Friday, December 6, 2019

The Great Show Ep 7 Part 4

Sebelumnya...


Paginya, Dae Han dan Bong Joo berkeliaran di pasar.

Dae Han : Aku menyadari betapa berpengaruhnya situs web. Karena itulah para pemilik toko tidak punya kesempatan melawan orang yang mengelola situs itu. Aku tidak bisa menemui para ibu itu. Akan sepenuhnya kupakai situs untuk mendukung apartemen.

Bong Joo : Inju Love adalah yang terbesar, bukan? Kurasa begitu. Pemandunya, Inju Mom adalah ibu Jae Hoon, sudah pasti.

Dae Han : Kurasa dia menggunakannya untuk mengendalikan opini publik.

Bong Joo : Kurasa begitu.

Dae Han : Mungkin ada situs yang lebih baik jika kita mencari cukup keras.

Bong Joo : Kenapa kita tidak meraih hatinya agar pindah ke pihak kita?


Pak Jung dan Bu Yang tetap membuka restoran mereka seperti biasa,, tapi masih belum ada pelanggan yg datang.

Soo Hyun yang lagi memantau situs Inju Love sewot.

Pak Jung : Apa yang terjadi?

Soo Hyun : Aku menulis untuk menjelaskan situasinya dan itu dihapus!

Pak Jung : Apa dia mengelolanya sesuai keinginannya hanya karena dia pengelola situs? Jika mereka hanya akan menyimpan unggahan yang mereka suka, kenapa membuka situs komunitas?


Bu Yang : Aku tidak tahan lagi. Aku akan mengambil jari wanita itu...

Pak Jung pun langsung menahan Bu Yang dan minta Bu Yang menahan diri.


Soo Hyun : Tunggu sebentar...

Soo Hyun terkejut membaca unggahan ttg Dae Han.


Dan memang benar, ibu Jae Hoon si pengunggah.

"Wi Dae Han tidak peduli dengan murid atau orang tua dan hanya mengurus putrinya. Dia bilang dia peduli dengan warga, tapi dia bahkan tidak bisa mengurus anaknya sendiri dan seorang remaja hamil. Bukan hanya itu, tapi dia tetap bersekolah. Dia tidak peduli dengan stres anak-anak kita, terutama saat mereka harus fokus belajar. Ayah dan putrinya sama-sama menyebalkan!" tulis ibu Jae Hoon.


Soo Hyun sewot. Tiba2,, pesan dari Joon Ho masuk. Joon Ho mengajak Soo Hyun main PUBG lagi.

Tak lama, pesan dari Da Jung juga datang. Da Jung mengajak Soo Hyun ketemuan malam ini.

Soo Hyun : Sial.


Joon Ho yg sedang bekerja, menerima pesan Soo Hyun. Ia kecewa Soo Hyun menolak ajakannya.

Soo Hyun bilang, ia sudah ada rencana malam itu dan akan menerima ajakan Joon Ho bertanding lain kali.


Di sekolah, Tak asyik memainkan game nya. Teman sebangku Tak, memuji Tak.

Tak : Pergilah.

"Maafkan aku." ucap temannya sedih.

Tak yg merasa tidak enak sudah bersikap kasar pada temannya, akhirnya mengizinkan temannya melihatnya bermain game.

Tak : Hei, apa arti DPM? Kudengar Hwang Jae Hoon memanggilmu DPM. Apa itu?

"Keluarga kami menerima dana pensiun minimum. Itu kepanjangannya."

Tak : Itu tidak membuatmu marah?


Jae Hoon dan teman2 segengnya datang dan mulai membully anak yg dipanggil DPM.

Tak hanya si DPM, Jae Hoon juga mengolok2 Da Jung yg hamil dan mengatai keluarga Tak berantakan.

Kesal, Tak pun menusuk paha Jae Hoon dgn pulpennya.


Dae Han dan Bong Joo ke restoran Pak Jung. Mereka membantu orang tua Soo Hyun siaran langsung.

Pak Jung : Menurutmu ini akan berhasil?

Soo Hyun : Tidak ada salahnya mencoba, Ayah. Ini bisa menjadi populer dan mempromosikan restoran kalian.

Pak Jung : Tapi rasanya aneh jika kamera mengawasiku. Aku juga gugup di depan kamera.

Bong Joo : Jangan khawatir dan bersikaplah biasa. Pura-pura itu tidak ada.

Pak Jung lantas mendekatkan kepalanya ke kamera. Bu Yang : Hei, jauhkan kepalamu dari kamera.


Siaran langsung dimulai. Dae Han, Soo Hyun dan Bong Joo melihatnya dari meja pengunjung.

Pak Jung : Biarkan aku bicara tentang restoran ayam goreng kami. Kami menerima tiga bintang yang merupakan peringkat kebersihan yang tertinggi di Kota Inju...

Bu Yang : Apa yang kau lakukan? Cobalah terdengar alami!


Mereka lalu mulai memasukkan potongan ayam ke dalam tepung.

Melihat Pak Jung tidak memakai sarung tangan, Bu Yang sewot. Pak Jung minta maaf dan langsung memakai sarung tangannya.

Pak Jung menatap kamera : Biasanya aku selalu memakai sarung tangan.


Dae Han : Apa kalian melakukan komedi? Cobalah bersikap alami.

Bong Joo : Mereka akan mendapatkan banyak penonton seperti ini. Ini bisa menjadi konsep mereka.

Dae Han : Kau benar.

Siaran langsung mereka menerima respon positif.


Soo Hyun lantas memberitahu Dae Han kalau Inju Mom mengunggah soal Da Jung yg hamil tapi masih bersekolah.

Dae Han kesal, yang benar saja. Wanita ini bertekad menghancurkanku. Sial.

Soo Hyun : Apa yang akan kau lakukan?

Dae Han : Apa lagi? Aku harus membuatnya merasakan sendiri.


Ponsel Dae Han berdering. Telepon dari gurunya Tak.


Dae Han dan Tak bergegas ke RS. Dae Han minta Tak diam dan tak memperburuk keadaan. Ia bilang, akan mengurus masalah Tak.

Dae Han dan Tak pergi menjenguk Jae Hoon.


Sampai disana,, ibunya Jae Hoon alias Injo Mom langsung menatap kesal mereka.

Dae Han minta maaf. Dae Han lalu melirik Jae Hoon dan menanyakan kabarnya.

Jae Hoon menjawab ketus kalau dia tidak baik-baik saja.

Jae Hoon lalu menunjukkan gips nya.

Dae Han melirik Tak dan menyuruhnya minta maaf.

Tak : Kau jangan bergerak.

Dae Han : Maksudku, jangan mengatakan hal bodoh. Kau harus minta maaf. Temanmu terluka.

Tak minta maaf tapi ibu Jae Hoon tidak mau menerima permintaan maaf mereka karena merasa Tak tak tulus meminta maaf.

Dae Han : Hei, lakukan dgn benar.


Tak menatap galak Jae Hoon.

Jae Hoon : Lihat dia, Bu. Sepertinya dia juga ingin menusuk kakiku.

Ibu Jae Hoon : Kau ingin membunuh seseorang? Orang berengsek sepertinya harus masuk penjara, bukan sekolah.


Dae Han pun berlutut meminta maaf.

Dae Han : Seharusnya aku mengajarinya lebih baik sebagai ayahnya. Maaf. Aku akan mendisiplinkannya agar ini tidak terulang lagi. Jadi, kumohon. Maafkan dia sekali ini saja.

Ibu Jae Hoon juga menyuruh Tak berlutut.

Tak kesal, aku tahu aku salah, tapi si berengsek itu menghina keluargaku, menyebut anak lain DPM, dan membuatku kehilangan kesabaran!

Ibu Jae Hoon : Beraninya kau membentakku! Dia benar. Keluargamu kacau. Apa salahnya mengatakan itu? Lalu apa? DPM? Itu singkatan dana pensiun minimum, bukan? Kalian menyingkat semuanya, lalu kenapa itu tidak boleh?


Mendengar itu, Dae Han berdiri dan marah.

Dae Han : Kau benar, aku tidak bisa mengendalikan anakku. Tapi jelas, kau sama buruknya.

Ibu Jae Hoon : Apa itu tadi? Ayah dan anak sama saja.

Dae Han : Benar. Tak tidak bisa menerima ketidakadilan, sama sepertiku. Kurasa Jae Hoon mirip denganmu dan suka memecah-belah orang dan menyerang yang lemah.

Ibu Jae Hoon : Kau sudah selesai?

Dae Han : Tidak, masih belum. Kau Ibu Inju, bukan? Orang yang mengunggah pesan buruk tentang restoran ayam.

Ibu Jae Hoon : Kenapa kau mengubah topiknya?


Dae Han : Topiknya sama. Keduanya tentang ibu dan anak yang memfitnah orang lain. Baiklah. Tak akan bertanggung jawab atas penyerangan. Tapi kau harus bertanggung jawab karena sudah mengunggah kebohongan.

Dae Han mengajak Tak pergi tapi sebelum pergi, ia minta maaf pada pasien lain karena sudah membuat keributan.


Dae Han : Kenapa kau tidak memberitahuku lebih awal?

Tak : Anda sudah bertanya?

Dae Han : Apa pun situasinya, kau tidak boleh menyerang orang. Penyerangan adalah cara terendah dalam mengekspresikan kemarahan.

Tak : Anda bahkan bukan ayahku. Berhenti menceramahiku. Jika anda ingin bersikap seperti orang kolot, punyalah anak sendiri dan lakukan itu kepadanya.

Tak beranjak pergi.


Soo Hyun menemani Da Jung ke apartemen studio Jung Woo. Da Jung kaget melihat keadaan apartemen Soo Hyun.


Tak lama,, Jung Woo datang.

Jung Woo kaget melihat Da Jung datang.

Jung Woo masuk. Da Jung kaget melihat kaki Jung Woo yg diperban.

Da Jung : Apa yang terjadi? Ada apa dengan kakimu?

Jung Woo tersenyum : Kakiku terluka saat bekerja. Ini bukan hal serius. Omong-omong, kenapa kau kemari?


Da Jung marah : Kenapa kau tidak bilang bahwa kau hidup seperti ini?

Jung Woo : Da Jung, aku baik-baik saja. Tempat ini lebih bagus dari kelihatannya. Sangat menyenangkan dan nyaman.


Soo Hyun : Mari kita pulang dan makan malam bersama.

Tak di warnet,, lagi main game. Tiba2, ponselnya berdering. Telepon dari nomor tak dikenal.

Tak : Sial. Siapa ini?

Tak menjawabnya.


Soo Hyun mengomeli Dae Han : Bagaimana kau bisa membuat orang yang cedera tinggal sendirian?

Dae Han : Apa lagi pilihan kita? Di sini sudah penuh anak-anak. Tidak ada tempat baginya.


Jung Woo : Jangan hiraukan aku. Aku baik-baik saja.

Da Jung : Kau selalu bilang baik-baik saja.


Tae Poong : Aku mau bersama Kak Jung Woo.

Song Yi : Aku juga.

Dae Han : Tidak.

Si kembar langsung menatap Jung Woo.


Dae Han : Dan bukan Jung Woo masalahnya sekarang.

Soo Hyun : Lalu?

Dae Han : Komite kekerasan sekolah ada rapat hari ini karena Tak. Dia mungkin dipaksa pindah.

Da Jung sewot : Berandal itu...

Dae Han : Da Jung, kau tidak berhak bicara. Kau sama buruknya.

Da Jung langsung diam.


Tak lama kemudian, Tak pulang.

Dae Han : Ini dia pria yang kita bicarakan.

Soo Hyun : Kau belum makan, bukan? Ayo makan.

Dengan wajah lirih, Tak menyuruh seseorang di belakangnya masuk.

Orang itu, Han Dong Nam!!

Si kembar langsung girang : Ayah!


Si kembar lalu berlari ke pelukan Han Dong Nam. Han Dong Nam tersenyum pada kedua anaknya.

Dae Han terkejut.


Han Dong Nam lantas menggendong Song Yi dan mengenalkan dirinya sebagai ayah si kembar dan Tak.


Da Jung dan Dae Han terkejut.

Bersambung...

No comments:

Post a Comment