Skip to main content

Dan, Only Love Ep 5 Part 3

Sebelumnya....


Yeon Seo meminta Dan jangan bergerak dan hanya berdiri.

Dan menurut.

Lalu Yeon Seo meletakkan tangannya di bahu Dan dan mulai menari.

Yeon Seo terus berputar-putar di dekat Dan, membuat Dan gugup.

Lalu ketika Yeon Seo mendekatkan bibirnya ke Dan, kita bisa mendengar suara detak jantung Dan.

Dan yang sudah tidak tahan lagi, akhirnya menyuruh Yeon Seo berhenti.

Yeon Seo berhenti. Dan pun bergegas keluar setelah Yeon Seo berhenti. Yeon Seo sewot, Hya!


Dan membuka pintu. Ia pun seketika melonjak kaget karena Bu Jung yang tahu2 ada di depannya.

Bu Jung mendelik ke arah Yeon Seo. Lalu Bu Jung berkata, ada tamu untuk Yeon Seo.


Kang Woo pun muncul.

Ia lalu memeriksa ruangan tempat Yeon Seo berlatih.

Kang Woo : Temperatur dan kelembaban bagus. Cermin juga bersih. Dan di sini terang.

Yeon Seo : Kau datang mengawasiku?

Kang Woo : Karena aku ingin bertemu. Aku mengkhawatirkan tempat dan lingkunganmu berlatih. Kau benar-benar tak butuh pelatih atau tukang pijat? Aku masih khawatir kau melakukan ini... hanya seorang diri.

Yeon Seo : Aku tak sendiri. Ada dia.

Yeon Seo menunjukan Dan.

Kang Woo langsung kesal.

Yeon Seo : Dan Bu Jung. Walaupun sendiri, aku bisa mengatasinya.

Kang Woo : Dua minggu lagi jadwal Fantasia's Night. Kita putuskan partisipasimu... dari kondisimu seminggu lagi Kau akan hadir sebagai balerina atau pimpinan yayasan.

Yeon Seo : Cara penyampaian yang panjang bahwa aku harus bersiap.

Kang Woo : Aku banyak menyita waktumu. Aku permisi dulu.


Sebelum pergi, Kang Woo mengajak Dan bicara sebentar.


Kang Woo membawa Dan ke tepi sungai.

Dan : Apa yang mau kau bicarakan? Aku harus bergegas.

Kang Woo tiba2 mencengkram Dan.

Dan pun bingung, kau kenapa?

Kang Woo : Kau siapa? Kutanya lagi. Apa tujuanmu? Kau mendekatiku untuk mengetahui perasaan Yeon Seo? Bilang akan membantuku, hanya untuk mengkhianatiku? Kau mengejar uangnya?

Dan tambah bingung maksud Kang Woo.


Kang Woo pun mengingat saat dia tadi melihat Yeon Seo latihan bersama Dan.


Kang Woo : Kau gigolo? Kau bekerja sebagai sekretaris untuk membuatnya menyukaimu untuk menguras uangnya?

Dan : Apa maksudmu? Menguras uang siapa?

Dan lalu melepaskan cengkraman Kang Woo.

Dan : Omong kosong. Aku tak pernah tertarik dengan harta. Aku tak menginginkan sesuatu yang tak kekal.

Kang Woo : Lalu? Kau tulus suka padanya?

Dan : Apa kau bilang?

Kang Woo : Dengar. Duniamu dan Yeon Seo berbeda.

Dan : Aku paham sekali soal itu.

Kang Woo : Kalau tahu, cepat menyerah. Jangan terlalu berharap seperti orang bodoh. Kalau menganggu kemunculannya kembali karena emosi remehmu, aku takkan mengampunimu. Paham?

Kang Woo beranjak pergi. Dan sewot : Siapa menyukai siapa? Apa?

*Si Kang Woo ini mah cemburu... Dia gk rela Yeon Seo dimiliki pria lain. Dia tuh nganggep Yeon Seo tuh Seol Hee... Makin kesel ama ini orang...


Dan pun langsung ke gereja, mencari Hoo.

Saat itu, di gereja ada beberapa jemaat.

Dan teriak2, Hoo Sunbae! Ini darurat! Sunbae!

Pria berjubah hitam di depan Dan pun langsung menatap galak Dan.

Dan sendiri kaget melihat si pria berjubah hitam itu. Dia Hoo..

Dan : Aku punya pertanyaan.

Hoo : Sempurna. Pria dalam jubah ini ahli dalam mendengarkan. Katakanlah.

Dan kaget, di sini?

Hoo mengangguk.

Dan : Apa kau pernah mencium manusia?

Sontak para jemaat kaget mendengar pertanyaan Dan.

Hoo pun langsung menjewer Dan dan menarik Dan ke ruangan lain.


Hoo : Apa maksudmu? Ada apa? Ada apa? Katakan. Ada apa? Kenapa mendadak muncul seperti ini?

Dan : Kau bisa mengambil tubuh manusia kapan pun mau, kan? Sayapmu tak mendadak keluar... seperti sayap rusak. Iya, kan?

Hoo : Ya, lantas?

Dan : Sepertinya karena tubuh ini.

Hoo : Lupakan tubuhmu. Kau ingin lenyap sebagai debu alam semesta?

Dan : Misiku belum berakhir. Dan soal misi itu. Aku harus membantunya menemukan cinta? Tapi apa harus cinta antar sesama manusia? Harus, kan?

Dan pun kebingungan dan duduk membelakangi Hoo.

Dan akhirnya mengaku, kalau ia mencium Yeon Seo dan jantungnya mendadak mulai berdetak. Ia fikir jantungnya yang rusak.

Dan : Kemudian mendadak aku merasa tercekik. Tulang Rusuk... tanya apa aku punya perasaan pada Yeon Seo.

Hoo : Kau harus kuapakan?


Hoo kemudian ingat sesuatu. Ia pun berkata, 15 tahun lalu ada malaikat  yang bertugas dalam seni. Dan malaikat itu adalah Kang Woo.

Hoo : Dia mengambil bentuk manusia dan diberi misi untuk menginspirasi seniman.

Flashback...


Seorang pria tua tengah melukis Kang Woo.

Lalu pria itu marah karena lukisannya jelek. Ia mencoret2 lukisannya dan membanting lukisannya.

Kang Woo marah, apa lagi kesalahan kali ini? Ini sudah yang keempat puluh tiga kalinya!

Lalu Kang Woo pergi.

Hoo : Ketika dia mulai lelah dengan seniman pemilih dia bertemu orang ini.


Kang Woo duduk di tepi laut dan menikmati makanannya.

Seol Hee datang dan memeluk Kang Woo dari belakang.

Seol Hee juga seorang balerina. Dan ia menari di depan Kang Woo.

Hoo : Kudengar ada kemungkinan tercampur aduk, terutama malaikat seni. Inspirasi... tertukar dengan cinta.

Dan : Seorang malaikat jatuh cinta... dengan mahluk lain selain Tuhan? Apa itu mungkin?


Kang Woo ke gereja dan meninggalkan saputangannya di sana.

Seol Hee mendekati Kang Woo. Seol Hee mengenakan baju putih, persis seperti baju yang digunakannya saat ia tewas di depan Kang Woo.


Kang Woo lalu menyematkan sebuah cincin ke jari Seol Hee.

Flashback end...


Hoo : Percaya bahwa boleh mencintai selain Tuhan adalah kesombongan dan dosa.

Dan : Lalu apa yang terjadi pada malaikat itu?

Hoo : Menurutmu apa yang terjadi pada malaikat... yang mengabaikan Tuhan?

Dan terdiam.


Sekarang Dan beranjak pergi meninggalkan gereja.


Tanpa disadari Dan, Kang Woo muncul di belakangnya.

Kamera lalu menyorot cincin Seol Hee di jari Kang Woo.

Kang Woo benar2 tahu siapa Dan gaes....

Bersambung ke part 4...

Comments

Popular posts from this blog

I Have a Lover Ep 50

Sebelumnya.... “Aku rasa aku jatuh cinta lagi padamu.” Ucap Jin Eon begitu Hae Gang menghampirinya. “Aku sudah tahu.” jawab Hae Gang. “Berikan tasmu.” Pinta Jin Eon. “Tidak mau, tas melambangkan harga diri seorang wanita.” Jawab Hae Gang. “Berikan padaku. Tas wanitaku melambangkan harga diriku.” ucap Jin Eon. Hae Gang pun tersenyum, lalu memberikan tas alias keranjangnya yang berisi peralatan mandi pada Jin Eon. Jin Eon kemudian menyuruh Hae Gang menggandeng lengannya. Hae Gang pun menggandeng lengan Jin Eon, dan selanjutnya keduanya beranjak pergi menuju sauna dengan senyum terkembang. “Kau akan memakai itu?” tanya Hae Gang saat melihat Jin Eon sedang memilih2 baju sauna. “Aku pernah memakainya dulu.” Jawab Jin Eon. “Tak bisa kubayangkan…” dan Hae Gang pun tersenyum geli, “… tapi entah bagaimana tampaknya akan lucu.” “Awas ya kalau kau jatuh cinta padaku.” Ucap Jin Eon.   Ajumma penjaga sauna kemudian memberitahu bahwa Jin Eon...

I Have a Lover Ep 17 Part 2

Sebelumnya <<< Hae Gang di rumah sakit, menunggui Moon Tae Joon yang sedang di operasi. Wajahnya tampak cemas. Tak lama kemudian, Jin Eon datang. Dua staf keamanan Jin Eon yang sudah duluan tiba di sana, langsung menemui Jin Eon begitu Jin Eon datang. "Bagaimana dengan Moon Tae Joon?" tanya Jin Eon. "Dia sedang di operasi." jawab salah satu staf keamanan Jin Eon. "Lalu Do Hae... ah, maksudku Nona Dokgo Yong Gi?" tanya Jin Eon. "Dia menunggu di depan ruang operasi." jawab staf keamanan itu lagi. "Kau sudah mendapatkan nomor platnya?" tanya Jin Eon. "Sudah." Staf keamanan Jin Eon pun memberikan nomor plat kendaraan yang menabrak Tae Joon pada Jin Eon. Jin Eon menatap nomor plat itu dengan wajah cemas. Ia lalu menyusul Hae Gang ke ruang operasi. Keluarga Moon Tae Joon menyalahkan Hae Gang atas kecelakaan yang menimpa Tae Joon. Kakak Tae Joon berkata, jika saja Tae Joon mendengarkannya untuk m...

I Have a Lover Ep 23 Part 1

Sebelumnya.... Hae Gang masih belum siuman. Diluar, Jin Eon terus berteriak ingin kembali dengan Hae Gang. Di dalam, Hae Gang mulai sadar. Jin Eon terus berteriak, memohon agar Hae Gang mau memberinya satu kesempatan lagi. Baek Seok yang sudah tidak bisa menahan dirinya lagi pun langsung mencengkram kerah baju Jin Eon. “Bagaimana bisa begitu mudah bagimu? Bagaimana mungkin cinta sesederhana itu bagimu? Apa? Kau ingin kembali? Bagaimana caranya kau kembali? Dia ditikam setelah menemukan jalan pulangnya! Di depan mataku, dia hampir mati! Baik kau dan aku tidak memiliki tempat untuk kembali. Kau lah satu2nya orang yang mendorongnya ke jurang! Kau orang yang mendorongnya ke jurang sebanyak dua kali! Kau mencampakkannya! Setelah kau mencampakannya, kenapa? Kenapa sekarang, setelah semua yang terjadi? Tidak ada ingatan tentangmu selama 4 tahun ini! Kenapa? Kau membuatku mencintainya, lalu kenapa? Saat cintaku begitu sulit… saat aku mencintaimu, membuatku bahkan tidak bernapas…” ucap...