Thursday, April 4, 2019

The Promise Ep 38 Part 1

Sebelumnya...


Na Yeon berhasil kabur. 3 perawat suruhan Yoo Kyung langsung mengejarnya. Yoo Kyung yang melihat Na Yeon kabur, langsung turun dari mobilnya dan ikut mengejar Na Yeon.

Na Yeon terus berlari dan berlari. Ia berlari ke tengah jalan yang padat oleh mobil.

Yoo Kyung berteriak, menyuruh Na Yeon berhenti.

Na Yeon yang berusaha melarikan diri dari kejaran orang2 Yoo Kyung pun tertabrak mobil. Yoo Kyung terkejut melihatnya dan langsung berlari mendekati Na Yeon. Yoo Kyung menyuruh Na Yeon yang sudah tak sadarkan diri itu bangun.


Yoo Kyung membawa Na Yeon ke RS. Ia menatap Na Yeon yang tengah ditangani dokter dengan wajah cemas.


Yoo Kyung kemudian menunggu diluar. Tak lama kemudian, dokter keluar dan menjelaskan kondisi Na Yeon. Dokter berkata, tidak ada luka luar yang serius pada Na Yeon. Tapi otak Na Yeon mengalami kerusakan karena benturan yang keras. Hasil MRI tidak menunjukkan gejala yang serius tapi mereka harus terus memonitor Na Yeon. Yoo Kyung berterima kasih dan meminta dokter menghubunginya jika Na Yeon siuman.


Sekarang Yoo Kyung sedang di perjalanan. Ia tampak kalut.

Tak lama, ponselnya berderin membuat ia terkejut. Telepon dari Se Jin.

Yoo Kyung : Aku akan menanggung semua kesalahan. Dia tidak harus tahu.

*Mereka ini gk puas apa ya, udah ngerebut Tae Joon dari Na Yeon, terus nyulik Sae Byeol, sampe membuat Sae Byeol celaka dan sekarang mencelakai Na Yeon juga.


Se Jin menemui ayahnya. Ia menceritakan tentang Do Hee yang hanya menyelidiki skandal keluarga kaya. Se Jin bilang, jika Na Yeon sampai bertemu Do Hee, semua akan menjadi kacau. Se Jin juga mengaku, sudah meminta bantuan ibunya tapi menangani Na Yeon tidak mudah. Ia meminta bantuan ayahnya untuk menghentikan Do Hee.

Se Jin : Mianhae, appa. Aku sangat menyedihkan.

Kyung Wan : Kau bisa jadi menyedihkan di depan ayahmu.

Kyung Wan lalu menyuruh Se Jin pulang. Tapi Se Jin ingin melihat Tae Joon dulu.


Do Hee ternyata masih menunggu Na Yeon. Ia heran, Na Yeon belum datang juga, sementara ia sudah menunggu selama 2 jam.

Do Hee lantas menghubungi Eun Bong. Eun Bong kaget adiknya belum datang menemui Do Hee.

Do Hee menduga, Na Yeon mungkin berubah pikiran karena ponselnya tidak bisa dihubungi.

Eun Bong meminta maaf sudah menyita waktu Do Hee. Ia meminta Do Hee membiarkannya mencari tahu dulu apa yang terjadi pada Na Yeon. Do Hee setuju dan menyuruh Eun Bong menghubunginya lagi nanti.


Man Jung yang kini sudah berada di rumahnya, terlihat gemetaran. Ia lalu menyalakan ponsel Na Yeon dan langsung menjerit ketakutan saat ponsel Na Yeon berbunyi. Telepon dari Eun Bong.

Man Jung pun mengirimi Eun Bong SMS lewat ponsel Na Yeon.

Man Jung mengaku sebagai Na Yeon dan mengatakan kalau ia akan pergi beberapa hari untuk berdoa. Ia juga mengatakan, bahwa ia tak tahan melihat Sae Byeol seperti itu.


Eun Bong menghubungi Na Yeon lagi. Man Jung mematikannya dan mengirimi Eun Bong SMS lagi. Dalam pesannya, Man Jung menulis bahwa ia sedang tidak bisa bicara dengan Eun Bong sekarang.

Mal Sook keluar dari kamar Sae Byeol. Ia terkejut saat Eun Bong bilang bahwa Na Yeon pergi berdoa untuk beberapa hari.

Mal Sook merasa ada yang aneh. Eun Bong juga merasakan hal yang sama dan kembali mengirimi Na Yeon SMS, menanyakan lokasi Na Yeon.


Man Jung menangis.

"Kenapa kau terus menyiksaku? Aku tidak bisa menangani ini." ucapnya.

Ia lalu menjerit saat terdengar gedoran di pintu rumahnya.

"Nugu ya!" teriaknya, kalut.

"Ini aku, Se Pal."

Man Jung bergegas membukakan pintu.

Se Gwang heran melihat Man Jung menangis.

Man Jung memeluk Se Gwang. Ia berkata, ia penyihir yang mengerikan dan akan menerima hukuman.

Se Gwang : Jika kau tahu, kau harusnya berubah menjadi lebih baik.


Ponsel Se Gwang berbunyi. Man Jung langsung menjerit ketakutan dan tambah memeluk Se Gwang.

Se Gwang mendorong Man Jung. Ia heran dengan sikap Man Jung yang aneh.

Se Gwang lalu menjawab teleponnya yang ternyata dari Geum Bong.

Geum Bong meminta maaf. Ia berkata, keluarganya memiliki situasi darurat. Hampir saja Geum Bong keceplosan soal ibunya yang hanya menjalankan restoran kecil tapi Geum Bong buru2 meralat ucapannya dan mengaku bahwa ia harus bekerja di restoran ibunya.

Se Gwang : Kau akhirnya bergabung dengan perusahaan ibumu. Kau cantik dan pintar, jadi kau pasti bisa melakukannya dengan baik. Katakan padaku jika kau membutuhkan sesuatu. Oke?


Man Jung lalu bertanya, Se Gwang bicara dengan siapa? Man Jung kemudian menyuruh Se Gwang berhati2 dengan perempuan. Ia mengaku, banyak melihat pria yang hidupnya hancur karena perempuan.

Se Gwang : Uri Bong tidak seperti itu.

Man Jung : Namanya Bong? Nama yang norak.


Geum Bong yang sedang mengupas bawang, merasa kalau keluarganya harus melakukan pengusiran setan atau semacamnya.

Joong Dae datang. Ia protes saat melihat cara Geum Bong mengupas bawang.

"Bukan seperti ini caranya mengupas bawang. Kau tidak boleh mengupas bawangnya sampai ke dalam. Kau membuang banyak sekali bawangnya."

Joong Dae lalu menyuruh Geum Bong minggir dan menunjukkan cara mengupas bawang dengan benar. Ia meminta Geum Bong memperhatikannya.


Tae Joon yang sedang bekerja, dihubungi Se Jin. Se Jin menyuruhnya ke lobi.


Tae Joon pun langsung berdiri dan mengambil jasnya tapi tepat saat itu, Hwi Kyung datang. Hwi Kyung mengasihani dirinya yang selalu masuk ke ruangan Tae Joon di saat yang tidak tepat. Hwi Kyung berkata, ingin mengajak Tae Joon minum kopi. Tae Joon yang tidak enak pada Hwi Kyung pun mengajak Hwi Kyung minum kopi tapi Hwi Kyung bilang tidak usah. Tae Joon pun berkata, akan membelikan Hwi Kyung kopi saat ia kembali.

Hwi Kyung : Ah, hampir lupa. Selamat untuk kehamilan Se Jin. Kau akan segera menjadi ayah, Tae Joon-ssi.

Mendengar itu, Tae Joon langsung tak nyaman. Hwi Kyung lantas beranjak pergi.


Tae Joon menemui Se Jin. Ia bertanya, apa ada sesuatu?

Se Jin berkata, ia habis menemui ayahnya. Se Jin lantas bertanya, apa Tae Joon pernah dihubungi oleh Reporter Baek. Ia minta Tae Joon untuk tidak pernah menjawab telepon dari Reporter Baek.

Tae Joon : Kenapa? Ada sesuatu yang salah?

Se Jin : Saat aku bertemu Na Yeon tadi, Na Yeon mengatakan dia akan menemui Reporter Baek. Aku curiga, Reporter Baek adalah si Ular Putih yang menulis artikel kita.

Tae Joon : Kenapa kau tidak memberitahuku lebih cepat!

Se Jin : Aku tidak mau membebanimu. Aku pikir, kau mungkin akan dihubunginya. Jika dia menghubungimu, jangan dijawab.

Tae Joon : Arraseo, aku akan mengurusnya.


Kyung Wan sedang bicara dengan seseorang. Sepertinya ia bicara dengan Pimpinan Jungle News. Ia marah lantaran Jungle News menerbitkan artikel mereka tanpa seizin mereka. Ia lantas berniat mengajukan tuntutan pada Jungle News.


Setelah itu, Kyung Wan dapat kunjungan dari Hwi Kyung.

Kyung Wan menawari Hwi Kyung teh, tapi Hwi Kyung menolak. Hwi Kyung bilang dia akan minum teh nanti dengan Tae Joon.

Hwi Kyung bertanya, apa ada masalah dengan pernikahan Se Jin. Ia mengaku, bahwa perasaannya mengatakan ada masalah dengan pernikahan Se Jin. Ia juga mengaku melihat seorang wanita (Na Yeon) membuat kekacauan di lobi. Kyung Wan pun meminta Hwi Kyung mengabaikan masalah itu.

Kyung Wan lantas membahas soal kencan buta Hwi Kyung yang berjalan lancar.

Mendengar itu, Hwi Kyung langsung pamit.

"Lihatlah, kau menghindari pertanyaan itu." ucap Kyung Wan.

Kyung Wan lalu berkata, kalau ia mendengar pacar Hwi Kyung seorang reporter. Ia bertanya, pacar Hwi Kyung dari majalah mana.

Hwi Kyung : Jungle News.


Kyung Wan kaget mendengarnya. Ia lalu menanyakan nama pacar Hwi Kyung.

Hwi Kyung : Baek Do Hee.

Kyung Wan tambah kaget.

 Tapi kemudian, ia tersenyum dan bersikap seolah2 tidak terjadi apapun. Ia berkata, Do Hee pasti wanita yang sangat cantik.


Setelah Hwi Kyung pergi, wajah Kyung Wan berubah kesal. Ia tidak menyangka Reporter Baek dari Jungle News adalah pacar Hwi Kyung.


Do Hee kembali menghubungi Tae Joon. Ia berkata, sudah ada di lobi Baekdo dan meminta Tae Joon turun.

Tae Joon yang ada di RS mengatakan dia ada diluar. Do Hee pun berkata, bahwa ia akan menunggu Tae Joon.

Tae Joon dengan tegas meminta Do Hee kembali lagi nanti setelah membuat janji dengannya.

Do Hee : Begitukah? Sejujurnya hari ini aku berencana bertemu dengan Lee Na Yeon. Tapi dia tidak muncul. Jadi aku berniat menemuimu dulu.

Tae Joon : Apa yang kau inginkan?

Do Hee : Kau mungkin menyembunyikan banyak rahasia.

Tae Joon : Aku tidak punya alasan untuk mendengarkan omong kosongmu.

Tae Joon memutuskan panggilannya.


Bersamaan dengan itu, Eun Bong keluar dari kamar Sae Byeol.

Eun Bong : Kau tahu tidak seorang pun ingin melihatmu disini.

Tae Joon : Sae Byeol bagaimana?

Eun Bong : Ibuku akan segera datang. Kau tahu bagaimana dia, kan? Pergilah.


Tae Joon : Aku dengar, Na Yeon hari ini berencana menemui reporter. Kau yang memperkenalkannya.

Eun Bong : Kau datang karena itu? Untuk menghentikannya bertemu reporter?

Tae Joon : Dimana Na Yeon?

Eun Bong : Wae? Kau mau mencarinya dan membuatnya bungkam? Tae Joon-ah, tidak ada gunanya.

Tae Joon : Dimana Na Yeon?


Eun Bong : Aku tidak tahu. Dia pergi menemui reporter dan menghilang. Dia bilang ingin berdoa untuk beberapa hari.

Tae Joon sontak kaget Na Yeon pergi meninggalkan Sae Byeol hanya untuk berdoa.

Tak lama kemudian, ia menyadari siapa dalang dibalik hilangnya Na Yeon.


Bersambung ke part 2..........

No comments:

Post a Comment