Thursday, January 10, 2019

Ice Adonis Ep 7 Part 2

Sebelumnya...


Yeon Hwa melarang Ketua Tim Park menemui Yoon Hee. Ketua Tim Park pun tidak jadi menemui Yoon Hee dan meminta Yeon Hwa membaca emailnya semalam. Yeon Hwa mengerti dan langsung pergi.


Yeon Hwa kemudian berpapasann dengan Yoon Hee. Yeon Hwa membungkukkan kepalanya, memberi hormat, lalu berlari dengan terburu-buru.


Yoon Hee berjalan melewati Ketua Tim Park. Ketua Tim Park melihatnya dan memikirkan sesuatu.


Yoon Hee melajukan mobilnya sambil memikirkan sang ayah yang memaksa bertemu pacarnya serta Yoon Jae yang tak memberi restu hubungannya dengan sang pacar.

"Aku harus melakukannya. Aku akan mengenalkan Tae Il pada ayah. Aku ingin semuanya tahu kami pacaran." ucap Yoon Hee.


Yoon Hee memutar mobilnya dan menghubungi Tae Il. Yoon Hee berkata, akan memperkenalkan Tae Il pada ayahnya hari itu juga.

Tae Il setuju.


Seseorang menemui Tae Il. Ia masuk ke ruangan Tae Il dengan terburu-buru. Tae Il menanyakan operasi ibu pria itu. Tapi pria itu tidak menjawab dan membahas Tae Il yang akan meninggalkan kelompok mereka. Pria itu berkata, boss mereka sangat marah. Tae Il mengatakan, ia butuh sesuatu yang harus dikatakannya pada anaknya nanti setelah ia dan Yoon Hee menikah. Ia berkata, tempat kerjanya terlalu keras untuk anaknya.

"Maafkan aku, tapi boss sangat marah." ucap pria itu, lalu menikam bahu Tae Il.

Tae Il langsung jatuh. Setelah menikam Tae Il, pria itu langsung pergi.


Setelah pria itu pergi, anak buah Tae Il langsung menuju ruangan Tae Il.


Yoon Hee menunggu Tae Il di depan rumahnya.

Sambil menahan sakit, Tae Il bicara pada Yoon Hee, bahwa ia akan segera ke rumah Yoon Hee.


Setelah Tae Il selesai bicara dengan Yoon Hee, anak buah Tae Il mengajak Tae Il ke rumah sakit. Tapi Tae Il malah minta diambilkan obat untuk menghentikan darah dan perban.

"Lukanya dalam, Hyungnim."

Tapi Tae Il tidak peduli.


Sekarang, Tae Il dalam perjalanan ke rumah Yoon Hee. Sambil menahan sakit, Tae Il menghubungi Yoon Jae dan berkata, bahwa dirinya di jalan menuju rumah Yoon Jae.

Tae Il : Aku akan memperkenalkan diriku pada orang tuamu. Kuharap kau juga ada disana. Aku butuh restumu untuk hubungan kami.

Yoon Jae langsung pulang setelah mendapat telepon Tae Il. Pria gendut yang menangani kasus penyerangan mobil Yoon Jae ternyata supir Yoon Jae gaes, bukan pengacara.


Tae Il pun tiba. Yoon Hee minta maaf karena sudah menyuruh Tae Il datang tiba-tiba. Tae Il mengaku bahagia.

Yoon Hee lantas memeluk Tae Il.

"Kau bisa melakukannya kan?" tanya Yoon Hee.

"Aku sedikit gugup." jawab Tae Il.

"Aku juga, jantungku berdetak cepat." ucap Yoon Hee.

Tae Il menyembunyikan rasa sakitnya di depan Yoon Hee.

Yoon Hee mengajak Tae Il masuk. Tae Il memberitahu Yoon Hee bahwa ia sudah memberitahu Yoon Jae.

Yoon Hee kaget, mwo?


Tak lama kemudian, Yoon Jae datang dan langsung memarahi Yoon Hee. Yoon Hee berkata, bahwa ia bukan anak kecil lagi dan ia berhak menentukan siapa pria yang akan ia nikahi.

Tae Il ikut bicara. Ia berusaha meyakinkan Yoon Jae bahwa ia mencintai Yoon Hee dan ingin melindungi Yoon Hee.

Tapi Yoon Jae tidak mau mengerti dan malah memukul Tae Il.


Tae Il yang sudah terluka, tambah kesakitan.

Yoon Hee bingung melihat Tae Il yang kesakitan.

Yoon Hee bertanya ada apa, tapi Tae Il diam saja lantaran menahan rasa sakit. Tak lama kemudian, Yoon Hee melihat darah yang berusaha disembunyikan Tae Il.


Bukan menolong, Yoon Jae malah terus mencecar Tae Il. Puas mencecar Tae Il, Yoon Jae menarik Yoon Hee ke dalam.

Dari balkon, Nyonya Jang yang melihat kejadian itu merasa kasihan pada Tuan Ha.


Tuan Ha batuk parah lagi. Nyonya Jang pun langsung datang dan memberikan respirator Tuan Ha.

Nyonya Jang lalu menatap Tuan Ha dengan tatapan kasihan.


Yoon Jae menarik Yoon Hee ke kamar. Ia meminta penjelasan Yoon Hee kenapa harus Tae Il.

Yoon Hee : Setelah ibu menghilang begitu saja tanpa jejak saat kita kecil dan ayah menikah lagi, kau selalu keluar masuk kantor polisi dan pulang ke rumah dalam keadaan terluka. Saat kau dan ayah bertengkar setiap hari, kau pikir bagaimana perasaanku? Melihatmu, ayah dan ibu tiri kita, kau bisa bayangkan perasaanku? Ibu lari dengan pria lain, meninggalkan ayah. Kau dan aku tidak pernah saling bicara dan rumah seperti medan perang. Ingat? Jika Tae Il tidak ada saat itu, aku mungkin tidak ada disini hari ini.

Yoon Jae pun kaget mendengar pengakuan Yoon Hee.

Bersamaan dengan itu, terdengar bunyi gemuruh.


Bersambung.............

PROLOG :


Yoon Hee memberi Yoon Jae, Tae Il lah satu-satunya orang yang menyelamatkannya saat itu.


Sementara diluar, Tae Il terus menunggu Yoon Hee di bawah guyuran hujan deras.

Tak lama kemudian, Yoon Hee datang dan langsung menangis disamping Tae Il.

Dan Yoon Jae marah.


Yeon Hwa terkejut membaca emailnya.


Yoon Jae tak sadarkan diri karena mabuk. Tak lama kemudian, Yeon Hwa datang dan meminta bantuan pelayan membawa Yoon Jae keluar.

Tapi Yoo Ra mendadak muncul, mengejutkan Yeon Hwa.

Bersambung............

No comments:

Post a Comment