Tuesday, April 16, 2019

The Promise Ep 52 part 1



Yoo Kyung pura2 memuji Do Hee. 

"Putrimu sangat cantik. Itu pasti karena kedua orang tuanya yang juga rupawan." 

"Pujian seperti itu membuatku tidak nyaman." jawab Sung Joo. Yoo Kyung tertawa.

Sung Joo mengambil cangkir tehnya.

Yoo Kyung tanya soal pernikahan Hwi Kyung dan Do Hee.

Sung Joo : Itukah yang ingin kau tahu?

Yoo Kyung : Aku tidak sabaran, kau bisa lihat. Bagaimana? Kau mengizinkan mereka menikah?

Sung Joo : Aku tak yakin. Putriku belum sepenuhnya pulih. Jadi aku tidak bisa memberi jawaban sekarang.

Yoo Kyung :  Tentu saja, kesehatan lebih penting. Tapi aku tidak tahu apakah pantas mengatakan ini tapi Hwi Kyung kami memiliki waktu yang sulit juga belakangan ini. Dia mengambil perusahaan ayahnya yang bermasalah setelah ayahnya meninggal. Itu karena wasiat ayah kami. Kami tidak bisa menentangnya.

Sung Joo : Aku juga dengar dia bekerja sangat keras.

Yoo Kyung : Aku dengar dia mampu mengatasi rintangan yang sulit berkat bantuan Pimpinan Baek.


Sung Joo :  Aku lega.

Yoo Kyung : Hwi Kyung adalah satu hal tapi aku pikir dia pasti telah mengambil pertimbangan ekstra karena hubungannya dengan ibu Hwi Kyung di masa lalu. Hwi Kyung seharusnya bekerja lebih keras.

Sung Joo mulai kesal nama Young Sook disebut2.


Hwi Kyung masuk ke ruangannya diikuti oleh Na Yeon.

Hwi Kyung bertanya dengan wajah kesal, apakah Na Yeon karyawan yang dimaksud Dong Jin.

Na Yeon balik tanya, apa Hwi Kyung kecewa.

Hwi Kyung : Bahkan meskipun ingatanmu hilang, kau ingat bagaimana caranya mengejutkan orang lain.

Na Yeon mengajak Hwi Kyung berjabat tangan tapi Hwi Kyung diam saja.

Na Yeon : Kau akan menggantungku terus?


Hwi Kyung : Perbaiki kebiasaanmu. Menusuk orang dari belakang adalah kebiasaan mengerikan. Aku tidak ingin menjabat tanganmu.

Na Yeon pun menurunkan tangannya. Na Yeon : Bukankah kau takut?

Hwi Kyung :  Untuk apa?

Na Yeon : Kehidupan seratus karyawan di AP Foods ada di tanganmu. Haruskah kuhitung keluarga mereka juga? Aku bertaruh itu lebih dari ribuan orang. Bagaimana kau tidak takut?

Hwi Kyung :  Aku takut, lalu?


Na Yeon : Jadilah profesional. Sebagai perwakilan ayahku, aku punya  tanggung jawab lebih untuk menyelamatkan AP Foods. Tapi kau malah mengabaikan ajakanku berjabat tangan?

Hwi Kyung : Aku bahkan tidak membayangkan kau berada disini seperti ini. Kau harusnya memberitahuku dulu.

Na Yeon : Kalau aku memberitahumu dulu, kau akan membiarkanku?

Hwi Kyung : Tentu saja tidak. Karena aku tidak ingin kau disini sebagai mitraku. Karena bukan begini kita memulainya.

Na Yeon : Jadi haruskah aku pergi?


Hwi Kyung : Aku menantikan kerjasama denganmu, Baek Do Hee-ssi.
Hwi Kyung mengajak Na Yeon berjabat tangan. Mereka berjabat tangan.

Hwi Kyung : Rasanya sangat berbeda saat aku menjabat tanganmu sebelumnya.

Na Yeon : Wajar. Aku adalah Baek Do Hee saat itu tapi tidak sekarang.


Kembali ke Yoo Kyung dan Sung Joo. Yoo Kyung bertanya, kenapa Sung Joo hanya punya satu putri, apakah Sung Joo tidak kesepian. Yoo Kyung lalu cerita kalau ia punya satu putri juga tapi terkadang ia menginginkan lebih.

Sung Joo : Kau benar. Orang lain punya dua atau 3 anak tanpa masalah. Tapi sulit bagiku untuk hamil. Do Hee kami adalah keajaiban untuk kami. Dia lahir dengan jantung bermasalah, jadi aku harus kuat.

Yoo Kyung : Kau pasti membesarkannya dengan sepenuh hatimu.

Sung Joo : Memang sulit pada awalnya tapi kami membesarkannya dengan lapang dada. Itulah yang diinginkan ayahnya juga.

Yoo Kyung : Akan sangat menyenangkan jika kau memiliki anak kembar. Bukankah itu suatu keberkahan memiliki anak dua sekaligus.


Sung Joo terkejut dan merasa tidak nyaman dengan pertanyaan Yoo Kyung tapi ia tetap bersikap tenang.

Sung Joo lantas mengaku bahwa ia sering berpikir seperti itu tapi sayangnya keluarga mereka tidak ada yang kembar.


Kyung Wan memanggil Hwi Kyung ke ruangannya. Begitu Hwi Kyung datang, Kyung Wan langsung tanya apa yang terjadi.

Hwi Kyung pura2 bodoh. Ia tanya, apa maksud Kyung Wan.

Kyung Wan : Kau tahu apa maksudku. AP Foods bukan perusahaanmu sendiri!

Hwi Kyung : Tidak terlihat seperti dirimu jika kau marah-marah begini.

Kyung Wan : Aku berusaha memahami strategi pemasaranmu.Tapi kenapa Baek Do Hee ada di AP Foods?

Hwi Kyung : Kami berada di tepi jurang kebangkrutan. Bahkan kau, yang aku percaya, tidak mau membantuku. Satu2nya yang menolongku adalah Pimpinan Baek Dong Jin, ayah Baek Do Hee. Karena aku menerima bantuannya untuk menghindari bencana, aku harus membayar kebaikannya.

Kyung Wan : Dan kau membalasnya dengan menerima Baek Do Hee?


Hwi Kyung : Itu permintaan Pimpinan Baek Dong Jin.

Kyung Wan : Kau harusnya tanya dulu padaku. Kau berubah.

Hwi Kyung : Tidakkah semua orang berubah setelah ayah meninggal?

Kyung Wan : Kenapa kau sangat sinis? Berbisnis itu tidak mudah. Kau bijaksana dan bodoh. Kau berencana menghancurkan Baekdo dengan menyelamatkan AP yang terlilit hutang! Pimpinan Baek berusaha mengambil AP dan melakukannya dari balik layar.

Hwi Kyung : Aniyo, dia berinvestasi jadi setidaknya dia tidak berusaha membunuh perusahaan itu. 
Kyung Wan : Kirim Do Hee kembali. Kau tahu siapa dia.

Hwi Kyung : Waeyo? Kau takut ingatannya tentang Tae Joon dan Se Jin kembali?


Kyung Wan : Hwi Kyung!

Hwi Kyung : Tenang saja. Dia tidak ingat tentang Tae Joon dan Se Jin.

Hwi Kyung lantas beranjak pergi.


Yoo Kyung yang baru masuk ke kamarnya, menghubungi orangnya dan menyuruh orangnya mencari tahu tentang Do Hee.


Sung Joo yang sedang merangkai bunga teringat kata2 Yoo Kyung tentang Dong Jin yang membantu Hwi Kyung karena Young Sook. Ia pun jadi kesal.


Di kamarnya, Young Sook menghubungi Dong Jin. Young Sook berterima kasih karena Dong Jin sudah membantu Hwi Kyung. Dong Ji pun berkata, itu bukan bantuan tapi investasi. Young Sook megatakan, jika bukan karena Dong Jin, Hwi Kyungnya pasti tidak akan bisa menyelesaikan masalah AP. Young Sook lantas mengundang Dong Jin ke rumahnya untuk makan malam sebagai ucapan terima kasih. Ia minta Dong Jin membawa Sung Joo juga. Dong Jin berkata, akan bicara dulu dengan Sung Joo.


Young Sook keluar dari kamarnya dan melihat Yoo Kyung sedang minum teh. Yoo Kyung menawari Young Sook teh tapi ditolak Young Sook. Yoo Kyung lalu tanya, apa Young Sook tidak bosan di kamar sepanjang hari. Young Sook bukan wanita tua yang sakit2an tapi mendekam di kamar sepanjang hari dan tidak pergi keluar.

Young Sook : Kau mencemaskanku sekarang?

Yoo Kyung : Aku takut kau depresi. Depresi bisa membuat seseorang demensia.

Young Sook : Terima kasih tapi jangan membuatku bingung dan jadilah dirimu sendiri.

Yoo Kyung lalu memberitahu Young Sook kalau dia habis dari rumah Dong Jin. Sontak Young Sook kaget. Yoo Kyung lantas memuji2 Sung Joo dan berkata, Dong Jin bertemu wanita baik setelah dicampakkan Young Sook.

"Siapa sangka murid miskin akan menjadi besar seperti ini. Kau tahu usia ayahku yang bertemperamen buruk tidak akan lama."

"Kenapa kau kesana? Untuk apa?"


"Aku hanya mampir. Aku kakaknya Hwi Kyung. Aku harus menyapa keluarga yang akan menjadi keluarga kita."

"Jadi kau pergi untuk membicarakan pernikahan Hwi Kyung dengannya?"

"Tentu saja tidak. Aku tahu betapa sulitnya Hwi Kyung sekarang. Aku tidak bisa melakukan itu pada Sung Joo yang memiliki seorang putri. Jika bisa, aku akan meyakinkan Sung Joo untuk tidak menerimaa Hwi Kyung."

"Apa yang kau katakan padanya!"

"Tidak banyak. Tapi menurutku, Hwi Kyung tidak akan bisa menikahi putrinya. Sung Joo sangat terobsesi dengan putrinya. Dan dia akan berbesanan dengan wanita yang pernah dicintai suaminya selamanya."

"Jaga mulutmu!"

"Ini rumahku dan aku bicara dengan mulutku. Jadi sadaralah dan cium kopi itu. Saat ayahku masih hidup, dia mungki memaksa pernikahan itu karena kekuatannya tapi situasi berubah. Hanya ada janda satu anak. Bukankah itu pernikahan yang buruk?"

"Kita lihat saja nanti. Tidak semua orang materialistis sepertimu."

"Baiklah, kuharap kau benar." jawab Yoo Kyung lalu beranjak pergi meninggalkan Young Sook.


Hwi Kyung menunjukkan meja Na Yeon. Meja Na Yeon ada di depan ruangannya. Na Yeon tanya, alasan Hwi Kyung ingin menyelamatkan AP apakah karena Hwi Kyung ingin mengambil alih Baekdo.

Hwi Kyung : Baek Do Hee-ssi, kau tahu aku tertegun? Aku tahu kau hilang ingatan tapi kau berubah terlalu banyak. Seseorang yang terlahir sebagai reporter tiba2 ingin terjun ke dalam manajemen bisnis. Apakah kau ingin aku mengambil alih perusahaan ayah?

Na Yeon : Anggap saja begitu. Tapi kita tidak punya banyak waktu. Jika kita tidak merubah citra perusahaan dan meningkatkan penjualan, sebelum pinjaman berikutnya akan datang, hal yang sama akan terjadi lagi.

Hwi Kyung : Kau benar. Biarkan aku tahu jika kau punya karyawan lain di pikiranmu.

Na Yeon : Setelah kita mulai, karyawan yang berkualitas akan mencari kita meskipun kita tidak mencari mereka.

Bersambung ke part 2....

No comments:

Post a Comment