Tuesday, February 19, 2019

Blessing of the Sea Ep 4 Part 3

Sebelumnya...


Poong Do sewot lantaran harus menghadiri acara seni perusahaan keluarganya dan bermain piano di sana. Ryan berkata, Poong Do sudah di booking sejak tahun lalu. Poong Do makin sewot lantaran Ryan baru memberitahunya sekarang. Ryan beralasan, karena ia tahu reaksi Poong Do akan seperti itu.

Ryan : Kau juga bisa menemui keluargamu sekalian.

Poong Do : Kau tahu kenapa aku tidur di hotel setibanya di Seoul? Aku tidak suka orang-orang itu!

Ryan : Mereka keluarga.

Poong Do : Kau tidak harus menyukai mereka karena mereka keluarga!

Ryan : Tugasku adalah memberitahu jadwalmu dan menemanimu. Jika tidak suka, beritahu agensimu!


Chung Yi berhenti di depan bengkel Yong-gwang. Ia cemas memikirkan kata-kata Ji Na soal Si Joon. Ia takut Si Joon patah hati.

Chung Yi lantas meraih ponselnya dan menghubungi Si Joon tapi tidak dijawab, lalu Hun Jung datang ingin mengatakan sesuatu, tapi Chung Yi malah pergi dengan dalih keadaan darurat.


Ji Na hendak masuk ke rumah atapnya, tapi pria yang melecehkannya di salon dan membuatnya dipecat tiba-tiba datang. Pria itu awalnya mengaku ingin meminta maaf. Tapi kemudian ia memberitahu Ji Na bahwa dirinya sudah putus dari pacarnya dan meminta Ji Na bertanggung jawab.

Ji Na kesal, kenapa aku harus bertanggung jawab.

Pria itu, hya! Kau merayuku.

Pria itu kemudian menarik-narik Ji Na. Ji Na ketakutan dan berteriak minta tolong.

Tepat saat itu, Si Joon datang dan langsung memukul pria itu. Pria itu membalas dan menyudutkan Si Joon ke tepi atap. Ji Na ketakutan melihatnya.


Pria itu terus berusaha mendorong Si Joon ke bawah. Tak mau Si Joon kenapa-napa, Ji Na memukul pria itu dengan pecahan botol. Pria itu langsung jatuh ke bawah gedung.

Ji Na histeris menyadari pria itu tewas di tangannya.


Si Joon mengambil pecahan botol dari tangan Ji Na dan menyuruh Ji Na menelpon polisi.

Si Joon : Aku yang melakukan ini.


Chung Yi keluar dari hotel Si Joon. Ia mendapat laporan, Si Joon tidak masuk kerja dan bolos dari kursus.


Si Joon ditangkap polisi.

Ji Na menangis melihatnya.

Si Joon dibawa duluan oleh polisi.


Ji Na juga diminta ikut oleh polisi. Tapi tak lama kemudian, Ji Na pingsan.


Chung Yi ke toko bunga ibunya Si Joon. Ia membantu ibunya Si Joon mengangkat bunga-bunga ke mobil box.

Chung Yi menanyakan Si Joon. Nyonya Jung bilang, Si Joon sedang belajar.

Nyonya Jung : Kau mencari Si Joon.

Chung Yi menggeleng.

Chung Yi lalu bertanya-tanya, kenapa Si Joon membolos.

Nyonya Jung lantas meminta maaf lantaran tidak bisa menemani Chung Yi. Ia berkata, harus mengantarkan bunga2 itu.

Chung Yi : Anda mengantar ini sendirian?

Nyonya Jung : Pekerjaku tiba-tiba keluar, aku bisa sendirian.

Chung Yi kasihan pun memutuskan membantu Nyonya Jung.


Ryan memaksa Poong Do turun dari taksi, padahal Poong Do tidak mau.

Tak lama kemudian, ia melihat Chung Yi yang sedang menurunkan bunga-bunga namun ia lagi-lagi melihat warna gelap di sekitar Chung Yi.

Ryan menghalangi pandangan Poong Doo. Poong Doo menyuruh Ryan minggir tapi Ryan menolak karena mengira Poong Doo mau kabur.


Ponsel Chung Yi berdering saat ia lagi membantu Nyonya Jung. Telepon dari rumah sakit yang memberitahu Ji Na pingsan.


Bunga2 itu ternyata dipesan oleh perusahaan Poong Do. Nyonya Jung yang jalan tidak lihat2, tidak sengaja menabrak Pil Doo.

Pil Doo sontak kaget melihat Nyonya Jung, begitu pun Nyonya Jung. Tapi berikutnya Pil Doo bersikap seolah tidak mengenal Nyonya Jung dan beranjak pergi.

Nyonya Jung terpaku menatap Pil Doo.


Chung Yi kemudian datang dan meminta izin pulang pada Nyonya Jung.


Di lobby, Poong Do melihat Chung Yi berlari. Ia mengejar Chung Yi sampai keluar tapi Chung Yi keburu pergi dengan taksi.


Diluar, Poong Do bertemu keluarganya yang baru datang.

Young In menatap jijik Poong Do. Sementara Jae Ran mengomentari penampilan Poong Do yang kacau dan Gwi Nyeo memperkenalkan diri dengan ramah pada Poong Do.


Ji Na akhirnya siuman. Begitu siuman dan ingat apa yang terjadi, ia mau langsung pergi tapi dokter melarang dan menyuruh Ji Na menghabiskan infusnya.

Dokter : Bagaimana kalau kau melahirkan prematur.

Ji Na bingung, melahirkan prematur?

Dokter : Kau hamil lima bulan. Kau tidak tahu.

Ji Na kaget, aku hamil lima bulan?


Tak lama kemudian, Chung Yi datang dan kaget melihat sang kakak.


Bersambung.....

No comments:

Post a Comment