bisa membuatnya bahagia. Aku selalu membuatnya patah hati. Dia tidak bahagia, aku juga tidak bahagia. Aku tidak bisa tanpamu. Aku tidak mau kehilanganmu lagi. Tolonglah."

"Maafkan aku. Aku tidak bisa menolongmu. Aku mencintai suami dan anakku. Aku ingin mereka bahagia. Maaf."

"Jangan pernah mengucapkan kata maaf. Aku tidak mau mendengarnya. Aku sungguh tidak mau mendengarnya."


Hye Jung sedang rapat. Selesai rapat, bawahannya menghadap. Bawahan Hye Jung memberitahu soal Yoon Hee. Katanya Yoon Hee bekerja di kebun sebuah resort dan suaminya telah lama meninggal. Hye Jung kaget mendengarnya. Dia langsung menelpon In Ha, tapi tidak ada jawaban. Sementara itu In Ha pergi ke pantai kenangannya. Ia teringat kebersamaannya dengan Yoon Hee di pantai itu.


Hye Jung pergi menemui Chang Mo. Ia stress dengan perginya In Ha. Ia mulai minum2 lagi. Chang Mo mengingatkan Hye Jung untuk tidak minum2 lagi, karena itulah penyebab Joon dan In Ha pergi. Hye Jung memberitahu Chang Mo kalau Yoon Hee sudah menjadi janda. Chang Mo kaget Hye Jung menyelidiki Yoon Hee. Hye Jung berniat tidak memberitahukan soal Yoon Hee pada In Ha. Chang Mo tanya apa Hye Jung serius tidak mau memberitahu In Ha, karena cepat atau lambat In Ha pasti akan tahu soal Yoon Hee. Hye Jung memohon Chang Mo tutup mulut. Ia takut kalau In Ha tahu soal Yoon Hee, maka In Ha akan meninggalkannya.

Ha Na datang ke studio disaat orang sedang bersiap. Ia pun mulai berganti baju dan berdandan. Jo Soo menemani Ha Na. Pengarah gaya meminta Ha Na berpose. Gaya Ha Na masih kaku. Joon masuk ke studio. Ia terkesima melihat Ha Na yang sudah didandani. "Ayo kita mulai pemotretan." ucap Joon, lalu pergi. Ha Na memandangi kepergian Joon.


Pemotretan dimulai. Ha Na benar2 gugup. Joon yang berkali2 mengambil foto Ha Na, akhirnya kesal sendiri. Ia menyuruh Ha Na senyum. Ha Na pun tersenyum tapi senyumnya maksa banget. Akhirnya Joon berhenti, lalu menyalakan musik. Joon lalu menyuruh Ha Na mengikuti musiknya. Pemotretan kembali dimulai. Ha Na menari2 gak jelas. Joon pun kesal. Jo Soo membela Ha Na, tapi Joon membentaknya.


Joon, Ha Na dan Jo Soo membuka2 majalah. Mereka mencari inspirasi gaya di sana. Semua lalu istirahat makan siang. "Maafkan aku karena sudah membuat kalian susah." ucap Ha Na. "Tidak masalah. Ini kan pengalaman pertamamu dan kau juga bukan model profesional." jawab Jo Soo, membesarkan hati Ha Na. "Oya, bukankah dia terlihat tampan hari ini? Dia masih berusaha menunjukkan kehebatannya." ucap Jo Soo lagi sambil melirik Joon. Joon yang sedari tadi mendengar percakapan Ha Na dan Jo Soo, pura2 tidak mendengar dan sedang memikirkan pemotretan.


"Wow!" teriak para kru saat Ha Na sudah berganti baju. Ha Na benar2 cantik dengan baju itu. Pemotretan dimulai. Tapi Ha Na tetap gugup. Joon kesal lalu menyuruh para krunya keluar untuk membuat Ha Na lebih nyaman. Joon memotret Ha Na sambil berbincang2. Pemotretan selesai. Hasilnya, Ha Na terlihat seperti model beneran. Ha Na sendiri tak percaya melihat hasilnya.


Ha Na sudah berganti baju lagi. Dia memakai baju lamanya dan senang sekali mendapat bayaran. Joon yang melihat baju Ha Na langsung mencela dan menyuruh Ha Na memakai baju2 yg tadi. Ha Na bilang kalau dia tidak nyaman memakai baju2 itu. Joon bilang kalau itulah fashion. Sun Ho membela Ha Na dengan bilang kalau Ha Na bekerja sbg gardener jadi harus memakai baju yang nyaman. Joon tanya apa Sun Ho menyukai style Ha Na. Ia pun memotret Ha Na untuk ditunjukkan pada Sun Ho. Joon mulai mendekatkan kameranya pada Ha Na. Ha Na tersenyum begitu melihat kamera. Joon terdiam. Dia lagi2 terpesona pada Ha Na. Dia pun tidak jadi memotret Ha Na. Ha Na berterima kasih karena Joon sudah memberinya kesempatan. Ia pun berpamitan pulang. "Apa kau tidak akan melakukan pemotretan lagi? Kalau iya berarti sangat mengecewakan karena aku tidak bisa melihatmu lagi." ucap Sun Ho. Ha Na mengiyakan sambil melirik Joon.


Joon menyusul Ha Na.

"Apa?" tanya Ha Na.

"Sepertinya aku melupakan sesuatu. Apa kau ingat apa yang terakhir kukatakan?" tanya Joon.

"Oh itu, soal kau ingin aku tinggal bersamamu. Kau jangan khawatir. Aku akan melupakan apa yang telah kudengar." jawab Ha Na.


Joon bengong mendengar jawaban Ha Na. Sebenarnya bukan itu yang mau dia katakan, tapi dia terlanjur kesal dan menyuruh Ha Na melupakan semuanya. Tiba2, seorang gadis memeluk Joon. "Kapan kau datang?" tanya Joon. "Rasanya aku ingin mati karena tidak melihatmu selama 3 bulan." jawab gadis itu. "Kau benar2 berbeda sekarang. Aku hampir saja tidak mengenalimu." jawab Joon. Ha Na beranjak pergi. "Sepertinya aku tidak akan pernah lagi melihatnya." ucap Joon sambil melihat kepergian Ha Na. Gadis itu menatap Joon bingung. Joon lalu mengajak gadis itu masuk.


Ternyata gadis itu Mi Ho, adik Sun Ho. Sun Ho kaget melihat kedatangan adiknya. Mi Ho mengajak Joon makan, tapi Joon menolak karena mau istirahat. Mi Ho heran melihat Joon akan pergi ke lantai atas. Ia tanya kenapa Joon tidak pulang ke rumah. Sun Ho kelepasan ngomong. Dia memberitahu Mi Ho kalau Joon sudah pindah ke sana. Joon dan yang lain menyuruh Sun Ho diam. Tapi Mi Ho terlanjur mendengarnya. Ia juga mau ikut pindah ke sana, tapi Sun Ho melarang. Ia bilang kalau kamarnya sudah disewakan. Mi Ho tidak percaya.


Di kamarnya, Joon melihat foto Ha Na. Dia lalu menutup laptopnya. "Ada apa denganku?"


Ha Na mencari tempat tinggal lagi. Sun Ho mendatangi sebuah rumah. Ia memencet bel, tapi tak ada jawaban. Saat mau pergi, Sun Ho melihat kakek itu berlari menuruni tangga. Sun Ho tersenyum dan mengejar kakek itu. Ha Na yang ada di sana, melihat kakek itu kelelahan berlari. Ia mengajak kakek itu duduk. Sun Ho tersenyum melihat Ha Na. Ia pun langsung mendekati mereka."Kau! Kau!" ucap kakek itu bersiap kabur.


Sun Ho langsung memegang kakek itu dan mendudukkannya. Dia mengeluarkan peralatan medisnya dari dalam tas. Si kakek berontak. Tapi Sun Ho bilang kalau kakek itu tidak punya pilihan lain. Sambil terus memegangi tangan si kakek, Sun Ho bilang kalau kakek tidak akan merasakan sakit. Sun Ho meminta bantuan Ha Na untuk memegangi si kakek.


Sun Ho dan Ha Na mengobrol sambil minum. Sun Ho berterima kasih pada Ha Na yang sudah membantunya. Ia lalu menceritakan soal kakek itu pada Ha Na. Kakek itu adalah pasien Sun Ho. Istrinya meninggal karena tekanan darah tinggi. Kakek itu menolak untuk diperiksa sehingga membuat pekerjaan Sun Ho terasa sulit. Ha Na baru tahu kalau Sun Ho seorang dokter. Ia lalu berkata seandainya taman di tempat Sun Ho dirawat pasti akan terlihat cantik. Sun Ho bilang nama tamannya adalah White Garden. Ha Na bilang di sana ada bunga lili putih. Ia pun mulai menggambarkan Whithe Garden dan bunga2 lain yang bisa mereka tanam. Sun Ho terpesona melihat Ha Na. Ia pun meminta Ha Na bekerja sbg tukang kebunnya jika Ha Na mau. Ia juga bilang akan menyewakan sebuah kamar yg kosong di sana untuk Ha Na.


Di taman, Joon mulai terbayang2 Ha Na. Ia terus saja melihat bayangan Ha Na yang sedang tersenyum padanya.


In Ha masuk ke rumahnya. Ia kaget melihat Hye Jung di sana. Hye Jung sudah menyiapkan makan malam untuk In Ha. In Ha menolak makan dengan alasan mau istirahat. Tapi Hye Jung memaksa. Akhirnya In Ha menurut. Mereka berdua makan malam bersama. Hye Jung cerita soal Mi Ho dan Joon. Sepertinya dia mau menjodohkan Joon dan Mi Ho. In Ha bilang semua keputusan ada di tangan Joon. Hye Jung lalu membujuk In Ha untuk kembali bersamanya. In Ha menolak kembali pada Hye Jung. Ia lalu cerita soal pertemuannya dengan Yoon Hee. Hye Jung kaget. Ia tanya apa In Ha tahu dari Chang Mo. In Ha tak menyangka Chang Mo tahu soal Yoon Hee. Hye Jung marah, "Lalu kenapa? Setelah bertemu Yoon Hee, kau mau mencampakkanku? Kau sudah bercerai, dan Yoon Hee hidup sendirian jadi kurasa pasti tidak ada masalah". In Ha kaget tahu Yoon Hee hidup sendiri.


Joon sedang melihat foto2nya. Ia terkejut melihat foto Ha Na. Joon langsung mematikan komputernya begitu Sun Ho datang. Sun Ho memberikan surat perjanjian yang ditulis dgn pensil warna warni pada Joon. Joon kaget membacanya. Itu adalah surat perjanjian sewa menyewa antara Ha Na dan Sun Ho. Sun Ho juga memberitahu Joon kalau Ha Na akan bekerja sebagai tukang kebunnya.


In Ha pergi ke rumah Yoon Hee.


Joon menemui Ha Na. Ha Na bingung melihat Joon yang terus memandanginya. Joon terus berjalan mendekati Ha Na. Ha Na berjalan mundur. Ia bingung melihat sikap Joon. Ha Na terus melangkah ke belakang sampai2 dia mau jatuh. Joon langsung menarik Ha Na.


"Dengarkan baik2 karena aku hanya akan mengatakannya sekali. Kurasa aku menyukaimu." tembak Joon.


Ha Na kaget mendengarnya. Lalu, Yoon Hee memanggil Ha Na. Ha Na dan Joon menoleh pada Yoon Hee.

BERSAMBUNG

No comments:

Post a Comment