Saturday, October 26, 2019

The Promise Ep 95 Part 1

Sebelumnya...

Di episode ini, Na Yeon kembali gaes sebagai Baek Do Hee.....


Na Yeon geram melihat Se Jin yang bisa berjalan.


Na Yeon lalu turun ke bawah tanpa memberitahukan kedatangannya pada Se Jin.

Dibawah, Na Yeon bertemu Ajumma Lee.

Ajumma Lee : Kapan kau datang? Aku berada di ruang cuci, jadi aku tidak tahu kau datang.

Na Yeon : Terima kasih atas kerja kerasnya.

Ajumma Lee : Kau harus pergi menemui Nyonya. Dia sudah depresi sejak kau pergi. Dia akan sangat senang melihatmu. Masuklah.


Na Yeon masuk ke kamar Young Sook. Ia terkejut melihat Young Sook tidak ada di kamar.


Na Yeon lalu berlari ke dapur, menanyakan Young Sook pada Ajumma Lee.

Ajumma Lee : Dia ada di sana semenit yang lalu. Mungkin dia pergi ke kamar kecil.

Na Yeon : Tidak, aku sudah memeriksanya. Gerbang terbuka ketika aku sampai di sini. Apakah menurutmu dia keluar?

Ajumma Lee panic.


Na Yeon pun langsung berlari keluar, mencari Young Sook.

Hwi Kyung yang dihubungi Ajumma Lee, kaget dan langsung pergi mendengar ibunya hilang.


Young Sook sendiri ada di halte, sedang menanyakan rumah Yoon Ae pada seorang wanita.

Wanita itu bertanya, apa Young Sook yakin Yoon Ae tinggal di daerah itu.

Young Sook : Aku tidak yakin. Aku harus menemukannya. Temanku Yoon Ae menghilang.

Wanita itu lalu menanyakan alamat Young Sook tapi Young Sook mengaku tidak ingat alamat rumahnya.


Tak lama, Na Yeon datang menjemput Yoon Ae. Na Yeon lega berhasil menemukan Young Sook.

Young Sook langsung senang melihat Na Yeon.

Young Sook : Kau darimana saja? Aku menunggumu begitu lama.

Na Yeon : Maaf.

Wanita itu tanya, apa Na Yeon Yoon Ae.

Na Yeon mengangguk.

"Untunglah. Dia putus asa mencarimu." ucap wanita itu, lalu pergi.


Young Sook : Apa yang terjadi? Kau bilang kau akan pergi hanya untuk beberapa malam.

Na Yeon : Apakah kau menungguku?

Young Sook : Apa kau sedang bercanda? Aku menunggu dan menunggu, tetapi kau tidak datang. Itu sebabnya aku keluar untuk mencarimu. Tapi... tidak ada yang tahu di mana kau tinggal.


Na Yeon lantas membawa Young Sook pulang. Ajumma Lee langsung mengambil tas Young Sook di tangan Na Yeon.

Ajumma Lee : Astaga. Nyonya. Kau mau pergi kemana? Pergi bersamaku lain kali, oke?

Young Sook : Aku pergi mencari Yoon Ae dan kebetulan bertemu dengannya.

Na Yeon : Maukah kau membuatkan kami teh panas?

Ajumma Lee bergegas ke dapur.


Se Jin keluar dari dapur, mendorong kursi rodanya sendiri.

Se Jin : Lihat siapa yang datang. Senang melihatmu.

Na Yeon memanggil Ajumma Lee.

Na Yeon : Bisakau kau membantunya cuci tangan dulu.


Ajumma Lee mengangguk dan mengajak Young Sook ikut dengannya.

Young Sook menatap Na Yeon dan minta Na Yeon tidak kemana-mana. Na Yeon mengangguk. Young Sook kemudian pergi bersama Ajumma Lee.


Na Yeon : Bagaimana kabarmu?

Se Jin menatap kesal Na Yeon.

Se Jin : Apa kau masih punya urusan di rumahku?

Na Yeon : Masukkan kembali cakarmu. Akku datang untuk mengambil barangku yang tertinggal.

Se Jin lalu menghina Na Yeon.

Se Jin : Sekarang setelah kau melepas topeng Baek Do Hee, kau persis seperti Lee Na Yeon, putri restoran ayam. Bagaimana rasanya kembali menjadi Lee Na Yeon?

Na Yeon : Tidak buruk.

Se Jin : Tentu. Pasti melelahkan bagimu bertingkah seperti gadis kaya. Hiduplah dengan nyaman di tempatmu sekarang.

Na Yeon : Tentu. Aku akan mengingat nasihatmu.


Na Yeon lantas melirik kaki Se Jin.

Na Yeon : Bagaimana perasaanmu?

Se Jin : Aku baik-baik saja, selain membutuhkan kursi roda untuk berkeliling, terima kasih kepada seseorang.

Na Yeon : Apakah kau masih membenciku?

Se Jin : Benci? Salah siapa aku seperti ini?

Na Yeon : Seperti ini?


Young Sook lalu datang dan mengajak Na Yeon ke kamarnya.


Sampai di kamar, Young Sook memberitahu Na Yeon bahwa Se Jin tidak lumpuh.

Young Sook : Aku melihatnya sendiri. Dia berjalan ketika tidak ada orang di sekitar. Tapi tidak ada yang percaya padaku.


Young Sook lalu menunjukkan jam tangan Na Yeon yang dipakainya.

Young Sook : Jam tangan ini milikmu. Aku mengambilnya dari tasmu dan menyembunyikannya agar kau tidak pergi.

Na Yeon : Aku tahu.

Young Sook : Tapi aku tidak akan mengembalikan ini padamu.

Na Yeon : Kenapa tidak?

Young Sook : Kau kembali karena jam ini, kan? Jika aku berikan padamu sekarang, kau tidak akan kembali lagi.


Na Yeon kemudian pergi. Ia berjalan menuju gerbang samping.

Bersamaan dengan itu, Hwi Kyung pulang dan tidak menyadari kepergian Na Yeon.


Ajumma Lee langsung menghampiri Hwi Kyung.

Hwi Kyung : Kau temukan ibu?

Ajumma Lee : Kita masih beruntung. Nyonya Do Hee datang dan menemukannya. Aku pikir nyonya keluar karena dia merindukannya.

Hwi Kyung : Dimana istriku?

Ajumma Lee : Dia baru saja pergi. Apakah kau tidak melihatnya?


Hwi Kyung lantas masuk ke kamar ibunya dan mendapati sang ibu sudah tertidur. Lalu Hwi Kyung melihat jam tangan Na Yeon di tangan sang ibu.

Young Sook kemudian bangun dan tanya kapan Hwi Kyung pulang.

Hwi Kyung bilang baru saja.

Young Sook : Kau tidak tahu, kan? Yoon Ae ada di sini.

Hwi Kyung : Ngomong-ngomong, darimana kau dapatkan jam ini?

Young Sook : Ini? Ini adalah arloji Yoon Ae. Aku menyembunyikannya darinya.

Hwi Kyung : Kau harus mengembalikannya.

Young Sook : Tidak. Aku perlu menyimpannya sehingga dia akan kembali lagi.

Young Sook lalu memberikan jam itu ke Hwi Kyung dan minta Hwi Kyung menyimpannya. Young Sook bilang, jika Hwi Kyung menyimpannya, Na Yeon akan datang untuk Hwi Kyung.


Young Sook juga mengaku menyimpan barang Na Yeon yang lain. Ia pun bergegas ke lacinya dan mengambil memory card dari sana dan memberikannya ke Hwi Kyung.

Young Sook : Simpan ini di tempat yang aman.


Hwi Kyung lalu masuk ke kamarnya dan menatap jam Na Yeon.

Hwi Kyung : Arlojinya kembali padaku.

Lalu Hwi Kyung menyimpan jam itu di lacinya. Setelah itu, ia menatap memory card Na Yeon.


Na Yeon sendiri duduk di meja riasnya. Ia teringat kata2 Se Jin tadi saat ia tanya perasaan Se Jin.

Se Jin : Aku baik-baik saja. Selain daripada membutuhkan kursi roda untuk berkeliling, terima kasih kepada seseorang.

Na Yeon : Apakah kau masih membenciku?

Se Jin : Benci? Salah siapa aku seperti ini!

Lalu Na Yeon ingat saat Dong Jin menyuruhnya kembali ke rumah.

Na Yeon pun melepaskan kunciran rambutnya dan menatap dirinya di cermin. Na Yeon is back!


Di restoran, Eun Bong dan Joong Dae sedang ditanyai oleh orang kiriman Hwi Kyung.

"Penjualan meningkat, dan semuanya baik-baik saja." ucap Eun Bong.

Eun Bong lalu menatap Kyung Wan yang duduk menunggu Na Yeon. Setelah itu, pria utusan Hwi Kyung beranjak pergi.


Eun Bong dan Joong Dae masuk ke dapur. Bersamaan dengan itu, Mal Sook keluar dari dapur, membawakan teh untuk Kyung Wan.

Mal Sook : Na Yeon pasti terlambat hari ini.

Kyung Wan : Tidak masalah. Aku harap aku tidak mengganggumu.


Mal Sook lantas duduk di depan Kyung Wan.

Mal Sook : Kau datang ke sini setiap hari untuk melihat Na Yeon. Maaf dia tidak menerimamu.

Kyung Wan : Aku mengerti mengapa dia seperti itu. Tapi tidak banyak yang bisa aku lakukan sebagai ayahnya meskipun aku mengerti bagaimana perasaannya.

Mal Sook : Bagaimana keadaan anak perempuanmu? Apakah dia semakin baik?

Kyung Wan : Ini akan memakan waktu. Pasti karena aku telah berbuat salah begitu banyak.


Ponsel Mal Sook lantas berdering. Telepon dari Na Yeon.

Usai bicara dengan Na Yeon, Mal Sook memberitahu Kyung Wan apa yang dikatakan Na Yeon.

Mal Sook : Dia pindah ke rumah Do Hee.

Kyung Wan kaget, ke rumah Tuan Baek?


Na Yeon kembali ke rumah Do Hee. Sung Joo menyambutnya dengan senang hati dan berterima kasih karena Na Yeon sudah kembali padanya.


Besok paginya, Na Yeon pun kembali menemui Pimpinan Lee. Mereka bicara sambil minum teh.

Pimpinan Lee : Bisnis apa yang mau bibi Se Jin tawarkan padaku?

Na Yeon : Aku mendengar kau memiliki dua anak perempuan yang sangat mengesankan. Salah satunya adalah seorang pengacara di Amerika, dan yang lainnya adalah seorang sarjana di Inggris. Mereka mengikuti jalan yang benar dari keluarga bangsawan.

Pimpinan Lee : Dan?

Na Yeon : Tapi aku dengar kau jarang melihat anak perempuanmu.

Pimpinan Lee : Begitu?

Na Yeon : Se Jin adalah anak yang hebat. Dia kesulitan membuka diri untuk orang, tetapi begitu dia menyukai seseorang, dia bergerak maju. Jika dia menyukai seseorang, dia bahkan mengorbankan dirinya untuk menjaga mereka.

Pimpinan Lee :  Dia orang yang sangat bersemangat. Tapi... mengapa kau mengatakan itu padaku?


Na Yeon lantas mengambil cangkir tehnya.

Na Yeon : Jika seorang anak bisa membuat bangga orang tuanya, itu akan mendatangkan kebahagiaan.

Pimpinan Lee : Aku setuju. Semua orang mau punya seorang anak seperti itu.

Na Yeon : Kau telah mendengar tentang apa yang terjadi pada Se Jin?

Pimpinan Lee langsung memasang wajah serius.


Se Jin jalan2 di taman bersama Kyung Wan.

Tae Joon duduk di taman, memperhatikan mereka sambil bicara dengan Yoo Kyung.

Yoo Kyung : Apakah pertemuan dengan Tuan Ahn ditetapkan?

Tae Joon : Ya tentu saja.

Yoo Kyung : Rapat pemegang saham akan datang. Berhati-hatilah dengan apa yang kau katakan sehingga kau tidak akan mendapat masalah.

Tae Joon : Aku pikir itu berlaku untuk kau juga.


Kyung Wan lantas membawa Se Jin mendekati mereka.

Se Jin : Wow, ibu dan Tae Joon, kalian terlihat sangat dekat satu sama lain.

Yoo Kyung : Kau tahu dia sangat manis padaku belakangan ini.

Yoo Kyung lalu menyuruh Se Jin dan Kyung Wan minum teh.


Kyung Wan : Yeobo, haruskah kau menjadi pimpinan? Se Jin masih belum sehat.

Se Jin : Ayah, aku baik-baik saja.

Yoo Kyung : Kau tahu itu bukan yang aku inginkan. Para direktur terus menekanku.

Kyung Wan : Biarkan Hwi Kyung mengambilnya. Tidak baik melihat saudara perempuan dan saudara laki-laki bertengkar.


Yoo Kyung : Apakah aku yang menghentikan Hw Kyung? Aku hanya akan mengikuti arus. Kami akan lakukan sesuai keputusan pemegang saham.

Yoo Kyung yang kesal, beranjak pergi.


Se Jin : Appa, yang ibu butuh dukungan.

Tae Joon : Dia benar. Ibu memenuhi syarat. Dia terampil dan tegas.

Kyung Wan masuk ke dalam.

Setelah orang tuanya masuk, Se Jin juga mengajak Tae Joon masuk ke dalam.


Malam pun tiba. Hwi Kyung yang masih di kantornya, sedang melihat isi memory card Na Yeon, di ruangannya.

Ia terkejut melihat pertengkaran ibunya dan Yoo Kyung.

Young Sook : Aku mendengar apa yang kau katakan kepada ayah Hwi Kyung. Kau mempertanyakan apakah Hwi Kyung benar-benar putranya dan menyuruhnya untuk melakukan tes DNA. Anda bertanya apakah dia anak Baek Dong Jin!

Yoo Kyung : Aku mengatakannya karena aku marah!

Young Sook : Aku tidak seperti kau! Kau hamil anak pria lain, tapi mencuri kekasih pria lain dan mengakui itu sebagai anaknya!

Yoo Kyung lantas berusaha merebut hasil tes DNA Se Jin dan Kyung Wan dari tangan Young Sook.

Young Sook yang tak mau menyerahkannya, menggigit tangan Yoo Kyung. Yoo Kyung yang kesakitan, mendorong Young Sook, hingga Young Sook tak sadarkan diri.


Hwi Kyung marah melihat itu.


Dan ia terus melihat apa yang terjadi sesudah Yoo Kyung mendorong ibunya.

Ia melihat Yoo Kyung menyembunyikan hasil tes DNA itu di bawah sofa. Setelah itu, ia melihat Yoo Kyung memecahkan cangkir dan melukai dirinya sendiri.


Hwi Kyung marah.

Bersambung ke part 2....

3 comments:

  1. gondokan liat sejin sama emak nye

    ReplyDelete
  2. di dunia nyata banyak jang sejin2 yg lain dan juga park yookyung2 lain. bedanya, di dunia nyata, karma nyaris ga berpengaruh

    ReplyDelete