Skip to main content

Selection : The War Between Women Ep 2 Part 4

Sebelumnya...


Usai pertemuan bersama para menterinya, Wangdaebi menemui Kyung secara pribadi. Ia minta Kyung memenggal Yi Soo.

Kyung tak mau.

Wangdaebi : Anda tetap harus melakukannya. Situasi telah berubah. Dia jelas telah melakukan pengkhianatan. Tolong berikan contoh. tolong lakukan dan berjanji bahwa anda akan menangkap pria bersenjata itu juga. Anda harus menyatakan itu, Yang Mulia.


Kubu Heung Gyeon sedang membahas eksekusi Yi Soo. Dua rekan Heung Gyeon tak yakin Kyung akan mengeksekusi Yi Soo karena mereka tahu Kyung sangat menyayangi Yi Soo, apalagi Yi Soo adalah ayah Ratu.

Heung Gyeon : Semakin anda memojokkan Yang Mulia, semakin dia akan menjadi tak terduga. Saya yakin Ketua Menteri Negara akan menanganinya.


Eun Bo memberitahu Ja Yong, bahwa ia sudah mendapat petunjuk soal si pembunuh.

Eun Bo : Sepertinya pemimpin orang-orang bersenjata itu adalah seorang pemburu. Aku akan bertemu dengan raja malam ini, jadi aku harus memberitahunya..

Ja Yong :  Apa kau percaya dengan raja?

Eun Bo terkejut sekaligus heran mendengar pertanyaan Ja Yong.


Ja Yong lantas memberikan surat petisi itu pada Eun Bo.

Ja Yong : Itu adalah 100 nama petisi. Itu adalah 100 tanda tangan dari para pria yang meminta Raja untuk memecat ayahmu.


Eun Bo membacanya dan menemukan nama Kyung disana.

Eun Bo sontak kaget. Ia ingat saat Kyung dulu mengajarinya menuliskan nama 'Kyung' dengan benar.

Ja Yong : Raja juga menandatangani itu, sepuluh tahun yang lalu. Jangan percaya apapun tentang raja.


Sekarang,, Eun Bo mondar mandir di kamarnya dgn gelisah.


Eun Bo ingat saat Kyung memegang tangannya yg gemetar dulu saat ia membalut luka di kaki Kyung dengan sehelai kain.


Lalu ia ingat permintaan Kyung yang menyuruhnya menyelidiki si pembunuh.


Terakhir, ia memikirkan kata-kata Ja Yong tadi yg melarangnya mempercayai Kyung.


Eun Bo memikirkannya sampai pagi. Ia bahkan sampai ketiduran dalam posisi duduk.

Eun Bo terbangun dan menyadari hari sudah pagi.


Ja Yong yang baru saja tiba di istana, bertemu Heung Gyeon. Ja Yong hanya menatap dingin Heung Gyeon dan berlalu tanpa mengatakan apapun. Melihat itu,, Heung Gyeon tidak terima.

Heung Gyeon : Dalam Analects, dikatakan "Kata-kata baik tapi wajah menyindir." Kata-kata akan diperhitungkan dengan ekspresi wajah untuk membeli bantuan seseorang. Anda akan menderita jika anda berpikir seseorang adalah teman anda hanya karena memiliki tujuan yang sama. Bahkan jika anda berasumsi bahwa anda memiliki tujuan yang sama, seseorang akan berakhir dengan terluka. Ini tidak seperti anda yang tidak tahu kemunafikan Yang Mulia.

Ja Yong langsung berbalik dan mendekati Heung Gyeon.

Ja Yong : Bagaimana apanya?


Heung Gyeon : Aku mengatakan ini yang kedua kalinya, kesejahteraan Yang Mulia terganggu. Eksekusi Kang Yi Soo akan segera diputuskan.

Sontak Ja Yong kaget.


Di kamarnya, Kyung memikirkan kata2nya ke Yi Soo, sebelum proses seleksi 3 bagian keesokan harinya.

Flashback....


Kyung : Saat aku masih putra mahkota, aku kehilanganmu karena tipu daya mereka. Itu adalah kegagalan yang menyakitkanku. Tapi kali ini akan berbeda.

Flashback end..


Kyung lalu meminta Eunuch Hwang memanggilkan Ja Yong.


Dayang yg memberikan kesaksian palsu soal Yi Soo pada Kyung, melihat Eunuch Hwang membawa Ja Yong ke paviliun Kyung.


Di kamar Kyung, Ja Yong membaca buku Teori Pencerahan yg ditulis Yi Soo.

Kyung : Apa benar Kepala Sarjana yang menulis buku ini?

Ja Yong : Dia difitnah, Yang Mulia! Ayah Ratu hanya berusaha mencerahkannya.  Jika hal asusila seperti itu terjadi di villa kerajaan, banyak hal akan segera diaduk. Mohon interogasi pelayan yang membuat pengakuan palsu dan menghukum orang-orang yang merencanakan ini!


Kyung marah dan meninggikan suaranya.

Kyung : AKU TANYA! Benarkah Kang Yi Soo penulis buku itu? Benarkah ini impiannya di Joseon? Dunia diperintah oleh rakyat. Dunia di mana orang dapat mengubah raja... Dia tentu layak dieksekusi.

Ja Yong sontak kaget mendengarnya dan ia tambah kaget saat Kyung bilang akan membiarkan Yi Soo tetap hidup.

Kyung : Itu sebabnya kau harus membantuku.


Kyung dan Eunuch Hwang mengantarkan Ja Yong keluar. Kyung menatap kepergian Ja Yong.

Eunuch Hwang : Kenapa anda tidak menginterogasi dayang yang membuat kesaksikan palsu? Menurut pendapatku, tuan Kang Yi Soo bukanlah orang seperti itu. Dengan mempertimbangkan karakter Yang Mulia, anda akan berusaha mencari tahu kebenaran dengan penuh semangat.

Kyung : Jika aku melacak kembali pengakuan palsunya, aku akhirnya akan menemukan bahwa ibu terlibat. Inilah jawaban yang aku dapatkan.


"Ayah! Ayah!" teriak keponakan Man Chan sembari berlari masuk ke kantor mereka.

"Yang Mulia mengadakan pertemuan pribadi dengan Baek Ja Yong. Itu sangat rahasia."

Man Chan kaget.

Hyung Chan : Kita akhirnya bisa menyingkirkan Kang Yi Soo, dan sekarang Baek Ja Yong?

Man Chan : Walaupun demikian, eksekusinya sudah diputuskan.

Hyung Chan : Dia tidak akan bisa mengubah pikirannya, bukan?

Hyung Chan menatap keponakannya.

Hyung Chan : Bukankah begitu, Keponakan?

Man Chan : Apa yang kau rencanakan dengan hambamu, Yang Mulia?

Man Chan lalu menyuruh adiknya membuntuti Ja Yong.


Petugas penjara melemparkan surat ke Yi Soo.

Yi Soo membacanya. Surat dari Ja Yong.

Ja Yong : Saya sudah menemukan Eun Bo. Anda harus bertemu dengannya. Raja sedang berusaha membebaskan anda malam ini. Tolong keluarlah dengan aman.  Saya memohon sebagai teman Anda.


Malam harinya, Eun Bo keluar rumah dan mencari udara segar di halaman. Ja Yong yang hendak pergi, menghampirinya.

Eun Bo : Apa anda akan ke suatu tempat?

Ja Yong : Ada masalah yang mendesak. Semoga ini berhasil. Aku akan memberi tahumu lain kali.

Eun Bo lalu memberitahu Ja Yong bahwa Kyung tidak datang ke pertemuan mereka.

Ja Yong : Aku tahu dia tidak akan melakukannya. Dia mungkin tidak punya waktu untuk itu sekarang. Tunggu di sini sekarang. Aku harus buru-buru ke suatu tempat.

Ja Yong bergegas pergi.


Penjaga yg tadi memberikan surat ke Yi Soo, mengeluarkan Yi Soo dari tahanan setelah menciptakan kebakaran di tahanan.


Di depan tahanan, Han Mo menjemput Yi Soo dan membawanya menemui Ja Yong.

Setelah membawa Yi Soo menemui Ja Yong, Han Mo pamit dan minta mereka hati2.


Begitu Han Mo pergi, Yi Soo menanyakan Eun Bo.

Ja Yong pun bergegas membawa Yi Soo ke tempatnya tapi sayangnya pelarian mereka gagal. Mereka dipergoki oleh orang2nya Man Chan.


"Kalian berdua memang teman baik. Anda telah bertindak sangat superior." ucap Man Chan sambil menatap Ja Yong.

Lalu Man Chan menatap Yi Soo.

Man Chan : Dan Kang Yi Soo ternyata takut dieksekusi. dan ingin lari dari penjara?

Man Chan lalu memberi perintah pada pengawal untuk membawa Ja Yong dan Yi Soo ke Biro Investigasi.


Han Mo bergegas menemui Kyung. Ia memberitahu Kyung bahwa Yi Soo dan Ja Yong tertangkap. Kyung kaget.


Sementara itu, Ja Yong, Yi Soo dan seorang pria teman mereka, ada di Biro Investigasi.

Man Chan yang sudah tahu siapa dalang dibalik pelarian itu, tetap berusaha membuat mereka mengatakan siapa dalangnya.


Lantaran tidak ada yg mau mengaku, Man Chan lalu menyiksa pria temannya Ja Yong dan Yi Soo. Ia menyiksannya dgn cara meletakkan besi panas ke dada pria itu.


Ja Yong : Apa yang ingin kau dengar?

Man Chan : Aku hanya ingin mendengar kebenaran. Orang yang melanggar hukum dan merencanakan ini dengan anda... Aku ingin tahu namanya.

Yi Soo : Tidak ada orang seperti itu!

Ja Yong : Jawabannya akan tetap sama tidak peduli berapa kali anda bertanya.

Man Chan : Kalau begitu mari kita ikuti hukum untuk memenggal tahanan yang melarikan diri.


Man Chan mencabut pedang pengawal. Ia ingin memenggal kepala Ja Yong lebih dulu.


Tepat saat itu, Kyung datang. Kyung mengaku dia lah dalang dibalik pelarian itu.

Man Chan yang sudah tahu sejak awal Kyung dalangnya, tersenyum puas menatap Kyung.

Bersambung.....

Comments

Popular posts from this blog

I Have a Lover Ep 29 Part 2

Sebelumnya... Seok sedang galau di kamar yang dulu ditempati Hae Gang. Tak lama kemudian, sang ayah datang. Seok mengaku bahwa mungkin dia harus keluar dari rumah untuk sementara waktu karena ia tidak bisa mengendalikan dirinya. “Berusaha melupakan dengan putus asa akan membuatmu bertambah putus asa. Tidak bisakah putus asamu berkurang sedikit?” tanya sang ayah. “Aku punya penyesalan. Aku menyesal dan itu membuatku gila. Aku seharusnya menikahinya saat kau menyuruhku tahun lalu. Maka dengan begitu, dia akan berada di sampingku selamanya. Setidaknya, aku bisa mengatakan padanya untuk tinggal, untuk memohon padanya untuk tinggal. Aku rasa aku tidak bisa melepaskannya. Aku rasa tidak bisa membiarkan itu terjadi. Aku rasa aku tidak akan pernah bisa melepaskannya.” Jawab Seok. “Hanya kau menahan seseorang, hanya karena kau menyukainya, itu hanya akan membuat tanganmu sakit.   Tanpa bisa merasakan kehangatan, kau akan berteriak kesakitan. Itu sebabnya cinta bertepuk sebelah ...

I Have a Lover Ep 50

Sebelumnya.... “Aku rasa aku jatuh cinta lagi padamu.” Ucap Jin Eon begitu Hae Gang menghampirinya. “Aku sudah tahu.” jawab Hae Gang. “Berikan tasmu.” Pinta Jin Eon. “Tidak mau, tas melambangkan harga diri seorang wanita.” Jawab Hae Gang. “Berikan padaku. Tas wanitaku melambangkan harga diriku.” ucap Jin Eon. Hae Gang pun tersenyum, lalu memberikan tas alias keranjangnya yang berisi peralatan mandi pada Jin Eon. Jin Eon kemudian menyuruh Hae Gang menggandeng lengannya. Hae Gang pun menggandeng lengan Jin Eon, dan selanjutnya keduanya beranjak pergi menuju sauna dengan senyum terkembang. “Kau akan memakai itu?” tanya Hae Gang saat melihat Jin Eon sedang memilih2 baju sauna. “Aku pernah memakainya dulu.” Jawab Jin Eon. “Tak bisa kubayangkan…” dan Hae Gang pun tersenyum geli, “… tapi entah bagaimana tampaknya akan lucu.” “Awas ya kalau kau jatuh cinta padaku.” Ucap Jin Eon.   Ajumma penjaga sauna kemudian memberitahu bahwa Jin Eon...

I Have a Lover Ep 15 Part 2

Sebelumnya <<< Di ruangannya, Jin Eon tengah memikirkan sesuatu sampai-sampai ia tak menyadari Manajer Byeon yang masuk ke ruangannya. Manajer Byeon datang membawakannya makanan. Manajer Byeon lantas menatap Jin Eon dengan tajam sambil bertanya-tanya bagaimana caranya agar ia mengetahui apa yang dipikirkan Jin Eon. Manajer Byeon kemudian mengumpat-ngumpat karena harus masuk ke kantor di Hari Minggu. Jin Eon lalu berbalik dan terkejut menatap Manajer Byeon. Manajer Byeon langsung memasang tampang manis dan berkata dirinya membawakan makanan untuk Jin Eon. Namun Jin Eon menyuruh Manajer Byeon makan sendiri karena ia mau pergi. Manajer Byeon pun mengejar Jin Eon, namun langkahnya terhenti karena makanannya jatuh. Bersamaan dengan itu, Tae Seok juga keluar dari ruangannya. Ia pun tertegun melihat Jin Eon. “Apa yang akan kau lakukan di kantor hari libur begini?” tanya Jin Eon. “Bagaimana denganmu? Apa kau akan pulang ke rumah?” tanya Tae Seok balik. “Tidak.” Jawab Jin...