Wednesday, June 12, 2019

Different Dreams Ep 21-22 Part 3

Sebelumnya...


Nam Ok mengungkapkan pikirannya soal Seung Jin pada Won Bong. Ia berniat mengeluarkan Seung Jin dari kelompok mereka karena

Fukuda memiliki foto Seung Jin.


Won Bong tiba2 berdiri, membuat Nam Ok, Majar dan Jung Im kebingungan. Lalu ia menyuruh Nam Ok mengambil dua pistol dan satu senapan dan mengajaknya pergi ke suatu tempat.

Nam Ok : Kau kenapa?

Won Bong : Ikuti saja aku.

Won Bong beranjak pergi.


Matsuura dan Seung Jin bertemu di sebuah gudang.

Seung Jin : Kau sendiri?

Matsuura : Seperti yang kau lihat?

Seung Jin : Bagaimana uangnya?

Matsuura : Bagaimana Kim Won Bong?

Seung Jin : Dia kuikat di dalam.

Matsuura memberikan uang yang diminta Seung Jin.

Seung Jin menghitung uangnya.

Seung Jin : Ini kurang dari yang aku minta.

Matsuura : Aku akan memberikan sisanya setelah melihat wajahnya.

Seung Jin : Ikuti aku.

Seung Jin membawa Matsuura ke Won Bong.


Di belakang, anak buah Matsuura mengikuti mereka.


Seung Jin dan Matsuura tiba di sebuah ruangan tempat Won Bong diikat.

Matsuura senang melihat Won Bong.

Matsuura : Jika kau tahu sesuatu, kau harus mengakui apa pun yang kau tahu. Kau akan memintaku untuk membunuhmu. Tapi aku akan memastikan kau tetap hidup sampai akhir.

Matsuura memukuli Won Bong.

Anak buah Matsuura datang. Mereka senang berhasil mendapatkan Won Bong.


Sementara itu, Seung Jin bergegas lari keluar.

Diluar, dia bertemu Won Bong.

Seung Jin tersenyum.

Won Bong : Kerja bagus.


Matsuura menoleh ke belakang. Ia kaget Seung Jin menghilang.

Matsuura : Dimana Kim Seung Jin?

Daiki : Aku tidak melihatnya.

Pria yang digantung, mengerang.

Matsuura pun membuka kain yang menutup kepala pria itu.

Betapa kagetnya mereka melihat pria itu ternyata Kenta.

Anak buah Matsuura langsung menurunkan Kenta.

Kenta marah dan memukuli mereka satu per satu.

Kenta : Bawa si bedebah Kim Seung Jin sekarang! Bawa salah satu anggota keluarganya jika tidak bisa!


Namun tiba2, mereka dihujani tembakan.

Matsuura langsung memeluk Kenta dan merunduk.

Dari bangunan sebelah, Nam Ok dkk terus memberi mereka tembakan.

Nam Ok dkk bergegas pergi.


Seung Jin dan Won Bong tertawa.

Nam Ok yang melihat itu, meminta mereka menjelaskan semuanya saat dalam perjalanan pulang.


Matsuura dan Daiki ke kediaman Seung Jin tapi ayah dan istri Seung Jin sudah pergi.

Matsuura marah.


Won Bong, Nam Ok dan Seung Jin kini ada di tepi sungai.

Won Bong menatap Seung Jin dan mengingat perintahnya malam itu, sebelum meledakkan kantor gubernur.

Flashback...


Won Bong : Aku memercayaimu. Jangan beri tahu siapa pun tentang yang aku katakan sekarang. Rencana semula yaitu kabur sebelum bom meledak. Tapi setelah ledakan, aku akan kembali untuk memastikan Gubernur dan para pejabat tewas. Jika Jung Im dan Nam Ok tahu, mereka akan melarangku pergi. Entah kita berhasil atau gagal, dampaknya akan sangat besar. Mereka akan mengincarmu. Dan keluargamu akan melewati masa-masa lebih sulit dari sekarang. Jika sesuatu terjadi padamu atau keluargamu, aku tidak akan bisa menghadapi Yoo Tae Joon setelah aku mati. Aku akan mengubah kebingungan menjadi peluang. Kau akan pergi ke Shanghai bersama keluargamu. Kau akan mengkhianatiku sepenuhnya mulai sekarang. Ini perintah dari pemimpinmu.

Seung Jin tertegun mendengarnya.

Flashback end..


Seung Jin minta maaf pada Nam Ok.

Nam Ok pura2 ngambek.


Tak lama kemudian, Jin Soo datang membawa kapal.

Jin Soo : Jika kau menaiki perahu ini ke pelabuhan terdekat, kau bisa ganti ke kapal yang lebih besar ke Qingdao. Kami juga telah mengatur rute darat ke Shanghai.

Ayah dan istri Seung Jin datang. Ayah Seung Jin ngomel2 di gendongan Se Joo. *Ngakak pas scene ini.


Se Joo menurunkan ayah Se Jin. Ayah Se Jin masih mengomel. Ayah Seung Jin bilang ia tak mau pergi karena ingin mati di negara dan rumahnya.

Won Bong : Kumohon jangan mati. Anda harus hidup saat negara kami rebut kembali.

Ayah Seung Jin : Kau Kim Won Bong?

Won Bong : Ya.

Ayah Seung Jin : Kapan waktu itu akan tiba?

Won Bong : Anda bisa segera kembali. Percayalah padaku.


Ayah Seung Jin lalu menatap putra dan menantunya.

Ayah Seung Jin : Kalian siap tinggal di luar negeri?

Mereka mengiyakan.

Ayah Seung Jin : Anggap saja kita akan piknik. Kami akan kembali suatu hari nanti.


Ayah Seung Jin kembali menatap Won Bong. Ia menangis haru, begitupula dengan Won Bong.

Ayah dan istri Seung Jin naik ke kapal.


Seung Jin menyerahkan uang dari Matsuura ke Won Bong. Ia mengaku tidak bisa menerimanya.

Tapi Won Bong menyuruh Seung Jin mengambilnya.

Won Bong : Ini kompensasi untuk apa yang akan kaulakukan di masa depan. Lindungi keluargamu. Ini perintah.

Seung Jin : Aku akan membalas kebaikanmu saat aku kembali.


Nam Ok lantas memeluk Seung Jin.


Seung Jin dan keluarganya pergi.


Nam Ok : Sekarang giliranku untuk meninggalkan Korps Pahlawan.

Won Bong : Kau marah?

Mereka lalu saling berpelukan.

Nam Ok : Tidak. Kau tidak melibatkanku dan melakukan semuanya sendiri. Aku tidak akan menjadi bagian dari Korps Pahlawan lagi. Tidak ada yang istimewa tentang Korps Pahlawan.


Anggota Korps Pahlawan kemudian beranjak pergi.

Won Bong : Saat kau mengikuti kata hatimu, itulah Korps Pahlawanmu. Yang membuatku merasa tidak enak yaitu aku memikirkan hal serupa. Aku ingin mengirim Seung Jin dan keluarganya ke Shanghai.

Nam Ok : Tanya Jung Im.

Won Bong : Jika aku memberitahumu sebelumnya, kau tidak akan mengirimku ke Kantor Gubernur.

Nam Ok : Aku akan pergi sebagai gantinya.

Won Bong : Bersiaplah menerima akibatnya.

Bersambung ke part 4...

No comments:

Post a Comment