Friday, May 24, 2019

Dan, Only Love Ep 1 Part 2

Sebelumnya...


Bu Choi langsung pergi menemui seorang dokter.

Bu Choi tanya, seberapa jauh yang sudah diketahui Tuan Jo.


Dokter itu lantas mengingat saat Tuan Jo menerobos masuk ke ruangannya saat ia sedang bersama pasiennya.


"Dia sudah bicara dengan administrasi dan pusat sumbangan. Bagaimana aku bisa merahasiakan kebenarannya?" jawab dokter itu.

"Jadi, kau mengatakan yang sebenarnya kepadanya?" tanya Bu Choi.

"Hari ini, aku berlagak tidak tahu apa-apa." jawab dokter.

"Hari ini?" tanya Bu Choi.

"Aku sudah tidak sanggup. Aku juga dokter. Aku kemari untuk mengatakan itu." jawab dokter.

"Dokter Kim, aku tahu kau dokter. Karena kau dokter, aku bicara kepadamu dengan sangat sopan dan memperlakukanmu dengan hormat. Aku tidak tahu apa-apa. Dokter yang menangani kornea, transplantasi, dan hal lainnya. Jika ada penyelidikan... Tidak. Itu tidak akan terjadi. Itu tidak boleh terjadi." ucap Bu Choi.

Dokter Kim terkejut, penyelidikan?


Bu Choi : Ingatlah ini. Kau menyeberangi jembatan dan aku mengebom jembatan itu. Sekarang kau tidak bisa kembali. Kau mengerti?

Dokter Kim mengangguk. Lalu Bu Choi beranjak pergi.


Di kamarnya, Yeon Seo memikirkan Dan.

Yeon Seo : Siapa pria itu?

Kesal, Yeon Seo meremas saputangan Dan yang sedang dipegangnya.


Sementara Dan sendiri, berusaha melihat bayangannya. Tapi ia tidak punya bayangan. Lalu ia mencoba menyetopkan sebuah mobil yang melintas, tapi mobil itu terus melaju tanpa melihatnya.

Dan pun pusing. Ia bertanya2, bagaimana bisa Yeon Seo melihatnya.


Lalu mobil yang coba dihentikan Dan tadi, tiba2 saja berhenti.

Dan melihat dua wanita turun dari mobil dan berganti posisi. Setelah itu, mobil itu kembali melaju.


Setelah mobil itu melaju pergi, Dan menemukan seekor kucing yang sekarat karena ditabrak mobil tadi.

Dan : Klienku, kau masih hidup?


Sementara, si pelaku tabrak lari kucing itu adalah Ni Na. Ni Na menangis dan mencemaskan kucing itu. Ia juga merasa bersalah karena sudah menabrak kucing itu.

Roo Na yang menyetir mobil berkata, bahwa mereka sudah melaporkan kejadian itu jadi akan ada yang datang mengurus kucing itu.

Roo Na menyuruh Ni Na berhenti menangis dan minum teh.

Roo Na : Jika menangis, kau akan sesak.

Ni Na : Eonni, ayo kembali. Bagaimana jika kucing itu tertabrak lagi sebelum orang datang? Mari kembali dan menguburnya. Aku ingin melakukannya. Kumohon.


Roo Na menghentikan mobilnya dan menasihati Ni Na.

Roo Na : Ni Na-ya, tenanglah dan berhenti menangis. Itu hanya kecelakaan. Kau tidak membunuhnya. Kucing itu hanya mengalami hal tragis. Itulah tragedi bagi semua orang. Tragedi terjadi secara mendadak dan merenggut segalanya. Sebelum itu terjadi, kau harus menyingkirkannya. Kendalikan dan tenangkan dirimu. Besok kau tampil. Jangan sampai tubuh dan perasaanmu terguncang. Jadi, minumlah ini dan tidurlah, Odette.

Ni Na mengerti.

Ternyata, Ni Na besok akan memerankan Odette di acara yang digelar Yayasan Fantasia.


Dan membawa kucing itu ke rumah 'atasan' nya. Di sana juga ada bayi2 kucing lainnya.

Dan dan 'atasan' nya yang bernama Hoo, melihat kucing2 itu dengan wajah gemas.

Dan : Astaga, lihatlah kalian. Hebat, bukan? Betapa menggemaskan bayi-bayi ini. Mereka jauh lebih baik daripada manusia.


Hoo tiba2 menatap tajam Dan. Hoo :  Berandal. Sekarang apa rencanamu?

Dan : Maaf, tapi mereka menggemaskan. Tadi matamu dipenuhi oleh cinta.

Hoo : Aku sudah melarangmu mencampuri hidup. Kau menyuruhku menjaga janda dan anak yatim piatu.

Dan : Sifat malaikat adalah mencintai kebaikan dan membenci kejahatan. Aku hanya mengikuti naluriku.

Hoo : Begitu rupanya. Itulah sebabnya kau melakukan ini.

Hoo pun mengungkit kelakuan nakal Dan selama ini.


Hoo : Kau mendorong pemuda berusia 17 tahun ke toilet portabel.

Dan : Mendorong? Aku tidak pernah mendorong manusia. Dia merundung teman masa kecilnya.

Hoo : Bukan hanya itu. Kau membuka kandang di truk yang dipenuhi anjing dan membebaskan mereka di jalanan.


Dan : Mereka akan dijual ke pasar anjing. Tindakan itu ilegal dan semua anjing itu dianiaya.

Hoo : Astaga. Apa yang harus kulakukan terhadap bocah ini?

Dan : Tujuan hebat dewa tidak akan gagal hanya karena jentikan jari malaikat rendahan sepertiku. Selain itu... Bagaimanapun, aku akan pergi ke sana besok. Waktuku telah usai.

Hoo : Kau sungguh menyebalkan.


Dan : Hoo Sunbae, manusia tidak bisa melihat kita, bukan? Sekuat apa pun spiritual mereka.

Tapi kemudian, Dan meminta Hoo melupakan apa yang baru ditanyakannya. Ia beralasan, dirinya baru bertemu  manusia sensitif yang bermulut kotor.

Hoo curiga, jangan bilang kau....

Dan : Aku tidak melakukan apa pun. Justru dia yang menyentuhku.

Hoo : Jika menyentuh manusia, kau akan langsung menghilang.


Hoo : Kau akan menghilang seperti asap dan debu dalam sekejap.

Hoo mengatakannya, sambil mematikan lilin dengan menjentikkan jarinya.

Dan : Sisa waktuku hanya 24 jam. Tidak akan terjadi apa pun.

Hoo : Aku cemas karena sisa waktumu 24 jam. Sepertinya kau akan berhasil mengalami kepunahan malaikat yang sulit itu.

Dan : Ya, aku akan berhati-hati bahkan terhadap daun yang gugur. Aku takut akan bertemu manusia yang liar dan kejam.


Dan teringat kata2 Yeon Seo di taman tadi.

Yeon Seo : Indra keenamku lebih meningkat. Aku tidak butuh. Dewa? Tentu dia ada. Hanya saja dewa itu bedebah.


Dan menggelengkan kepalanya, berusaha mengusir wajah Yeon Seo dari benaknya.

Saat itulah ia melihat sakunya dan tidak mendapati saputangannya disana.

Dan lalu ingat ketika Yeon Seo menyentuh badannya.


Flashback...

Yeon Seo menyentuh badannya. Saat itulah, Yeon Seo menarik sapu tangannya dan menjatuhkannya ke rumput.

Flashback end...


Dan langsung menutupi sakunya karena takut ketahuan Hoo.

Sementara Hoo yang berdiri membelakangi Dan, meminta Dan tidak datang terlambat besok.

Dan mengerti dan diam2 beranjak pergi.

Bersambung ke part 3....

No comments:

Post a Comment