Saturday, October 26, 2019

The Promise ep 93 Part 2

Sebelumnya..


Man Jung mendatangi Tae Joon. Tae Joon menghela nafas melihat ibunya datang.

Man Jung : Aku terus melihatmu dan Se Jin dalam mimpiku, jadi aku datang untuk melihat apakah ada yang salah.

Tae Joon : Tidak ada yang salah, jadi singkat saja.

Man Jung lantas memberikan undangan pernikahan Se Gwang ke Tae Joon.

Man Jung : Dia bersikeras menikahi Geum Bong. Apa yang bisa kita lakukan? Dia hamil dengan anaknya.

Tae Joon melihat undangan itu.

Tae Joon : Beri dia pernikahan yang menyenangkan karena dia akan menikah.

Man Jung : Bagaimana aku bisa memberinya sesuatu ketika aku tidak punya apa-apa? Aku tidak punya apa-apa, jadi aku tidak bisa memberinya pernikahan yang baik. Kami hanya akan memesan sebuah balai pernikahan lokal kecil dan membuatnya sederhana.

Tae Joon menghela nafas dan tanya apa yang Man Jung butuhkan.


Sekarang, Man Jung sudah berapa di tokonya. Ia senang melihat nominal yang baru saja ditransfer Tae Joon ke rekeningnya.

Pak Heo juga senang melihat buku rekening Man Jung.

Man Jung : Dia tampak berhati dingin, tapi Tae Joon memiliki hati yang besar seperti aku.

Pak Heo : Dan Geum Bong tidak asing dengannya. Dia adalah saudara perempuan dari wanita yang memiliki anak.

Man Jung : Maksudmu apa? Tae Joon memberikan ini untuk saudaranya, Se Gwang, bukan untuk penyihir itu, Geum Bong.


Se Gwang dan Geum Bong datang. Man Jung pun kaget dan bergegas menyimpan buku rekeningnya.

Geum Bong menatapnya curiga.

Geum Bong : Apa kau memenangkan lotre atau sesuatu? Apa yang kau sembunyikan?

Man Jung : Kenapa kamu begitu penasaran? Itu bukan urusanmu.

Se Gwang : Lihat wanita itu. Pasti ada sesuatu.


Eun Bong pulang dan kaget melihat ibunya sedang membuat banyak kimchi.

Eun Bong : Kau mau membuat pesta? Kenapa membuat kimchi banyak sekali?

Mal Sook : Kita punya banyak mulut untuk diberi makan. Tidak sulit untuk membuat sedikit tambahan.

Eun Bong : Kau ingin memberikannya kepada Na Yeon?

Mal Sook : Ketika aku pergi sebelumnya, aku melihat betapa ibu mertuanya mencintai kimchi. Dan Geum Bong tinggal di rumah Do Hee, juga, jadi aku ingin memberi mereka juga.

Eun Bong : Kau menggunakan semua uang yang kau hasilkan dengan susah payah untuk orang lain. Kau yang terbaik. Kau begitu cantik.

Mal Sook : Apakah kau mengejekku?

Eun Bong : Tidak. Jika ku seorang pria, aku akan jatuh cinta.

Mal Sook : Diamlah.


Joong Dae masuk, membawa plastik penuh barang.

Joong Dae : Aku memeriksa setiap toko di daerah tersebut.

Mal Sook : Terima kasih. Bilas semua ini dengan Eun Bong, tolong.

Joong Dae mengerti dan langsung ke dapur.

Eun Bong langsung memakai sarungtangannya.


Eun  Bong : Bu, menikahlah. Oke? Aku akan mencari beberapa prospek.

Mal Sook : Apakah kau bertekad untuk menggodaku hari ini? Baik. Begitu aku menikahkanmu juga, aku akan berpikir tentang hal ini.

Eun Bong : Kau berjanji. Kau akan pergi kencan buta.

Eun Bong lari ke dapur dengan hati senang.

Mal Sook : Apa yang dia pikirkan?


Sung Joo terkejut menerima telepon Na Yeon.

Sung Joo : Maksudmu apa?

Na Yeon : Pimpinan Jang tahu. Dia akan segera pergi menemui ayah. Kita tidak bisa menyembunyikanna lagi. Aku akan memberitahu ayah sekarang.

Sung Joo tak setuju, Do Hee-ya!

Na Yeon : Maafkan aku. Aku menyakitimu dan ayah lagi.

Sung Joo : Temui aku dulu. Do Hee-ya, temui aku dulu. Kita bicarakan disini dulu.

Na Yeon : Maaf, Bu.

Na Yeon memutuskan panggilannya dan terus melajukan mobilnya.


Dong Jin kaget dan bingung melihat Na Yeon tiba2 berlutut padanya, memohon maaf.

Na Yeon : Aku tidak bisa memberitahumu lebih cepat. Maafkan aku.

Dong Jin : Maksudmu apa? Apakah terjadi sesuatu dengan Hwi Kyung? Itu saja?

Na Yeon : Maafkan aku. Aku.... aku.. aku bukan Do Hee.

Dong Jin : Apa yang kau bicarakan?


Sung Joo menerobos masuk dan berkata, akan menjelaskan semuanya. Dong Jin tambah bingung.

Na Yeon : Aku menipumu. Aku bukan Do Hee. Aku kembaran Do Hee, Lee Na Yeon.

Dong Jin : Maksudmu apa? Kau bukan Do Hee?  Apa yang kau bicarakan?

Sung Joo : Aku akan menceritakan semuanya. Aku akan menjelaskan semuanya.


Yoo Kyung melabrak Pimpinan Lee.

Yoo Kyung : Apa yang kau lakukan! Kenapa kau pergi kesana?

Pimpinan Lee yang dengan santainya duduk, tanya apa masalahnya.

Pimpinan Lee : Pimpinan Jang dan aku sudah saling kenal. Aku pergi untuk berbicara tentang pasar. Apakah aku melakukan sesuatu yang salah?

Yoo Kyung : Apa yang kau rencanakan? Apa yang kau kejar?

Pimpinan Lee : Akan berbeda ceritanya jika aku tidak tahu. Tetapi setelah melihat putriku, aku berterima kasih kepada Pimpinan Jang. Dia pria yang hebat. Dia membesarkan anak orang lain dengan cinta yang luar biasa selama lebih dari 30 tahun.

Yoo Kyung : Benar, kau bahkan tidak bisa dibandingkan dengannya. Jangan penasaran atau bersyukur.


Pimpinan Lee : Dia belum tahu kan Se Jin bukan putrinya?

Yoo Kyung : Aku mungkin membunuhmu, jadi tutup mulutmu.

Pimpinan Lee : Jangan membuat wajah seperti itu. Kau membuatku bersemangat. Aku mungkin akan jatuh cinta lagi.

Yoo Kyung : Jika kau menemui suamiku lagi, aku akan membunuhmu. Dengan kejam. Aku akan membunuhmu.


Yoo Kyung beranjak pergi, tapi baru sampai di pintu, Pimpinan Lee mengajaknya makan malam. Hanya bertiga, dengan Se Jin. Yoo Kyung pun tambah gondok.


Na Yeon masuk ke kamar Hwi Kyung dan mulai membereskan pakaiannya.

Lalu ia menangis, teringat apa yang terjadi setelah ia mengaku pada Dong Jin bahwa ia bukan Do Hee.

Flashback...


Dong Jin terduduk lemas. Ia syok mengetahui Do Hee sudah meninggal.

Na Yeon yang masih berlutut di lantai, menangis dan menyalahkan dirinya sendiri.

Sung Joo yang tak mau Dong Jin menyalahkan Na Yeon pun menjelaskan, bahwa Do Hee meninggal karena serangan jantung.

Sung Joo : Dia memiliki masalah jantung dan hanya tinggal beberapa bulan lagi untuk hidup.

Dong Jin marah dan mengusir Na Yeon.

Sung Joo : Maafkan Do Hee.

Dong Jin : Siapa Do Hee! Kau bilang Do Hee sudah meninggal!

Flashback end....


Hwi Kyung memanggil Yoo Kyung ke ruangannya. Yoo Kyung tanya, kenapa Hwi Kyung memanggilnya.

Hwi Kyung : Atasi itu. Semua simpul yang kau ikat, lepaskan ikatannya.

Yoo Kyung : Apa yang kau bicarakan?

Hwi Kyung : Kau mengacaukan kehidupan orang. Kembalikan mereka ke tempat mereka seharusnya. Dan minta maaf kepada Na Yeon.

Yoo Kyung : Apakah kau menjadi seperti ibumu sekarang? Apa yang kau bicarakan?

Hwi Kyung : Lee Yoon Ae, ibu Na Yeon. Apa kau benar-benar ada di tempat kecelakaan itu? Apa kau terlibat dalam kecelakaan ibunya?

Yoo Kyung marah.

Yoo Kyung : Apa yang kau dengar sampai kau mengatakan ini pada kakakmu! Apakah Na Yeon berkata bahwa aku membunuh ibunya? Atau apakah ibumu mengoceh mengatakan itu? Park Hwi Kyung, aku peringatkan. Jika kau mengatakan omong kosong seperti ini lagi, aku tidak akan baik meskipun kau adalah saudaraku.


Hwi Kyung : Sungguh lucu! Kapan kau pernah baik padaku? Pernahkah kau menganggapku sebagai saudaramu sekali saja?

Yoo Kyung : Baik. Mari kita berdua jujur. Tidak, kau tidak merasa seperti saudara bagiku. Kau hanya putra Young Sook.

Hwi Kyung : Apakah belum cukup? Kau cukup melampiaskan amarahmu padanya. Bukankah sudah saatnya kau membiarkannya?

Yoo Kyung : Tidak. Dia adalah awal dari segala yang salah dalam hidupku. Dan aku masih membayar untuk itu sekarang. Bagaimana aku bisa melepaskannya? Kau tidak tahu apa-apa, jadi diam saja.

Yoo Kyung beranjak pergi.


Young Sook masuk ke kamar Hwi Kyung dan kaget melihat Na Yeon mau pergi.

Na Yeon : Aku rasa, aku perlu menginap diluar beberapa hari.

Young Sook : Kemana kau pergi? Bawa aku bersamamu. Kau berjanji untuk melindungiku.

Na Yeon : Ibu, aku akan segera kembali.


Young Sook : Pembohong. Aku tidak akan jatuh pada kebohongan itu.

Young Sook mengambil tas Na Yeon dan membawanya keluar.


Young Sook pergi, Se Jin mendatangi Na Yeon sambil membawa gelas.

Se Jin : Kau masih disini? Kenapa kau begitu gigih?  Kau tidak berencana untuk tinggal di sini sebagai putri ayahku, bukan?

Na Yeon : Jika kau mabuk, tidurlah.

Se Jin : Sekarang ayahku berkata dia akan menerimamu sebagai putrinya,

Na Yeon : Kau tidak bisa berpikir jernih, bukan?

Se Jin : Memikirkan pengemis Lee Na Yeon yang datang 20 tahun yang lalu adalah putri ayahku, komedi yang luar biasa.

Na Yeon : Bahkan jika kau mabuk, kau harus mengatakan yang sebenarnya. Ayahku kau bilang? Aku sudah memperkenalkanmu pada ayahmu. Dia lah ayah Jang Se Jin, Lee Ki Man.

Mendengar itu, Se Jin marah dan langsung melempar gelasnya ke arah lemari.


Se Jin : Jangan macam-macam denganku. Kau tidak akan mendapatkan apa pun seperti 20 tahun lalu. Ayahku, Tae Joon ... dan bahkan Paman Hwi Kyung. Tidak ada.

Na Yeon : Apa kau benar-benar berpikir begitu? Aku menyuruh Pimpinan Jang menceraikan Park Yoo Kyung. Dia berusaha keras mempertimbangkannya. Kau tahu apa artinya itu, bukan?

Se Jin tambah marah.

Na Yeon : Aku mengerti sekarang kenapa Tae Joon ingin berpisah darimu. Kau hidup hanya dengan tubuhnya sekarang. Kau pikir dia memilihmu karena cinta? Dia merasa kasihan padamu. Tapi ketika rasa kasihan itu menjadi berulang, itu menjadi memuakkan dan menjijikkan.

Na Yeon beranjak keluar, tanpa membawa kopernya.

Se Jin : Apa? Sakit? Aku menjijikkan? Hya, hya!


Se Jin menyusul Na Yeon keluar. Ia menyerang Na Yeon!

Na Yeon : Kenapa kau begitu kekanak-kanakan? Sadarlah!

Se Jin : Kaulah yang perlu sadar! Keluar dari sini, sekarang juga!

Na Yeon : Jika kau mabuk, tidurlah. Berhenti menunjukkan sisi menjijikkanmu itu!

Se Jin : Aku tidak akan memaafkanmu. Aku tidak akan kehilangan apapun untukmu. Perhatikan ini.


Se Jin pergi ke tangga.

Na Yeon bergegas ke tangga begitu mendengar suara Se Jin jatuh.

Na Yeon syok melihat Se Jin
.
Di bawah tangga, Young Sook melihat bagaimana tadi Se Jin jatuh.

Na Yeon pun bergegas menolong Se Jin.


Bersambung....

No comments:

Post a Comment