Monday, May 20, 2019

Different Dreams Ep 7-8 Part 3

Sebelumnya...


Hiroshi duduk di mobilnya yang diparkir di depan sebuah gibang.

Hiroshi menatap jamnya. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 9 malam.

Ia ingat saat Taro membentaknya, sampai menyiramnya dengan air. Taro bilang, Hiroshi bertanggung jawab atas kematian Nagumo karena mata2 yang membunuh Nagumo, berteman baik dengan Young Jin.

Taro: Selama aku hidup, kau tidak akan pernah naik jabatan.

Flashback end...


Hiroshi lantas meminum sebuah obat. Setelah itu, ia mengambil sebuah kendi dan menatapnya.

"Jika aku tidak kembali dalam dua jam, lakukan yang tadi ku bilang." ucapnya pada Maru.

Hiroshi lalu turun dan masuk ke dalam.


Di dalam, Hiroshi minum2 bersama Taro dan para gisaeng.

Taro lantas melihat minuman yang dibawa Hiroshi. Hiroshi berkata, itu minuman suling bernama Fenjiu.

Hiroshi : Itu minuman favorit penyair dari Dinasti Tang, Li Bai. Itu sudah ada selama 4.000 tahun. Itu salah satu minuman keras terbaik di Cina. Kau mau mencobanya?

Tapi Taro menyuruh Hiroshi meminumnya duluan.

Hiroshi terkejut.

Taro sepertinya curiga, Hiroshi menaruh racun di minuman itu, apalagi setelah ia menyalahkan Hiroshi atas kematian Nagumo.

Hiroshi terpaksa meminumnya.

Yakin Hiroshi tidak menaruh apapun dalam minuman itu, Taro meminumnya.


Nam Ok sudah tidur.

Begitu pula Young Jin.


Won Bong berdiri. Ia berjalan ke arah Nam Ok.

Won Bong memegang pundak Nam Ok.

Won Bong : Kita diikuti.

Nam Ok kaget, kau yakin?

Won Bong : Aku akan memeriksanya.


Won Bong lantas mengambil pistol Nam Ok dan menyembunyikannya dibalik koran yang ia bawa sebelumnya. Lalu ia berjalan ke arah si penguntit.

"Bisa kita bicara?" tanya Won Bong sambil menodongkan senjatanya pada pria itu.

Pria itu menurut dan mengikuti Won Bong.


Young Jin melihat itu.


Won Bong membawa pria itu ke gerbong luar. Sambil menodongkan pistolnya ke kepala pria itu, Won Bong tanya, apa mereka saling mengenal. Pria itu menggeleng.

Won Bong : Kami sedang melakukan misi. Saat seekor ikan yang licin membuat air keruh, sulit untuk membedakan apa pun. Kau dari pihak mana?

"Aku tidak mengerti maksudmu. Aku hanya ingin mengunjungi kerabatku di Manchuria." kilah pria itu.

"Baiklah. Angkat tangan kananmu pelan-pelan. Masukkan tanganmu ke dalam sakumu. Keluarkan apa yang ada di dalam dan berikan kepadaku." perintah Won Bong.


Pria itu patuh, ia melakukannya. Entah apa yang dikeluarkannya, tapi Won Bong dengan cepat, mengambil tindakan. Keduanya terlibat baku hantam. Won Bong nyaris saja kalah dan jatuh dari kereta. Tapi ia berhasil membalik keadaan dengan membenturkan kepalanya ke wajah pria itu. Pria itu kesakitan. Won Bong mengambil pistolnya yang jatuh saat baku hantam tadi dan menembak pria itu.

Pria itu jatuh tapi ia masih berusaha bertahan dengan bergelantungan di tepi kereta. Won Bong menembaknya.


Young Jin melihat itu dari jendela. Ia cemas dan memutuskan menyusul Won Bong. Tapi dihalangi Nam Ok. Seung Jin melihatnya. Tak lama, Won Bong datang. Ia memegang lengan Young Jin, sebelum akhirnya balik ke tempat duduknya.


Young Jin juga balik ke tempat duduknya. Dari jendela, kita melihat Young Jin yang terus memperhatikan Won Bong.


Di Kelab Gyeongseong, Miki sedang bernyanyi di hadapan ribuan pengunjung.


Di dalam sebuah ruangan, Fukuda sudah mabuk, ditemani Oda.

Lalu, Madam Yoo datang. Oda memperkenalkan Fukuda pada Madam Yoo.

Madam Yoo duduk disamping Fukuda. Fukuda berteriak, kalau ia baik2 saja.

Fukuda mau minum lagi tapi gelasnya langsung diambil Madam Yoo.

Oda meminta Madam Yoo memperlakukan Fukuda dengan baik. Ia bilang, Fukuda adalah masa depan Biro Urusan Pengadilan.

Madam Yoo lalu meminum minuman Fukuda.

Fukuda yang mabuk berat, menyenderkan kepalanya ke dada Madam Yoo.

Madam Yoo : Omo, Jaksa elite ini sangat pandai dalam hal ini.

Fukuda : Jangan terlalu tertarik padanya. Biarkan dia istirahat.

Madam Yoo lalu memanggil anak buahnya dan meminta mereka membawa Fukuda ke kamar sebelah.


Miki selesai bernyanyi. Ia mendapatkan tepuk tangan dari para penonton. Ia pun tersenyum.


Matsuura memaksa masuk ke ruang VIP. Ia mau menemui Oda, tapi dihalangi anak buah Madam Yoo.

Madam Yoo kemudian datang. Anak buahnya melapor, bahwa Matsuura memaksa masuk ke dalam.

Madam Yoo menjelaskan, kalau kelab nya hanya diperuntukkan untuk para member.

Matsuura : Aku datang untuk bertemu Direktur Oda.

Madam Yoo : Anda sudah membuat janji?

Matsuura : Masuklah dan bilang padanya Inspektur Kepala Matsuura dari Kepolisian Jongno ingin menyampaikan sesuatu.

Sy bertanya2, Matsuura ini dulunya rakyat Joseon kah? Menilik dari namanya, No Jeong Sul. Kalau iya, gimana bisa dia mengkhianati bangsanya sendiri? Semoga entar ada penjelasan ya siapa Matsuura ini sebenarnya. Si Miki kek nya juga rakyat Joseon.

Oke gaes, lanjut...


Madam Yoo membiarkan Matsuura masuk. Oda menatap remeh Matsuura.

Oda : Bukankah sulit mendatangi tempat seperti ini dengan gajimu?

Matsuura : Bahkan jika aku menjadi direktur, aku tidak akan datang ke tempat seperti ini. Aku tidak akan punya waktu untuk tidur karena mengejar para teroris.

Oda : Ada apa kau kemari?

Matsuura : Beredar kabar bahwa Kantor Gubernur meningkatkan UU Kode Etik Layanan Publik. Ini terkait dengan akumulasi ilegal kekayaan, imbalan, dan gratifikasi hubungan timbal balik pejabat tingkat tinggi. Kacau sekali.

Oda : Lalu?


Matsuura pun memberi Oda amplop yang isinya foto2 pria konsulat dengan para gisaeng.

Oda sontak kaget melihatnya. Ternyata pria di dalam itu adalah dia sendiri.

Oda : Kau mengancamku?

Matsuura : Bagaimana mungkin aku berani menganca Direktur Biro Urusan Pengadilan? Aku hanya memberitahumu tentang kabar itu. Itu bisa jatuh ke tangan Kantor Gubernur atau istrimu. Aku hanya memberi tahu bahwa kau harus berhati-hati.

Oda kesa, apa maumu?

Matsuura tersenyum licik.


Miki masuk ke kamarnya. Ia berniat menanggalkan kalungnya tapi tak jadi karena menyadari ada orang lain disana.

Miki menoleh dan melihat Fukuda tidur pulas di sofanya.

Miki mendekat dan duduk di atas meja. Ia senyum2 sendiri melihat Fukuda. Ia ingat, Fukuda adalah jaksa yang waktu itu minum di kelabnya.

Miki kemudian melihat tangan Fukuda tergeletak di meja. Miki mengangkatnya dan menaruhnya di atas badan Fukuda.

Fukuda tersentak tapi tidak sampai terbangun.

Miki : Dia bermimpi buruk?


Miki lalu menyentuh wajah Fukuda. Fukuda kembali tersentak, membuat Miki terkejut.

Fukuda lantas mengigau, menyebut nama Young Jin. Miki tersenyum dan terus memperhatikan Fukuda.

*Ngeliat Miki senyum2 lihatin Fukuda, sy makin percaya kalau Fukuda ini ganteng banget.

Bersambung ke part 4...

No comments:

Post a Comment