The Promise Ep 94 Part 1

Sebelumnya....

Di episode ini, Na Yeon mutusin melindungi rahasia Se Jin,, tapi Se Jin berulah lagi, bikin dia berubah pikiran dan meneruskan balas dendamnya lagi..... Terus, terus, ulah apa lagi yg dibuat Se Jin kali ini..... jawabannya di ending epi ini ya gaes...


Se Jin menatap Na Yeon penuh kebencian.

Se Jin : Aku tidak akan pernah memaafkanmu. Tidak akan. Perhatikan ini.

Se Jin lari ke tangga. Beberapa saat kemudian, Na Yeon terkejut mendengar suara orang jatuh.


Na Yeon lantas lari ke tangga dan terkejut melihat Se Jin jatuh.

Na Yeon pun bergegas ke bawah.

Ajumma Lee seketika datang. Ia bingung harus bagaimana.

Se Jin menatap Na Yeon.

Se Jin : Kau sudah tamat.

Se Jin pun hilang kesadaran.

Young Sook yang ketakutan, bergegas ke kamarnya.

Na Yeon menyuruh Ajumma Lee menelpon ambulance.


Bersamaan dengan itu, Yoo Kyung pulang dan kaget melihat Se Jin. Ia lantas mendorong Na Yeon dan berusaha membangunkan Se Jin. Sementara itu, Na Yeon berusaha menjelaskan, bahwa Se Jin jatuh dari tangga.

*Sakit jiwa memang si Se Jin ini,,, dia dan emaknya yg ngerusak hidup Na Yeon, dia pula yg sewot gk mau maafin Na Yeon... ini udah kesekian kali nya Se Jin nyelakain dirinya sendiri cuma buat ngacauin Na Yeon....


Na Yeon, Kyung Wan dan Yoo Kyung menunggu Se Jin yang sedang ditangani dokter.

Dokter kemudian keluar dan menjelaskan kondisi Se Jin. Dokter bilang, bahwa Se Jin tidak bisa merasakan kaki kanannya.

Yoo Kyung syok, yeobo.....

Kyung Wan pun memegangi Yoo Kyung.

Yoo Kyung : Uri Se Jin mungkin tidak pernah berjalan lagi?

"Sepertinya itu bukan kerusakan permanen, jadi dia akan segera pulih. Namun, dia mungkin mengalami kelumpuhan dari waktu ke waktu. Kita harus terus mengawasinya." ucap dokter, lalu pergi.


Drama pun dimulai gaes... Yoo Kyung menyalahkan Na Yeon atas jatuhnya Se Jin. Ia bilang, jika Na Yeon tidak masuk dalam kehidupan keluarganya, Se Jin tidak akan berakhir seperti itu.

Yoo Kyung : Apa yang akan kau lakukan sekarang? Apa yang akan kau lakukan jika Se Jin tidak pernah bisa berjalan lagi?

Na Yeon sendiri nampak terpukul mengetahui Se Jin cacat.


Kyung Wan membela Na Yeon.

Yoo Kyung marah.

Yoo Kyung : Kau memihak dia karena dia anakmu?

Kyung Wan : Itu kecelakaan!

Yoo Kyung : Kecelakaan? Bagaimana kita bisa tahu? Bagaimana kita tahu bahwa Na Yeon tidak mendorongnya?

Kyung Wan marah, Yeobo!

Yoo Kyung : Dia merangkak ke rumah kita dengan belati di tangannya untuk menghancurkan kita! Kau pikir penipu seperti dia tidak mungkin menyakiti Se Jin!


Yoo Kyung lantas kembali mengguncangkan tubuh Na Yeon.

Yoo Kyung : Jika kau ingin membunuh seseorang dan balas dendam, lakukan padaku! Kenapa Se Jin? Kenapa kau melakukan itu pada Se Jin?

Kyung Wan : Hentikan!

Kyung Wan memegangi Yoo Kyung dan menyuruh Na Yeon pergi.

Na Yeon : Aku akan melihat Se Jin dulu.

Yoo Kyung : Mengapa? Mengapa kau mau melihat Se Jin? Apalagi rencanamu padanya sekarang!

*Pantas laaa Na Yeon gk bisa maafin Kyung Wan... Lihat Kyung Wan, dia gk bisa tegas membela Na Yeon... dia cenderung di sisi Se Jin dan Yoo Kyung... Ini ya kalo Se Jin jatuh dari tangga sebelum dia tahu Na Yeon putrinya, reaksinya juga pasti bakal sama kayak Yoo Kyung.... Cuma karena Na Yeon putrinya, jadi dia gak bisa apa2...


Na Yeon masuk ke kamar Se Jin. Se Jin sudah siuman dan menatap tajam Na Yeon.

Na Yeon : Haruskah kau sejauh ini?

Se Jin : Aku cukup baik, kan?

Na Yeon : Jang Se Jin, apa kau rela melukai dirimu sendiri hanya untuk menghancurkanku?

Se Jin : Tidak. Kau salah. Aku tidak melukai diriku sendiri untuk menghancurkanmu. Aku hanya ... menggunakan diriku sendiri sehingga aku tidak akan kehilangan milikku.

Na Yeon : Jang Se Jin...

Se Jin : Lee Na Yeon, aku sudah bilang, kau tidak akan memiliki apapun. Kau akan kembali menjadi Lee Na Yeon yang tidak memiliki apa-apa. Putri pemilik restoran ayam, itu yang paling cocok untukmu. Muai sekarang, hidup lah dalam penderitaan dan rasa bersalah karena sudah melakukan ini padaku. Itu nasibmu.


Na Yeon : Kenapa aku harus merasa bersalah? Aku tidak salah.

Se Jin : Apa menurutmu orang-orang akan percaya padamu? Apa yang kau katakan saat Sae Byeol jatuh dari tangga di rumahku? Kau menyalahkan kami. Aku bilang itu kecelakaan, tapi kau tidak percaya padaku. Kau mengalami hal yang sama sekarang. Mengerti?

Na Yeon : Jang Se Jin, apa kau sadar, kau terlihat menyedihkan.


Tak terima dibilang menyedihkan, Se Jin pun ngedrama lagi. Dia berteriak-teriak. Kyung Wan dan Yoo Kyung langsung masuk.

Se Jin : Singkirkan Na Yeon. Singkirkan dia!  Melakukan ini padaku tidak cukup. Sekarang, dia mengejekku. Dia menertawakanku. Singkirkan dia dari hadapanku!


Na Yeon sendiri menangis.

Mendengar itu, Yoo Kyung orang pertama yang menarik Na Yeon keluar.

Kyung Wan mengejar Yoo Kyung.


Yoo Kyung : Kita akhiri disini.

Yoo Kyung lantas kembali ke dalam.


Kyung Wan ingin membantu Na Yeon berdiri tapi Na Yeon menepis tangannya.

Kyung Wan lantas meminta pengertian Na Yeon.

Kyung Wan : Kau tahu kan gimana ibunya Se Jin.

Na Yeon diam saja dan berniat pergi, tapi Kyung Wan menahannya.

Kyung Wan : Apa rencanamu? Dimana kau akan tinggal?


Na Yeon : Jangan pedulikan aku. Jangan khawatir dan jadilah ayah Se Jin.

Na Yeon beranjak pergi.

Kyung Wan : Aku akan menghubungimu.

Kok kesel ya sy si Kyung Wan minta Na Yeon mengerti.... Soal Sae Byeol,, bisa2nya Se Jin nyamain kejadian dia jatuh sama kejadian Sae Byeol.... Kalo dia gk nyulik Sae Byeol mah, Sae Byeol yang ada masih sama Na Yeon sekarang.... Na Yeon gk balas balas dendam kalau kehidupannya gk dirampas...


Na Yeon  berjalan gontai di lobi RS, sorot matanya nampak terluka.

Bersamaan dengan itu, Hwi Kyung datang dan tanya apa yang terjadi. Hwi Kyung :  Apakah Se Jin terluka parah?

Na Yeon : Masuk dan lihatlah.

Hwi Kyung : Jangan kemana-mana. Tunggu aku

Na Yeon : Masuk.

Hwi Kyung : Mohon tunggu.


Hwi Kyung langsung ke kamar Se Jin. Se Jin sendiri sudah terlelap. Yoo Kyung menatap tajam Hwi Kyung.

Hwi Kyung : Aku mendengar dari Kyung Wan. Jangan terlalu khawatir. Se Jin kuat. Dia akan segera membaik.

Yoo Kyung menampar Hwi Kyung.

Yoo Kyung :  Lebih baik? Dia menghancurkan kakinya! Beraninya kau mengatakan itu? Kau seharusnya tidak berada di sini. Kau seorang kaki tangan dalam hal ini juga.

Hwi Kyung : Noona.

Yoo Kyung : Noona apanya! Bagaimana kau bisa menyebut dirimu sendiri pamannya? Jika kau benar-benar pamannya, jika kau peduli sama keponakanmu,  hancurkan Na Yeon!


Na Yeon berjalan menyusuri jalanan dengan sorot mata pedih.


Sementara itu, Hwi Kyung berkeliaran di RS, mencari Na Yeon.


Na Yeon lalu berhenti melangkah dan melihat lalu lalang di sekelilingnya dengan tatapan kosong.


Hwi Kyung berlari keluar, mencari Na Yeon, sambil terus berusaha menghubungi Na Yeon.


Na Yeon duduk di halte. Ia tidak menjawab panggilan Hwi Kyung.


Hwi Kyung mencari Na Yeon hingga ke jalanan.


Tae Joon menenangkan dirinya di bar.


Setelah merasa dirinya baikan, Tae Joon pergi menjenguk Se Jin. Se Jin masih terlelap.

Tae Joon menatap iba Se Jin. Ia ingin menyentuh kepala Se Jin tapi diurungkannya.


Tae Joon lalu beranjak keluar. Begitu Tae Joon keluar, Se Jin membuka matanya dan melihat Tae Joon keluar.


Tae Joon terduduk lemas di depan pintu dan mengingat penjelasan Kyung Wan soal Se Jin yang lumpuh.


Na Yeon masuk ke kamar Young Sook dan melihat Young Sook tidur sambil memeluk tasnya.

Na Yeon lantas pelan2 mengambil tasnya.

Lalu ia menyelimuti Young Sook dan menatap Young Sook.

Na Yeon : Jangan menjadi tambah buruk. Tetaplah sehat. Itulah satu-satunya cara agar Hwi Kyung tidak terlalu menderita.

Na Yeon lantas pergi.


Young Sook lantas mengubah posisi tidurnya. Ia membuka genggaman tangannya dan ada memory card Na Yeon disana. Tak hanya itu, Young Sook juga memakai jam Na Yeon.


Bersamaan dengan itu, Hwi Kyung pulang.

Hwi Kyung tersenyum : Aku sudah bilang tunggu, tapi kau sudah disini.

Na Yeon balas tersenyum : Aku tidak pernah bilang aku akan menunggu.

Hwi Kyung : Jangan terlalu khawatir. Se Jin akan baik-baik saja dalam waktu singkat. Se Jin dan Yoo Kyung ... hanya syok. Dia akan segera pulih.

Na Yeon lantas mengajak Hwi Kyung berjabat tangan.

Hwi Kyung tanya untuk apa.

Na Yeon : Mari berhenti di sini. Aku tidak berpikir kita bisa melanjutkan hubungan ini.

Hwi Kyung : Aku tidak bisa membiarkanmu pergi.

Na Yeon : Kita harus melindungi rahasia Se Jin.


Hwi Kyung : Aku tidak akan berterima kasih atau minta maaf. Aku akan menyimpannya di hatiku.

Na Yeon : Aku pikir aku akan bersyukur dan minta maaf ... untuk waktu yang sangat lama.

Hwi Kyung : Jaga dirimu.

Hwi Kyung lantas memeluk Na Yeon. Na Yeon menangis dalam pelukan Hwi Kyung. Sorot mata Hwi Kyung juga menunjukkan kepedihan.


Usai berpamitan dengan Hwi Kyung, Na Yeon pergi. Di depan gerbang, Eun Bong datang menjemputnya.

Eun Bong : Ayo pulang. Ibu sudah menunggu.

Dari kejauhan, Hwi Kyung menatap Na Yeon pergi bersama Eun Bong.


Na Yeon akhirnya pulang ke rumahnya. Mal Sook dan Joong Dae langsung berlari keluar. Na Yeon menatap sang ibu.

Na Yeon : Apa kau tidak nyaman kalau aku pulang kesini?

Mal Sook : Apakah kau berada di rumah orang asing? Ini rumahmu. Bagaimana bisa kau bilang aku tidak nyaman? Aku senang kau datang. Selamat datang kembali, Na Yeon-ah.

Joong Dae kaget mengetahui Do Hee adalah Na Yeon.


Lalu Geum Bong dan Se Gwang datang.

Geum Bong berkaca-kaca : Apa kau benar-benar Na Yeon Eonni?

Na Yeon : Geum Bong-ah.


Geum Bong pun langsung memeluk Na Yeon.

Na Yeon minta maaf karena tidak memberitahu Geum Bong siapa dirinya selama ini.

Bersambung ke part 2...

0 Comments:

Post a Comment