Monday, June 3, 2019

Different Dreams Ep 17-18 Part 1

Sebelumnya...


 Jung Im tersenyum memakaikan kacamata dan topi pada Won Bong.


Sekarang, Won Bong dengan penampilanya yang berkacamata dan topi tiba di kantornya Oda. Ia menyamar menjadi petugas perbaikan listrik.


-Kepercayaan-


Di ruang rahasia, Won Bong menuliskan surat.

Kepada para pejabat Kantor Gubernur Joseon. Kepada para pejabat pengurus Kantor Gubernur Joseon. Kepada para pejabat kota yang hidup dari mencuri dalam Kantor Gubernur Joseon. Dari leluhur sampai keturunan kalian, tidak dapat dipungkiri kalian adalah elemen dari ras Korea. Meski kalian bekerja sama dengan para pejabat Jepang untuk bertahan hidup dan membiayai keluarga kalian, kalian harus ingat bahwa mereka adalah musuh negara kita. Gerakan revolusioner kami adalah untuk menghancurkan Kantor Gubernur Joseon dan membebaskan rakyat negara kita. Jika kalian mengingat perkataan ini, aku percaya kalian tidak akan menghalangi gerakan revolusioner. Jika ada yang melakukan itu, kami tidak akan memaafkan nyawa mereka.

Won Bong lantas menyebarkan surat itu ke jalanan.


Dan kini, seluruh rakyat Jepang dan Joseon membaca surat itu.

Oda, Fukuda dan Gubernur juga membacanya.

Oda dan Gubernur marah.


Di mobil, Matsuura tanya, apa Fukuda sudah menutup kasus Pangeran Noda.

Matsuura : Dia tidak terserang penyakit. Dia dibunuh.

Fukuda : Terlalu awal untuk menyimpulkan itu.

Matsuura : Kasus ini mirip dengan pembunuhan direktur rumah sakit sebelumnya. Dia meninggal tanpa sebab jelas setelah minum bersama seseorang.

Fukuda : Direktur rumah sakit sebelumnya minum bersama siapa? Beri tahu aku.

Matsuura : Direktur Hiroshi.

Fukuda terdiam.

*Harusnya sih yaa, Fukuda udah bisa nyimpulin Pangeran Noda dibunuh dari sini.. sy yakin Fukuda ini pintar dan udah tahu dari awal kalau Pangeran Noda dibunuh.. tapi entah kenapa, dia diam dan pura2 percaya Pangeran Noda sakit. Sy yakin dia mencurigai Young Jin tapi dia diam. Mau melindungi Young Jin? Kalo iya, semoga dia melindungi Young Jin sampai akhir.


Sekarang, Fukuda dan Matsuura sudah berada di ruangan Oda, bersama Kenta juga.

Oda marah,

Oda : Apa kalian membaca peringatan dari Korps Pahlawan? Aku dengar pendanaan mereka kurang. Mereka akan asal tembak di kantor cabang.

Matsuura : Penulisnya Kim Won Bong. Seperti yang sudah dia peringatkan, dia bisa saja menargetkan kepala pemerintahan.

Kenta : Jaga bicaramu. Jika benar, kita semua tamat.

Oda : Gubernur juga bertanggung jawab dalam kekacauan yang terjadi sekarang ini.

Fukuda : Aku akan meminta bantuan dari organisasi-organisasi besar. Dan aku akan kembali menyebarkan kode etik untuk keadaan darurat.


Kenta berdiri dan mengajak Matsuura bicara empat mata.


Oda menanyakan pendapat Fukuda. Fukuda : Maaf, Pak.


Kenta berjalan keluar bersama Matsuura. Kenta : Jika benar Kim Won Bong, kita tidak bisa membiarkan Badan Urusan Peradilan mengurus ini.

Matsuura : Komisaris, apa kita bisa menghentikan pertikaian di dalam Tim Satu Satuan Tugas Khusus sementara?

Kenta : Memang kau yang menangani Fukuda?

Matsuura : Tidak, Pak.

Kenta : Kau yang ingin memanfaatkan Oda. Kau seorang pria. Kau harus mempertaruhkan nyawa untuk mereka yang percaya kepadamu. Kau bukan pria miskin dari Joseon, Noh Jeong Sul. Siapa yang mengangkatmu sebagai Kepala Inspektur Matsuura perlente, kau tidak boleh lupakan itu.

Kenta beranjak pergi.


Matsuura marah.

*Jadi gitu toh, si Matsuura dulunya pria miskin dari Joseon dan bisa kek sekarang karena Kenta... Moga ye, entar Matsuura ikut memerjuangkan kemerdekaan Korea bareng Won Bong cs...


Won Bong cs rapat, membahas rencana mereka.

Won Bong : Kantornya ada di lantai tiga. Tepat di samping ruang pertemuan. Ada dua pintu keluar di lorong yang langsung mengarah ke ruang pertemuan.

Jin Soo : Apa ada cara untuk lolos pengamanan dengan membawa bom? Apa kita bisa memaksa masuk? Mereka punya nomor seri. Mereka akan memeriksa nomor serinya.

Seung Jin : Bagaimana kalau kita curi pengenal orang yang punya akses?

Won Bong : Kita akan tertangkap begitu kartu dilaporkan hilang.


Young Jin sibuk di ruang operasi, mengurus seorang pasien pria bernama Yoshino yang tidak sadarkan diri.

Suster melaporkan, tidak terdapat keretakan menurut hasil rontgen. Pendarahan  serta pembengkakan juga tidak terdeteksi di kepala.

Young Jin berusaha membangunkan Yoshino, tapi Yoshino tidak kunjung bangun.

Young Jin : Aku dengar dia jatuh dari suatu tempat.

Suster : Dia jatuh dari tangga. Dia yang mengurus listrik di Kantor Gubernur Joseon.


Fukuda ke RSU Pemerintah.

Ia ingat kata2 Matsuura.

Fukuda : Sekarang di mana botolnya?

Matsuura : Mereka singkirkan setelah terbukti tidak ada racun. Aku tidak percaya Direktur Hiroshi. Itu menurut instingku.


Fukuda ke ruangan Ishida.


Bersamaan dengan itu, Young Jin keluar dari ruang bedah. Ia menemui dua rekan Yoshino yang menunggu diluar.

Young Jin : Operasi berjalan lancar. Denyut nadi dan pernapasannya sudah kembali normal, tapi dia masih belum sadar. Kita masih harus menunggu.


Fukuda menanyai Ishida. Ishida bilang, percuma saja karena mereka hanyalah bidak dalam papan catur.

Fukuda : Dan menurutku siapa yang menjalankan bidak itu?

Ishida : Pasti ada orang yang terlintas dalam pikiranmu sebelum kau datang menemuiku.

Fukuda : Aku akan bertanya lagi padamu. Kandungan apa yang ada dalam botol minuman itu?


Ishida pun ingat kata2 Hiroshi saat ia menanyai Hiroshi soal kasus pembunuhan direktur RS.

Hiroshi : Aku belum pernah melihat botol minuman itu. Aku belum pernah dan tidak akan melihatnya.


Ishida : Di sana terdapat cairan. Dan sekarang sudah tidak tersisa.

Fukuda tersenyum.

Fukuda : Kenapa kau tidak melakukan pemeriksaan pada jasad Pangeran Noda?


Ishida berdiri dan menatap keluar jendela.

Ishida : Wakil Direkturlah yang menjalankan papan catur ini. Wakil Direktur Rumah Sakit Umum Pemerintah, Lee Young Jin.

Fukuda sontak kaget.


Won Bong dan Young Jin bertemu di tepi danau.

Won Bong : Wanita bernama Miki, apa yang terjadi dengan dia?

Young Jin pun teringat cerita Miki hari itu.

Flashback...


Young Jin kaget melihat kaki Miki yang lebam2.

Miki :  Aku ingin melarikan diri. Aku membunuhnya ratusan ribu kali lagi dan lagi dalam kepalaku. Saat kau memegang lenganku hari itu, sesuatu terasa janggal. Aku menyaksikannya mati hingga fajar. Itu kesempatan terakhirku untuk lepas dari dirinya. Itu lebih baik daripada mengotori tanganku dengan darah.


Miki lalu mendekati Young Jin. Ia duduk disamping Young Jin dan meminta Young Jin menjaga rahasianya dengan mata berkaca- kaca. Ia juga berjanji, akan menjaga rahasia Young Jin.

Flashback end...


Young Jin : Meski sifat kami berbeda, aku mengerti dirinya dalam beberapa aspek.

Won Bong : Apa kau yakin tidak akan terjadi masalah ke depannya?

Young Jin : Aku sudah memeriksanya. Jika ada yang mencurigakan dari kematian Pangeran Noda, dia tidak akan mewarisi harta kekayaannya. Tewas akibat serangan jantung adalah jalan terbaik bagi dirinya.

Young Jin lalu tanya apa ini alasan Won Bong mengajaknya bertemu hari ini.

Won Bong : Aku butuh jalan untuk ke Kantor Gubernur Joseon yang memberiku kemudahan akses ke tempat itu.

Young Jin : Aku bisa minta izin pengunjung.

Won Bong : Aku hanya bisa ke tempat yang terbatas dengan itu.

Young Jin : Bagaimana kalau izin untuk tukang listrik? Ada perusahaan jasa untuk listrik di gedung itu. Salah seorang karyawannya sedang ada di rumah sakit.

Won Bong : Apa dia akan dirawat untuk sementara waktu?


Young Jin : Dia masih belum sadar. Meski dia siuman, dia akan dirawat untuk sementara.

Won Bong : Sepertinya itu juga bisa. Jika itu terlalu berbahaya...


Young Jin berdiri dan mulai berjalan mendekati danau.

Young Jin : Kau tidak akan minta bantuanku jika ada cara lain. Aku mengerti.

Won Bong beranjak dari duduknya dan berdiri disamping Young Jin.

Won Bong : Kode nama Bluebird. Hanya itu yang aku tahu. Mata-mata KPG di Gyeongseong. Dugaan kami dia Kim Esther. Sudah jelas kau hidup sebagai orang Jepang. Aku punya pertanyaan. Kenapa kau memilih KPG? Jujur saja. Hidup sebagai orang Jepang membuatmu cukup bahagia dan nyaman.

Young Jin : Kau lulusan Akademi Militer Shinheung, bukan? Pak Lee Hoe Young, salah satu pria terkaya di Joseon menggunakan semua propertinya untuk membangun markas militer bagi gerakan kemerdekaan nasional dan Akademi Militer Shinheung. Jika dia hanya mementingkan keluarga sendiri, dia bisa saja pergi ke Jepang atau Amerika dan hidup dengan mewah menggunakan uangnya. Tapi dia tidak begitu. Menurutmu kenapa?

Won Bong : Aku tidak tahu.

Young Jin : Boneka Hina seharusnya tidak keluar dari lemari kaca. Dunia luar kotor dan berbahaya. Mereka menanti kesempatan untuk menyerangmu dan bonekamu di dalam lemari kaca. Jika aku tidak melindungimu, kau hanya akan dimakan. Itu yang dulu pernah dikatakan Direktur Hiroshi kepadaku. Tidak lama kemudian, aku menyadari kalau aku mirip boneka Hina. Dan kemudian, aku menyadari bahwa Joseon itu mirip aku dan boneka Hina milikku. Apa yang dikatakan Direktur Hiroshi sesuai dengan pandangan Jepang. Joseon harus dilindungi dari kekuatan Barat seperti boneka Hina di dalam lemari kaca. Itu harus dikendalikan dan dijaga oleh mereka. Saat pertama aku bertemu Kim Goo, aku tidak yakin. Aku hanya penasaran dan bukannya ingin merdeka. Kenapa mereka melakukan ini? Kenapa mereka merelakan kehidupan yang aman dan memilih jalan yang berliku?

Won Bong : Apa kau menemukan jawabannya?


Young Jin mengingat jawaban Tae Joon saat ia tanya kenapa Tae Joon memilih jalan berliku.

Tae Joon : Ini yang aku inginkan. Aku berharap putriku akan terus bernyanyi di Korea. Aku harap tanah tempat putriku akan tumbuh dengan bebas akan menjadi tanah tempat ayah dan kakeknya dimakamkan.


Young Jin lantas mengangguk, memberitahu Won Bong kalau ia sudah menemukan jawabannya.

Won Bong : Aku senang.

Young Jin : Cukup tentang diriku. Bagaimana denganmu, Won Bong-ssi?

Won Bong tersenyum. Young Jin bingung, wae?

Won Bong : Tidak banyak orang yang memanggil aku Won Bong. Orang tuaku memberikan nama itu, tapi itu agak...


Young Jin : Kenapa? Won Bong-ssi, Won Bong-ssi. Aku suka namamu.

Won Bong : Tolong jangan seperti ini.

Young Jin tersenyum, Won Bong-ssi.

Won Bong : Aku akan pergi.

Young Jin : Ceritakan tentang orang tuamu kepadaku.

Won Bong lalu memberikan Young Jin sebuah buku.

Won Bong : Aku dapat satu dari penerbit lain.


Won Bong lalu menepuk punggung Young Jin. Setelah itu, Won Bong beranjak pergi.

Young Jin menatap buku yang diberikan Won Bong. Buku tentang 'Bluebird'.

Lalu, Young Jin tersenyum menatap kepergian Won Bong.

Bersambung ke part 2....

Kyaaa, senyum2 sendiri sy liat scene mereka... jd makin bingung kan mau dukung Young Jin sama Fukuda apa Young Jin-Won Bong. Kalian masuk tim mana gaes?

Naaah, bener dugaan sy, Fukuda gk mungkin segampang itu mempercayai Young Jin. Sekarang dia tambah yakin, Young Jin dan Hiroshi terlibat dalam pembunuhan Pangeran Noda dan Direktur RS.. Cuma yg bikin sy penasaran, apakah Fukuda akan menangkap Young Jin? Atau dia malah mendukung Young Jin? Kalo sy sih maunya dia mendukung Young Jin ya sampai akhir...

No comments:

Post a Comment