Sunday, December 22, 2019

Selection : The War Between Women Ep 3 Part 1

Sebelumnya....


Man Chan tersenyum penuh kemenangan saat Kyung mengaku bahwa dirinya lah dalang dibalik pelarian Yi Soo dari penjara.


Mendengar itu, Yi Soo membantah. Ia mengaku, dirinya yang melakukan semua itu dan meminta Kyung menghukumnya.

Kyung meminta Man Chan melepaskan Yi Soo dan Ja Yong.


Kyung dan Man Chan lantas bicara di ruang kerja Man Chan. Man Chan ingin tahu alasan Kyung membela Yi Soo dan Ja Yong.

Man Chan : Menurut hukum, keluar dari penjara adalah pengkhianatan dan tuntutan tinggi serta akan di eksekusi segera.

Kyung : Aku sudah mengatakan kepadamu bahwa Akulah penyebab dari pembebasan penjara itu. Jika kau ingin menghukum seseorang, kau harus memenggalku terlebih dahulu, itupun jika kau bisa.

Mendengar itu, Man Chan pun menatap Kyung penuh kebencian.


Kyung kemudian berdiri dan beranjak ke pintu.

Kyung : Untuk kejadian ini, Inspektur Jenderal Baek Ja Yong akan dipindahkan dari posisi itu, cukup itu saja. Sebagai gantinya, aku akan mengabulkan salah satu keinginan mu.

Jangan berdebat lagi.

Man Chan : Salah satu keinginanku? Aku harus... pikirkan baik-baik. Tapi Yang Mulia, anda harus melakukannya, menghukum Kang Yi Soo, setidaknya dengan memenggal kepala.


Kyung langsung mengepalkan tangannya mendengar itu. Ia marah.


Man Chan dan antek2nya meninggalkan kantor mereka. Hyung Chan berkata, Man Chan harusnya bersikap sedikit lebih keras agar Kyung berlutut ketakutan.

Hyung Chan : Ini adalah kesempatan kita....

Hyung Chan lalu menatap ponakannya.

Hyung Chan : .... bukankah begitu, Keponakan?

"Kupikir kamu ada benarnya, Paman."


"Ya! Kita harus minggir pada titik ini. Jika tidak, Daebi Mama akan berada dalam bahaya karena mempekerjakan pelayan pengadilan." tambah sang ayah.

"Itulah yang ingin aku katakan. Jadi berhentilah membuat keributan dan pikirkan baik-baik apa yang akan kita minta dari Raja. Apakah kau puas menjadi manajer Biro Inspeksi?" jawab Man Chan.


Kyung kembali ke paviliunnya dan melihat ibunya keluar dari kamarnya.

Daebi : Raja, kau tidak sepenuhnya sehat. Apa yang membawamu ke ...

Kyung : Mengapa bu melakukan itu? Kenapa harus ibu?

Daebi pura-pura terkejut, Jusang....


Kyung : Apakah ibu tahu apa yang baru saja aku lakukan? Aku melindungimu, Bu.

Daebi : Apa yang kau bicarakan sekarang?

Kyung : Apakah ibu pikir aku tidak akan tahu ibulah yang membuat pelayan pengadilan itu berbohong!

Daebi : Siapa yang memberitahumu itu! Apa yang kau dengar dan dari siapa! Kenapa kau mengatakan ini padaku? Apakah ada bukti atas tuduhan itu?

Kyung : Jangan pikir aku melepaskan ini karena tidak ada bukti.


Kyung lalu masuk kamarnya dan minta Eunuch Hwang melarang siapapun masuk kamarnya.

Daebi kesal. Eunuch Hwang menutup pintu kamar Kyung.

Daebi : Kau seharusnya tidak melakukan ini padaku, Raja. Merekalah yang melakukan kejahatan! Kau harus menyingkirkan gerombolan jahat itu dari awal!

Kyung makin terluka dgn sikap ibunya.


Di halaman rumah Ja Yong, Eun Bo mondar mandir dgn wajah gelisah. Tak lama, pelayan datang menemuinya.

"Apa yang terjadi? Apakah kau melihatnya?" tanya Eun Bo.

"Menurut penjaga gerbang, Yang Mulia meninggalkan istana tadi malam dan belum kembali sejak saat itu." jawab si pelayan.


Petugas datang ke penjara Yi Soo dan Ja Yong. Ia memberitahu, bahwa Raja membebaskan Ja Yong.

Ja Yong diam saja. Melihat itu, Yi Soo pun menggenggam tangan Ja Yong.


Petugas lantas membukakan pintu.

Yi Soo berdiri, disusul kemudian oleh Ja Yong. Yi Soo minta Ja Yong menjaga Eun Bo baik-baik.

Ja Yong mengangguk, lalu beranjak keluar dan pergi.

Setelah Ja Yong keluar, petugas kembali mengunci pintu penjara dan pergi.


Yi Soo hendak duduk, tapi kemudian ia terkejut melihat Kyung sudah berdiri di depannya.

Yi Soo pun mendekati Kyung dan tanya, kenapa Kyung datang?

Kyung : Aku ingin menepati janjiku. Bahwa aku tidak akan pernah membiarkanmu terluka lagi. Aku benar-benar ingin menepati janji itu. Aku ingin membuatmu tetap di sisiku untuk waktu yang lama. Aku ingin maju bersama, tapi ... aku minta maaf. Maafkan Aku.

Yi Soo : Akulah yang menulis buku itu. Dengan Begitu, aku harus dibunuh sebagai penjahat.

Kyung : Bukan itu penyebabnya. Bahkan jika kau memiliki ide-ide itu, aku masih ingin membuatmu di sisiku.

Yi Soo : Aku tahu. Tapi kau harus melangkah melampaui kematianku. Dan aku mohon padamu. Kumohon... jadilah pemimpin negara ini yang diperuntukkan bagi rakyat.

Sontak tangis Kyung keluar mendengar itu.

Kyung : Jangan lakukan ini.


Yi Soo : Yang Mulia, kau punya harapan. Aku bersedia mati untukmu, Yang Mulia.

Kyung : Berhenti! Aku bahkan tidak bisa melindungimu sebagai Raja. Salahkan saja dan kutuk aku. Kumohon!

Yi Soo : Silahkan menjadi raja yang hebat yang memulai masa depan baru untuk Joseon. Aku, Kang Yi Soo, akan tunduk kepada Anda untuk terakhir kalinya.

Tangis Kyung kian deras.


Yi Soo pun menunjukkan rasa hormatnya kepada Kyung.


Eun Bo syok saat mendengar dari Ja Yong bahwa ayahnya akan dieksekusi siang nanti.


Waktu eksekusi tiba. Eun Bo berlari ke lokasi eksekusi dan panic melihat ayahnya akan digantung.

Yi Soo tersenyum menatap putrinya yang akhirnya kembali setelah hilang puluhan tahun.


Petugas Biro yg merupakan antek Man Chan membacakan dakwaan Yi Soo dgn wajah senang.

"Kang Yi Soo melakukan pengkhianatan besar karena menipu keluarga kerajaan dengan aplikasi pengantin palsu dan bahkan keluar dari penjara. Ini adalah perintah raja untuk menghukumnya dengan hukum."


Eksekusi dimulai. Yi Soo dihukum gantung.

Eun Bo teriak, andwae!!!


Tepat saat itu, Wal datang dan langsung membalikkan tubuh Eun Bo.

Wal mendekap Eun Bo erat2.

Dalam dekapan Wal, Eun Bo menangis hebat.


Jae Hwa yg jalan-jalan di pasar, melihat sosok mirip Eun Bo.

Sontak, Jae Hwa langsung mengejarnya tapi itu bukan Eun Bo.


Jae Hwa lalu mendengar kasak kusuk warga soal Raja.

"Apakah kalian mendengar rumor itu? Raja yang sebelumnya sudah mati akhirnya hidup kembali."
"Mungkinkah itu nyata?"
"Tidak! Itu berarti dia bukan manusia! Bagaimana mungkin seseorang mati bisa hidup kembali?"
"Pernahkah kalian mendengar hal seperti itu?"
"Itu tidaklah benar."
"Tapi ternyata itu benar loh!"
"Dia seorang goblin!"
"Beraninya kau mengatakan itu! Dia malaikat! Dia Raja yang dikirim oleh Surga!"

Jae Hwa, Dokkaebi?

Jae Hwa lalu bergegas pergi.


Young Ji membujuk ayahnya yang sedang melukis di tudung lampion. Ia melukis istana Ratu.

Young Ji : Banyak rumor buruk merajalela di pasar. Yang Mulia baik-baik saja, kan? Dia baik kan? Ayah! Tolong izinkan aku memasuki istana bersamamu. Bisa kan? Tolong ajak aku bersamamu. Aku ingin melihat Yang Mulia. Kumohon ayah?

Heung Gyeon lantas meletakkan tudung itu di meja.

Heung Gyeon : Young Ji-ya, apakah kau tahu apa ini? Istana Ratu.

Heung Gyeon lalu menutupi lilin dengan tudung itu.

Heung Gyeon : Aku ingin membawamu ke pusat istana utama sebagai Yang Mulia Ratu.

Young Ji tertegun, Ratu?


Di lantai kamarnya, Eun Bo terduduk diam. Tak lama, Wal datang membawakannya makanan baru.

Wal : Makan itu.

Wal lalu keluar.


Malamnya, Wal kembali ke kamar Eun Bo dan mendapati makanan Eun Bo yang ia taruh tadi siang masih utuh.

Wal marah dan menasihati Eun Bo untuk makan tapi Eun Bo tetap keras kepala.

Wal : Apakah kau ingin kelaparan! Sudah berapa hari? Kau tidak makan atau tidur! Makan ini sekarang ...


Tapi Eun Bo tetap sama. Wal kesal dan beranjak pergi akhirnya.

Begitu Wal pergi, Eun Bo tiba2 saja mengingat sesuatu.


Dalam perjalanan, Eun Bo teringat masa kecilnya dgn Kyung, saat Kyung mengajarinya bagaimana menulis 'Kyung' dgn benar.


Lalu ia ingat soal petisi 100 nama yg membuat ayahnya dipecat dan keluarganya dikirim ke Jeju.

Ja Yong : Mereka adalah 100 tanda tangan dari pria yang meminta pemecatan ayahmu. Raja menandatanganinya sepuluh tahun yang lalu.


Kemudian, ia ingat eksekusi ayahnya yg adalah perintah Kyung.

Eun Bo marah dan mempercepat langkahnya.


Eun Bo ternyata pergi ke kediaman Ja Yong. Eun Bo tanya apa yang harus ia lakukan untuk membunuh Kyung.

Ja Yong : Aku akan memberitahu mereka untuk membersihkan ruang tambahan. Beristirahatlah di sana

Eun Bo : Naeuri!

Ja Yong : Jangan berani-berani mengatakan itu dengan mudah. Kau mungkin belum tidur atau makan selama berhari-hari. Kau tidak dapat berpikir jernih dengan pikiran dan tubuh seperti itu.

Ja Yong lalu memerintahkan pelayannya membersihkan kamar untuk Eun Bo.


Heung Gyeon menemui Kyung. Ia membawakan Kyung hadiah tanduk rusa karena mendengar bahwa Kyung sering menunda makan belakangan ini..

Eunuch Hwang mengambil hadiah itu dan meletakannya di depan Kyung.

Heung Gyeon : Tolong jangan terlalu kesal tentang hal itu. Itu berarti Yang Mulia dan Kang Yi Soo tidak seharusnya bersatu. Mereka bahkan berkata, "Menutup lembaran lama, dan membuka lembaran yang baru." Tolong biarlah itu berlalu dan fokus untuk bergerak maju mulai dari sekarang.

Kyung : Biarkan yang dulu berlalu?


Kyung lalu teringat saat ia masih menjadi Putra Mahkota, Heung Gyeon memintanya menandatangani petisi untuk Yi Soo.

Kyung menolak.

Heung Gyeon menakuti Kyung. Ia meletakkan tanda pengenal Kyung di atas meja.

Heung Gyeon : Anda adalah putra mahkota negara ini. Anda harus berhati-hati ke mana pun anda pergi dan apa yang anda katakan. Mengapa anda berada di pertemuan para pemberontak?

Kyung mengklaim itu hanya kebetulan.

Heung Gyeon : Petisi 100 nama ini satu-satunya hal yang bisa membuktikan kalau anda tidak ada hubungannya dengan mereka.

Kyung tetap menolak.

Heung Gyeon : Jika begitu akan ada gunung permohonan di istana yang meminta penghapusan Anda, Yang Mulia. Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Ratu akan dimasukkan ke dalam posisi yang sulit juga!

Kyung yang takut, akhirnya menandatangani petisi itu.


Raja sontak terkejut menemukan nama putranya di petisi itu.

Heung Gyeon : Yang Mulia, baik Putra Mahkota maupun para menteri sepakat. Mohon hilangkan Kang Yi Soo, cendekiawan kepala Sungkyunkwan dari posisinya dan mengirimnya pergi! Tolong dengarkan permohonan kami, Yang Mulia.

Raja tak punya pilihan lain selain menuruti kemauan para menteri.


Kyung yang mendengar itu diluar, nangis.


Di kamarnya,, Eun Bo yan baru dicambuk, sedang membaca surat Kyung.

Kyung : Kuharap kau tidak benar-benar dicambuk dengan tongkat seratus kali. Aku menyesal hanya bisa menulis padamu setelah menghilang malam itu. Aku akan mengunjungimu satu hari lagi. Tolong jangan kaget saat kau melihatku.


Eun Bo pun kesal membacanya.

Eun Bo : Apakah kau mencoba menakutiku? Bocah yang nakal. Tapi aku sudah menerima surat ini sejak lama. Mengapa aku belum mendengar kabar darimu? Bukannya aku menantikannya. Aku juga perlu mengembalikan sesuatu kepadamu.


Lalu kemudian, terdengar suara Eun Ki memanggilnya. Eun Bo pun bergegas menyembunyikan surat itu.

Eun Ki masuk dan memberitahu Eun Bo bahwa mereka akan pindah ke Jeju.


Kyung tanya ke Eunuch Hwang kapan Yi Soo akan pindah ke Jeju.

Eunuch Hwang : Hari ini.


Kyung kaget dan langsung berlari pergi.

Eunuch Hwang mengejar Kyung.


Man Chan menemui Yi Soo yang sudah berada di atas kapal.

Man Chan : Seperti yang kau tahu, reputasi keluarga Kim belum ada sejak kemarin. Dan juga kami adalah keluarga ratu, Mertua raja.

Yi Soo : Mengapa kau mengatakan itu padaku?

Man Chan : Aku mendengar kau memikat hati para sarjana muda Konfusius di seluruh Joseon. Karena itulah Jo Heung Gyeon cemburu seperti seorang gadis. Selama kau mengizinkanku, aku dapat dengan mudah mengubah kapal yang terikat di Jeju ini. Aku ingin kau menjadi bawahan-ku. Aku akan memberi-mu posisi pemerintah terlebih dahulu.


Yi Soo tersenyum mendengarnya.

Yi Soo : Aku tidak berpikir itu untuk diriku.

Man Chan : Aku tahu orang-orang menyukaimu dengan baik. Reputasi, wanita, dan uang. Kau mungkin belum menikmati salah satu dari itu semua. Aku ingin kau memikirkannya. Aku dapat dengan mudah mengubah kapal ini.

Dari jauh, Eun Bo dan Eun Ki menatap ayahnya bicara dgn Man Chan. Eun Ki memakai tudung.


Kesal, Eun Bo berniat menghampiri ayahnya tapi dicegah pelayan. Eun Bo tak peduli dan bergegas mendekati ayahnya.

Eun Bo : Ayah, kapal akan segera berangkat. Apakah dia akan ikut dengan kita ke Jeju?

Yi Soo pun mengatakan ke Man Chan, Eun Bo putrinya. Lalu Yi Soo menyuruh Eun Bo menyapa Man Chan.


Eun Bo : Aku belajar bahwa menyapa berarti menunjukkan rasa hormat kepada orang dewasa. Tapi aku tidak merasa seperti itu. Apakah masih pantas bagiku untuk
 menyambut anda?

Sontak Man Chan dan Yi Soo kaget mendengar perkataan Eun Bo.


Yi Soo menarik Eun Bo dan menyuruh Eun Bo minta maaf.

Terpaksalah Eun Bo minta maaf.

Setelah minta maaf, Eun Bo pergi.

Yi Soo minta Man Chan menjaga diri.


Man Chan yg kesal beranjak pergi. Man Chan ngomel2 pada pengawalnya.

Man Chan : Putrinya sangat persis seperti ayahnya. Bawa gadis itu kepadaku diam-diam. Aku akan mengajarinya satu atau dua hal kepadanya.


Eun Ki duduk bersama Eun Bo. Eun Ki : Jangan terlalu kesal. Dia memarahimu untuk kebaikanmu sendiri. Atau apakah kau kesal karena alasan yang berbeda?

Eun Bo : Apa?

Eun Ki : Pemuda aneh dan lucu itu. Kau tidak akan dapat melihatnya lagi jika kita pindah ke Jeju.

Eun Bo : Apa yang sedang kau bicarakan?

Eun Ki : Siapa dia sebenarnya? Kau juga menyimpannya di buku harian setiap malam. Kau bahkan tidak bisa memberi tahu pada kakakmu ini tentang dia.

Eun Bo : Aku juga tidak tahu. Aku tidak menyimpan buku harian itu lagi.

Eun Ki : Kau suka padanya.

Eun Bo : Tidak seperti itu!

Eun Bo berdiri dan beranjak pergi.


Setelah Eun Bo pergi, Eun Ki melihat pengawal Man Chan sedang memeriksa para gadis di atas kapal. Sadar mereka mencari Eun Bo, Eun Ki pun bergegas menyembunyikan Eun Bo di dalam kotak. Ketika menyembunyikan Eun Bo di kotak, pengawal Man Chan melihat Eun Ki. Tak tahu kedua gadis itu kembar, pengawal Man Chan membawa Eun Ki yang dipikirnya Eun Bo.


Pelayan yg melihat itu, berusaha menolong Eun Ki tapi pengawal Man Chan mendorong pelayan, hingga pelayan terjatuh dan tak sengaja mendorong kotak kayu tempat Eun Ki menyembunyikan Eun Bo ke laut.

Eun Bo pun pingsan saat kotaknya terguncang. Kepalanya membentur dinding kayu.


Pelayan memukul para pengawal Man Chan dan membawa Eun Ki pergi.

Pengawal hendak mengejarnya, tapi Man Chan datang dan mengajak pengawalnya pergi.


Pelayan membawa Eun Ki ke dalam kapal. Yi Soo dan istrinya kaget saat pelayan bilang, pengawal Man Chan berusaha membawa Eun Ki pergi.

Yi Soo teringat Eun Bo.

Yi Soo : Dimana Eun Bo?

Eun Ki ingat menyembunyikan Eun Bo di dalam kotak.


Maka Yi Soo dan pelayannya bergegas mencari Eun Bo di dalam kotak tapi mereka tak menemukan Eun Bo.

Sementara mereka sudah harus berangkat. Yi Soo pun menyuruh pelayannya pergi duluan dgn istrinya, karena ia mau mencari Eun Bo diluar kapal.


Layar kapal dinaikkan. Eun Ki dan ibunya cemas saat tahu kapal akan berangkat.


Yi Soo keluar dari kapal dan berteriak, mencari Eun Bo di sekitar pelabuhan.

Bersamaan dengan itu, Kyung muncul tapi tidak bertemu Yi Soo.


Kyung sedih melihat kapal yg membawa keluarga Yi Soo sudah mulai berangkat.


Sementara kotak yg ada Eun Bo nya, sudah berada di tengah laut.

Flashback end...


Kyung : Kau tidak dapat mempersiapkan masa depan jika kau membiarkan masa lalu berlalu. Aku menghargai perhatianmu, api aku berencana untuk tidak melupakan apa pun.

Kyung lalu memanggil Eunuch Hwang sambil mengambil sepotong tanduk rusa.


"Aku perlu mengembalikan bantuan Menteri Negara Kiri untuk tanduk ini. Menurut-mu apa yang baik?" tanya Kyung sambil melemparkan tanduk rusa itu ke dalam kotak.

"Untuk membalas budi, Yang Mulia? Kupikir..."

"Benar, bagaimana dengan kue-kue dari Ulleungdo? Itu semua sangat bagus. Cobalah beberapa." ucap Kyung.

Sontak, Heung Gyeon terdiam kesal.

Bersambung ke part 2....

Dosa Man Chan ke keluarga Yi Soo banyak banget.

1. Man Chan fitnah Yi Soo, sampe Yi Soo sekeluarga dikirim ke Jeju.
2. Man Chan yang membuat Eun Bo hilang bertahun-tahun.
3. Man Chan juga yg memfitnah Yi Soo, sampe Yi Soo dieksekusi.

Eh gk cuma Man Chan deng, tapi si Heung Gyeon juga...

Sy rasa, yg membunuh Eun Ki dia juga.... Dan tentunya, Daebi Mama juga terlibat dalam semua tragedi yg menimpa keluarga Yi Soo....

Berharap endingnya, Kyung menghukum mati mereka semua... Tapi kira2 sanggup kah Kyung menghukum ibundanya?

Gimana menurut kalian gaes???

No comments:

Post a Comment