Monday, June 17, 2019

Different Dreams Ep 23-24 Part 2

Sebelumnya...


Fukuda dan Matsuura di stasiun Gyeongseong. Mereka sedang memeriksa catatan penumpang yang tiba hari itu.

Matsuura : Ini dia. Dia tiba pukul 09.30. Baek Jong Sun. Jang Jin Goo.

Fukuda menghela nafas.

Fukuda : Jang Jin Goo mungkin Ahn Gong Geun.

Matsuura : Kim Goo dan Ahn Gong Geun? Kenapa?


Fukuda dan Matsuura berjalan meninggalkan stasiun sambil membicarakan Kim Goo. Matsuura yakin, ada yang membantu Kim Goo di Gyeongseong. Fukuda tanya, apa Seung Jin benar-benar meninggalkan Gyeongseong. Matsuura berkata, seluruh keluarganya juga menghilang.

Fukuda : Pengeboman di gedung pemerintahan dan kematian Pangeran Noda. Kau masih berpikir itu perbuatan kelompok yang sama?

Matsuura : Ya.


Fukuda berjalan duluan. Matsuura memanggil Fukuda.

Matsuura : Ada sesuatu yang belum kulaporkan padamu. Jika Komisaris Kenta mengetahui aku melaporkannya padamu, aku mungkin akan dikeluarkan. Kami sudah membuat kesepakatan dengan Kim Seung Jin untuk mendapatkan Kim Won Bong. Itu jebakan. Petugas polisi dan detektif tewas dan terluka. Pengeboman itu, kematian Pangeran Noda, dan jebakan Kim Seung Jin. Aku yakin Kim Won Bong ada di balik semuanya. Dan satu orang lagi. Lee Young Jin.

Fukuda menghela nafas mendengarnya.

*Kasihan Fukuda. Dia pro Jepang, jatuh cinta sama Young Jin yang anti Jepang.


Young Jin diam2 masuk ke ruangan ayahnya.

Dia memeriksa satu per satu laci ayahnya tapi tidak menemukan apapun.

Lalu dia mencoba membuka laci yang lain tapi laci itu terkunci.

Dan Young Jin mengambil jepit rambutnya dan menggunakannya untuk membuka kunci laci.


Young Jin lalu  mengingat kata2 Kim Goo.

Kim Goo : Lee Bong Chang dari Korps Patriotik ada di Kawasaki. Kita akan menargetkan sudut jalan yang dia lewati setelah parade. Young Jin, cari tahu rute persis sang kaisar.


Young Jin mengeluarkan sebuah buku yang berisi catatan soal rute yang akan dilewati kaisar.


Young Jin mengambil kertas dan menulisnya.

"Pukul 11.00, Gerbang Sakuradamon." tulis Young Jin.

Setelah itu, Young Jin kembali meletakkan buku itu ke laci. Tak lupa, Young Jin mengunci lacinya.


Young Jin kemudian mematikan lampu dan buru-buru keluar.

Tanpa Young Jin sadari, seseorang memergokinya! Omo.... siapa dia? Hiroshi? Fukuda?


Fukuda dan Matsuura di kelab Gyeongseong. Matsuura tanya kenapa mereka kesana.

Fukuda : Kudengar dari Direktur Oda, semua informasi yang ada di Joseon melewati kelab ini.

Matsuura : Maksudmu Nyonya Yoo?

Fukuda : Kudengar dia menghasilkan lebih banyak dari informasi perdagangan daripada mengelola kelab ini.

Matsuura : Menurutmu kita akan mendapatkan sesuatu yang bermanfaat?

*Berarti yang mergokin Young Jin Hiroshi nii...


Nyonya Yoo datang. Nyonya Yoo :  Ini kali pertama kalian datang bersama.

Fukuda : Kau punya waktu sebentar?

Nyonya Yoo : Silakan duduk. Ingin minum apa?

Matsuura : Tidak, terima kasih.


Mereka bertiga duduk.

Nyonya Yoo berkata, bahwa ia sedikit takut mendapat kunjungan dari dua orang lembaga peradilan.

Fukuda mengatakan, ia sedang mencari informasi tentang seseorang yang datang ke Gyeongseong kemarin.

Fukuda : Ada informasi yang Anda dengar terkait hal itu?

Nyonya Yoo : Aku tidak mengerti. Siapa yang kau maksud? Kau menanyaiku seseorang yang sedang dicari? Tambahan lagi, kau datang tanpa hadiah dan hanya bertanya.

Fukuda : Kami pasti akan memberikan balasan. Beri tahu kami jika tahu sesuatu.

Nyonya Yoo : Untukmu, tentu saja, Jaksa Fukuda. Aku tahu kau mahir melakukannya, tapi aku tidak punya informasi untuk yang lain.

Nyonya Yoo melirik Matsuura.

Fukuda : Begitukah?

Nyonya Yoo : Namun, jika orang seperti itu datang ke Gyeongseong, dia tidak akan datang sendiri. Jika dia melakukan sesuatu, dia akan membuat pengumuman besar mengenai hasilnya.

Matsuura : Pengumuman?


Nyonya Yoo lantas berdiri.

Nyonya Yoo : Hanya itu yang bisa kukatakan.

Fukuda mengerti dan pergi. Tapi Nyonya Yoo menyuruhnya mampir ke ruang sebelah.


Fukuda menemui Miki di ruangan sebelah yang dimaksud Nyonya Yoo.

Miki : Kau sudah mendengarnya? Kelab ini memiliki pemilik baru.

Fukuda : Benarkah?

Miki : Apa? Dia tidak memberitahumu? Aku membeli kelab Gyeongseong.

Fukuda bereaksi datar.

Miki : Reaksi macam apa ini? Kau tidak peduli atau sudah menduganya?

Fukuda : Kudengar kau mewarisi harta Pangeran Noda saat dia meninggal. Kabarnya jumlahnya cukup besar.


Miki pun pindah ke sebelah Fukuda. Fukuda masih saja kaget dengan sikap agresif Miki.

Miki : Kau tidak ingin tahu berapa jumlahnya?

Fukuda : Aku akan pergi sekarang.


Fukuda beranjak. Tapi langkahnya langsung berhenti saat Miki menyinggung soal perasaannya pada Young Jin.

Miki : Jika kau bersikap dingin padaku karena dia, aku tidak punya ide.


Fukuda pun menatap Miki.

Miki : Alasanku membeli kelab ini bukan untuk menghasilkan uang dengan menjual minuman. Kelab Gyeongseong menghargai informasi berharga Aku dalam proses mempelajarinya.

Fukuda : Kau memiliki informasi tentang Young Jin?

Miki berdiri.

Miki : Mungkin. Mungkin ya atau mungkin tidak.


Fukuda dan Matsuura meninggalkan kelab.

Matsuura : Menurutmu Nyonya Yoo tahu?

Fukuda : Kelihatannya tidak.

Matsuura : Kita juga tidak bisa menyisir seluruh Gyeongseong.

Fukuda : Cari tahu apakah ada wartawan asing yang datang sejak kemarin. Bukan reporter biasa, tapi pemimpin redaksi atau yang lebih tinggi lagi dengan otoritas penyuntingan. Aku akan mengutus orangku mencari tahu.

Lalu Matsuura membahas Young Jin dengan hati2. Ia minta izin mengirim seseorang untuk membuntuti Young Jin. Fukuda terdiam mendengarnya.


Miki mengingat janjinya pada Young Jin dan ia juga meminta Young Jin menjaga rahasianya


Lalu ia mengingat kata2 Fukuda saat datang mengunjunginya di malam hari, membawakannya sup dan buah2an.

Fukuda : Aku mudah mengetahui apakah seseorang berpura-pura menderita.


Terakhir, Miki ingat pertanyaan Fukuda tadi.

Fukuda : Kau punya informasi tentang Young Jin?


Young Jin bersama Won Bong menemui Kim Goo di apotik.

Young Jin : Parade akan melewati Gerbang Sakuradamon antara pukul 11.00 dan 12.00. Di tahun 1860, Perdana Menteri Jepang dibunuh di luar Gerbang Sakuradamon.

Kim Goo menyuruh Won Bong menghubungi Jepang.

Kim Goo : Gerbang Sakuradamon, pukul 11.00.

Won Bong : Baik.

Young Jin : Aku perlu berbicara denganmu. Polisi militer sudah tahu kau datang.

Kim Goo : Kapan koresponden itu tiba?

Won Bong : Besok, pukul 10.00. Young Jin dan aku akan memberinya deklarasi dari pemerintah sementara itu, jadi, kau harus kembali ke Shanghai.

Kim Goo : Jika kita tidak membuat pernyataan yang tepat, pemerintah Jepang akan bertindak. Mereka mungkin akan berkata ini perbuatan orang gila dan menguburnya atau membujuk masyarakat. Kita harus memberi tahu dunia kalau ini adalah strategi yang disetujui pemerintah sementara Republik Korea. Aku akan membutuhkan bantuanmu sampai saat itu tiba. Bisa kau melakukannya?

Young Jin mengangguk.


Won Bong mengantar Young Jin pulang.

Won Bong : Sebelumnya kau katakan begitu ini semua berakhir, kau akan menjalani kehidupan biasa, bukan? Ada sesuatu yang benar-benar ingin kulakukan saat hari itu tiba.

Young jin : Apa?

Won Bong : Saat kita bisa menjalani kehidupan biasa.


Young Jin lantas beranjak menuju pintu rumahnya. Ia menaiki tangga, tapi ia menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Won Bong dengan penuh senyuman. Won Bong juga tersenyum.

Young Jin lalu masuk.


Tanpa mereka sadari, Fukuda mengawasi mereka. Fukuda melihat kepergian Won Bong.

Fukuda ingat soal pria yang menemani Young Jin ke Manchuria. Young Jin bilang, pria itu pegawai perantara farmasi dan membuka toko jahit di Gyeongseong belum lama ini.

Fukuda juga ingat, saat Young Jin mengatakan, mengenalkan Jin Gook Bin pada Pangeran Noda sebelum Pangeran Noda tewas.

Fukuda curiga, Jin Gook Bin adalah Won Bong.


Paginya, Koresponden Shin Eon Jun tiba di Gyeongseong.

Ia tegang saat melalui pemeriksaan petugas.

Anak buah Matsuura memeriksa tanda pengenal Koresponden Shin, lalu membiarkannya lewat.

Koresponden Shin langsung pergi.


Si polisi menatap nya curiga dan bergegas memeriksa catatan.

Begitu menyadari siapa Koresponden Shin, anak buah Matsuura pun bergegas mengikuti Koresponden Shin.


Tapi untunglah Won Bong datang tepat waktu.

Won Bong menyuruh Koresponden Shin pergi ke hotel dengan taksi.

Won Bong : Kau dibuntuti. Tunggu di kamar hotelmu. Aku akan menjemputmu.


Koresponden Shin mengerti dan langsung pergi dengan taksi.

Anak buah Matsuura bergegas mengikutinya.


Roku kembali! Ia datang ke Jongno. Fukuda langsung menyambutnya dan memperkenalkan ia ke tim nya.

Fukuda : Kami mencari tahu apakah seorang reporter asing tiba di Gyeongseong.

Roku : Lim Jung Ryong memberi tahu kami satu hal lagi. Kim Goo memiliki pendukung di Gyeongseong dan nama kode orang itu adalah Bluebird.

Fukuda : Kupikir Kim Esther yang sudah meninggal itu Bluebird.

Roku : Itu yang dia katakan.


Telepon Jongno berdering. Daiki menjawabnya. Daiki kaget dan langsung memberitahu Matsuura kalau Koresponden Shin sudah berada di Hotel Gyeongseong.


Di hotel, anak buah Matsuura mencari2 kamar Koresponden Shin. Lalu ia pergi begitu saja, tanpa menyadari kamar yang dicari-carinya ada di depan matanya.


Won Bong menghampiri Nam Ok yang menunggunya di depan hotel.

Won Bong : Ada perkembangan apa?

Nam Ok : Dia masuk ke kamar yang dipesan. Tapi seorang detektif membuntutinya. Kita harus bagaimana?

Won Bong : Aku tahu, karena itu kami berpisah.

Nam Ok : Kita hanya punya satu jam.

Won Bong : Kita harus singkirkan dia.

Won Bong mengajak Nam Ok pergi.


Fukuda dan timnya tiba di Hotel Gyeongseong.

Fukuda menyuruh Matsuura menjaga pintu depan dan Daiki menjaga pintu belakang.

Fukuda : Dia tidak boleh menyadari kita sebelum menemui Kim Gu.

Fukuda dan timnya langsung bergerak.


Tim Won Bong juga bergerak. Nam Ok menyamar sebagai bellboy dan berhasil melalui anak buah Matsuura yang menjaga koridor di dekat kamar Koresponden Shin.


Won Bong tiba di lobbi hotel melalui pintu belakang.

Namun sialnya, ia melihat Fukuda datang dengan Roku. Won Bong ingat Roku pria yang mengikutinya di kereta saat ia, Young Jin, Seung Jin dan Nam Ok dalam perjalanan ke Manchuria.

Roku lalu minta izin Fukuda menelpon Shanghai. Fukuda mengizinkan. Roku bergegas pergi.


Fukuda melihat Won Bong. Won Bong bergegas pergi tapi Fukuda memanggilnya. Wajah Won Bong seketika berubah tegang.

Bersambung ke part 3....

No comments:

Post a Comment