Sunday, June 2, 2019

Different Dreams Ep 15-16 Part 4

Sebelumnya...

Wohoooo, di part ini gaes, Miki tahu Young Jin dan Won Bong pembunuh Pangeran Noda.
Sy harap sih dia ntar gk make kesempatan ini ya buat tujuan tertentu yg ngebahayain Young Jin cs...
Sy justru pengen dia dan Fukuda gabung sama Young Jin cs, memerjuangkan kemerdekaan Korea... Sumpah, sy gk rela mereka dibuat  jahat.. Sy dan mungkin kalian juga, udah jatuh cinta sama sosok Fukuda yang digambarkan lembut dan tulus sejak awal....


Sekarang, Pangeran Noda sudah tiba di kamarnya bersama Miki.

Miki :  Pertemuanmu malam ini menyenangkan?

Pangeran Noda : Ya, dia boleh juga.

Miki : Aku akan bawakan air hangat.

Pangeran Noda : Tidak, dingin saja.

Miki : Tidak baik bagi tenggorokanmu.

Pangeran Noda : Seolah dia tahu semuanya saja. Dasar wanita bodoh. Kalau bukan karena Hiroshi, dia tidak akan menjadi dokter. Kau dan si bodoh itu...

Pangeran Noda menoyor kepala Miki.

Pangeran Noda : ... bisa hidup enak seperti ini karena punya wali hebat. Kalau tidak tahu diri...

Miki kesal, tapi ia tak bisa apa-apa.


Racun di tubuh Pangeran Noda mulai bereaksi. Ia batuk2. Miki khawatir melihatnya.

Tak lama, Pangeran Noda batuk darah.

Miki mau mengambil air, tapi Pangeran Noda menyuruhnya memanggil supirnya. Pangeran Noda ingin ke rumah sakit.


Miki langsung meraih telepon.

Pangeran Noda seketika jatuh.

Miki melihat Pangeran Noda kejang2 menahan sakit.

Miki lalu teringat semua rasa sakit yang dia alami karena perbuatan Pangeran Noda.

Dan Miki pun tidak jadi menelpon supir. Ia meletakkan kembali teleponnya.

Miki : Macan tanpa cakarnya.  Tidak, tunggu. Mungkin hanya kucing? Tidak ada yang lebih kuinginkan dibanding melihatmu mati di pagi hari. Kalau tidak ada yang bertindak, aku mungkin mencari cara untuk membunuhmu. Kau tahu bagaimana mereka bisa menghancurkanmu?


Miki lalu mendekati Pangeran Noda dan tertawa.

Miki : Kemakmuran komunal Asia Raya? Es batu yang kau cintai itulah yang membunuhmu. Aku sudah tahu ada yang salah.

Miki lantas ingat saat Young Jin menghentikannya minum es.

Miki : Dia menarik tanganku sekencang itu, padahal tidak perlu begitu.


Pangeran Noda minta tolong, tapi Miki menjauhinya.

Miki kemudian mengambil mantel Pangeran Noda di kursi dan kembali mendekati Pangeran Noda.

Pangeran Noda minta tolong.

Miki : Cukup. Kau hanya mempermalukan diri sendiri.

Miki lalu menutupi wajah Pangeran Noda dengan mantel itu.


Setelah itu, ia duduk di kursi goyang Pangeran Noda dan menatap Pangeran Noda dengan tatapan dingin.


Paginya, Young Jin ditelpon oleh Miki.

Miki memberitahu Young Jin bahwa Pangeran Noda sudah tidak bernapas.

Young Jin tanya dimana Miki. Ia bilang, akan mengirim ambulans ke sana.


Hiroshi datang. Young Jin memberitahu Hiroshi kalau Pangeran Noda tidak sadarkan diri dan akan segera ke rumah sakit.

Young Jin langsung ke rumah sakit.


Sampai disana, ia menemukan Miki duduk di depan ruangannya.

Miki menoleh. Begitu melihat Young Jin, ia langsung lari dan memeluk Young Jin.

"Eonni, aku harus bagaimana?" tanyanya sambil menangis.


Hiroshi juga sudah berada di kantornya. Ia tanya ke Maru, keadaan Pangeran Noda.

Hiroshi : Tunggu, bukannya semalam Young Jin menemui Pangeran Noda?

Maru : Kudengar mereka minum bersama di Klub Gyeongseong.

*Kek nya Hiroshi curiga Young Jin membunuh Pangeran Noda...


Jung Im bergegas menemui Jin Soo dan Won Bong.

Jung Im : Ada kabar. Ambulans tiba di kediaman Song Byeong Soo pukul 06.00 tadi. Dia tiba di rumah sakit pukul 07.00. Song Byeong Soo dibawa masuk dengan tandu Miki, putri angkatnya, juga ikut bersamanya.

Jin Soo : Misi berhasil.

Won Bong : Belum.


Ishida sedang memeriksa mayat Pangeran Noda.

Tak lama, Young Jin datang.

Young Jin : Sedang apa?

Ishida : Aku sudah melakukan autopsi pendahuluan. Tidak ada tanda-tanda kekerasan.

Young Jin : Tentu saja tidak ada. Dia meninggal di kediamannya.

Ishida : Melihat catatan medisnya, penyebabnya bisa saja infark miokard akut. Begitu kita membedah dan memeriksa arteri koronernya...


Young Jin : Keluarganya tidak ingin autopsi.

Ishida : Penyanyi wanita di Klub Gyeongseong itu?

Young Jin : Kenapa nada bicaramu begitu?

Ishida : Walinya sudah meninggal, jadi, dia hanya wanita bodoh.

Young Jin : Apa pun itu, autopsi tetap tidak dilaksanakan.

Ishida : Memangnya tidak aneh? Dia meninggal tanpa alasan jelas setelah minum-minum. Dengan cara itulah direktur rumah sakit juga meninggal.

Young Jin : Tahu dari mana dia minum-minum? Kau sudah mengecek darahnya?

Ishida : Napasnya masih berbau alkohol. Hanya untuk jaga-jaga, aku mengambil darahnya.

Young Jin : Dokter Ishida. Aku akan melaporkan kasus ini pada Direktur saat dia tiba. Sekarang kembalilah bekerja.

Ishida menatap curiga pada Young Jin tapi ia tak berkata apa-apa lagi dan beranjak pergi.


Young Jin lalu mendekati mayat Pangeran Noda.

Ia mengeluarkan tabung kecil dari sakunya. Tabung itu bertuliskan 'sampel darah'.


Hiroshi dan Young Jin menemui Gubernur.

Disana, juga ada Oda dan Kenta.

Young Jin : Mendiang tiba di rumah sakit pada pukul 07.20. Saat itu dia sudah tidak bernapas dan denyut nadinya sudah tidak ada.Menurut saksi mata, tidak ada tanda-tanda kekerasan, karena itulah autopsi tidak dilaksanakan.

Gubernur : Kalau begitu, adakah cara untuk membuktikan penyebab kematiannya?

Young Jin : Penyebab kematiannya infark miokard akut.

Kenta : Bukannya karena keracunan? Banyak yang menginginkan kematiannya.


Young Jin lantas menunjukkan tabung sampel darah itu.

Young Jin : Sudah dilakukan uji toksin pada darahnya, tapi tidak ada yang ditemukan.

Oda lalu mengambil tabung kecil itu dan memberikanya pada gubernur.


Hiroshi keluar dari kantor gubernur, bersama Young Jin, Oda dan Kenta.

Oda tanya, apa Hiroshi yakin Pangeran Noda tidak dibunuh.

Hiroshi menatap Young Jin, maksudnya menyuruh Young Jin menjelaskan.

Young Jin : Ada saksi yang bersamanya di kisaran waktu kematian. Berdasar kesaksiannya, kasus ini lebih seperti gagal jantung.


Kenta : Siapa yang kau tanyai? Pangeran  Noda punya keluarga?

Young Jin : Miki satu-satunya saksi dan satu-satunya keluarganya.

Oda : Gadis di Klub Gyeongseong itu? Dia sudah resmi diangkat anak?

Young Jin mengangguk.

Hiroshi dan Young Jin pergi.


Di luar, mereka bertemu Fukuda.

Hiroshi : Ada apa kau kemari?

Fukuda : Aku harus mencatat secara resmi pernyataan Miki. Kupikir akan membantu kalau Young Jin juga ada.

Hiroshi pun menyuruh Young Jin pergi dengan Fukuda.

*Hiroshi gk sebodoh itu, sy yakin, dia tahu Pangeran Noda dibunuh.. Sy juga yakin, dia mencurigai Young Jin.


Fukuda dan Miki tiba di sebuah gereja.

Fukuda : Kematian Pangeran Noda sangat mendadak, ya?

Young Jin : Tidak juga. Trombus terdeteksi dalam darahnya, dan dia juga menderita tekanan darah tinggi.

Fukuda : Begitu.

Young Jin : Beberapa hari lalu aku bertemu dengan Miki sendiri. Kami baru saja semakin dekat, tapi terjadi hal ini.


Fukuda : Aku dalam perjalanan kembali dari Klub Gyeongseong. Kudengar semalam kau bertemu dengan Pangeran Noda.

Young Jin : Aku memperkenalkannya pada Jin Gook Bin yang kuceritakan itu.

Fukuda : Jadi, siapa saja yang ada di pertemuan itu?

Young Jin : Aku, Jin Gook Bin, Miki, dan Pangeran Noda.

Fukuda : Kalian semua makan dan minuman yang sama?

Young Jin : Apa ini interogasi?

Fukuda : Tentu saja tidak. Kupikir fakta akan membantu. Maaf. Saat hanya ada satu saksi di suatu kasus kriminal, orang tersebut otomatis menjadi tersangka, terutama jika penyebab kematian tidak pasti. Dia pasti sangat sedih, jadi, aku tahu ini kejam sekali.

Young Jin : Kami minum minuman yang sama dan tidak ada racun atau kejanggalan lain yang ditemukan dalam darahnya.

Fukuda dan Young Jin lantas turun dari mobil.


Miki terlihat sedih.

Miki : Aku masih tidak bisa memercayainya. Semuanya terjadi begitu cepat.

Fukuda : Aku tahu ini sulit, tapi aku perlu mengajukan beberapa pertanyaan. Anggaplah sebagai formalitas. Tolong jelaskan seperti apa saat kau menemukannya. Kapan, di mana, dan bagaimana keadaannya.


Fukuda dan Young Jin berjalan keluar sekarang.

Fukuda : Aku ingin meminta pendapat dokter. Yang dijelaskan Miki tadi cocok dengan kasus infark miokard?

Young Jin : Ya.

Fukuda : Syukurlah kalau begitu. Aku akan menutup kasus ini. Miki...

Young Jin : Aku akan menemaninya dahulu.

Fukuda : Mengejutkan. Kau dan Miki kelihatannya sangat berbeda.

Fukuda beranjak pergi.


Young Jin kembali menemui Miki.

Young Jin : Aku berbicara dengan para pejabat di Kantor Gubernur Joseon. Polisi dan jaksa penuntut mencurigaimu.

Miki : Kenapa? Mereka pikir aku membunuh Pangeran Noda?

Young Jin : Kau satu-satunya pewarisnya. Mereka bertanya-tanya apakah kau bisa saja menyelamatkan nyawa Pangeran Noda seandainya kau menelepon, meminta bantuan lebih cepat.

Miki : Menurutmu itu yang kau pikirkan. Uraianku tentang saat-saat terakhir Pangeran Noda berbeda dari yang kau harapkan? Berbedakah dari infark miokard?

Young Jin : Aku mengatakan pada Jaksa Fukuda kalau pernyataanmu konsisten.

Miki : Kalau begitu, tidak ada masalah. Kecuali, jika es batu yang dia taruh di minumannya dibubuhi racun.


Young Jin kaget mendengarnya.

Bersambung....

Next : Seseorang terluka... Young Jin menangisinya...

No comments:

Post a Comment