Sunday, June 2, 2019

Different Dreams Ep 15-16 Part 2

Sebelumnya...


Miki mengajak Pangeran Noda ke Butik Hyehwa.

Pangeran Noda : Omong-omong, kenapa tiba-tiba kau begini? Kau tidak pernah meminta bantuan seperti ini padaku.

Miki : Ayah menyuruhku berteman dengan Lee Young Jin.

Pangeran Noda : Benar. Tapi tetap saja, meski dia memintamu, kau harus hati-hati saat diperkenalkan pada seseorang. Kau tidak tahu mereka akan menyakitimu atau tidak.

Miki : Baiklah.

Mereka lalu turun.


Won Bong keluar dan menyapa mereka.

Won Bong : Kehormatan bertemu dengan Anda. Aku Jin Gook Bin.

Pangeran Noda : Kau mengenalku?

Won Bong : Semua orang di Joseon mengenal Anda. Silakan masuk.


Kamera menyorot Pangeran Noda yang minum minuman ber-es.

Won Bong menjelaskan, kalau ia melakukan banyak bisnis dengan orang asing di Tiongkok.

Won Bong : Saat itulah aku sadar kekuatan tidak datang dari raja atau tentara, tapi dari kapitalis. Maksudku bukan ingin menjadi begitu hanya untuk mendapatkan kekuatan. Modal itu sendiri adalah kekuatan.

Pangeran Noda : Kau benar. Uang dapat mengendalikan tentara dan bahkan pemerintah. Kau mungkin bekerja demi uang, tapi harus habiskan dengan baik. Jika kau tidak ingin mengotori tanganmu saat menghasilkan uang, kau seorang kapitalis yang bodoh.

Won Bong tertawa, kau benar sekali.


Miki dan Jung Im datang. Miki mengenakan mantel dan langsung berdiri di depan kaca.

Miki tanya pendapat Pangeran Noda soal mantelnya.

Pangeran Noda tanya apa Miki suka mantel itu.

Miki : Ya. Aku suka pakaian mereka.

Jung Im : Terima kasih, Nona.

Pangeran Noda hendak membayar mantel yang dipakai Miki.


Tapi Won Bong menolak dan mengatakan itu hadiah darinya.

Won Bong : Ini hadiah kecil, tolong jangan merasa terbebani.

Pancingan Won Bong berhasil. Pangeran Noda langsung mengajaknya bertemu malam nanti.


Won Bong dan Jung Im saling melirik.


Won Bong dan Jung Im mengantar mereka keluar.

Pangeran Noda dan Miki melambaikan tangan mereka.

Won Bong dan Jung Im membungkuk, memberi hormat, sampai mobil itu hilang dari pandangan mereka.


Won Bong langsung rapat bersama Jin Soo, So Min, Nam Ok dan Seung Jin di ruang rahasia Hyewa.

Won Bong bilang, mereka akan melaksanakan rencana mereka malam ini.

Jin Soo memberikan obat.

Jin Soo : Ini konsentrat risin. Setelah dikonsumsi, butuh 6 hingga 12 jam untuk membunuh seseorang.

Won Bong melihat obat itu, lalu memberikannya pada Nam Ok.

Setelah itu, Won Bong memberi perintah pada Jin Soo dan So Min.

Won Bong : Aku ingin kalian berdua terus mengawasi nyonya klub. Ulur waktu hingga dia tidak bertemu Nam Ok. Tidak boleh ada yang curiga kalau ini pembunuhan.

So Min : Mereka mungkin mengetahuinya setelah melakukan tes darah.

Won Bong : Kita hanya harus percaya pada Lee Young Jin.


Won Bong cs memulai rencana mereka.

Seung Jin bertugas mengalihkan perhatian.

Seorang pelayan keluar dari klub.

Seung Jin langsung mendekatinya.

Seung Jin : Maaf. Bisa berikan aku sebatang rokok?

Pelayan : Tentu.

Seung Jin : Boleh pinjam pemantik juga?

Tak lama, Nam Ok muncul dari balik bebatuan.

Si pelayan melihat Nam Ok dan bertanya, apa yang Nam Ok lakukan disana.

Nam Ok : Itu...aku buang air.


Nam Ok lalu minta si pelayan membantunya turun.

Si pelayan membantu Nam Ok.

Nam Ok meminta maaf dan memukul tengkuk si pelayan.

Tapi si pelayan tidak pingsan.

"Kau melakukan apa tadi?" tanya si pelayan.

Nam Ok : Tunggu, kau seharusnya sudah pingsan.

Nam Ok lalu memukul si pelayan lagi dengan kedua tangannya. Kali ini si pelayan langsung pingsan.


Nam Ok menyuruh Seung Jin mengikat tangan dan kaki si pelayan.

Lalu, Nam Ok melepas mantelnya. Ia sudah memakai seragam pelayannya.

Nam Ok : Harus terlihat seperti perampokan, jadi, ambil uangnya juga. Mengerti?

Seung Jin : Baiklah.

Seung Jin lalu mengacungkan jempolnya dan memuji Nam Ok.


 Di dalam, Won Bong bicara dengan Pangeran Noda.

Miki dan Young Jin juga ada di sana.

Pangeran Noda : Kudengar kabar kau mengincar area Manchuria.

Won Bong : Benar. Kudengar Anda juga sudah banyak berinvestasi.

Pangeran Noda : Tidak semegah itu. Aku hanya akan memiliki beberapa saham di bidang kereta api dan bisnis transportasi.


Won Bong : Aku tidak ingin datang dengan tangan kosong. Aku membawa sebotol minuman keras yang nikmat. Kuharap Tuan menyukainya.

Pangeran Noda pun melihat minuman hadiah dari Won Bong.

Pangeran Noda : Ini bagus. Dimana Nyonya Yoo? Minta dia menyiapkan meja untuk kita.


Miki : Aku akan memberitahunya.

Miki beranjak pergi.


Pangeran Noda terus menatap minuman dari Won Bong.

Pangeran Noda : Ini luar biasa.

Won Bong dan Young Jin saling menatap.

Bersambung ke part 3....

No comments:

Post a Comment